Perbedaan Ohm dan Watt

Perbedaan Ohm dan Watt : Pengertian & Cara Hitungnya

Posted on

Empat Pilar – Perbedaan Ohm dan Watt : Pengertian & Cara Hitungnya. Artikel ini menjelaskan perbedaan antara Ohm dan Watt dalam dunia listrik, serta hubungan antara keduanya yang penting untuk pemahaman yang lebih baik tentang listrik.

Perbedaan Ohm dan Watt sering kali membingungkan banyak orang yang ingin memahami dunia listrik.

Kami akan membahas Perbedaan Ohm dan Watt ini, bagaimana keduanya saling terkait, dan mengapa penting untuk memahaminya. Mari kita telusuri lebih dalam!

A. Pengertian Ohm

Perbedaan Ohm dan Watt, pengertian ohm adalah satuan SI yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik pada perangkat listrik. Nama satuan ini diambil dari nama fisikawan Jerman bernama George Ohm.

Hambatan listrik terjadi ketika energi potensial konstan satu volt mengalir antara dua titik konduktor yang memiliki arus satu ampere.

George Simon Ohm juga telah menemukan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa arus listrik pada penghantar berbanding lurus dengan beda potensial atau volt dan berbanding terbalik dengan hambatan.

Pengukuran hambatan listrik pada rangkaian juga bergantung pada panjang kawat, tegangan, dan arus yang diterapkan. Satuan Ohm diturunkan dari volt per satuan area dan merupakan satuan SI dengan nilai kgm^2/s^A^2.

Rumus hukum Ohm adalah V=I*R, Dimana

  • V adalah Tegangan
  • I Adalah Arus
  • R adalah Resistansi.

Hubungan antara tegangan, arus, dan resistansi dinyatakan oleh hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan adalah hasil perkalian antara arus dan resistansi.

Hukum Ohm merupakan hukum utama yang digunakan untuk menemukan nilai tegangan, arus, dan resistansi pada elemen rangkaian listrik.

Satuan Ohm digunakan untuk mengukur hambatan dan konduktansi pada sebuah rangkaian listrik. Kebalikan dari satuan Ohm adalah satuan Siemens, dan simbol satuan Ohm ditulis sebagai huruf Omega dalam alfabet Yunani.

Definisi satuan Ohm telah diperjelas dalam konsep Quantum Hall Effect. Daya keluaran sebesar 550 Watt dapat dihasilkan dari dua satuan Ohm.

Perhitungan daya dari satuan Ohm ke Watt bergantung pada nilai volt yang digunakan.

Rangkaian Hukum Ohm

Berikut adalah beberapa cara menghitung Hukum Ohm:

a. Menghitung Resistor Seri

Pada rangkaian beberapa resistor yang tersusun secara seri, nilai resistor totalnya didapatkan dengan cara menjumlahkan nilai resistor pada setiap titik yang tersusun secara seri. Hal ini terjadi karena nilai kuat arus pada setiap titik dalam rangkaian seri selalu sama.

b. Menghitung Resistor Paralel

Pada rangkaian beberapa resistor yang tersusun secara paralel, nilai resistor totalnya dihitung dengan mempertimbangkan bahwa kuat arus yang masuk ke percabangan sama dengan kuat arus yang keluar dari percabangan.

c. Menghitung Kapasitor Seri

Pada rangkaian kapasitor yang tersusun secara seri, nilai kapasitor totalnya dihitung dengan cara yang sama seperti perhitungan resistor seri.

d. Menghitung Kapasitor Paralel

Pada rangkaian beberapa kapasitor yang tersusun secara paralel, nilai kapasitor totalnya adalah penjumlahan dari nilai kapasitor pada setiap titik yang tersusun secara paralel.

B. Pengertian Watt

Perbedaan Ohm dan Watt, Pengertian watt adalah satuan pengukuran yang digunakan untuk mengukur daya. Nama Watt diambil dari penemu asal Skotlandia pada abad ke-18, yaitu James Watt.

Satuan ini membantu mengukur seberapa cepat energi dihasilkan dalam bentuk kekuatan atau intensitas.

Watt digunakan untuk menghitung laju energi perangkat dengan memproses satu joule per detik.

Besaran ukur ini juga dikenal dengan simbol J/s dan ditulis dalam bentuk kg·m2·s−3. Satuan ini digunakan untuk mengukur laju transfer energi dan merupakan bagian dari sistem satuan SI.

Satuan daya adalah Watt, dan rumus kg·m2·s−3 merupakan dasar dari sistem satuan SI. Sedangkan satuan Potensi, seperti horsepower, dihitung berdasarkan rumus yang berbeda, di mana satu horsepower sama dengan 746 Watt. James Watt merupakan penemu Hukum Watt.

Baca Juga :  Perbedaan Antara RISC dan CISC, Perlu Kalian Pahami dengan Baik

Hukum Watt menyatakan hubungan antara Daya, Arus dan Tegangan.

Rumus Hukum Watt adalah P=V*I, di mana

  • P sama dengan Power
  • V menunjukkan Volt
  • I menunjukan Arus

Dalam sebuah rangkaian dengan tegangan 5 volt dan daya sebesar 10 Watt, maka arus yang dihasilkan adalah sebesar 2 ampere, sesuai dengan rumus daya yang menyatakan bahwa daya sama dengan hasil perkalian antara tegangan dan arus.

Hukum Watt dan Hukum Ohm dapat digabungkan untuk mendapatkan dua bentuk rumus, yaitu P=VV/R dan P=II*R.

Satuan Watt sendiri digunakan untuk mengukur fluks radiasi dan memiliki kelipatan yang berbeda, seperti Attowatt, Femtowatt, Megawatt, dan lain-lain. Informasi mengenai seluruh kelipatan dan kegunaannya dapat ditemukan di bagian referensi.

Cara Menghitung Satuan Watt Ampere dan Volt

Berikut uraian Cara Menghitung Satuan Watt Ampere dan Volt, dengan baik dan benar :

1. Ampere

Satuan Ampere digunakan untuk mengukur besaran arus listrik yang mengalir pada sebuah alat listrik. Satuan ini dapat ditemukan pada berbagai macam peralatan listrik di rumah, seperti MCB dan stopkontak.

Besaran satuan Ampere menyatakan seberapa besar arus listrik maksimal yang dapat dialirkan melalui alat listrik tersebut.

Beberapa contoh peralatan listrik yang menggunakan satuan Ampere antara lain setrika listrik dengan daya 220 watt/1 Ampere, mesin cuci dengan daya 450 watt/2 Ampere, dan lain sebagainya.

Satuan Ampere pada kasus ini digunakan untuk menyatakan besaran arus yang mengalir pada saat alat listrik tersebut dinyalakan.

2. Voltase

Volt adalah satuan listrik yang digunakan untuk menyatakan besaran tegangan listrik yang dihasilkan atau dibutuhkan dari berbagai sumber listrik.

Satuan volt dapat ditemukan pada berbagai macam alat listrik di rumah, seperti pada lampu dengan keterangan 220 volt, mesin cuci dengan tegangan 220 volt, dan sebagainya.

Besaran tegangan listrik yang diperlukan untuk menyalakan alat listrik tersebut diukur dengan satuan volt.

Selain itu, satuan volt juga digunakan pada berbagai jenis pembangkit listrik, seperti genset dengan tegangan 220 volt, genset 380 volt/220 volt 3 fasa, dan sebagainya.

Oleh karena itu, besaran tegangan listrik yang dihasilkan dari berbagai pembangkit listrik tersebut diukur dengan satuan volt.

Perbedaan Ohm dan Watt

Perbedaan Ohm dan Watt terletak pada fungsinya. Ohm adalah satuan pengukuran hambatan listrik yang dinamakan berdasarkan nama fisikawan Jerman Georg Ohm.

Sementara itu, Watt adalah satuan pengukuran daya atau fluks radiasi, dinamakan berdasarkan penemu Skotlandia James Watt pada abad ke-18.

Satuan dasar Ohm digunakan untuk menghitung hambatan listrik antara titik-titik konduktor. Hambatan listrik ini dihitung dengan menerapkan beda potensial sebesar satu volt pada ujung-ujung konduktor dan menghasilkan satu ampere arus dalam penghantar. Ohm adalah satuan SI yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik.

Sementara itu, satuan Watt digunakan untuk mengukur daya atau seberapa cepat energi dihasilkan dalam bentuk daya.

Satuan daya lain yang digunakan adalah horsepower. Kenaikan watt dapat dihitung dengan menghitung energi joule per detik.

Untuk memperjelas perbedaan Ohm dan Watt, berikut penjelasannya:

  1. Ohm adalah satuan pengukuran yang digunakan untuk menghitung hambatan listrik, sedangkan Watt adalah satuan pengukuran untuk daya.
  2. Satuan Ohm berkaitan dengan arus, tegangan, dan resistansi, sedangkan Watt berkaitan dengan arus, tegangan, dan daya.
  3. Rumus Ohm adalah V=IR, sedangkan rumus Watt adalah P=VI.
  4. Baik Ohm maupun Watt adalah satuan SI. Hukum Ohm mendefinisikan bahwa volt dibagi dengan ampere, sedangkan hukum Watt mendefinisikan bahwa volt dikalikan dengan ampere.
  5. 550 watt dihasilkan oleh dua unit Ohm, sedangkan satu watt dikombinasikan dengan 5 volt dan menghasilkan arus sebesar 2 ampere.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, empatpilar.com telah membahas perbedaan Ohm dan Watt, dua unit pengukuran yang sangat penting dalam dunia listrik dan elektronik.

Ohm adalah satuan tahanan listrik yang menggambarkan hambatan aliran listrik dalam suatu konduktor, sedangkan Watt adalah satuan daya yang menggambarkan jumlah energi yang dikonversi per satuan waktu dalam sistem listrik.

Keduanya memiliki peranan yang sangat penting dalam memahami dan menghitung berbagai aspek dari sistem listrik dan elektronik.

Baca Juga :  Download Aplikasi CH341A Programmer Versi Terbaru & Paling Stabil

Kita juga telah membahas cara menghitung Ohm dan Watt menggunakan hukum Ohm dan rumus daya.

Mengerti perbedaan dan cara menghitung kedua satuan ini akan sangat membantu dalam mengoptimalkan kinerja rangkaian listrik dan memastikan keamanan serta efisiensi energi dalam penggunaan sehari-hari.

Semoga melalui artikel ini, pemahaman Kalian mengenai Perbedaan Ohm dan Watt : Pengertian & Cara Hitungnya menjadi lebih baik dan dapat membantu Kalian dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terkait dengan listrik dan elektronik.

Selalu ingat untuk berhati-hati saat berurusan dengan listrik dan pastikan Kalian memahami konsep-konsep dasar ini sebelum melakukan perhitungan yang lebih kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *