Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong

Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong : dan Harga Terbaru

Posted on

Empat Pilar – Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong : dan Harga Terbaru. Kawat bronjong telah mendapatkan popularitas dalam berbagai aplikasi. Wadah jaring kawat ini yang diisi dengan batu atau kerikil memiliki beberapa tujuan dalam konstruksi, pertamanan, dan pengendalian erosi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong, memberikan cahaya terhadap keuntungan dan kerugiannya. Baik kalian seorang kontraktor, tukang kebun, atau hanya ingin tahu, panduan ini akan memberikan wawasan berharga.

Apa itu Kawat Bronjong?

Kawat Bronjong adalah struktur anyaman kawat baja berbentuk kubus atau balok yang diisi dengan batu-batuan. Biasanya digunakan sebagai penahan tanah di area tebing, lereng, atau tepi sungai. Anyaman kawat baja ini memiliki bentuk segi enam dan memiliki kekuatan tinggi karena pembuatannya menggunakan mesin. Selain itu, bahan kawat baja yang digunakan telah dilapisi dengan lapisan galvanis untuk melawan korosi.

Kawat bronjong awalnya berbentuk lipatan-lipatan dan perlu dirakit menjadi sebuah balok atau kubus.

Proses berikutnya adalah penyusunan sesuai dengan desain yang telah direncanakan, dimulai dari dasar, kemudian pengisian material pada bronjong dilakukan secara bertahap, seperti fase 1, fase 2, dan seterusnya, tergantung pada jumlah dan panjang rangkaian bronjong.

Setelah itu, dilakukan penutupan dan penyulaman kawat penutup bronjong menggunakan alat pengunci anyaman. Pastikan bahwa penyulaman telah mengunci penutup bronjong dengan kuat.

Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong

Kawat Bronjong

Bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang arsitektur atau konstruksi bangunan, pasti sudah familiar dengan kawat bronjong. Gabion atau bronjong adalah gabungan antara keranjang kawat yang membentuk suatu pola dan diisi dengan batu yang disusun saling menopang. Kekuatan bronjong ini terletak pada jenis kawat yang digunakan serta pola anyaman hexagonal yang digunakan dalam pembuatannya.

Setiap jenis konstruksi bangunan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing jika dibandingkan dengan alternatif bahan bangunan lainnya. Berikut adalah Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong :

A. Kelebihan Kawat Bronjong

Dibandingkan dengan konstruksi penahan tanah dan air yang terbuat dari beton, kawat ini memiliki keunggulan lebih seperti:

1. Fleksibilitas dengan Sistem Drainase Unggul

Penggunaan jenis kawat ini dikenal lebih fleksibel dan praktis karena sistem bronjong mampu menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca, berbeda dengan konstruksi penahan tanah lainnya. Hal ini terbukti melalui kemampuan kawat bronjong untuk mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa merusak struktur dasar. Selain itu, tumpukan batu di dalam bronjong yang tersusun rapi memungkinkan air mengalir di antara mereka, mengurangi tekanan tanah dan mengurangi risiko erosi. Biasanya, pemasangan ini dilakukan di sekitar tebing atau pada jenis tanah yang memiliki tekstur lebih tinggi.

Jika menggunakan konstruksi beton sebagai penahan tanah, biasanya akan lebih rentan terhadap kerusakan akibat perubahan cuaca, karena beton hanya efektif menahan tanah padat dan tidak mampu menangani volume air yang dapat mengancam pondasinya.

2. Tingkat Ketahanan yang Tinggi

Berbeda dengan tanggul beton yang cenderung rentan retak akibat perubahan cuaca, kawat bronjong memiliki kekuatan tarik yang besar dan memenuhi standar SNI. Oleh karena itu, risiko kerusakan dan pergeseran pondasi sangat minim, terutama jika Anda menggunakan batu kali berukuran besar dan berkualitas baik.

3. Harga yang Terjangkau

Harga yang terjangkau pada kawat bronjong dipengaruhi oleh metode pembuatan yang sederhana dan biaya pengiriman yang rendah. Struktur bronjong yang simpel memungkinkan pemasangan kawat bronjong tanpa memerlukan tenaga terampil, sehingga pekerjaannya dapat diselesaikan dengan cepat. Selain itu, kawat dan batu yang digunakan untuk mengisi bronjong mudah ditemukan di toko-toko material.

Baca Juga :  Cara Konversi Umur Beton dan Klasifikasi Mutu Beton

Umumnya, harga bronjong lebih ekonomis dibandingkan dengan konstruksi penahan tanah berbahan beton, karena pembuatannya yang mudah dan tidak memerlukan peralatan atau keterampilan khusus, ditambah dengan biaya pengiriman yang ringan. Hal ini dapat membantu menghemat anggaran Anda yang terbatas.

4. Desain yang Sederhana

Kawat bronjong memiliki desain yang lebih sederhana dan tidak memerlukan peralatan canggih dalam proses pembuatannya. Kawat ini dapat dengan mudah dibentuk menjadi garis lurus atau bentuk melingkar, dan Anda hanya memerlukan peralatan tukang sederhana seperti tang serta keterampilan tangan yang umum. Selain itu, berat kawat ini ringan, memudahkan penggunaan dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Kawat ini juga dapat dengan mudah dibawa ke lokasi, termasuk daerah yang sulit dijangkau oleh kendaraan.

5. Ramah Lingkungan

Kawat bronjong merupakan solusi yang sangat ramah lingkungan, karena mengandalkan batuan alam sebagai bahan utamanya. Untuk proyek-proyek pembangunan di daerah pedesaan, batuan ini umumnya tersedia secara melimpah di sungai-sungai setempat.

Namun, penting untuk memilih material yang sesuai, yakni batu yang keras dan memiliki daya tahan tinggi, dengan ukuran berkisar antara 15 cm hingga 25 cm. Sebanyak minimal 85 persen dari batuan tersebut harus memiliki ukuran yang sama atau bahkan lebih besar. Batuan dengan ukuran yang lebih kecil cenderung tidak stabil dan dapat mengurangi efektivitas bronjong dalam menjalankan fungsinya dengan optimal.

B. Kekurangan Kawat Bronjong

Tidak hanya memiliki kelebihan, bronjong juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan sebelum digunakan di area tertentu, seperti:

1. Tidak Sesuai untuk Wilayah Pesisir

Kawat bronjong terbuat dari baja berlapis galvanis yang umumnya tidak cocok untuk digunakan di lingkungan dengan kadar garam dan asam tinggi, seperti di sekitar perairan laut. Hal ini dapat menyebabkan korosi pada kawat dan mengurangi ketahanan bronjong terhadap pengaruh air dan tanah.

2. Memerlukan Ruang yang Luas

Bronjong yang diisi dengan batuan terkadang membutuhkan lahan yang luas dan lebar. Jika bronjong dibuat dalam ukuran kecil, seringkali fungsi utamanya sebagai penahan longsor atau erosi tidak berjalan dengan efektif. Ini dapat mengakibatkan kerusakan bronjong karena terbawa oleh arus air atau pergeseran tanah. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk menggunakan bronjong di area sungai atau tebing yang sempit.

1 Roll Kawat Bronjong Berapa Meter?

Panjang 1 roll kawat bronjong dapat bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran kawat yang digunakan. Biasanya, panjang standar untuk 1 roll kawat bronjong berkisar antara 50 hingga 200 meter. Namun, perlu diingat bahwa beberapa produsen atau pemasok mungkin menawarkan roll kawat bronjong dengan panjang yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi proyek tertentu.

Pilihan panjang yang beragam ini memungkinkan para pengguna untuk menyesuaikan jumlah kawat bronjong yang dibutuhkan dengan ukuran area atau konstruksi yang akan dilakukan. Dengan demikian, dapat memudahkan perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek yang melibatkan penggunaan kawat bronjong.

Ukuran Bronjong Sesuai SNI

Bronjong telah digunakan sejak zaman yang sangat lama. Karena peranannya yang sangat krusial, pembuatan bronjong harus melalui berbagai tahap pengukuran dan uji kelayakan yang ketat. Semua aspek pembuatan bronjong, termasuk bentuk, jenis, dan ukuran kawat yang digunakan, harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurut SNI-03-0090-1999 tentang Bronjong Kawat, ukuran kawat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu Bentuk I dan Bentuk II. Berikut adalah kedua tabel ukurannya:

1. Tabel Ukuran Kawat Bentuk I:

UkuranHarga
2 x 1 x 0,5 m Lubang Diameter Anyam 18 x 20 cmRp155,000
2 x 1 x 0,5 m Lubang Diameter Anyam 15 x 17 cmRp185,000
2 x 1 x 0,5 m Lubang Diameter Anyam 8 x 10 cmRp250,000

2. Tabel Ukuran Kawat Bentuk II:

KodeUkuranKapasitas
PanjangLebarTinggi 
G6 m2 m 0,17 m2,04 m3
H6 m2 m 0,23 m2,76 m3
I6 m2 m 0,30 m3,60 m3

Tabel-tabel di atas menunjukkan berbagai ukuran yang dapat digunakan saat membuat bronjong. Namun, perlu diingat bahwa ukuran yang tertera hanya berlaku untuk kawatnya saja. Ukuran anyaman bronjong akan memiliki spesifikasi yang berbeda. Kawat bentuk I memiliki ukuran anyaman bronjong sebesar 80 mm x 100 mm dengan diameter 2,70 mm. Sementara itu, kawat bentuk II memiliki ukuran anyaman bronjong sebesar 60 mm x 80 mm dengan diameter 2 mm.

Baca Juga :  Apa itu Kawat Bronjong? Pengertian dan Fungsinya Secara Lengkap

Harga Bronjong Terbaru

Setelah mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong, selanjutnya bronjong memiliki banyak ragam ukurannya. Berikut adalah daftar harga bronjong beserta dengan batu yang dipakai:

UkuranHarga
2 x 1 x 0,5 m Lubang Diameter Anyam 18 x 20 cmRp155,000
2 x 1 x 0,5 m Lubang Diameter Anyam 15 x 17 cmRp185,000
2 x 1 x 0,5 m Lubang Diameter Anyam 8 x 10 cmRp250,000

Penutup

Dalam mempertimbangkan penggunaan kawat bronjong, penting untuk memahami dan menimbang kelebihan dan kekurangannya. Pemilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan proyek dan karakteristik lingkungan adalah langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara manfaat dan dampak negatif dari penggunaan kawat bronjong.

Itu saja uraian secara lengkap yang bisa empatpilar.com bahas mengenai Kelebihan dan Kekurangan Kawat Bronjong. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *