Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED

Gambar Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Gambar Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED Secara Lengkap. Dapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED serta manfaatnya dalam pencahayaan modern. Pelajari lebih lanjut dalam artikel ini!

Ah, teknologi, betapa kita menghargaimu! Dari waktu ke waktu, kita telah melihat berbagai penemuan dan inovasi yang telah mengubah cara kita hidup. Salah satu contoh adalah perubahan yang telah terjadi dalam dunia pencahayaan. Di sinilah Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED masuk.

Sebelum kita menyelam lebih dalam ke dalam Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED, mari kita lihat sejarah singkat lampu TL Fluorescent. Lampu ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1930-an dan segera menjadi populer karena efisiensi energinya yang tinggi dan umur pakainya yang panjang.

A. Mengenal Lampu TL (Fluorescent Lamp)

Lampu TL (Fluorescent Lamp) adalah jenis lampu listrik yang menggunakan gas NEON dan lapisan fluorescent untuk menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik.

Lampu TL terdiri dari sebuah tabung yang diisi dengan gas tertentu. Ketika tegangan tinggi diberikan pada elektroda lampu TL, gas di dalam tabung ini terionisasi, yaitu menghasilkan pemisahan partikel menjadi ion-ion positif dan elektron-elektron.

Proses ionisasi ini menyebabkan gerakan elektron-elektron dalam gas tersebut, yang pada gilirannya memicu pemancaran cahaya oleh lapisan fluorescent yang ada di dalam tabung lampu TL. Lapisan fluorescent ini adalah lapisan khusus yang melapisi bagian dalam tabung lampu TL.

Cahaya yang dihasilkan oleh lampu TL merupakan hasil dari interaksi antara partikel-partikel ionisasi dan lapisan fluorescent.

Ketika elektron-elektron yang bergerak dalam gas bertabrakan dengan lapisan fluorescent, mereka merangsang atom-atom dalam lapisan tersebut.

Atom-atom ini kemudian kembali ke keadaan semula dan dalam proses ini, mereka memancarkan cahaya yang terlihat oleh kita sebagai cahaya lampu TL.

Lampu TL sering digunakan dalam berbagai aplikasi pencahayaan, baik di dalam rumah, kantor, maupun tempat-tempat umum.

Keunggulan lampu TL termasuk efisiensi energi yang tinggi, umur pemakaian yang relatif lama, dan kualitas cahaya yang baik.

Namun, lampu TL juga memiliki beberapa kelemahan, seperti waktu pemanasan awal yang membutuhkan waktu beberapa detik, dan perlu adanya pemulihan (recovery) setelah dimatikan dan dihidupkan kembali.

Cara Kerja Lampu TL Fluorescent

Pada prinsipnya, Lampu TL dengan Teknologi Fluorescent (FL) adalah lampu berbentuk tabung yang hampa dengan kawat pijar di kedua ujungnya (elektroda).

Tabung tersebut diisi dengan merkuri dan gas argon yang bertekanan rendah. Tabung lampu yang terbuat dari kaca juga dilapisi dengan lapisan fosfor.

Ketika dialiri arus listrik, elektroda akan memanas dan menyebabkan elektron-elektron berpindah dari satu ujung ke ujung lainnya.

Energi listrik ini juga menyebabkan merkuri yang semula berwujud cairan berubah menjadi gas.
Perpindahan elektron akan bertabrakan dengan atom merkuri sehingga energi elektron meningkat ke level yang lebih tinggi. Elektron-elektron ini akan melepaskan cahaya saat kembali ke level normalnya.

Rangkaian Lampu TL Fluorescent

Lampu TL Fluorescent membutuhkan sebuah Starter dan Ballast untuk menghidupkannya. Fungsi Starter dalam Lampu TL Fluorescent adalah sebagai saklar otomatis yang membantu memanaskan Elektroda agar terjadi pemindahan Elektron di dalam Tabung Fluorescent.

Penting untuk diingat bahwa pemindahan gas di dalam Tabung Lampu (TL) untuk menyebabkan pendaran memerlukan tegangan yang tinggi, hingga mencapai 400 Volt. Setelah proses penyalaan selesai, Bi-metal pada starter akan terbuka (open).

Dengan demikian, Starter dapat dilepaskan dari Rangkaian Lampu TL Fluorescent karena hanya diperlukan saat penyalaan.

Sementara itu, Ballast yang ada dalam Rangkaian Lampu TL Neon / TL Fluorescent berfungsi sebagai pembatas arus dan menstabilkan arus agar Lampu TL Fluorescent dapat beroperasi sesuai dengan karakteristik listrik yang diperlukan.

Terdapat dua jenis Ballast, yaitu Ballast induktor/kumparan (Inductive Ballast) dan Ballast elektronik (Electronic Ballast).

Baca Juga :  √ Pengertian Kabel NYA : Fungsi, Arti Kode dan Kelebihannya

Dibawah ini adalah Rangkaian Pemasangan / Instalasi Lampu TL Fluorescent :

B. Mengenal Lampu TL LED

Lampu TL LED adalah jenis lampu yang menggunakan teknologi LED (Light Emitting Diode) dan memiliki bentuk tabung memanjang seperti lampu TL konvensional.

Lampu TL konvensional, juga dikenal sebagai lampu neon, telah digunakan secara luas di gedung-gedung perkantoran dan industri selama bertahun-tahun.

Lampu TL LED memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan lampu pijar atau lampu TL konvensional. Salah satu keunggulan utamanya adalah hemat energi.

Lampu TL LED menggunakan teknologi LED yang lebih efisien, sehingga dapat menghasilkan cahaya yang sama terangnya dengan konsumsi daya yang lebih rendah.

Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dan dapat membantu mengurangi biaya energi.

Selain hemat energi, lampu TL LED juga memiliki umur pakai yang lebih panjang. Lampu TL LED dapat bertahan hingga 15.000 jam penggunaan atau sekitar 10 tahun dengan penggunaan normal.

Dalam perbandingan, lampu pijar biasanya hanya bertahan antara 1.000 hingga 2.000 jam penggunaan. Dengan umur pakai yang lebih lama, penggantian lampu menjadi lebih jarang, menghemat biaya dan usaha dalam jangka panjang.

Keunggulan lain dari lampu TL LED adalah cahaya yang lebih terang dan lebih merata. Lampu TL LED mampu menghasilkan cahaya yang lebih terang dibandingkan dengan lampu TL konvensional.

Selain itu, lampu LED memiliki kemampuan untuk mengarahkan cahaya dengan lebih baik, sehingga menghasilkan penyebaran cahaya yang lebih merata dan tidak ada flicker atau berkedip.

Rangkaian Lampu TL LED (Light Emitting Diode)

Lampu TL LED adalah lampu penerangan yang memiliki bentuk tabung dan menggunakan teknologi LED (Light Emitting Diode) sebagai sumber cahaya.

Umumnya, lampu TL LED terdiri dari puluhan hingga ratusan LED di dalamnya. Lampu LED memiliki banyak keunggulan seperti yang telah dibahas sebelumnya dalam artikel tentang kelebihan dan manfaat penggunaan lampu LED, sehingga penggunaan lampu penerangan dengan teknologi LED semakin meningkat.

Salah satu keunggulan dari lampu TL LED adalah kemampuannya untuk menghemat listrik hingga 60% dibandingkan dengan lampu TL neon atau TL fluorensen, karena lampu TL LED tidak memerlukan starter dan ballast.

Pada kenyataannya, starter dan ballast juga dapat mengkonsumsi listrik yang lebih banyak, terutama pada ballast jenis induktif.

Berikut ini adalah rangkaian pemasangan atau instalasi lampu TL LED (LED Tube):

Cara Merubah atau Mengkonversi Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED

Mengkonversi atau merubah rangkaian TL Fluorescent ke TL LED bukanlah suatu pekerjaan yang sulit. Kita hanya perlu melepaskan Starter dan juga ballast-nya kemudian membuatkan sambungan baru antara Terminal Lampu TL LED dengan Arus listrik Input seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Proses mengkonversi TL Fluorescent ke TL LED melibatkan beberapa langkah sederhana. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Matikan listrik

Pastikan untuk mematikan sumber listrik sebelum memulai proses konversi. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk menjaga keselamatan diri Kalian.

2. Lepaskan starter

Pada rangkaian TL Fluorescent, ada sebuah komponen kecil yang disebut starter. Lepaskan starter ini dengan hati-hati. Biasanya, starter dapat dilepaskan dengan memutar atau mengeluarkan dari soket khusus.

3. Hapus ballast

Setelah melepaskan starter, langkah berikutnya adalah menghapus ballast. Ballast adalah perangkat yang digunakan untuk mengatur arus listrik yang diberikan ke lampu TL Fluorescent. Pada TL LED, ballast tidak diperlukan karena lampu LED memerlukan tegangan yang berbeda.

4. Buat sambungan baru

Setelah menghapus ballast, hubungkan terminal lampu TL LED langsung ke sumber arus listrik input. Pastikan untuk mengikuti instruksi produsen lampu TL LED yang Kalian gunakan. Biasanya, ada terminal input dan output yang harus dihubungkan dengan benar.

5. Uji coba

Setelah melakukan semua langkah di atas, hidupkan kembali sumber listrik dan periksa apakah lampu TL LED menyala dengan baik. Jika semua telah terhubung dengan benar, lampu TL LED harus berfungsi dengan baik.

Perlu diingat bahwa dalam mengkonversi rangkaian TL Fluorescent ke TL LED, penting untuk menggunakan lampu TL LED yang dirancang khusus untuk penggantian TL Fluorescent.

Pastikan juga untuk mengikuti instruksi dan rekomendasi produsen lampu TL LED yang Kalian gunakan untuk memastikan konversi yang aman dan efisien.

Baca Juga :  Pahami, Ukuran MCB Listrik Daya 900 Watt

Kesimpulan

Sebagai penutup, rangkaian lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita.

Meski teknologi ini telah ada sejak lama, inovasi dan peningkatan terus dilakukan untuk mencapai efisiensi dan kualitas cahaya yang lebih baik.

Lampu TL Fluorescent dengan daya tahan dan harga yang ekonomis masih banyak digunakan, khususnya di kalangan industri dan perkantoran.

Sementara itu, lampu TL LED dengan keunggulan efisiensi energi, keawetan, dan minim panas menjadi pilihan yang semakin populer, terutama untuk penggunaan rumahan dan komersial.

Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi ini dengan bijak. Energi adalah sumber daya yang berharga dan harus dihemat.

Baik lampu TL Fluorescent maupun TL LED, keduanya memiliki peran mereka masing-masing dalam membantu kita mencapai tujuan ini.

Jadi, pilihan lampu bukan hanya soal seberapa terang cahayanya, tapi juga seberapa jauh kita bisa menyinari jalan ke depan dengan menggunakan energi seefisien mungkin.

Itu saja yang bisa empatpilar.com uraiakan buat kalian mengenai Rangkaian Lampu TL Fluorescent dan Lampu TL LED. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *