Komponen Panel Listrik

Komponen Panel Listrik : Kenali Fungsinya dengan Baik

Posted on

Empat Pilar – Komponen Panel Listrik : Kenali Fungsinya Dengan Baik. Baca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komponen panel listrik dan fungsinya dengan baik. Kami membahas secara detail untuk membantu Kalian memahami topik ini lebih baik.

Panel listrik merupakan salah satu bagian penting dalam sistem kelistrikan. Berbagai komponen panel listrik bekerja secara bersama-sama untuk mengalirkan listrik ke seluruh perangkat yang terhubung.

Kita akan membahas Komponen Panel Listrik dan Kenali Fungsinya Dengan Baik agar Kalian dapat memahami cara kerja sistem kelistrikan dan bagaimana berbagai komponen berinteraksi.

Pengertian Panel Listrik

Panel listrik adalah sebuah objek berbentuk kubus yang memiliki berbagai ukuran dan variasi.

Salah satu sisinya memiliki lubang selebar hampir sama dengan bagian belakangnya.

Objek ini memiliki penutup yang bisa dibuka dan ditutup seperti daun pintu. Di dalam panel terdapat papan yang diikatkan dengan sisi belakang pintu menggunakan baut, sehingga dapat dilepas dan dipasang kembali.

Biasanya, panel listrik terbuat dari plat besi dengan ketebalan antara 0,5 hingga 1 mm.

Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi panel tersebut. Papan di dalam panel listrik digunakan sebagai tempat pemasangan komponen-komponen listrik.

Fungsi Panel Listrik

Panel listrik berfungsi sebagai tempat penempatan komponen listrik sebagai pendukung mesin-mesin listrik agar dapat beroperasi sesuai dengan prinsip kerjanya.

Selain itu, panel listrik juga berfungsi sebagai pengaman bagi komponen listrik agar terlindungi dari pengaruh di sekitarnya.

Selain itu, panel listrik juga berfungsi untuk menata komponen atau rangkaian listrik sehingga terlihat rapi dan aman.

Secara umum, panel listrik adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk membagi, menyalurkan, dan mendistribusikan energi listrik dari sumbernya (pusat) kepada konsumen (pemakai).

Fungsi utama dari panel listrik adalah sebagai sumber distribusi energi listrik dari pusat kepada konsumen.

Tujuan Panel Listrik

Sebelum memahami Komponen Panel Listrik, salah satu tujuan dibuat panel listrik adalah untuk memudahkan dalam pengoperasian mesin-mesin listrik.

Dengan menggunakan panel listrik, operator dapat dengan mudah mengatur dan mengontrol aliran listrik ke mesin-mesin tersebut.

Panel listrik juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan atau kegagalan dalam pengoperasian mesin-mesin listrik, karena operator dapat dengan mudah memonitor kondisi mesin melalui indikator yang terpasang pada panel.

Selain itu, panel listrik juga berfungsi sebagai indikator mesin ketika mesin itu beroperasi atau sedang tidak beroperasi.

Hal ini dapat dilihat pada indikator yang terpasang di panel tersebut. Dengan adanya indikator pada panel, operator dapat dengan mudah mengetahui kondisi mesin, apakah sedang beroperasi dengan baik atau mengalami gangguan.

Selain memudahkan pengoperasian dan memberikan indikator kondisi mesin, panel listrik juga berfungsi untuk melindungi komponen-komponen listrik dari kerusakan akibat overloading atau arus pendek.

Panel listrik dapat memutuskan aliran listrik jika terjadi gangguan pada sistem listrik, sehingga dapat menghindari kerusakan pada mesin-mesin atau bahkan kebakaran.

Komponen Panel Listrik dan Kenali Fungsinya dengan Baik

Komponen dalam panel listrik dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, yakni komponen power, komponen indikator, komponen kontrol, dan komponen pengaman.
Berikut adalah nama dan fungsi komponen panel listrik :

1. MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah komponen listrik yang berfungsi untuk melindungi perangkat dari beban berlebih atau hubung singkat yang disebabkan oleh lonjakan listrik.

MCB merupakan komponen penting untuk operasi mesin listrik yang aman dan efisien, dan digunakan di sebagian besar peralatan listrik untuk keperluan industri atau rumah tangga.

Pada panel listrik, MCB digunakan untuk melindungi komponen lain seperti relay, lampu indikator, dan motor listrik dari beban berlebih dan hubung singkat.

2. MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)

MCCB atau Molded Case Circuit Breaker juga merupakan jenis perangkat proteksi listrik yang digunakan untuk melindungi rangkaian listrik dari arus berlebih yang dapat menyebabkan beban lebih atau korsleting.

Dengan rating arus yang lebih tinggi dari MCB, yaitu hingga 2500A, MCCB digunakan di area dengan kebutuhan daya tinggi untuk penggunaan industri atau komersial.

3. Fuse

Fuse atau sekering adalah komponen pengaman yang melindungi peralatan listrik jika terjadi kegagalan fungsi.

Jenis gangguan yang dilindungi oleh sekering sama dengan MCB, yaitu gangguan kelebihan beban atau hubung singkat.

Pada panel listrik, Fuse biasanya digunakan untuk melindungi komponen indikator seperti lampu indikator dari beban berlebih atau korsleting.

4. OCR (Over Current Relay)

OCR atau Over Current Relay adalah jenis relay yang beroperasi berdasarkan peningkatan arus di atas nilai proteksi tertentu untuk jangka waktu tertentu.

Sama halnya dengan komponen pengaman lainnya, OCR berfungsi untuk melindungi peralatan listrik dari arus berlebih yang disebabkan oleh gangguan arus pendek listrik.

Pada panel listrik, OCR juga berfungsi untuk melindungi transformator dari arus yang lebih tinggi dari rating yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Berapa Ukuran Kapasitor Pompa Air? Ini Dia Penjelasannya

5. Magnetic Kontaktor

Magnetic Kontaktor adalah komponen dalam panel listrik yang beroperasi menggunakan prinsip induksi magnetik untuk memutus dan menyambungkan arus listrik.

Di dalam panel listrik, Magnetic Kontaktor termasuk kedalam kategori komponen kontrol.

Umumnya, Magnetic Kontaktor digunakan untuk menghidupkan dan mematikan motor listrik.

Jenis Magnetic Kontaktor yang paling umum digunakan adalah Magnetic Kontaktor tiga fase.

Selain untuk mengontrol motor listrik, Magnetic Kontaktor juga digunakan untuk pemanas, penerangan, sakelar DC, dan aplikasi transmisi.

6. Relay

Relay adalah komponen dalam panel listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.

Fungsi relay dan kontaktor pada panel listrik hampir sama, namun yang membedakan adalah kapasitas daya yang dapat dikendalikan.

Relay hanya dapat mengendalikan perangkat berdaya rendah, sedangkan kontaktor dapat menggerakkan perangkat berdaya tinggi.

Pada panel listrik, relay digunakan untuk mengendalikan perangkat seperti pilot lamp, solenoid, kontak bantu, dan sebagainya.

7. TOR (Thermal Overload Relay)

TOR atau Thermal Overload Relay adalah komponen pengaman pada panel listrik yang berfungsi untuk melindungi perangkat dari beban berlebih.

TOR bekerja berdasarkan suhu atau thermal yang dapat dideteksi oleh elemen bimetal.

TOR memiliki pengaturan arus maksimum yang dapat disesuaikan. TOR sering digunakan bersama dengan kontaktor untuk menangani beban seperti motor listrik tiga fasa.

8. Timer

Timer adalah komponen dalam panel listrik yang berfungsi sebagai pengatur waktu, baik itu dalam bentuk waktu ON (Delay ON) atau waktu Off (Delay Off).

Timer memiliki pengaturan waktu yang dapat disesuaikan dan dapat digunakan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan perangkat sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Timer listrik biasanya digunakan di industri untuk rangkaian kontrol yang dipasang dengan komponen listrik di panel seperti kontaktor, TOR, relay, dan komponen kontrol lainnya.

9. PLC (Programmable Logic Control)

PLC atau Programmable Logic Control adalah perangkat mikroprosesor yang berfungsi untuk memantau dan mengontrol mesin-mesin listrik dalam otomasi industri.

Untuk dapat bekerja, PLC harus diberikan program dengan menggunakan bahasa pemrograman PLC. Pada dasarnya, PLC merupakan pengganti relay sequensial dari sistem kontrol listrik.

PLC memiliki banyak fitur canggih seperti timer, counter, dan sebagainya.

10. Pilot Lamp

Pilot lamp adalah lampu yang menyala dalam kondisi tertentu, paling sering ketika rangkaian listrik diberi energi listrik.

Pilot lamp juga dapat dikenal sebagai lampu indikator dan digunakan dalam berbagai pengaturan.

Dalam beberapa kasus, pilot lamp diwajibkan oleh undang-undang untuk alasan keamanan. Salah satu penggunaan pilot lamp pada panel listrik adalah sebagai indikator jenis fase.

Berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), fase R-S-T secara berurutan menggunakan lampu merah, kuning, dan hijau.

11. Ampere Meter

Ampere Meter merupakan alat pengukur arus listrik yang ada di dalam panel listrik. Dengan Ampere Meter, kita dapat dengan mudah mengetahui jumlah arus yang digunakan tanpa harus melakukan pengukuran secara manual.

Ada dua jenis Ampere Meter yang tersedia di pasaran, yaitu analog dan digital.
Untuk mendapatkan hasil pembacaan arus listrik yang akurat, disarankan menggunakan jenis Ampere Meter digital.

12. Volt Meter

Volt Meter merupakan alat pengukur tegangan listrik yang ada di dalam panel listrik. Sama seperti Ampere Meter, Volt Meter memudahkan kita untuk mengetahui tegangan listrik tanpa harus melakukan pengukuran secara manual.

Ada dua jenis Volt Meter yang tersedia di pasaran, yaitu analog dan digital. Untuk mendapatkan hasil pembacaan tegangan yang akurat, disarankan menggunakan jenis Volt Meter digital.

13. Frekuensi Meter

Frekuensi Meter adalah alat pada panel listrik yang dapat menampilkan frekuensi sinyal listrik selama periode waktu tertentu.

Di Indonesia, nilai frekuensi listrik adalah 50 Hz, sedangkan di beberapa negara lain, nilai frekuensinya adalah 60 Hz.

Ada dua jenis Frekuensi Meter yang tersedia di pasaran, yaitu analog dan digital. Untuk mendapatkan hasil pembacaan frekuensi yang akurat, disarankan menggunakan jenis Frekuensi Meter digital.

14. Power Meter

Power Meter adalah komponen dalam panel listrik yang dapat mengukur banyak besaran listrik seperti tegangan, arus, daya, frekuensi, dan besaran listrik lainnya.
Dengan menggunakan Power Meter, semua besaran listrik dapat diukur dan ditampilkan dalam satu layar saja yang dapat dilihat secara langsung pada panel listrik.

Perangkat ini sangat mudah digunakan dan dapat menghemat ruang di panel listrik sehingga panel tidak berantakan dengan perangkat listrik lainnya.

15. Selector Switch

Selector Switch adalah komponen pada panel listrik yang memiliki fungsi sebagai saklar pemilih atau select sebuah mode di panel listrik.

Terdapat dua kontak pada Selector Switch, yaitu kontak NO atau NC. Ini dapat digunakan untuk ON/OFF perangkat yang ingin dikendalikan.

Contoh penggunaan Selector pada panel listrik adalah memilih mode kerja perangkat seperti bekerja MANUAL atau AUTO.

Selector Switch juga bisa digunakan untuk menggerakan konveyor maju atau mundur.

16. Push Button

Push Button atau saklar tekan pada panel listrik berfungsi sebagai saklar. Ada dua jenis Push Button berdasarkan jenis kontaknya, yaitu Push Button NO dan Push Button NC.

Prinsip kerjanya cukup sederhana, pada Push Button NO dalam keadaan normal (tidak ditekan), ia akan membuka (tidak terhubung/off).

Sedangkan Push Button NC dalam keadaan normal (tidak ditekan), ia akan menutup (terhubung/on).

Push Button sering digunakan dalam rangkaian kontrol industri untuk mengoperasikan kontaktor yang terhubung ke beban seperti motor listrik, solenoid, valve, dan lain sebagainya.

17. Emergency Stop

Emergency Stop adalah komponen pada panel listrik yang berfungsi untuk memutus seluruh aliran listrik di panel.

Baca Juga :  Rumus dan Cara Menghitung Tegangan Listrik dengan Baik dan Benar

Ketika terjadi keadaan darurat, hanya dengan menekan tombol Emergency Stop ini maka seluruh aliran listrik di panel akan terputus yang menyebabkan perangkat yang terhubung tidak beroperasi.

Pemasangan Emergency Stop tidak hanya di panel listrik saja, namun juga bisa dipasang berdekatan dengan perangkat beban seperti motor listrik.

18. HMI (Human Machine Interface)

HMI atau antarmuka manusia dan mesin adalah komponen pada panel kontrol listrik yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan mesin.

Dengan HMI, manusia dapat memberikan instruksi dan sinyal ke mesin serta menerima informasi dari mesin.

HMI digunakan di berbagai industri seperti elektronik, hiburan, medis, militer, dan lainnya. Biasanya, HMI selalu terhubung dengan perangkat kontrol seperti PLC.

19. Power Supply

Power Supply adalah komponen pada panel kontrol listrik yang berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC atau sebaliknya.

Beberapa jenis Power Supply dapat dipasang pada rel DIN atau dipasang langsung ke bagian belakang panel listrik.

Penggunaan Power Supply ini biasanya digunakan sebagai sumber tegangan DC untuk komponen yang membutuhkan tegangan DC seperti PLC, HMI, dan lainnya.

20. Kabel

Untuk menghantarkan listrik pada komponen-komponen pada panel kontrol listrik, diperlukan kabel listrik.

Jenis kabel yang digunakan biasanya adalah kabel serabut tipe NYAF dengan ukuran yang bervariasi dari 0,75 mm hingga 1,5 mm.

Penting untuk menggunakan kabel standar berkualitas tinggi untuk memastikan komponen pada panel kontrol listrik dapat bekerja dengan baik.

21. Busbar

Busbar pada panel kontrol listrik adalah plat tembaga yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik.

Busbar digunakan untuk mengalirkan arus dan menggantikan penggunaan kabel dengan penampang yang lebih besar.

Dengan mengganti kabel dengan busbar, tata letak pada panel dapat terlihat lebih rapi. Namun, perlu diingat untuk menggunakan busbar dengan hati-hati.

22. Isolator Busbar

Isolator Busbar adalah isolator listrik yang digunakan pada rangkaian busbar. Isolator Busbar berfungsi sebagai penyangga busbar atau pengatur jarak antara busbar sehingga tidak ada arus yang mengalir di antara busbar.

23. Din Rail

Din Rail atau rel adalah komponen pada panel kontrol listrik yang berfungsi sebagai bingkai atau tempat untuk menempelkan komponen seperti kontaktor, MCB, terminal block, power supply, dan lainnya. Din Rail biasanya terbuat dari aluminium.

24. Kabel Duct

Kabel Duct pada panel kontrol listrik terbuat dari bahan PVC dan berfungsi sebagai jalur kabel serta membuat kabel yang ada pada panel terorganisir dan tertata dengan rapi.

25. Terminal Block

Terminal Block pada panel kontrol listrik adalah komponen yang berfungsi sebagai tempat untuk menghubungkan kabel masuk dan keluar.

Selain itu, masih banyak komponen lain yang digunakan pada panel kontrol listrik seperti socket relay, socket timer, CT, skun, kabel ties, dan lainnya.

Penutup

Dalam kesimpulan, memahami komponen panel listrik dan fungsinya merupakan langkah penting dalam menjaga keKalianlan sistem listrik dan keselamatan pengguna.

Dari MCB, RCD, hingga kontaktor, setiap elemen memiliki peran penting dalam mengendalikan, melindungi, dan mengatur aliran listrik.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali dan memahami fungsinya dengan baik agar dapat memastikan keselamatan dan efisiensi dalam penggunaan listrik.

Selalu konsultasikan dengan tenaga ahli jika Kalian merasa kesulitan atau ragu dalam menghadapi masalah panel listrik.

Ingatlah, keselamatan dan pemahaman yang baik akan membawa kita pada penggunaan energi listrik yang lebih optimal dan bertanggung jawab.

Demikian ulasan dari empatpilar.com mengenai Komponen Panel Listrik. Semoga bermanfaat Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/komponen-panel-listrik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *