Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola

Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola : Pembahasan Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola : Pembahasan Lengkap. Saat ini, televisi masih menjadi salah satu media hiburan terpopuler di dunia. Dengan banyaknya program televisi dan channel yang tersedia, memiliki antena TV yang tepat menjadi hal yang sangat penting.

Salah satu jenis antena TV yang banyak digunakan adalah antena parabola. Antena parabola merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menangkap sinyal TV melalui satelit. Antena ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk membelinya. Artikel ini akan membahas secara detail tentang Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola.

Pengertian Antena Parabola

Antena parabola merupakan jenis antena yang menggunakan reflektor berbentuk parabola untuk mengarahkan gelombang radio.

Antena ini umumnya memiliki bentuk seperti piring dan dikenal dengan sebutan antena parabola. Keuntungan utama dari antena ini adalah kemampuannya dalam menghasilkan directivity yang tinggi, mirip dengan lampu sorot atau reflektor senter yang dapat mengarahkan gelombang radio dalam sinar yang sempit atau menerima gelombang radio dari satu arah saja.

Antena parabola memiliki beberapa keunggulan tertinggi di antara jenis-jenis antena lainnya, karena mampu menghasilkan lebar pita terkecil.

Namun, untuk mencapai beamwidth yang sempit, reflektor parabola harus jauh lebih besar daripada panjang gelombang gelombang radio yang digunakan.

Oleh karena itu, antena parabola biasanya digunakan di bagian frekuensi tinggi dari spektrum radio, pada frekuensi UHF dan gelombang mikro (SHF), di mana panjang gelombangnya cukup kecil sehingga reflektor berukuran nyaman dapat digunakan.

Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola

Sebelum memutuskan untuk menggunakan atau memasang antena parabola, perlu dipertimbangkan Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola terlebih dahulu.

Selain itu, dalam memilih antena parabola yang akan digunakan, perlu dicari juga kelebihan dan kekurangan dari masing-masing merk antena parabola tersebut.

Antena parabola umumnya digunakan dalam bidang telekomunikasi dan teknologi, serta televisi yang menggunakan satelit.

Meskipun demikian, keinginan seseorang untuk memilih dan memasang antena parabola harus dipertimbangkan dengan seksama, mengingat adanya kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya.

Memasang antena parabola bisa menjadi pilihan yang tepat, karena tayangan televisi menggunakan antena parabola cenderung memiliki gambar yang lebih jernih dan jumlah channel yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan antena biasa.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan antena parabola juga memiliki kekurangan dan risiko tertentu yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk memasangnya.

Setiap barang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk juga pada antena parabola.

Berikut adalah Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola :

1. Kelebihan Antena Parabola

Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola, berikut beberapa kelebihan dari memasang antena parabola:

  • Dengan antena parabola, kita dapat menonton lebih banyak siaran televisi karena jumlah channel bisa mencapai ratusan.
  • Kualitas gambar yang dihasilkan dengan menggunakan antena parabola akan lebih jernih, baik untuk standar definition maupun high definition.
  • Dengan antena parabola, kita dapat menonton saluran televisi luar negeri secara gratis.
  • Kita tidak akan bosan dengan saluran televisi karena antena parabola menawarkan ratusan channel yang dapat dipilih dan ditonton.
  • Dengan antena parabola, kita dapat menonton film dan pertandingan sepak bola secara gratis.
  • Kita tidak perlu membayar biaya bulanan, namun tetap dapat menikmati layanan televisi berbayar seperti K Vision, Matrix Garuda, dan Topas TV.
  • Antena parabola tersedia dalam berbagai ukuran dan jenis seperti antena parabola mini, jaring, besar, dan solid.
  • Kualitas gambar pada antena parabola tidak terpengaruh oleh cuaca, sehingga sinyal lebih stabil.

Sinyal televisi dipancarkan melalui satelit, sehingga dapat menjangkau daerah atau wilayah manapun.

2. Kekurangan Antena Parabola

Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola, berikut beberapa kekurangan dari antena parabola yang perlu diketahui:

  • Memasang antena parabola memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk membeli peralatannya secara lengkap.
  • Pada beberapa acara tertentu seperti pertandingan sepak bola, pengacakan akan dilakukan terkait hak siar.
  • Jika menonton saluran televisi luar negeri seperti film, tidak ada teks terjemahan dalam bahasa Indonesia.
  • Terkadang dapat terjadi masalah pada suara atau audio seperti suara yang tidak sinkron, macet bahkan tidak ada suara.
Baca Juga :  Persamaan Transistor A1015 Paling Cocok dan Terlengkap

Meskipun memerlukan biaya yang cukup besar untuk membeli peralatan, memasang antena parabola masih lebih menguntungkan karena kita hanya perlu membayar sekali dan antena dapat digunakan selama bertahun-tahun.

Lebih baik dibandingkan harus membayar biaya bulanan untuk layanan televisi berbayar dengan jumlah channel dan kualitas gambar yang terbatas. Terlebih sekarang telah tersedia siaran televisi free-to-view dan free-to-air dengan menggunakan antena parabola mini.

Tips Memilih Antena Parabola Terbaik

Setelah memahami Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola selanjutnya kalian akan kami berikan tips memilih antena parabola terbaik. Di pasaran, kita bisa melihat penjualan antena parabola dengan beberapa model yaitu besar dan kecil. Selain itu, dish (piringan) parabola ada yang berbentuk jaring dan solid (seluruh permukaan nya padat).

Apa sih perbedaanya, lalu apa saja kekurangan dan kelebihannya masing masing? Bagaimana cara kita memilih antena parabola terbaik? Yuk kita simak uraian selengkapnya

1. Spektrum C-Band dan Ku-Band

Untuk memilih antena parabola yang terbaik, perlu dipahami terlebih dahulu mengenai spektrum C-Band dan Ku-Band. Kedua jenis frekuensi ini akan menentukan model dish parabola yang cocok untuk digunakan.

Pita frekuensi C-Band adalah istilah yang pertama kali digunakan dalam sistem komunikasi satelit. Spektrum tipe C ini relatif kecil dan membutuhkan diameter parabola yang besar agar sinyal dapat diterima dengan baik.

Namun, frekuensi C-Band memiliki kelemahan dalam hal ukuran perangkat yang besar dan mengganggu pemandangan, serta sering mengalami gangguan karena hampir semua satelit menggunakan spektrum ini.

Meskipun demikian, pemerintah masih menggunakan pita tipe-C karena memiliki ketahanan yang bagus terhadap cuaca yang sering hujan di Indonesia.

Pita frekuensi Ku-Band adalah spektrum elektromagnetik yang digunakan pada sistem komunikasi satelit, khususnya untuk layanan televisi dan sinyal telepon.

Tipe-Ku memiliki energi yang lebih besar sehingga dapat diterima dengan peralatan berukuran kecil. Selain itu, Ku-Band lebih mampu mencegah campur aduk dengan gelombang mikro lain di Bumi.

Namun, frekuensi Ku-Band rentan terhadap gangguan cuaca, terutama ketika hujan lebat.

LNB adalah faktor yang menentukan penggunaan C-Band atau Ku-Band pada antena parabola. Pilihlah LNB dengan tipe C atau Ku yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa setiap jenis spektrum memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk memasang antena parabola.

2. Parabola Mini dan Besar

Untuk memilih antena parabola terbaik, diperlukan pemahaman tentang jenis dish atau piringan. Hal ini akan membantu dalam memahami dunia satelit tanpa biaya bulanan. Ukuran dish parabola dibagi menjadi dua, yaitu besar dan kecil (mini). Diameter dish yang dibeli akan menentukan jenis LNB yang cocok. Berikut adalah penjelasannya:

  • Dish Besar dapat menggunakan LNB C-band dan Ku Band.
  • Dish Mini hanya dapat menggunakan LNB Ku-Band.

Antena parabola dibagi menjadi dua jenis, yaitu jaring dan solid, yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti berikut:

  • Dish jaring cocok untuk parabola besar dengan frekuensi C-Band, baik untuk sirkulasi angin dan air hujan.
  • Dish solid dapat digunakan untuk frekuensi C-Band dan Ku-Band dengan penangkapan sinyal yang bagus.

Namun, untuk ukuran besar, terlalu berat dan membebani tiang penyangga parabola.
Harga antena dengan dish besar lebih mahal daripada parabola mini. Namun, semakin besar diameter piringan, semakin baik penangkapan sinyal satelit.

3. Tentukan Tipe Decoder

Set Top Box (STB) atau Receiver, juga dikenal sebagai decoder, adalah perangkat yang berfungsi membuka enkripsi dan menterjemahkan sinyal agar dapat ditampilkan pada televisi. Ada banyak merek STB yang beredar di pasaran dengan harga bervariasi.

Decoder dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  • Decoder Rekomendasi, dibuat atau bekerja sama dengan pihak provider satelit. Dapat membuka channel FTA, FTV dan berlangganan Pay TV pada provider yang bersangkutan.
  • Decoder Non Rekomendasi, dari pihak ketiga yang hanya dapat membuka siaran Free To Air (FTA) saja. Namun, biasanya dilengkapi dengan fitur yang lebih banyak dan memiliki daya tahan perangkat yang baik. Pada frekuensi C-Band, receiver non rekomendasi ini dapat membuka beberapa channel acakan yang dienkripsi.
Baca Juga :  UPDATE Frekuensi TV One Digital DVB-T2 dan Parabola Terbaru

Receiver parabola rekomendasi tentunya lebih mahal daripada non rekomendasi. Namun, pilihan akhir tergantung pada selera dan kebutuhan masing-masing.

Penutup

Sebagai penutup kalian juga melihat Cara Mengubah Parabola Menjadi Antena UHF. Demikianlah pembahasan dari empatpilar.com mengenai Kelebihan & Kekurangan Antena Parabola. Sebelum memilih antena parabola, perlu dipertimbangkan faktor-faktor seperti frekuensi, ukuran, dan jenis dish yang dibutuhkan.

Selain itu, pemilihan decoder juga sangat penting untuk memaksimalkan penggunaan antena parabola. Namun, keputusan akhir tergantung pada selera dan kebutuhan masing-masing pengguna. Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/kelebihan-kekurangan-antena-parabola/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *