Pengertian Manometer

√ Pengertian Manometer : Fungsi,Jenis dan Cara Kerja Lengkap

Posted on

Empat Pilar –Pengertian Manometer : Fungsi,Jenis dan Cara Kerja Lengkap. Selamat datang di artikel kami yang akan membahas pengertian manometer, fungsi, jenis, dan cara kerja secara lengkap.

Manometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan dalam suatu sistem atau perangkat. Dalam dunia industri, manometer menjadi instrumen penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari pengukuran tekanan udara hingga pengawasan kebocoran dan pemeliharaan sistem.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dengan detail pengertian manometer, fungsinya, berbagai jenis manometer yang ada, serta cara kerja masing-masing jenis. Mari kita mulai dengan pengertian manometer yang lebih mendalam.

Pengertian Manometer

Manometer adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur tekanan melalui media kolom cairan. Alat ini terdiri dari sebuah tabung yang berisi cairan, dan digunakan untuk mengukur tekanan pada suatu zat cair.

Tekanan zat cair yang diukur ditentukan oleh tekanan fluida serta tinggi cairan yang terlihat pada skala. Jika digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan, besaran perbedaan tersebut dapat ditentukan dengan cara menyeimbangkan bobot kolom cairan di antara dua tekanan yang berbeda.

Secara umum, manometer menggunakan cairan merkuri untuk mengukur perbedaan tekanan yang besar. Namun, untuk perbedaan tekanan yang kecil, air dapat digunakan sebagai cairan pengganti.

Fungsi Manometer

Setelah mengetahui Pengertian Manometer, selanjutnya Manometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari manometer:

1. Mengukur Tekanan Gas

Manometer umumnya digunakan untuk mengukur tekanan gas. Tekanan yang diukur biasanya adalah tekanan yang lebih rendah atau sama dengan tekanan atmosfer. Ini karena tekanan atmosfer sering dijadikan sebagai referensi dalam pengukuran tekanan.

2. Mengukur Tekanan Fluida

Manometer juga bisa digunakan untuk mengukur tekanan fluida. Caranya adalah dengan menerapkan tekanan fluida pada satu sisi manometer dan tekanan atmosfer pada sisi lainnya. Umumnya, manometer diisi dengan fluida seperti merkuri atau minyak.

3. Memudahkan Pembacaan Perbedaan Tekanan

Manometer biasanya didesain dengan tabung berbentuk U, yang memudahkan pembacaan perbedaan tekanan antara dua sisi.

4. Mengukur Tekanan Udara

Manometer juga dapat digunakan untuk mengukur tekanan udara di dalam ruang tertutup. Kinerja manometer ini juga dipengaruhi oleh tekanan atmosfer. Ada juga varian manometer yang khusus digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer.

Secara umum, manometer adalah alat yang sangat berguna dalam berbagai bidang, seperti fisika, kimia, dan teknik, yang memerlukan pengukuran tekanan.

Rumus Manometer

Apabila Anda mendapatkan soal yang membutuhkan penggunaan rumus untuk menghitung jumlah tekanan dengan menggunakan manometer, terdapat rumus dasar yang digunakan untuk menghitung tekanan yang dinyatakan oleh kolom cairan sebagai berikut:

Δp = P2 – P1 = ρgh

Keterangan:

  • P1 = Tekanan pada sambungan dengan tekanan rendah
  • P2 = Tekanan pada sambungan dengan tekanan tinggi
  • Δp = Tekanan diferensial
  • ρ = Kepadatan fluida
  • g = Percepatan gravitasi
  • h = Selisih tinggi kolom

Catatan: Nilai tekanan yang dihasilkan adalah hasil dari perbedaan gaya per unit luas permukaan pada kolom cairan. Satuan manometer dalam pengukuran dapat berupa pound per inci persegi (psi) atau Newton per meter persegi (Pascal).

Prinsip Kerja Manometer

Manometer adalah alat pengukur tekanan yang sederhana namun sangat efektif dalam memberikan hasil pengukuran tekanan.

Pada kebanyakan kasus pengukuran tekanan, alat ini menggunakan tabung kaca berbentuk U yang di dalamnya terdapat merkuri atau jenis cairan padat lainnya. Berikut adalah prinsip kerja alat ini:

  1. Salah satu ujung manometer biasanya dibiarkan terbuka karena sensitif terhadap tekanan atmosfer, sementara ujung lainnya terhubung melalui segel kedap udara ke sumber tekanan tambahan.
  2. Manometer tidak hanya dapat mengukur tekanan gas, tetapi juga tekanan pada cairan.
  3. Manometer menggunakan prinsip pengukuran yang sederhana dengan menerapkan keseimbangan hidrostatik, di mana tekanan cairan saat diam sama di semua titik.
  4. Jika kedua ujung manometer dibiarkan terbuka, cairan di kedua sisi tabung akan menunjukkan keseimbangan.
  5. Namun, jika hanya salah satu ujung yang terbuka ke atmosfer dan yang lainnya terhubung ke sumber tekanan tambahan, jumlah tekanannya akan berbeda.
  6. Jika tekanan di sumber tekanan tambahan lebih besar daripada tekanan atmosfer, cairan dalam manometer akan terdorong ke bawah.
  7. Hal ini menyebabkan cairan naik di satu sisi dan turun di sisi yang memiliki tekanan lebih rendah.
  8. Sebaliknya, jika tekanan pada sumber tekanan tambahan lebih rendah daripada tekanan atmosfer, cairan akan didorong ke atas dan menurun di sisi yang terbuka.
  9. Pada kondisi tersebut, jumlah cairan di sisi tabung yang terbuka akan berkurang.
Baca Juga :  √ Pengertian Forklift : Jenis, Fungsi, dan Cara Mengoperasikan Secara Lengkap

Jenis-Jenis Manometer

Sudah memahami Pengertian Manometer kan? nah berikutnya ada beberapa jenis manometer yang sering digunakan untuk kebutuhan pengukuran tekanan dalam kehidupan sehari-hari seperti berikut:

1. Manometer raksa tertutup.

Membuat Manometer ini sangatlah mudah karena terdiri dari sebuah tabung berbentuk U yang melengkung, dimana salah satu ujungnya terhubung ke lokasi pengukur ‘A’ dan ujung lainnya terhubung ke lokasi alternatif yang menerima tekanan atmosfer, yang kemudian diisi dengan cairan. Kepadatan cairan tersebut akan menentukan berbagai tekanan yang dapat diamati.

Jika satu ujung tabung terbuka ke atmosfer dan ujung alternatif terhubung ke tekanan yang ingin diukur, maka perangkat tersebut berfungsi sebagai meteran tekanan. Namun, jika setiap ujung terhubung ke dua tekanan yang tidak diketahui dan sangat berbeda, maka alat ini berfungsi sebagai pengukur tekanan diferensial.

2. Manometer raksa terbuka.

Tipe ini memiliki kemiripan yang sangat besar dengan manometer tabung-U seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Pada tipe ini, satu lokasi yang terbuka (sebagai analogi dengan lokasi atmosfer pada manometer U-Tube) terhubung ke lokasi dengan tekanan yang berbeda.

Manometer ini umumnya digunakan untuk mengamati perbedaan antara dua titik yang benar-benar berbeda. Jika tidak, kita dapat mengatakan bahwa kita lebih cenderung menghitung selisihnya. Persamaan yang digunakan untuk menghitung perbedaan tekanan antara titik A dan B adalah sebagai berikut.

3. Manometer U-Tube Terbalik.

Manometer U-Tube terbalik digunakan sebagai pengukur perbedaan tekanan yang sangat kecil dalam cairan. Manometer U-Tube terbalik ini menggunakan cairan yang ringan dan sering digunakan untuk mengamati perbedaan tekanan rendah antara dua titik di mana diperlukan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Biasanya, jenis manometer ini terdiri dari udara yang terkait dengan prinsip pemilihan cairan manometrik.

4. Mikro manometer.

Jenis ini adalah jenis manometer kolom cair khusus yang didasarkan pada prinsip manometer tabung miring. Mikro-manometer ini digunakan untuk mengukur variasi tekanan yang sangat kecil atau variasi tekanan yang sangat rendah. Mikro-manometer adalah jenis manometer yang dapat berubah dengan mudah, dimana salah satu bagian tubuhnya memiliki penampang melintang yang lebih besar. Mikro-manometer mengamati variasi tekanan yang sangat kecil dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

  • Biarkan ‘a = area tabung,
  • A = luas waduk,
  • h3 = Turunnya level cairan,
  • h2 = Bangkitnya cairan di dalam tabung,

Dengan rumus di atas cenderung mendapatkan A * h3 = a * h2

Menyamakan tekanan head pada datum akan mendapatkan

p1 = (pm-p1) * gh3 + gh2-p1 * gh1

Penutup

Dalam penutupan, empatpilar.com telah menjelajahi berbagai aspek tentang Pengertian Manometer, hingga cara kerjanya. Manometer, alat pengukur tekanan yang efektif, memiliki berbagai jenis dan fungsi yang membuatnya menjadi alat yang penting di banyak bidang, terutama di bidang teknik dan ilmu pengetahuan.

Memahami cara kerjanya tidak hanya memberikan kita pengetahuan dasar tentang prinsip fisika yang mendasarinya, tetapi juga memungkinkan kita untuk menggunakan alat tersebut dengan lebih efektif.

Kesimpulannya, manometer adalah alat penting yang memiliki beragam fungsi dan jenis, dan memahaminya adalah langkah penting untuk melibatkan diri dalam aplikasi praktis. Jadi, jangan ragu untuk melanjutkan belajar dan eksplorasi tentang manometer dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Semoga pengetahuan ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang dunia fisika dan teknik.

Baca Juga :  √ Pengertian Project Control : Tugas dan Tanggung Jawab Secara Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *