Pengertian Breakdown Maintenance

√ Pengertian Breakdown Maintenance : dan Fungsi Pentingnya

Posted on

Empat Pilar –Pengertian Breakdown Maintenance : dan Fungsi Pentingnya. Selamat datang di artikel yang akan mengupas tuntas tentang Pengertian Breakdown Maintenance dan fungsinya yang penting dalam dunia industri dan pemeliharaan peralatan. Breakdown Maintenance, atau yang sering disebut sebagai perawatan perbaikan, adalah salah satu strategi perawatan pencegahan yang paling krusial dalam mengatasi masalah dan gangguan pada peralatan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan secara mendalam mengenai konsep Breakdown Maintenance, mengapa hal ini sangat penting, dan bagaimana implementasinya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional.

Pengertian Breakdown Maintenance

Breakdown Maintenance merupakan kegiatan yang diperlukan untuk memeriksa kondisi mesin. Proses ini bertujuan untuk menjaga dan mengembalikan peralatan kerja agar dapat berfungsi dengan baik.

Dengan melakukan kegiatan ini, peralatan kerja akan berada dalam kondisi optimal ketika digunakan dalam proses produksi. Jika peralatan kerja dapat beroperasi secara optimal, maka proses produksi juga dapat berjalan dengan maksimal.

Perusahaan harus memberikan perhatian khusus terhadap perawatan, pemeliharaan, dan pembaruan peralatan kerja yang digunakan. Hal ini tidak hanya untuk memastikan produksi industri mencapai performa maksimal, tetapi juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan selama proses produksi. Proses breakdown maintenance sebenarnya dapat bervariasi, tergantung pada jenis mesin atau peralatan kerja yang akan diperbaiki.

Tujuan Breakdown Maintenance

Breakdown maintenance, juga dikenal sebagai perawatan ketika rusak, adalah strategi yang difokuskan pada perbaikan atau penggantian peralatan setelah mengalami kerusakan atau kegagalan. Ada beberapa tujuan utama dari proses breakdown maintenance:

1. Meningkatkan Efisiensi Produksi

Tujuan paling mendasar dari breakdown maintenance adalah memastikan bahwa mesin dan peralatan selalu berfungsi dengan baik. Mesin yang rusak atau tidak berfungsi dengan optimal dapat mengurangi jumlah produksi. Dengan memperbaiki mesin yang rusak dengan cepat, perusahaan dapat memaksimalkan jumlah produk yang dihasilkan.

2. Mengurangi Downtime

Dalam industri manufaktur, waktu berhenti atau ‘downtime’ karena kerusakan mesin dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Melalui proses breakdown maintenance yang efisien, perusahaan dapat meminimalkan downtime dan memastikan produksi berjalan dengan lancar.

3. Meningkatkan Keselamatan Pekerja

Mesin yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan pekerja. Dengan memastikan bahwa mesin selalu dalam kondisi baik, perusahaan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi karyawan.

4. Menghemat Biaya

Meski tampaknya biaya perawatan saat terjadi kerusakan bisa menjadi mahal, tetapi pada beberapa kasus, metode ini dapat lebih ekonomis dibandingkan dengan perawatan rutin yang dilakukan tanpa memperhatikan kondisi aktual mesin.

5. Meningkatkan Umur Mesin

Meski breakdown maintenance bersifat reaktif, perbaikan cepat dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada mesin dan meningkatkan umur pakainya.

Jenis Breakdown Maintenance

Ada dua jenis perencanaan breakdown maintenance yang perlu kalian ketahui, yaitu:

1. Planned Breakdown Maintenance

Seperti namanya, planned breakdown maintenance memerlukan perencanaan yang matang untuk menghemat biaya dan melakukan prediksi terhadap kapan suatu komponen/alat tersebut akan rusak.

Pada prinsip planned breakdown maintenance, pencatatan dan dokumentasi terhadap kerusakan komponen yang terjadi merupakan hal wajib. Selain itu, perlu dilakukan pemisahan dengan tepat mengenai komponen mana yang memerlukan perawatan preventive maintenance dan komponen mana yang memerlukan breakdown maintenance.

2. Unplanned Breakdown Maintenance

Pada unplanned breakdown maintenance, para staf tidak perlu memikirkan perencanaan dan mencatat kerusakan komponen sebelumnya. Perbaikan hanya dilakukan jika sudah terjadi kerusakan pada komponen yang ada.

Baca Juga :  √ Cara Mengganti Bearing Kompresor Angin

Biasanya, jenis perencanaan ini menggunakan prinsip Run-to-Failure (RTF). Di mana sebuah peralatan akan terus digunakan sampai akhirnya mengalami kerusakan dan perlu diganti.

Perbedaan antara kedua jenis perencanaan ini dapat mempengaruhi efisiensi dan biaya pemeliharaan. Planned breakdown maintenance lebih mengedepankan perencanaan dan prediksi untuk menghindari kerusakan tak terduga, sehingga memungkinkan penggantian komponen secara tepat waktu dan mengurangi risiko gangguan produksi.

Sementara unplanned breakdown maintenance, meskipun lebih simpel karena tidak memerlukan perencanaan sebelumnya, dapat menyebabkan downtime yang tidak terduga, meningkatkan biaya pemeliharaan, dan mengganggu produktivitas.

Pemilihan jenis perencanaan yang tepat tergantung pada kebutuhan dan kondisi peralatan yang digunakan. Dengan memahami perbedaan keduanya, diharapkan perusahaan atau tim pemeliharaan dapat mengoptimalkan kinerja peralatan dan meminimalkan risiko kerusakan yang merugikan.

Komponen yang Perlu Breakdown Maintenance?

Breakdown maintenance dapat menyebabkan gangguan dalam faktor produksi jika tidak direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, tidak semua komponen industri cocok untuk menggunakan jenis perawatan ini. Namun, ada beberapa aset yang dapat diimplementasikan dengan breakdown maintenance, yaitu:

  • Bukan mesin operasional.
  • Tidak memiliki komponen yang mahal.
  • Komponen dengan akses reparasi yang sulit.
  • Peralatan sekali pakai.
  • Aset untuk pemakaian jangka pendek.

Beberapa contoh komponen yang sesuai dengan kriteria di atas antara lain bola lampu, sekering, baut, perkakas tangan, pompa, baterai, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan pendekatan breakdown maintenance pada komponen-komponen tersebut, perusahaan dapat menghindari pengeluaran anggaran yang berlebihan untuk hal-hal yang tidak terlalu krusial.

Pentingnya Melakukan Breakdown Maintenance

Dalam dunia industri, keberadaan mesin dan peralatan yang berfungsi dengan baik adalah kunci utama dalam mencapai efisiensi produksi. Salah satu metode pemeliharaan yang tidak bisa diabaikan adalah “breakdown maintenance” atau perawatan ketika terjadi kerusakan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa perawatan jenis ini sangat penting:

  1. Mencegah Kerugian Produksi Lebih Lanjut
    Ketika sebuah mesin mengalami kerusakan dan tidak segera diperbaiki, ada kemungkinan mesin lain yang terhubung dengannya juga akan terpengaruh. Hal ini dapat menghambat keseluruhan proses produksi.
  2. Menghemat Biaya Jangka Panjang
    Walaupun perbaikan mendadak mungkin memerlukan biaya yang tidak sedikit, namun jika dibiarkan, kerusakan tersebut bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah dan tentunya memerlukan biaya yang lebih besar.
  3. Mempertahankan Kualitas Produk
    Mesin yang tidak dalam kondisi prima bisa menghasilkan produk dengan kualitas yang kurang baik. Melakukan breakdown maintenance akan memastikan bahwa produk yang dihasilkan selalu memenuhi standar kualitas yang diinginkan.
  4. Meningkatkan Efisiensi Energi
    Mesin yang rusak seringkali memerlukan energi lebih untuk bekerja. Dengan memperbaikinya, kita bisa menghemat energi dan biaya operasional.
  5. Mempertahankan Reputasi Perusahaan
    Kerusakan mesin yang berdampak pada produksi bisa menghambat pelayanan kepada pelanggan, yang pada akhirnya bisa merusak reputasi perusahaan di mata pelanggan dan mitra bisnis.

Itulah sebabnya perusahaan perlu memiliki rencana dan jadwal untuk planned breakdown maintenance. Dengan demikian, kerusakan dapat diantisipasi dan diatasi dengan cepat. Namun, unplanned breakdown maintenance pun tak kalah pentingnya. Situasi darurat memang tak terduga, tapi dengan persiapan dan sumber daya yang tepat, perusahaan dapat menghadapinya dengan efektif.

Kelebihan dan Kekurangan Breakdown Maintenance

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari perawatan berdasarkan kerusakan yang perlu Kalian ketahui:

1. Kelebihan perawatan berdasarkan kerusakan:

  • Dengan menggunakan perawatan berdasarkan kerusakan yang terencana, manajemen dan staf pabrik hanya perlu fokus pada mesin-mesin yang benar-benar krusial dalam proses produksi.
  • Biaya yang lebih rendah saat mengganti kerusakan alat sekali pakai.
  • Strategi yang tepat membuat perawatan menjadi lebih mudah dan memerlukan staf yang lebih sedikit.

2. Kekurangan perawatan berdasarkan kerusakan:

  • Dapat menghasilkan limbah lingkungan.
  • Kerusakan yang tidak terprediksi dapat menyebabkan masalah keamanan dan gangguan dalam produksi.
  • Memerlukan biaya tambahan tergantung pada kerusakan yang terjadi.
  • Memerlukan perencanaan dan pencatatan yang cermat terhadap kerusakan.

Penutup

Pengertian Breakdown Maintenance merujuk pada tindakan perbaikan yang dilakukan setelah suatu alat atau mesin mengalami kerusakan atau henti berfungsi. Meskipun metode ini sering dianggap kurang efisien dibandingkan dengan pendekatan pemeliharaan preventif, dalam beberapa situasi, Breakdown Maintenance memang diperlukan.

Baca Juga :  Pengertian Wheel Loader : Fungsi, Cara Kerja dan Jenisnya Secara Lengkap

Kesadaran akan arti dan implikasi dari pendekatan ini sangat penting bagi setiap organisasi atau individu yang mengandalkan peralatan untuk menjalankan operasionalnya. Dengan demikian, pemilihan strategi pemeliharaan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memperpanjang umur peralatan.

Itu saja ulasan dari empatpilar.com mengenai Pengertian Breakdown Maintenance. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *