Perbandingan Semen Tiga Roda Vs Gresik

Perbandingan Semen Tiga Roda Vs Gresik : Pilih Mana?

Posted on

Empat Pilar – Perbandingan Semen Tiga Roda Vs Gresik : Pilih Mana?. Seiring dengan perkembangan industri konstruksi di Indonesia, pemilihan bahan bangunan menjadi langkah krusial dalam memastikan keberhasilan proyek konstruksi. Dalam hal ini, semen memegang peran utama sebagai fondasi kuat pembangunan. Dua merek semen yang seringkali menjadi pilihan utama di pasaran adalah Semen Tiga Roda dan Semen Gresik.

Pertanyaan yang sering muncul di benak para kontraktor dan pengembang adalah, mana yang lebih unggul di antara keduanya? Dengan merinci karakteristik, keunggulan, dan kelemahan masing-masing, artikel ini bertujuan memberikan pkalianngan menyeluruh terkait perbandingan Semen Tiga Roda dan Gresik. Mari kita telaah bersama-sama untuk memahami Perbandingan Semen Tiga Roda Vs Gresik di bawah ini.

A. Semen Tiga Roda

Semen Tiga Roda adalah hasil produksi dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (“Indocement”). Dengan fokus pada kualitas terbaik dan inovasi yang selaras dengan alam, Semen Tiga Roda diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di dalam dan luar negeri.

Proses produksi Semen Tiga Roda dimulai sejak Indocement resmi mengoperasikan pabrik pertamanya pada bulan Agustus 1975. Perusahaan, yang resmi didirikan dengan nama Indocement pada tanggal 16 Januari 1985 melalui penggabungan enam perusahaan semen yang pada saat itu memiliki delapan pabrik.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan, Indocement terus meningkatkan jumlah pabriknya menjadi dua belas. Pada tanggal 22 Februari 2013, perusahaan memulai ekspansi Kompleks Pabrik Citeureup dengan menambahkan lini produksi yang disebut Pabrik ke-14. Dengan penambahan Pabrik ke-14, jumlah pabrik Indocement saat ini menjadi 13 pabrik.

Sebagian besar pabrik terletak di Pulau Jawa, dengan 10 diantaranya berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, menjadikannya salah satu kompleks pabrik semen terintegrasi terbesar di dunia. Sementara dua pabrik lainnya berada di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, dan satu di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Saham Indocement pertama kali tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 5 Desember 1989 dengan kode saham “INTP”. Sejak tahun 2001, HeidelbergCement Group, yang berkantor pusat di Jerman, menjadi pemilik mayoritas saham perusahaan. HeidelbergCement adalah pemimpin pasar global dalam bisnis agregat dan merupakan pemain utama di bidang semen, beton siap pakai (RMC), dan kegiatan hilir lainnya, menjadikannya salah satu produsen bahan bangunan terbesar di dunia.

Dengan merek dagang “Tiga Roda”, Indocement berhasil menjual sekitar 18,7 juta ton semen pada tahun 2014, menjadikannya perusahaan tunggal terbesar dalam penjualan semen di Indonesia. Produk semen perusahaan mencakup Portland Composite Cement (PCC), Portland Cement (PC Tipe I, II, dan V), Oil Well Cement (OWC), Semen Putih, dan TR-30 Acian Putih. Melalui inovasinya, Indocement menjadi satu-satunya produsen Semen Putih di Indonesia.

B. Semen Gresik

Semen Gresik adalah perusahaan yang memproduksi semen. Berdiri pada 7 Agustus 1957 oleh Presiden Soekarno di Gresik. Di tahun 1991 perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta menjadi perusahaan BUMN pertama yang go public. Semen Gresik mempunyai cadangan bahan baku dalam jumlah besar dan kualitas terbaik. Tentunya dapat menjamin kelangsungan produksi semen dalam jangka waktu panjang.

Perusahaan ini memiliki empat merek yakni Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long Cement yang diproduksi di Vietnam. Semen Gresik mempunyai 30 unit gudang penyangga, pengoperasian 20 packing plant di seluruh Indonesia dan 361 distributor nasional. Sampai tahun 2016, rencananya akan menambah 12 unit packing plant yang bertujuan untuk efisiensi biaya transportasi, distribusi dan pengantongan, menjamin kelanjutan pasokan semen dan perluasan pasar.

Baca Juga :  Pengertian Metode Shotcrete : Penjelasan Secara Lengkap

Pada Januari 2013, nama PT. Semen Gresik (Persero) Tbk berubah menjadi PT. Semen Indonesia. Pergantian nama itu juga diiringi pergantian logo. Perubahan nama ini diharapkan bisa menyatukan seluruh potensi grup. Di tahun 2013, perusahaan ini memulai pembangunan dua pabrik baru berkapasitas masing-masing tiga juta ton, yakni di Padang, Sumatera Barat, dan Rembang, Jawa Tengah. Selain melakukan ekspansi dalam negeri, Semen ini akan melakukan ekspansi ke luar negeri terutama di kawasan Asia Tenggara.

Perbandingan Semen Tiga Roda Vs Gresik

Jika kalian ingin memilih antara Semen Tiga Roda dan Semen Gresik, pertimbangan yang perlu dipertimbangkan melibatkan Standar kualitas dan bahan yang digunakan oleh keduanya.

1. Standar SNI dan Eropa dari Tiga Roda dan Semen Gresik

Tiga Roda dikenal memiliki Standar SNI dan Eropa yang tinggi di Indonesia. Dengan adanya Standar ini, kualitas semen Tiga Roda tidak diragukan lagi. Label SNI dan Eropa menjadi bukti bahwa proses pembangunan menggunakan semen ini aman dan sesuai dengan Standar internasional.

Di sisi lain, Semen Gresik juga memegang Standar yang tinggi. Kedua semen ini diakui memiliki kualitas yang baik karena memenuhi persyaratan Standar pembangunan yang ketat.

2. Bahan Pozzolan dari Semen Gresik dan Tiga Roda

Semen Gresik menggunakan bahan pozzolan, yang memberikan kekuatan tambahan pada bangunan dan membuatnya tahan terhadap retak, sulfat, dan asam. Pozzolan sendiri adalah bahan pengganti semen yang mengandung senyawa silika dan alumina.

Dalam hal ini, perlu dicatat bahwa kualitas pozzolan memainkan peran kunci dalam meningkatkan ketahanan bangunan. Semen Gresik diuntungkan dengan kehadiran pozzolan, yang membuat struktur bangunan semakin kuat seiring berjalannya waktu.

3. Tingkat Ketahanan Yang Lama Semen Tiga Roda Vs Gresik

Ketahanan semen merupakan faktor krusial dalam menentukan keberlanjutan bangunan. Semen Tiga Roda dan Semen Gresik sama-sama menonjol dalam hal tingkat ketahanan.

Semen Gresik menggunakan bahan baku berkualitas tinggi yang dipilih dengan cermat. Hal ini tidak hanya memastikan kekuatan struktural bangunan tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap kualitas produk. Proses produksi semen Gresik didukung oleh pabrik dan teknologi tinggi, memastikan bahwa setiap kemasan semen memiliki tingkat ketahanan yang optimal.

Sementara itu, Semen Tiga Roda, khususnya jenis PPC, dikenal mengutamakan durabilitas. Ini membuatnya mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, baik yang panas maupun bercurah hujan. Jadi, bagi kalian yang tinggal di daerah dengan iklim ekstrem, Tiga Roda bisa menjadi pilihan yang andal untuk memastikan ketahanan bangunan jangka panjang.

4. Harga

Setelah mempertimbangkan aspek teknis dan ketahanan, faktor harga menjadi pertimbangan penting. Harga antara Semen Tiga Roda dan Semen Gresik tidak terlalu jauh berbeda. Namun, umumnya masih dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

Berdasarkan berbagai sumber, harga Semen Tiga Roda berukuran 50 kg berkisar sekitar 70 ribuan, sedangkan Semen Gresik dengan ukuran yang sama berkisar antara 60-70 ribuan. Tentu saja, harga dapat bervariasi tergantung lokasi dan kondisi pasar di daerah kalian. Sebaiknya, perbandingan harga ini dapat membantu kalian membuat keputusan yang sesuai dengan anggaran proyek kalian.

Penutup

Dengan berbagai pertimbangan ini, pemilihan semen yang optimal dapat menjadi langkah awal yang cerdas menuju hasil konstruksi yang kokoh dan tahan lama. Semoga perbandingan antara Semen Tiga Roda dan Semen Gresik dalam artikel ini dapat memberikan panduan yang berguna bagi pembaca dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan proyek konstruksi mereka.

Itu saja pembahasan yang bisa empatpilar.com bahas mengenai Perbandingan Semen Tiga Roda Vs Gresik. Semoga bermanfaat

Baca Juga :  Daur Ulang Sampah Adalah? Pengertian dan Manfaatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *