Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

√ Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker) : Fungsi dan Cara Kerja

Posted on

Empat Pilar –Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker) : Fungsi dan Cara Kerja. Dalam dunia keamanan listrik, penting untuk memiliki alat dan perangkat yang tepat guna untuk melindungi dari bahaya potensial.

Salah satu perangkat yang berperan penting dalam menjaga keamanan listrik adalah Residual Current Circuit Breaker (RCCB).

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, fungsi, dan cara kerja RCCB (Residual Current Circuit Breaker) untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya perangkat ini dalam sistem listrik.

RCCB, atau Residual Current Circuit Breaker, adalah perangkat listrik khusus yang dirancang untuk mendeteksi dan melindungi dari arus bocor ke tanah.

Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

RCCB (Residual Current Circuit Breaker) adalah alat pengamanan untuk instalasi listrik yang terletak di panel listrik. Fungsinya adalah untuk memotong aliran listrik saat terjadi gangguan berupa kebocoran arus listrik.

Jika kita mengevaluasi definisi tersebut, tampak bahwa pengertian RCCB ini mirip dengan definisi ELCB.

Dalam definisi ini, terdapat istilah ‘kebocoran arus’. Jadi, kebocoran arus seperti apa yang diamankan oleh RCCB?

Kebocoran arus yang dimaksud adalah arus yang seharusnya bergerak dari fasa ke netral, tapi malah bergerak bukan ke netral. Sebaliknya, arus tersebut mengalir ke grounding atau fasa lain. Inilah yang disebut dengan kebocoran arus.

Misalnya, kita bisa menganggap bahwa kebocoran arus terjadi saat isolasi gagal dan kemudian disentuh oleh bagian tubuh seseorang, yang mengakibatkan orang tersebut tersengat listrik. Saat terjadi insiden atau gangguan seperti ini, maka RCCB akan langsung memutus aliran listrik.

Fungsi RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Setelah memahami Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker), nah selanjutnya penggunaan RCCB ditujukan untuk melindungi individu dari risiko sengatan listrik, elektrokusi (kematian yang disebabkan sengatan listrik), dan kebakaran yang disebabkan karena kabel yang salah atau gangguan pada sistem pembumian (grounding system).

1. Memotong Aliran Listrik Saat Terjadi Kontak Fisik

RCCB memainkan peran penting dalam situasi ketika ada gangguan pembumian yang mendadak pada sirkuit, misalnya ketika seseorang tanpa sengaja menyentuh kabel yang tidak terisolasi dan bertegangan dari suatu instalasi listrik.

Dalam situasi seperti ini, jika tidak ada RCCB pada sirkuit, gangguan pembumian dapat terjadi dan orang tersebut berpotensi mengalami sengatan listrik.

Namun, jika sirkuit tersebut dilengkapi dengan RCCB, maka sirkuit akan segera terputus dalam sepersekian detik, sehingga mencegah individu tersebut menerima sengatan listrik. Oleh karenanya, sangatlah penting dan lebih aman untuk memasang RCCB pada sirkuit listrik Kalian.

2. Melindungi Individu dari Risiko Elektrokusi

Elektrokusi atau kematian akibat sengatan listrik dapat terjadi jika arus yang mengalir pada tubuh manusia melebihi ambang batas atau daya tahan tubuh terhadap sengatan listrik.

RCCB memiliki tingkat sensitivitas yang bervariasi, mulai dari 30 mA, 100 mA, hingga 300 mA. Dengan adanya RCCB, maka risiko elektrokusi bisa dikurangi secara signifikan.

3. Memotong Aliran Listrik Saat Terjadi Kebocoran Arus

Bila terjadi kebocoran isolasi pada suatu penghantar dan arus mengalir ke penghantar lain, RCCB akan mendeteksi perubahan ini. Ketika terjadi kebocoran isolasi, RCCB akan membandingkan nilai arus yang mengalir pada kabel fasa dan kabel netral.

Jika nilai arus ini tidak seimbang, maka RCCB akan langsung memutuskan kontak, sehingga mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada sirkuit listrik tersebut.

Cara kerja RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Cara kerja RCCB cukup sederhana namun efektif. Prinsip dasar kerjanya adalah dengan memantau dan mendeteksi adanya perbedaan arus antara dua konduktor listrik, yakni konduktor fase dan netral.

Dalam kondisi normal, arus yang mengalir melalui konduktor fase harus sama dengan arus yang mengalir melalui konduktor netral.

Sebaliknya, jika ada gangguan seperti kebocoran arus atau ground fault pada salah satu konduktor, maka akan terjadi perbedaan dalam arus yang mengalir antara dua konduktor tersebut.

Perbedaan arus inilah yang dideteksi oleh RCCB. Alat ini berfungsi dengan prinsip elektronik, di mana deteksi perbedaan arus ini akan menghasilkan suatu sinyal listrik. Sinyal listrik tersebut kemudian akan memicu mekanisme tripper atau pemutus dalam perangkat RCCB.

Baca Juga :  Pengertian Tahanan Listrik (Resistivitas), dan Rumusnya

Saat tripper ini aktif, maka ia akan memutuskan aliran listrik pada rangkaian, menghentikan arus listrik yang mengalir.

Dengan demikian, RCCB secara otomatis mencegah terjadinya risiko kebakaran atau kecelakaan listrik lainnya yang bisa disebabkan oleh kebocoran arus.

Jadi, secara singkat, prinsip kerja RCCB adalah membandingkan arus masuk dan keluar pada suatu rangkaian listrik, dan jika terdapat perbedaan, maka akan memutuskan arus tersebut untuk mencegah kecelakaan.

Jenis-Jenis RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

RCCB merupakan alat perlindungan listrik yang digunakan untuk mendeteksi adanya arus bocor (ground fault) pada rangkaian listrik dan memutuskan aliran listrik jika terjadi kebocoran arus yang berbahaya.

Masih dalam pembahasan Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker), selanjutnya terdapat beberapa jenisnya yang umum digunakan, yaitu:

1. Type AC (Alternating Current)

RCCB tipe ini dirancang khusus untuk melindungi jaringan listrik AC (arus bolak-balik) yang tidak menggunakan komponen elektronik, seperti mesin industri, rumah tangga, dan bangunan komersial. RCCB tipe ini dapat mendeteksi arus bocor AC dengan sensitivitas sekitar 30 mA pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz.

Namun, RCCB ini tidak cocok digunakan pada jaringan listrik yang memiliki beban listrik non-linear. Contohnya, perangkat elektronik seperti komputer, televisi, dan lampu neon.

Hal ini dikarenakan beban non-linear dapat menghasilkan harmonik yang mengganggu sistem. Akibatnya, RCCB tipe AC dapat memutus aliran listrik meskipun tidak ada arus bocor yang terdeteksi.

2. Tipe A (Sensitivitas Tinggi)

RCCB tipe A memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi daripada tipe AC, yaitu sekitar 10 mA. Jenis RCCB ini dapat mendeteksi arus bocor baik AC maupun DC, sehingga sangat cocok digunakan pada jaringan listrik yang memiliki beban non-linear dan peralatan elektronik.

Tipe A mampu memantau kebocoran arus yang terjadi pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz, serta arus searah (DC).

Kelebihan sensitivitasnya membuatnya mampu mendeteksi bahaya lebih dini dan secara cepat memutus aliran listrik ketika terjadi kebocoran arus yang berbahaya bagi keselamatan penggunaan listrik.

3. Tipe B (Sensitivitas Ekstra Tinggi)

Jenis tipe B memiliki tingkat sensitivitas tertinggi dibandingkan dengan jenis lainnya, yaitu sekitar 6 mA. RCCB tipe B dapat mendeteksi arus bocor baik AC maupun DC, termasuk arus bocor DC dari sistem fotovoltaik dan kendaraan listrik.

Tipe B sering digunakan dalam sistem listrik yang memerlukan tingkat keamanan yang sangat tinggi. Contohnya adalah di rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas penelitian di mana keamanan dan perlindungan terhadap risiko kebocoran arus sangat penting.

RCCB tipe B mampu mengatasi tantangan dalam mendeteksi arus bocor DC yang lebih rendah dibandingkan dengan tipe lainnya.

Hal ini memastikan perlindungan yang lebih efektif pada sistem listrik yang menggunakan sumber daya energi terbarukan dan kendaraan listrik.

4. Tipe F (Sensitivitas Rendah)

Tipe F memiliki tingkat sensitivitas yang rendah, yaitu sekitar 100 mA. Jenis ini umumnya digunakan pada jaringan listrik yang memiliki beban listrik yang sangat tinggi, seperti motor listrik besar dan transformator.

RCCB tipe F dirancang khusus untuk menangani beban listrik yang tinggi dan kemungkinan terjadinya lonjakan arus yang normal.

Dengan sensitivitasnya yang lebih rendah, tipe F tidak secara otomatis memutus aliran listrik jika terjadi sedikit gangguan arus, namun tetap mampu mengamankan jaringan listrik secara keseluruhan dan melindungi peralatan yang terhubung ke dalamnya.

Cara Pemasangan RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

RCCB, yang singkatan dari Residual Current Circuit Breaker, adalah alat penting yang berfungsi untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan listrik, seperti kejutan listrik hingga risiko kematian. Alat ini bertugas mendeteksi dan memutus aliran listrik saat ada kebocoran arus listrik.

Karenanya, penting untuk memasang alat ini dengan benar dan hati-hati. Berikut ini adalah langkah-langkah detail dalam proses pemasangannya:

  1. Mematikan Listrik:
    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa sumber listrik telah dimatikan. Ini penting untuk mencegah risiko kecelakaan listrik selama proses pemasangan.
  2. Pemasangan RCCB:
    Setelah memastikan listrik dimatikan, langkah berikutnya adalah memasang RCCB pada kotak sirkuit utama yang ada di panel listrik. Pastikan RCCB diletakkan dengan benar dan diikat kuat sehingga tidak mudah lepas atau bergerak.
  3. Penghubungan Kabel:
    Setelah RCCB terpasang, Kalian perlu menghubungkan kabel listrik pada terminal yang ada. Pastikan setiap kabel telah ditempatkan dan dikencangkan dengan benar untuk memastikan koneksi yang baik dan kuat.
  4. Uji Koneksi:
    Selanjutnya, periksa semua koneksi menggunakan multimeter untuk memastikan bahwa semuanya telah terhubung dengan benar. Ini adalah langkah penting untuk memastikan tidak ada kabel yang putus atau longgar.
  5. Pemasangan Penutup:
    Setelah memeriksa semua koneksi dan memastikan semuanya baik-baik saja, pasang penutup pada panel listrik dan kencangkan semua baut dan sekrup dengan kuat.
  6. Uji Fungsi RCCB:
    Setelah semua langkah di atas selesai, nyalakan listrik dan lakukan uji fungsi dengan memeriksa lampu indikator pada RCCB. Jika lampu indikator menyala, ini menunjukkan bahwa RCCB bekerja dengan baik.
Baca Juga :  Power Bank 10000mAh Tahan Berapa Lama? Berikut Ulasannya

Ingatlah, selalu penting untuk menjaga keselamatan saat bekerja dengan listrik. Jika Kalian merasa tidak yakin atau tidak berpengalaman, sebaiknya hubungi profesional untuk membantu dengan pemasangan ini.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari empatpilar.com mengenai Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker), fungsi, dan cara kerjanya.

Melalui pembahasan mengenai Pengertian RCCB (Residual Current Circuit Breaker) ini, kita dapat memahami bahwa RCCB merupakan komponen penting dalam sistem kelistrikan. Perangkat ini berfungsi untuk melindungi sistem dan pengguna dari potensi bahaya kebocoran arus listrik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *