Pengertian Uni Junction Transistor (UJT)

Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) Secara Lengkap. Mau tahu lebih dalam tentang dunia elektronik? Yuk, kita ulas Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) Secara Lengkap dalam artikel ini!

Elektronik, sebuah dunia yang memukau penuh dengan komponen-komponen kecil yang membentuk dasar teknologi modern.

Salah satu komponen kunci dalam dunia ini adalah Uni Junction Transistor (UJT). Apa itu sebenarnya? Mari kita telusuri Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) Secara Lengkap dalam artikel ini.

Uni Junction Transistor, atau yang lebih dikenal sebagai UJT, adalah semikonduktor yang memiliki tiga terminal: basis 1 (B1), basis 2 (B2), dan emitter. Ini adalah komponen kunci dalam berbagai aplikasi, terutama dalam osilator dan timing circuits. UJT bukanlah transistor biasa, tetapi memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari transistor lainnya.

UJT memiliki struktur yang agak berbeda dengan transistor biasa. Di dalamnya, ada lapisan semikonduktor tipe N yang memiliki dua terminal basis, B1 dan B2.

Di tengah-tengah lapisan ini, terdapat daerah yang disuntikkan oleh tipe P yang disebut emitter. Emitter ini berfungsi untuk mempengaruhi resistansi antara kedua basis tersebut.

Pengertian Uni Junction Transistor (UJT)

Transistor Uni Junction (UJT) atau Transistor Sambungan Tunggal adalah sebuah komponen elektronika aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor.

UJT memiliki tiga terminal dan hanya memiliki satu sambungan. Biasanya, UJT digunakan sebagai saklar elektronik dan penghasil isyarat pulsa.

Seperti namanya, Transistor Uni Junction atau UJT juga termasuk dalam keluarga transistor, tetapi berbeda dengan Transistor Bipolar pada umumnya, UJT tidak memiliki Terminal/Elektroda Kolektor.
UJT yang memiliki tiga terminal terdiri dari satu Terminal Emitor (E) dan dua Terminal Basis (B1 dan B2). Oleh karena itu, Transistor UJT ini sering juga disebut sebagai Dioda Berbasis Ganda (Double Base Diode).

Bentuk dan Struktur Uni Junction Transistor

Pada prinsipnya, UJT terdiri dari semikonduktor silikon yang memiliki tipe N dan didoping secara ringan, serta sepotong silikon kecil yang memiliki tipe P dengan doping yang tinggi (berat) di salah satu sisinya, membentuk sambungan tunggal P-N (P-N Junction).

Sambungan tunggal ini kemudian menjadi dasar istilah UJT, yaitu Transistor Sambungan Tunggal. Di kedua ujung batang silikon yang memiliki tipe N, terdapat dua kontak Ohmik yang membentuk terminal B1 (Basis 1) dan (Basis 2). Daerah semikonduktor yang memiliki tipe P menjadi terminal emitornya (E) pada UJT tersebut.

Cara Kerja Uni Junction Transistor (UJT)

Setelah memahami Pengertian Uni Junction Transistor (UJT), Nah pada awalnya, saat tegangan antara Emitor (E) dan Basis 1 (B1) adalah nol, UJT tidak menghantarkan arus listrik.p

Semikonduktor batang yang memiliki tipe N akan berfungsi sebagai penghambat dengan resistansi yang tinggi. Namun, akan ada sedikit arus bocor yang mengalir karena ada bias terbalik (reverse bias).

Ketika tegangan di Emitor (E) dan Basis 1 (B1) secara bertahap ditingkatkan, resistansi antara Emitor dan Basis 1 akan berkurang dan arus terbalik (reverse current) juga akan berkurang.

Ketika tegangan di Emitor ditingkatkan hingga mencapai level bias maju, arus listrik akan mulai mengalir di Emitor.

Hal ini terjadi karena lubang (holes) pada semikonduktor tipe P yang didoping secara berat mulai memasuki daerah semikonduktor tipe N dan bergabung kembali dengan elektron di batang semikonduktor tipe N yang didoping secara ringan.

Dengan demikian, Uni Junction Transistor atau UJT mulai menghantarkan arus listrik dari B2 ke B1.

Selama operasinya, UJT bekerja dalam mode pengaturan resistansi variabel. Ketika tegangan di Basis 1 (B1) dinaikkan secara bertahap, arus yang mengalir dari B2 ke B1 akan meningkat secara linear.

Ketika tegangan pada B1 mencapai titik puncak yang disebut Tegangan Puncak, UJT mencapai keadaan jenuh, di mana resistansi antara E dan B1 menjadi sangat rendah. Hal ini menghasilkan aliran arus yang cukup besar melalui UJT.

Perubahan tegangan pada B1 juga mempengaruhi waktu dan amplitudo sinyal keluaran. Ketika tegangan pada B1 turun di bawah Tegangan Puncak, UJT kembali ke keadaan tidak aktif (non-conducting) dan resistansi antara E dan B1 meningkat kembali.

Baca Juga :  √ Apa Fungsi Elco Pada Speaker ?: Pembahasan Secara Lengkap

Proses ini berulang secara terus-menerus, menghasilkan isyarat pulsa yang bergantian antara keadaan menghantarkan dan tidak menghantarkan.

Dengan demikian, UJT digunakan sebagai saklar elektronik dan penghasil isyarat pulsa, serta memiliki aplikasi dalam rangkaian pengaturan kecepatan motor, timer, dan osilator relaksasi.

Jenis Transistor Uni Junction

Setelah mengetahui Pengertian Uni Junction Transistor (UJT), selanjutnya ada tiga jenis utama transistor unijunction yang dijelaskan di bawah ini:

1. UJT Asli

Transistor unijunction asli adalah sebatang semikonduktor tipe-n yang hanya memiliki semikonduktor tipe-p yang menyebar ke suatu tempat di sepanjang batangnya.

Dalam UJT asli, bagian semikonduktor tipe-p berperan sebagai terminal emitor, sedangkan bagian semikonduktor tipe-n berperan sebagai terminal basis 1 (B1).

UJT asli ini memiliki karakteristik yang khas, seperti tegangan potensial puncak (VP) dan tegangan jenuh (VBB).

2. Pelengkap UJT

Transistor unijunction komplementer (complementary UJT) adalah sebatang bahan semikonduktor tipe-p dengan semikonduktor tipe-n yang menyebar ke suatu tempat di sepanjang panjangnya.

Pada pelengkap UJT, bagian semikonduktor tipe-p berfungsi sebagai terminal emitor, sedangkan bagian semikonduktor tipe-n berfungsi sebagai terminal basis 1 (B1).

Pelengkap UJT ini memiliki karakteristik yang serupa dengan UJT asli, tetapi polaritasnya berlawanan.

3. UJT yang Dapat Diprogram

Transistor unijunction yang dapat diprogram adalah perangkat yang memiliki banyak sambungan dan dua resistor eksternal.

UJT yang dapat diprogram ini tidak dapat langsung dipertukarkan dengan UJT konvensional, tetapi dapat melakukan fungsi yang serupa.

Dalam UJT yang dapat diprogram, pengaturan resistansi dan kapasitansi pada sambungan eksternal memungkinkan untuk mengatur karakteristik operasionalnya.

Ini memungkinkan penggunaan UJT yang dapat diprogram dalam aplikasi yang membutuhkan penyesuaian atau pengaturan yang lebih fleksibel.

Ketiga jenis transistor unijunction ini menawarkan variasi dalam karakteristik dan aplikasi mereka. UJT asli dan pelengkap UJT digunakan dalam berbagai rangkaian saklar, osilator, dan pengendali daya.
UJT yang dapat diprogram memberikan fleksibilitas tambahan dalam mengatur karakteristik operasionalnya sesuai dengan kebutuhan spesifik rangkaian elektronika.

Aplikasi Uni Junction Transistor (UJT)

Uni Junction Transistor (UJT) umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika, di antaranya:

1. Osilator Relaksasi (Relaxation Oscillator)

UJT digunakan sebagai bagian dari osilator relaksasi yang menghasilkan sinyal keluaran dengan bentuk gelombang yang berulang secara periodik.

Osilator relaksasi sering digunakan dalam generator sinyal, timer, dan rangkaian yang membutuhkan sinyal berulang dengan frekuensi tertentu.

2. Rangkaian Saklar Elektronik

UJT digunakan sebagai saklar elektronik yang mengendalikan aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Ketika UJT diaktifkan, ia menghantarkan arus listrik, dan ketika dinonaktifkan, ia memutus aliran arus.
Hal ini memungkinkan penggunaan UJT dalam rangkaian saklar on/off atau dalam aplikasi yang membutuhkan kontrol aliran listrik.

3. Sensor Magnetik Flux

UJT dapat digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi medan magnetik. Perubahan medan magnetik dapat mempengaruhi karakteristik UJT, seperti resistansi dan tegangan, yang kemudian dapat diubah menjadi sinyal keluaran yang berkaitan dengan kekuatan atau perubahan medan magnetik.

4. Rangkaian Pembatas Tegangan dan Arus Listrik

UJT dapat digunakan sebagai bagian dari rangkaian pembatas tegangan dan arus listrik. Dalam aplikasi ini, UJT bertindak sebagai pengatur yang membantu melindungi komponen lain dalam rangkaian dari tegangan atau arus yang berlebih.

5. Osilator Bistabil (Bistable Oscillator)

UJT dapat digunakan dalam rangkaian osilator bistabil yang memiliki dua keadaan stabil yang berbeda. Rangkaian ini dapat digunakan dalam pengendalian logika digital, counter, dan rangkaian memori.

6. Rangkaian Regulator Tegangan dan Arus Listrik

UJT dapat digunakan dalam rangkaian regulator untuk mengatur dan mempertahankan tegangan atau arus listrik pada nilai yang diinginkan.

Rangkaian regulator ini berguna dalam aplikasi seperti sumber daya komputer, catu daya elektronik, dan sistem pengisian baterai.

7. Rangkaian Pengendali Fase (Phase Control Circuits)

UJT dapat digunakan dalam rangkaian pengendali fase yang mengatur jumlah energi yang dikirim ke beban dengan mengontrol sudut penghantaran tegangan atau arus listrik.

Aplikasi umum rangkaian pengendali fase termasuk pengendalian kecepatan motor AC, pengendalian kecerahan lampu, dan pengendalian daya pemanas.

Dengan berbagai aplikasi ini, UJT menjadi komponen penting dalam perancangan rangkaian elektronika dan menawarkan fleksibilitas dalam pengontrolan sinyal dan aliran listrik.

Keunggulan Transistor Uni Junction Transistor (UJT)

Sudah memahami Pengertian Uni Junction Transistor (UJT)? selanjutnya transistor Uni Junction (UJT) memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

1. Harga Terjangkau

UJT merupakan perangkat yang relatif murah dibandingkan dengan beberapa jenis transistor lainnya. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis dalam banyak aplikasi elektronika.

Baca Juga :  Cara Menggunakan CH341A Programmer Yang Mudah Buat Pemula

2. Karakteristik yang Sangat Baik

UJT memiliki karakteristik yang sangat baik dalam menghasilkan isyarat pulsa dan osilasi.

Hal ini membuatnya ideal digunakan dalam rangkaian osilator, pengatur kecepatan motor, dan aplikasi yang memerlukan sinyal berkualitas tinggi.

3. Konsumsi Daya Rendah dalam Kondisi Operasi Normal

UJT cenderung memiliki konsumsi daya yang rendah saat beroperasi dalam kondisi normal. Ini berarti UJT dapat digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan efisiensi energi dan meminimalkan pemborosan daya.

Namun, penting untuk dicatat bahwa UJT juga memiliki beberapa keterbatasan. Misalnya, UJT memiliki tingkat kebisingan yang tinggi dan sensitif terhadap perubahan suhu.

Selain itu, karakteristik operasional UJT dapat bervariasi dari satu perangkat ke perangkat lainnya, yang dapat mempengaruhi konsistensi kinerjanya.

Penutup

Dalam penutupan, Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) merupakan komponen elektronik yang memiliki banyak kegunaan, terutama dalam aplikasi osilasi dan pemulsaan.

Peran penting dari UJT dalam dunia elektronik tidak dapat diremehkan. Walaupun mungkin sulit dipahami pada awalnya, dengan pengetahuan yang tepat dan pemahaman yang mendalam, kita bisa memanfaatkan UJT secara efektif dan efisien.

Semoga artikel dari empatpilar.com mengenai Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) ini, bisa membantu Kalian untuk memahami Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) secara lengkap.

Ingatlah bahwa pemahaman yang baik tentang dasar-dasar elektronik seperti UJT dapat membantu Kalian dalam memahami konsep-konsep yang lebih rumit dan kompleks di masa depan. Selamat belajar dan teruslah eksplorasi dunia elektronik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *