Pengertian CMOS

Pengertian CMOS : Karakteristik, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian CMOS : Karakteristik, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap. Baca lengkap mengenai pengertian CMOS, karakteristiknya, fungsi dan cara kerja lengkap. Sebuah panduan mudah untuk pemula yang ingin memahami lebih mendalam mengenai CMOS.

Apa sebenarnya pengertian dari CMOS? Bagaimana karakteristiknya dan apa fungsi utamanya dalam dunia elektronik? Bagaimana pula cara kerja lengkap dari komponen ini? Inilah beberapa pertanyaan yang akan kita jawab dalam artikel ini.

CMOS atau Complementary Metal-Oxide-Semiconductor adalah teknologi yang digunakan dalam pembuatan sirkuit terpadu atau integrated circuits (ICs). Teknologi ini ditemukan pada tahun 1963 oleh Frank Wanlass saat bekerja di Fairchild Semiconductor.

Pengertian CMOS

Complementary metal–oxide–semiconductor (CMOS) atau semikonduktor–oksida–logam komplementer adalah jenis chip kecil yang terdapat pada motherboard komputer, yang ditenagai oleh baterai dan bertugas untuk menyimpan pengaturan BIOS serta memberikan tenaga ketika komputer dimatikan.

Teknologi CMOS ini ditemukan dan dipatenkan oleh Frank Wanlass pada tahun 1967. Biasanya, CMOS mendapatkan tenaga dari sebuah baterai jenis CR2032, yang sering disebut sebagai baterai CMOS.

CMOS merupakan perkembangan lanjutan dari teknologi MOS. Penggunaan CMOS cukup luas, mulai dari RAM statis, pengontrol mikro, mikroprosesor, hingga berbagai jenis sirkuit digital lainnya.

Selain itu, CMOS juga digunakan dalam beberapa sirkuit analog seperti pengubah data, sensor gambar (sensor CMOS), serta transceiver yang terintegrasi untuk berbagai bentuk komunikasi.

Simbol PMOS dan NMOS

Selain tadi sebelumya sudah membahas mengenai pengertian CMOS nah selanjutnya ini merupakan simbol dari PMOS dan NMOS.

Berikut ini merupakan simbol PMOS (Positive Metal Oxide Semiconductor) dan NMOS (Negative Metal Oxide Semiconductor).


Karakteristik CMOS

CMOS, singkatan dari Complementary Metal-Oxide-Semiconductor, adalah teknologi yang digunakan dalam berbagai komponen elektronik, termasuk sensor gambar pada kamera digital dan IC (Integrated Circuit) untuk mikroprosesor, mikrokontroler, dan memori statis.

Berikut adalah beberapa karakteristik CMOS:

1. Konsumsi Daya Rendah

Salah satu keuntungan utama dari CMOS adalah konsumsi daya yang sangat rendah. CMOS hanya menggunakan daya saat sirkuit berubah dari ‘on’ menjadi ‘off’ atau sebaliknya, bukan saat dalam kondisi ‘on’ atau ‘off’. Ini membuatnya sangat efisien dalam penggunaan daya.

2. Tahan terhadap Noise

Teknologi CMOS lebih tahan terhadap noise dibandingkan dengan jenis teknologi semikonduktor lainnya. Ini membuatnya ideal untuk digunakan dalam lingkungan yang bising atau berpotensi bising.

3. Kecepatan Tinggi

CMOS dapat beroperasi dengan kecepatan yang cukup tinggi, meskipun kecepatannya tidak sebanding dengan beberapa jenis transistor lainnya. Namun, kecepatan ini biasanya lebih dari cukup untuk sebagian besar aplikasi.

4. Densitas Tinggi

CMOS memiliki densitas tinggi, yang berarti lebih banyak komponen bisa ditempatkan dalam satu chip. Hal ini membuat teknologi CMOS ideal untuk aplikasi seperti mikroprosesor, di mana densitas tinggi diperlukan.

5. Kemampuan untuk Menyimpan Data

CMOS juga memiliki kemampuan untuk menyimpan data, bahkan saat daya dipadamkan. Ini adalah fitur yang sangat berguna untuk beberapa aplikasi, seperti dalam memori BIOS komputer, yang membutuhkan penyimpanan data yang tidak hilang saat daya mati.

6. Resistansi Tinggi

CMOS memiliki resistansi input yang sangat tinggi, yang berarti bahwa hampir tidak ada arus yang mengalir ke dalam chip saat dalam kondisi ‘on’ atau ‘off’. Hal ini juga membantu dalam mengurangi konsumsi daya.

Secara keseluruhan, CMOS adalah teknologi semikonduktor yang sangat efisien, tahan lama, dan fleksibel, dengan berbagai macam aplikasi dalam dunia elektronik dan semikonduktor.

Fungsi CMOS

Setelah memahami Pengertian CMOS, selanjutnya CMOS memiliki peran sebagai RAM dengan kapasitas kecil yang berfungsi sebagai memori untuk menyimpan data perangkat keras, pengaturan BIOS (Basic Input Output System), pengaturan tanggal dan waktu, pengaturan booting, serta pengaturan perangkat keras lainnya.

Meskipun komputer tidak menyala, semua data tersebut dapat disimpan dalam konfigurasi yang tepat dan tetap sinkron.

Selain itu, CMOS juga berfungsi sebagai baterai yang menyediakan daya dengan tingkat rendah untuk menyimpan data penting pada komputer bahkan ketika komputer tidak menyala.

CMOS umumnya dapat bekerja dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga 5 tahun. Berikut adalah penjelasannya.

1. RAM (Random Access Memory) dengan Kapasitas Kecil

CMOS dapat berfungsi sebagai RAM untuk menyimpan data ringan pada komputer, seperti pengaturan boot dan hasil pembacaan seluruh perangkat keras.

Baca Juga :  10+ Rekomendasi Merk Keyboard Gaming Terbaik Saat Ini

2. Konfigurasi Waktu dan Tanggal

Meskipun komputer dimatikan, CMOS masih dapat menjaga pengaturan waktu dan tanggal pada komputer. Ketika komputer dinyalakan kembali, waktu dan tanggal yang ditampilkan sudah sinkron dengan waktu sebenarnya.

CMOS dapat mengatur waktu secara real-time karena menyimpan daya dengan tegangan rendah yang diperlukan untuk fungsi tersebut.

3. Penambahan Baterai dengan Tegangan Rendah

CMOS ditenagai oleh baterai internal yang disebut baterai CMOS. Dengan adanya daya dari baterai tersebut, CMOS dapat menyimpan data sementara ketika komputer mati secara tiba-tiba. Dengan demikian, selama CMOS masih berfungsi, data masih dapat disimpan secara sementara.

4. Penyimpanan Pengaturan Dasar BIOS (Basic Input Output System)

BIOS merupakan firmware yang terintegrasi dalam komputer. CMOS dapat menyimpan pengaturan dan konfigurasi BIOS, sehingga data pemeriksaan sistem komputer dapat terjaga dengan baik.

Perlu diketahui bahwa jika data pemeriksaan sistem komputer mengalami kegagalan, komputer dapat mengalami masalah saat melakukan booting, kerusakan sistem komputer, atau masalah lainnya.

5. Penyimpanan Informasi Dasar Sistem Komputer

CMOS berguna untuk menyimpan berbagai informasi dasar sistem komputer, bahkan saat komputer dalam keadaan mati. Informasi tersebut meliputi konfigurasi, diagnosis, dan informasi dasar lainnya.

Cara Kerja CMOS

Masih dalam pembahasan Pengertian CMOS, Nah selanjutnya kalian bisa pahami cara kerja CMOS. Ketika komputer mulai dinyalakan, power supply dihidupkan, dan CMOS melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi dengan benar.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah menghitung penggunaan RAM (Random Access Memory). Namun, karena adanya delay boot time, beberapa pengguna mematikan fitur ini dalam pengaturan CMOS dan memilih opsi quick boot.

Jika Kalian menginstal RAM baru, sebaiknya fitur ini tetap diaktifkan sampai RAM selesai diperiksa dengan baik, kemudian bisa dimatikan.

CMOS sendiri menggunakan daya statis dengan tegangan rendah dan pengaturannya dapat dikonfigurasi secara manual. Namun, sebaiknya Kalian tidak mengubah pengaturan default kecuali jika Kalian benar-benar memahami cara kerja CMOS.

Setelah POST (Power-on Self Test) selesai, CMOS akan memeriksa pengaturan lainnya seperti format harddisk, konfigurasi Redundant Array of Independent Disk (RAID), kehadiran peripheral, preferensi boot, dan penyesuaian overclocking.

Selain itu, ada banyak pengaturan yang dapat diubah dalam konfigurasi CMOS untuk meningkatkan kinerja komputer.

Namun, perubahan-perubahan tersebut sebaiknya dilakukan oleh pengguna yang berpengalaman, karena jika dilakukan sembarangan, sistem bisa menjadi tidak stabil, mengalami crash, atau bahkan tidak dapat melakukan booting.

Kalian dapat mengakses pengaturan/konfigurasi CMOS saat komputer dinyalakan pertama kali (tahap POST) dengan menekan tombol Delete, F2, atau F3. Setelah masuk ke menu pengaturan CMOS, Kalian akan menemukan beberapa pengaturan seperti tanggal dan waktu, prioritas boot, pengaktifan numlock, dan lainnya.

Untuk melindungi konfigurasi CMOS Kalian, sebaiknya terapkan kata sandi. Untuk keluar dari konfigurasi CMOS dan menyimpan perubahan, tekan tombol F10. Setelah itu, komputer akan melakukan reboot dengan menerapkan pengaturan baru.

Biasanya, motherboard menyediakan panduan manual yang mencantumkan semua pilihan yang tersedia dalam CMOS.

Namun, ini tergantung pada desain motherboard dan produsen BIOS yang digunakan. Phoenix dan Award adalah dua produsen BIOS yang terkenal, tetapi ada juga perusahaan lain seperti Dell dan Compaq yang memproduksi chip BIOS mereka sendiri.

Tanda-Tanda CMOS Tidak Bisa Berfunsi Dengan Baik

Ada beberapa hal yang perlu Kalian ketahui tentang CMOS. Umumnya, CMOS memiliki masa kerja sekitar 5 tahun. Namun, itu tidak berarti CMOS tidak bisa mengalami kesalahan atau kerusakan.

Berikut ini adalah beberapa tKalian yang menunjukkan bahwa CMOS mengalami kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik:

  1. Muncul pesan “CMOS Checksum Error” di layar monitor komputer Kalian.
  2. Kalian diminta untuk menekan tombol F2 karena CMOS dalam kondisi lemah.
  3. Tidak ada gambar yang muncul di monitor saat Kalian menghidupkan komputer.
  4. Tanggal yang ditampilkan dalam BIOS tidak sesuai.

Jika Kalian mengalami tKalian-tKalian tersebut, kemungkinan besar CMOS mengalami kerusakan. Dalam hal ini, sebaiknya Kalian mengganti CMOS dengan yang baru agar komputer bisa berfungsi dengan normal kembali.

Cara Mengatasi CMOS yang Tidak Bekerja

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengatasi masalah CMOS yang tidak berfungsi:

  1. Pastikan komputer Kalian tidak terhubung ke sumber listrik.
  2. Buka casing komputer.
  3. Perhatikan motherboard Kalian, cari soket jumper yang bertuliskan “CLR CMOS”. Biasanya, jumper ini berdekatan dengan baterai CMOS.
  4. Jika jumper saat ini terhubung antara pin 1 dan pin 2, itu berarti posisi normal. Lepaskan jumper tersebut dan pindahkan ke posisi jumper antara pin 2 dan pin 3.
  5. Setelah jumper dipindahkan ke pin 2 dan pin 3, nyalakan komputer dan biarkan selama sekitar setengah menit hingga satu menit, kemudian matikan kembali.
  6. Setelah komputer mati, kembalikan posisi jumper ke posisi semula, yaitu jumper antara pin 1 dan pin 2.
  7. Nyalakan komputer dan Kalian akan diminta untuk mengatur BIOS. Tekan tombol F1 atau DEL tergantung pada jenis motherboard yang Kalian gunakan.
  8. Pilih opsi “Optimise Default System BIOS” dalam pengaturan BIOS, lalu tekan tombol F10 untuk menyimpan pengaturan ke dalam memori BIOS dan keluar dari BIOS.
  9. Komputer akan restart dan bekerja secara normal.
  10. Jika komputer berfungsi normal, matikan kembali komputer dan tutup casing komputer.
Baca Juga :  Rekomendasi Merk SSD Tercepat dan Terbaik yang Perlu Kalian Ketahui

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Kalian dapat mengatasi masalah CMOS yang tidak berfungsi pada komputer Kalian.

Kelebihan Transistor CMOS

Transistor dengan teknologi CMOS terkenal karena penggunaan daya listrik yang efisien. Keuntungan utama CMOS dibandingkan dengan teknologi NMOS dan BIPOLAR adalah disipasi daya yang jauh lebih rendah.

Berbeda dengan sirkuit NMOS atau BIPOLAR, rangkaian MOS komplementer (CMOS) hampir tidak memiliki disipasi daya statis.

Daya hanya akan terbuang saat terjadi peralihan dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Hal ini memungkinkan integrasi yang lebih banyak dari gerbang CMOS pada IC dibandingkan dengan teknologi Bipolar, serta dapat menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik.

Pada dasarnya, Transistor CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) terdiri dari MOS kanal-P (PMOS) dan MOS kanal-N (NMOS).

Penutup

Sebagai penutup, semoga artikel dari empatpilar.com ini telah memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pengertian CMOS, karakteristiknya, fungsi serta cara kerjanya.

CMOS memainkan peran penting dalam sistem elektronik dan komputer, dengan fungsinya yang sangat penting dalam menyimpan informasi sistem, serta sifatnya yang hemat energi dan fleksibel.

Memahami cara kerja CMOS bukan hanya menambah pengetahuan kita, namun juga membantu kita dalam mengoptimalkan dan memperbaiki sistem teknologi yang kita gunakan sehari-hari.

Ingatlah bahwa meskipun teknologi terus berkembang, komponen dasar seperti CMOS tetap menjadi bagian integral dari sistem kita.

Maka, semakin kita memahami komponen-komponen tersebut, semakin kita dapat memahami dan menghargai teknologi yang semakin maju ini.

Akhir kata, terima kasih telah meluangkan waktu untuk mempelajari topik tentang Pengertian CMOS ini, dan semoga pengetahuan yang diperoleh bermanfaat untuk Kalian. Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/pengertian-cmos/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *