Ukuran Baja Ringan

Daftar Ukuran Baja Ringan : Pengertian dan Kelebihan Baja Ringan

Posted on

Empat Pilar – Daftar Ukuran Baja Ringan : Pengertian dan Kelebihan Baja Ringan. Dalam industri konstruksi, baja ringan atau yang dikenal juga sebagai lightweight steel telah menjadi populer karena berbagai keunggulannya.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang “Daftar Ukuran Baja Ringan: Pengertian dan Harga Baja Ringan” untuk membantu Kamu memahami konsep ini dan membuat keputusan yang tepat untuk proyek konstruksi Kamu.

Baja ringan, juga dikenal sebagai baja dingin, adalah jenis material baja yang menawarkan kekuatan yang luar biasa sambil memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan baja konvensional.

Baja ringan umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi, termasuk proyek-proyek perumahan, komersial, dan industri. Ketersediaan berbagai ukuran baja ringan memungkinkan fleksibilitas dan penyesuaian dalam proyek konstruksi.

Apa Itu Baja Ringan?

Baja ringan, juga dikenal sebagai “Lightweight Steel Frame” atau “LSF,” adalah sistem konstruksi bangunan yang menggunakan rangka baja berprofil C atau U sebagai struktur utama. Baja ringan telah menjadi bahan bangunan yang populer untuk membangun rumah, gedung perkantoran, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

Baja ringan memiliki sifat ferromagnetisme (kemampuan menarik magnet). Hal ini membuat baja ringan cocok digunakan dalam berbagai kebutuhan, seperti rangka mobil, pembuatan peralatan listrik, dan bahkan senjata api. Namun, fungsi utamanya adalah dalam konstruksi bangunan karena baja ini ringan, kuat, dan mudah dipasang.

Selain digunakan sebagai rangka atap, baja ringan juga dapat digunakan dalam pembuatan rangka lapisan luar seperti genting, spandek, gudang, tempat parkir, dan pabrik.

Ukuran Baja Ringan Berdasarkan Jenisnya

Baja ringan adalah salah satu jenis komponen atau material bangunan yang sering dipakai di bagian atap bangunan. Baja ringan terbuat dari campuran berbagai bahan dasar, seperti seng dan aluminium.

Keunggulan material ini membuat banyak masyarakat tertarik untuk menggunakannya dalam konstruksi bangunan yang berkualitas. Namun, bagaimana cara menentukan ukuran baja ringan yang sesuai?

1. Ukuran Baja Ringan Taso

Baja ringan ini sangat ideal sebagai elemen utama dalam sebuah konstruksi. Terdapat dua profil utama dari baja ringan, yaitu W dan C. Kedua profil tersebut memiliki ukuran yang berbeda, di mana profil C lebih kecil daripada profil W.

Penggunaan baja ringan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi Anda. Anda tidak perlu menggunakan terlalu banyak baja ringan agar tidak terjadi pemborosan.

Dengan menggunakan baja ringan secara tepat, konstruksi Anda dapat memiliki daya tahan yang mencapai puluhan tahun.

Selain itu, penerapan baja ringan ini juga dikenal karena kelebihannya yang sederhana, sehingga proyek konstruksi dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Berikut adalah ukuran untuk jenis baja ringan profil taso:

  • Ketebalan: 0,75 mm – 1 mm
  • Tinggi: 7,5 cm
  • Lebar kaki: 3,5 cm
  • Panjang: 6 meter

2. Ukuran Baja Ringan Jenis Hollow

Baja ringan hollow digunakan secara umum dalam pemasangan plafon. Biasanya, plafon tersebut juga dilapisi dengan aluminium dan seng untuk meningkatkan kekuatannya.

Material hollow yang dilapisi dengan aluminium dan seng ini dikenal dengan nama hollow galvalum gypsum dan plafon.

Hollow banyak dipilih karena memiliki keunggulan tahan lama terhadap korosi, rayap, dan tidak mudah terbakar. Selain itu, material ini kuat dan ringan, sehingga sering dipilih sebagai pilihan utama.

Jika Anda mencari baja ringan yang dapat dipasang dengan cepat dan memberikan hasil yang rapi, jenis hollow ini merupakan pilihan yang tepat. Baja ringan hollow memiliki dua model, yaitu 2×4 dan 4×4.

Berikut adalah ukuran baja ringan hollow:

  • Hollow model 2×4: 15x30x0,3 dengan panjang 4 meter.
  • Hollow model 4×4: 30x30x0,3 dengan panjang 4 meter.

3. Ukuran Baja Ringan Jenis Kanal C

Baja ringan kanal C, sesuai dengan namanya, memiliki bentuk yang mirip dengan huruf C.

Jenis baja ringan ini umumnya digunakan dalam konstruksi bangunan sebagai kuda-kuda atau rangka atap. Selain itu, bisa juga digunakan dalam konstruksi tiang yang tidak memiliki beban berlebihan, seperti kanopi.

Ukuran baja ringan kanal C bervariasi, dengan ketebalan mulai dari 0,6 mm hingga 1 mm. Lebar baja ringan ini adalah 75 mm dan tingginya 7 mm. Berikut ini adalah variasi ukuran lengkap untuk baja ringan kanal C:

Baca Juga :  Skema SMPS Gacun : Lengkap dengan Cara Membuatnya

  • 75x35x0,60 milimeter, panjang 6 meter.
  • 75x35x0,65 milimeter, panjang 6 meter.
  • 75x35x0,70 milimeter, panjang 6 meter.
  • 75x35x0,75 milimeter, panjang 6 meter.
  • 75x35x1 milimeter, panjang 6 meter.

4. Ukuran Baja Ringan Reng

Baja ringan reng biasanya ditemukan pada penahan genteng sebuah bangunan. Bagian ini juga dikenal sebagai penopang seng untuk mencegahnya jatuh.

Proses pengolahan baja ringan reng membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal ini disebabkan oleh proses perendaman dalam air agar reng menjadi lebih tahan lama.

Dengan menggunakan jenis baja ringan ini, proses konstruksi bangunan dapat dipercepat. Meskipun ukurannya terlihat lebih tipis, namun kekuatannya tidak perlu diragukan lagi.

Baja ringan reng, yang juga dikenal sebagai profil B, memiliki bentuk trapesium.

Baja ringan ini sering dipilih karena bentuknya yang tipis, yang membuat tampilan bangunan lebih menarik. Selain itu, baja ringan ini juga tahan terhadap karat dan berbagai perubahan cuaca di Indonesia.

Ukuran baja ringan yang terbuat dari seng ini dibagi menjadi dua, yaitu ukuran besar dan kecil. Perbedaannya terletak pada lebar, namun panjangnya sama-sama 6 meter.

  • Baja ringan reng kecil: 48x30x600 mm.
  • Baja ringan reng besar: 58x30x600 mm.

5. Ukuran Baja Ringan untuk Kuda-Kuda

Ukuran baja ringan yang digunakan untuk kuda-kuda memiliki variasi yang cukup beragam. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukurnya agar sesuai dengan konstruksi.

Penentuan ukuran ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ketebalan baja ringan, luas bangunan, jenis genteng, dan lokasi geografis bangunan. Contoh ukuran baja ringan untuk kuda-kuda adalah 8 meter dan 6 meter.

Berikut adalah contoh cara mengukur baja ringan untuk kuda-kuda berdasarkan ketebalan dan ukuran:

  1. Jika menggunakan baja ringan dengan ketebalan 0,75 mm, maka jarak antara kuda-kuda adalah 80 cm hingga 1,2 meter.
  2. Sedangkan jika menggunakan baja ringan dengan ketebalan 1 mm, maka jarak antara kuda-kuda adalah sekitar 1 meter hingga 1,6 meter.

Metode pengukuran di atas didasarkan pada dimensi baja ringan itu sendiri. Namun, untuk menentukan jarak antara kuda-kuda, Kamu juga dapat menghitungnya berdasarkan jenis genteng yang digunakan.

  • Jika genteng yang digunakan adalah genteng beton, genteng tanah, atau genteng keramik, maka jarak antara kuda-kuda menjadi 1,2 meter hingga 1,5 meter.
  • Sedangkan jika genteng yang digunakan adalah genteng logam, spandek, atau genteng asbes, maka jarak antara kuda-kuda adalah 1,6 meter hingga 1,8 meter.

6. Ukuran Baja Ringan untuk Kanopi

Kanopi adalah bagian dari bangunan yang berfungsi sebagai kerangka dan tambahan atap. Anda mungkin sering melihatnya di depan atau samping rumah.

Kanopi sering digunakan sebagai atap tambahan untuk garasi mobil atau tempat parkir di suatu bangunan.

Keberadaan kanopi akan memberikan kesejukan pada bangunan karena dapat mengurangi paparan sinar matahari.

Berdasarkan material baja yang digunakan, kanopi dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu kanopi besi hollow dan kanopi baja ringan.

Sebagai contoh, untuk pembuatan kanopi dengan ukuran 6×3 meter, berikut adalah material yang diperlukan:

  • Baja ringan tipe C
  • Baja ringan reng
  • Sekrup atau baut baja ringan (screw drilling)
  • Atap jenis spandek atau trimdek sebagai atap logam

Kelebihan Baja Ringan

Setiap jenis baja ringan memiliki kelebihan uniknya. Bila dibandingkan dengan material atap bangunan lainnya, baja ringan memiliki banyak keunggulan, antara lain:

1. Tahan Karat dan Anti Rayap

Berbeda dari kayu dan bambu, baja ringan lebih tahan terhadap serangan rayap. Baja ringan terbuat dari material logam Galvalum yang tahan terhadap karat.

Karena daya tahan yang lebih lama, baja ringan lebih menguntungkan dibandingkan dengan kayu dan bambu. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mengganti material atap yang membusuk akibat paparan hujan dan panas.

2. Lebih Terjangkau

Dulu harga baja ringan memang lebih tinggi dibandingkan dengan kayu. Namun, sekarang kayu dan bambu mulai langka, sehingga harganya menjadi semakin mahal.

Saat ini, menggunakan baja ringan untuk atap lebih terjangkau daripada kayu atau bambu. Terlebih lagi, jika mempertimbangkan daya tahannya, penggunaan baja ringan lebih ekonomis.

3. Pemasangan Mudah

Kelebihan lain dari baja ringan adalah kemudahan dalam pemasangannya. Waktu dan biaya pengerjaan menjadi lebih murah dibandingkan dengan pemasangan atap kayu. Proses pemasangan yang lebih cepat secara otomatis mengurangi biaya tenaga kerja.

4. Lentur dan Kuat

Baja ringan memiliki kelebihan keuletan dibandingkan dengan baja konvensional. Kekuatan tarik baja ringan mencapai 550 Mpa, sedangkan baja konvensional hanya 300 Mpa.

Sifat yang lentur ini memungkinkan baja ringan menyerap energi dengan lebih baik. Meskipun lebih lentur daripada baja konvensional, baja ringan mampu menjaga stabilitas bangunan dibandingkan dengan kayu.

Baca Juga :  Cara Merawat Bahan Katun Rami : Kelebihan dan Karakteristik Katun Rami

5. Material Daur Ulang

Material baja ringan dapat didaur ulang dan digunakan kembali untuk membangun struktur bangunan lainnya. Jadi, jika suatu saat Kamu ingin membongkar bangunan, rangka baja ringan dapat dibongkar dan dimanfaatkan kembali.

Baja ringan tetap dapat digunakan karena tidak mudah membusuk atau mengalami penyusutan.

Perbedaan Ukuran Baja Ringan

Secara umum ketebalan baja ringan berada di kisaran 0.6 mm hingga 1 mm. Setiap jenis baja ringan punya ukuran masing-masing. Berikut ini tabel ukuran baja ringan berdasarkan jenisnya:

Jenis Baja RinganTinggi x LebarKetebalanPanjang
Baja Ringan Taso7.5 x 3.5 cm0.75 – 1 mm6 meter
Baja Ringan Hollow1.5 x 3 cm0.3 mm4 meter
3 x 3 cm
Baja Ringan Kanal C7.5 x 3.5 cm0.6 – 1 mm6 meter
Baja Ringan Reng4.8 x 3 cm0.45 mm6 meter
5.8 x 3 cm

Penutup

Secara keseluruhan, pemahaman tentang daftar ukuran baja ringan, pengertian, serta kelebihan baja ringan sangat penting bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan material ini untuk berbagai proyek.
Baja ringan menawarkan banyak keunggulan seperti daya tahan, kekuatan, serta fleksibilitas yang membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi.

Dengan memahami ukuran-ukuran baja ringan, kita bisa menyesuaikan kebutuhan kita dengan material yang tepat.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai daftar ukuran baja ringan, pengertian, dan kelebihan baja ringan.

Semoga informasi ini berguna dan dapat membantu Kamu dalam menentukan pilihan material yang tepat untuk proyek Kamu. Selamat berkreasi dan semoga sukses selalu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *