Pengertian Relay dan Fungsinya

Pengertian Relay dan Fungsinya, Pahami dengan Baik !!

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Relay dan Fungsinya, Pahami dengan Baik !!. Bukan rahasia lagi bahwa relay adalah salah satu komponen elektronik yang paling ajaib dan serbaguna. Namun, apa sih pengertian relay dan fungsinya dalam sistem elektronik? Tenang saja, kita akan mengupas tuntas misteri relay di sini.

Relay adalah alat yang sangat penting dalam dunia elektronik dan berfungsi sebagai penyambung komunikasi antara rangkaian listrik yang berbeda. Nah, yuk kita bahas lebih dalam tentang pengertian relay dan fungsinya dalam berbagai aspek!

Pengertian Relay

Pengertian Relay dan Fungsinya, relay merupakan sebuah saklar yang bekerja secara listrik dan termasuk dalam komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch).

Prinsip kerja Relay menggunakan energi Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi.

Sebagai contoh, Relay yang menggunakan Elektromagnet dengan tegangan 5V dan arus 50 mA sudah dapat menggerakkan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik dengan tegangan 220V dan arus 2A.

Fungsi Relay Secara Umum

Pengertian Relay dan Fungsinya, selanjutnya relay akan beroperasi saat terjadi aliran listrik dalam rangkaian. Secara umum, fungsi relay adalah untuk memutus atau menghantarkan arus sesuai dengan kebutuhan.

Prinsip kerja relay didasarkan pada prinsip elektromagnetik, dimana saklar dapat dikendalikan sesuai dengan kebutuhan.

Fungsi relay memungkinkan pengaliran aliran listrik dengan tegangan rendah dapat diubah menjadi aliran dengan tegangan yang lebih tinggi.

Fungsi Relay Secara Khusus

Setelah membahas fungsi relay secara umum sebelumnya, saatnya untuk mengetahui lebih detail mengenai fungsi relay secara spesifik.

Beberapa fungsi relay antara lain:

  • Relay digunakan untuk menerapkan fungsi logika atau logic function.
  • Relay dapat berfungsi sebagai time delay (menunda waktu) pada perangkat elektronik.
  • Ketika terdapat sinyal bertegangan rendah, fungsi relay adalah sebagai pengendali sirkuit dengan tegangan tinggi.
  • Fungsi relay pada motor adalah untuk mengurangi kelebihan tegangan pada motor maupun rangkaian lainnya.
  • Relay dapat berfungsi sebagai saklar untuk rangkaian dengan arus tinggi.
    Selain itu, fungsi relay adalah untuk meminimalkan risiko terjadinya voltage drop pada beban.

Simbol Relay

 

Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah tambahan informasi mengenai rangkaian relay dan simbol relay yang sering digunakan pada rangkaian elektronika.

Simbol relay sering kita temukan pada gambar rangkaian elektronika, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Prinsip Kerja Relay

Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu :

  • Electromagnet (Coil)
  • Armature
  • Switch Contact Point (Saklar)
  • Spring

Berikut ini merupakan gambar dari bagian-bagian Relay :


Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :

  • Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE (tertutup)
  • Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN (terbuka)

Dalam gambar yang ditunjukkan, terdapat Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut.

Apabila Kumparan Coil dialiri arus listrik, maka akan terjadi gaya Elektromagnet yang menarik Armature untuk berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO).

Posisi dimana Armature tersebut berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak terhubung.

Baca Juga :  Perbedaan Antara MCB dan MCCB, Yang Perlu Kalian Pahami

Ketika arus listrik tidak mengalir, Armature akan kembali ke posisi awal (NC).

Untuk menarik Contact Point ke posisi Close, Coil yang digunakan oleh Relay hanya membutuhkan arus listrik yang relatif kecil.

Arti Pole dan Throw pada Relay

Karena Relay merupakan salah satu jenis dari Saklar, maka istilah Pole dan Throw yang dipakai dalam Saklar juga berlaku pada Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Istilah Pole and Throw :

  • Pole : Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay
  • Throw : Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact)

Relay dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah Pole dan Throw-nya menjadi beberapa golongan, yaitu:

  1. Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini memiliki 4 Terminal, 2 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
  2. Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini memiliki 5 Terminal, 3 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
  3. Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini memiliki 6 Terminal, diantaranya 4 Terminal yang terdiri dari 2 Pasang Terminal Saklar sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
  4. Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini memiliki Terminal sebanyak 8 Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pasang Relay SPDT yang dikendalikan oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.

Selain itu, terdapat juga Relay yang memiliki jumlah Pole dan Throw melebihi dari 2, seperti 3PDT (Triple Pole Double Throw) atau 4PDT (Four Pole Double Throw), dan sebagainya.

Gambar di bawah ini dapat menjelaskan lebih detail mengenai penggolongan Relay berdasarkan jumlah Pole dan Throw-nya.

Fungsi-fungsi dan Aplikasi Relay

Relay memiliki beberapa fungsi yang umum digunakan dalam peralatan elektronika, antara lain:

  • Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)
  • Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function)
  • Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan dari Signal Tegangan rendah.
  • Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor atau komponen lainnya dari kelebihan Tegangan atau hubung singkat (Short).

Dalam aplikasinya, Relay sering digunakan sebagai saklar elektronik karena dapat mengontrol arus listrik dari sinyal listrik rendah.

Relay juga dapat digunakan sebagai pengendali sirkuit yang lebih besar seperti motor listrik dan peralatan tegangan tinggi.

Selain itu, Relay juga dapat memberikan fungsi perlindungan untuk mencegah kerusakan pada komponen elektronik akibat tegangan berlebih atau hubung singkat.

Jenis-Jenis Relay Berdasarkan Pole dan Throw

Setelah memahami Pengertian Relay dan Fungsinya, selanjutnya relay dapat dikelompokkan berdasarkan klasifikasi pole dan throw menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Single pole single throw (SPST)

Relay jenis ini memiliki setidaknya empat terminal aktif, di mana dua di antaranya difungsikan sebagai saklar dan dua sisanya sebagai coil.

2. Single pole double throw (SPDT)

Relay SPDT memiliki tiga terminal aktif sebagai saklar dan dua terminal lainnya difungsikan sebagai coil.

3. Double pole single throw (DPST)

Relay DPST memiliki enam terminal aktif, di mana empat di antaranya dibagi menjadi dua saklar dan dua terminal lainnya sebagai coil.

4. Double pole double throw (DPDT)

Relay DPDT umumnya memiliki delapan terminal aktif, di mana enam terminal akan dibagi menjadi dua saklar aktif yang dikendalikan oleh coil, sedangkan dua terminal lainnya berfungsi sebagai coil.

Selain itu, terdapat juga jenis relay dengan 3 pole dan throw hingga 4 pole dan throw serta jenis relay lainnya.

Penutup

Sebagai penutup, kita dapat memahami bahwa relay merupakan komponen penting dalam sistem kontrol otomatis dan proteksi.

Pengertian relay dan fungsinya harus dipahami dengan baik untuk memastikan keandalan sistem serta efisiensi penggunaan energi.

Melalui pemahaman yang tepat, kita bisa mengoptimalkan kinerja relay dan mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin timbul dalam sistem.

Oleh karena itu, teruslah belajar dan menggali informasi mengenai relay agar dapat memanfaatkan teknologi ini dengan optimal untuk kebutuhan sehari-hari maupun dalam skala industri yang lebih luas.

Baca Juga :  Cara Pasang Saklar Lampu Semua Jenis : Tunggal, Ganda dan Gantung

Mungkin itu saja pembahasan dari empatpilar.com mengenai Pengertian Relay dan Fungsinya. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *