Rangkaian Audio Mixer

Gambar Skema Rangkaian Audio Mixer dan Penjelasannya

Posted on

Empat Pilar – Gambar Skema Rangkaian Audio Mixer dan Penjelasannya. Dapatkan panduan lengkap tentang gambar skema rangkaian audio mixer, mulai dari konsep dasar hingga teknik penerapan di dunia audio profesional.

Dalam dunia audio, menguasai Gambar Skema Rangkaian Audio Mixer adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas hasil audio Kalian.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang gambar skema rangkaian audio mixer, mulai dari konsep dasar hingga teknik penerapan di dunia audio profesional. Jadi, mari kita mulai!

Mixer audio adalah perangkat yang digunakan untuk menggabungkan, memproses, dan menyeimbangkan sinyal audio dari berbagai sumber sebelum dikirim ke sistem output.

Mixer audio sangat penting dalam berbagai kegiatan, mulai dari siaran radio hingga konser musik.

Mixer audio pertama kali dikembangkan pada awal abad ke-20 untuk mengatur volume dan kualitas suara pada penyiaran radio dan rekaman musik.

Seiring waktu, mixer audio menjadi lebih canggih dengan penambahan fitur-fitur baru seperti equalizer, efek, dan routing sinyal yang fleksibel.

Pengertian Audio Mixer

Audio mixer adalah sebuah perangkat audio yang digunakan untuk mencampur berbagai sumber suara, mengolah suara, mengatur, mengontrol input, dan memperkuat sinyal suara menjadi hasil keluaran suara yang diinginkan.

Audio mixer juga dikenal sebagai mixing. Perangkat ini dapat menerima beberapa input dan diproses secara bersamaan dengan satu jalur keluaran utama yang disebut master out.

Audio mixer digunakan secara luas dalam berbagai keperluan, seperti di studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan suara, dunia penyiaran, baik di radio maupun televisi, serta dalam pasca produksi pembuatan film.

Sebagai contoh, dalam sebuah pertunjukan musik, penggunaan amplifier untuk setiap bagian suara vokal penyanyi dan alat musik pengiringnya tidaklah efisien.

Oleh karena itu, audio mixer menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari setiap mikrofon yang terpasang, mengatur level suara, dan mencapai keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik sebelum diperkuat oleh amplifier.

Apa Itu Fungsi Mixer Sound System

Audio mixer berfungsi sebagai pencampur suara, baik itu analog maupun digital. Perangkat ini digunakan secara luas dalam berbagai keperluan, seperti di studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan suara, dunia penyiaran baik radio maupun televisi, serta dalam pasca produksi pembuatan film.

Sebagai contoh, dalam sebuah pertunjukan musik, penggunaan amplifier untuk setiap bagian suara vokal penyanyi dan alat musik pengiringnya tidaklah efisien.

Oleh karena itu, audio mixer menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari setiap mikrofon yang terpasang, mengatur level suara, dan mencapai keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik sebelum diperkuat oleh amplifier.

Salah satu fungsi dari jack line pada mixer audio adalah sebagai penghubung antara perangkat sebelumnya, seperti preamp atau head unit, dengan mixer.

Jack line ini akan menghubungkan setiap input perangkat ke mixer, yang selanjutnya akan diolah untuk menghasilkan output suara sesuai dengan yang diinginkan.

Biasanya, jack line pada mixer menggunakan tipe RCA atau jack tipe besar yang sering digunakan pada perangkat mikrofon.

Gambar Skema Rangkaian Audio Mixer

Berikut ini kami memperlihatkan sebuah Rangkaian Audio Mixer yang hKalianl dan bisa dipelajari. Mungkin Kalian tertarik untuk membuatnya.

Mixer merupakan salah satu perangkat audio yang sangat populer, setelah microphone. Sebagian besar orang mengenalnya dengan sebutan mixer karena fungsinya untuk mencampur semua suara yang masuk, menyeimbangkannya, dan mengirimkannya ke cross-over sebelum diperkuat oleh power amplifier dan dihasilkan melalui speaker.

Rangkaian Audio Mixer ini dibangun menggunakan sekitar empat penguat yang dikendalikan oleh IC SSM2024.

Konsumsi arusnya berkisar antara 5 hingga 9 mA. Sinyal kebisingan yang dihasilkan sebesar 90 dB, dengan bandwidth sekitar 130 kHz. IC SSM2024 ini dapat beroperasi dengan baik pada tegangan listrik antara +9 hingga +18 V, namun penampilan terbaik dapat dicapai pada sekitar 15 V.

Baca Juga :  Cara Kerja Kompresor AC Inverter Secara Lengkap

Bagian Penting di Audio Mixer

Audio mixer yang paling sederhana memiliki tiga bagian pokok yaitu, bagian masukan, bagian pengolah sinyal, dan bagian keluaran atau output. Input atau masukan audio mixer terdiri dari mic in dan line in.

Audio mixer memiliki beberapa fitur dan peralatan yang meliputi:

  1. Kabel power, digunakan untuk menghubungkan alat dengan tenaga listrik. Standar kabel power terdiri dari tiga kabel yaitu untuk mengalirkan arus tegangan atau catu daya, nol atau netral, dan ground.
  2. Pin koneksi grounding, digunakan untuk mengamankan operator dan peralatan dari kebocoran dan lompatan listrik serta mengurangi noise.
  3. Sekering (fuse), digunakan sebagai pengaman tegangan masuk. Sekering ditetapkan sesuai dengan tegangan tertentu dalam satuan ampere (A), dan akan putus apabila terjadi lonjakan tegangan atau terjadi hubungan pendek (konsleting).
  4. Tombol atau sakelar ON/OF, digunakan untuk menghidupkan dan mematikan alat. Prinsip kerja dari tombol ini adalah untuk menghubungkan atau memutus arus listrik ke rangkaian audio mixer.
  5. Tombol selector mic atau line, digunakan untuk memilih jenis input yang hendak diproses.
  6. Tombol Phantom 48v, digunakan untuk memberikan suplai catu daya pada jenis microphone yang membutuhkan baterai atau catu daya.
  7. Mic in, merupakan koneksi atau sambungan dari output atau keluaran sinyal microphone.
  8. Line in, merupakan koneksi atau sambungan dari output atau keluaran dari peralatan audio selain microphone (sumber suara elektrik).
  9. Stereo line in, merupakan koneksi sambungan dari output peralatan stereo yang terdiri dari R dan L.
  10. Gain atau trim atau level input, digunakan untuk memproses atau mengatur besaran masukan sinyal (input) pada audio mixer.
  11. Tombol PAD, digunakan untuk mengurangi gain input yang terlalu besar. Jika tombol ini diaktifkan maka akan terjadi pengurangan gain input berkisar 20 db – 30 db.
  12. Effect atau auxiliary return, merupakan koneksi atau sambungan dari output atau keluaran audio prosesor external.

Bagian pengolah sinyal suara pada audio mixer terdiri dari:

  1. EQ/Equalizer, yang berfungsi sebagai pengolah warna suara dari input dengan pengaturan frekuensi high, mid, dan low.
  2. Pan, digunakan untuk mengatur perbandingan besaran sinyal suara antara kiri dan kanan.
  3. Fader atau level monitor, mengatur besaran keluaran untuk speaker monitor atau kontrol audio monitor.
  4. Fader atau level channel, berfungsi untuk menaikkan tegangan sinyal suara setelah proses EQ.
  5. Effect atau auxiliary, untuk mengatur perbandingan besaran sinyal dari audio processor eksternal.

Pengeluaran pada audio mixer terdiri dari:

  1. Effect atau auxiliary send, yaitu koneksi keluaran sinyal audio untuk diproses oleh audio processor eksternal.
  2. Monitor out, digunakan untuk menghubungkan keluaran sinyal audio ke speaker monitor atau kontrol audio monitor.
  3. Rec out, digunakan untuk menghubungkan ke peralatan rekaman.
  4. Master Out, digunakan sebagai koneksi keluaran utama sinyal audio hasil olahan dari audio mixer yang diteruskan ke power amplifier.
  5. Phones, digunakan untuk koneksi ke headphone untuk mengontrol pengolahan suara.
  6. Fader atau volume master, berfungsi untuk mengatur besaran tegangan keluaran sinyal hasil olahan suara untuk diteruskan ke power amplifier.
  7. Fader atau volume phone, berfungsi untuk mengatur besaran tegangan keluaran sinyal hasil olahan suara ke headphone.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai Gambar Skema Rangkaian Audio Mixer dan Penjelasannya yang telah kami sajikan.

Melalui rangkaian audio mixer ini, Kalian dapat mengatur sinyal audio dari berbagai sumber dengan lebih mudah dan efisien.

Semoga informasi yang disampaikan dalam artikel ini bermanfaat bagi Kalian yang ingin memahami lebih dalam mengenai audio mixer serta membangun dan mengembangkan sistem audio yang lebih optimal.

Jangan ragu untuk bereksperimen dan mencoba berbagai pengaturan dalam rangkaian audio mixer agar Kalian dapat menciptakan hasil audio yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Kalian. Selamat mencoba!

Baca Juga :  Ketahui, Penyebab Putaran Mesin Cuci Lemah Secara Lengkap
Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/rangkaian-audio-mixer/,skema jalur mixer audio,skema mixer fader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *