Fungsi Gording Dalam Konstruksi

Fungsi Gording Dalam Konstruksi : Pengertian dan Ukurannya

Posted on

Empat Pilar – Fungsi Gording Dalam Konstruksi : Pengertian dan Ukurannya. Gording dalam konstruksi merupakan elemen penting yang memiliki peran utama dalam menentukan kestabilan dan kekuatan suatu struktur bangunan. Fungsi gording tidak dapat diabaikan, karena elemen ini bertanggung jawab dalam mendistribusikan beban dari atap ke bagian lain dari struktur.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi secara mendalam mengenai peran dan fungsi gording dalam konstruksi bangunan, serta bagaimana elemen ini berkontribusi pada kekokohan suatu struktur. Dengan memahami peran gording, para profesional konstruksi dan pembangun dapat merencanakan dan melaksanakan proyek dengan lebih efisien, menjadikan aspek ini sebagai kunci keberhasilan dalam pembangunan bangunan yang kokoh dan aman.

Fungsi Gording Dalam Konstruksi

Gording, yang juga dikenal sebagai regangan atau balok atap, merupakan unsur penting dalam konstruksi bangunan. Ini berperan sebagai balok horizontal yang memperkuat dan mendukung struktur atap, memastikan kekuatan dan kestabilan keseluruhan konstruksi.

Gording umumnya terbuat dari kayu atau logam, seperti baja atau baja ringan. Kayu seringkali menjadi pilihan utama dalam proyek konstruksi karena kekuatannya dan ketersediaannya yang mudah. Meski begitu, logam, terutama baja atau baja ringan, digunakan secara luas dalam konstruksi modern karena kekuatannya yang lebih tinggi dan ketahanan terhadap perubahan cuaca.

Posisi gording biasanya terletak di antara balok utama atau tiang penyangga. Fungsinya adalah untuk mendistribusikan beban atap, termasuk beban salju, angin, atau beban lainnya, ke balok utama atau tiang penyangga. Gording ini juga memiliki peran penting dalam menjaga bentuk dan integritas konstruksi atap, serta memastikan keandalan struktural dalam jangka waktu yang panjang.

Gording berfungsi sebagai tempat ikatan bagi usuk, juga dikenal sebagai rafters, yang terhubung secara vertikal pada bagian miring atap. Struktur gording dan usuk ini akan menjadi dasar yang mendukung material penutup atap (beban mati), seperti genteng atau bahan penutup lainnya. Selain itu, gording dan usuk juga harus mampu menanggung beban-beban tambahan seperti terpaan angin, volume air hujan, dan beban hidup lainnya.

Pada umumnya, gording dan usuk menggunakan kayu sebagai bahan utama. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan baja ringan mulai menjadi pilihan yang lebih unggul. Baja ringan memiliki keunggulan tahan lama terhadap berbagai kondisi cuaca dan ketahanan terhadap serangan rayap.

Gording baja ringan sering disambungkan dengan trekstang, sebuah batang besi polos dengan ulir dan baut pada kedua ujungnya. Trekstang berfungsi sebagai pengatur jarak antar gording dan mencegah terjadinya masalah pergeseran. Desain trekstang yang mudah digeser memungkinkan penyesuaian panjang sesuai dengan perencanaan, memastikan kekokohan struktur secara optimal.

Dengan demikian, gording bukan hanya sebagai elemen penyangga atap, tetapi juga memainkan peran krusial dalam menjaga kekuatan dan stabilitas keseluruhan konstruksi bangunan. Keberlanjutan material yang digunakan, seperti penggunaan baja ringan, merupakan faktor penting untuk memastikan daya tahan konstruksi dalam jangka waktu yang lama.

Jenis Bahan Yang Sering di Pakai

Gording, sebagai komponen yang tak terpisahkan dari konstruksi atap, memegang peran penting dalam menopang beban atap dan beban tambahan lainnya. Oleh karena itu, pemilihan jenis bahan untuk gording menjadi keputusan krusial yang harus dipertimbangkan dengan cermat, terutama mengingat peran utamanya dalam menahan berat atap dan beban-beban eksternal.

Ketahanan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan gording. Komponen atap ini bertanggung jawab atas tugas krusial menopang beban atap, yang juga dapat melibatkan beban tambahan seperti beban hidup dan beban angin. Dalam konteks ini, pemilihan jenis bahan akan mempengaruhi daya tahan dan kekuatan struktur atap secara keseluruhan.

Setelah mengetahui Fungsi Gording Dalam Konstruksi, nah selanjutnya dua jenis bahan yang umum digunakan untuk gording atap adalah bahan kayu dan baja ringan.

Baca Juga :  Alat Ukur Tekanan Udara : Pengertian dan Jenis-Jenisnya Secara Lengkap

1. Bahan Kayu

Bahan kayu sering digunakan sebagai gording atap, terutama ketika rumah memiliki konstruksi atap dengan kuda-kuda kayu. Kayu memiliki ketahanan yang baik dan sering kali diaplikasikan dengan pemasangan kuda-kuda kayu pada konstruksi atap. Kelebihan kayu juga terletak pada sistem ventilasi yang baik pada area atap, yang dapat mengurangi risiko serangan rayap.

2. Baja Ringan

Baja ringan merupakan alternatif lain yang sering dipilih dalam konstruksi gording atap. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada saat digunakan dalam konstruksi umum, baja ringan tetap menjadi pilihan yang kuat. Baja ringan terbuat dari campuran aluminium dan seng, memberikan kekuatan yang diperlukan untuk menopang atap. Dalam pengaplikasiannya, terdapat 4 jenis baja ringan yang dapat dipilih, masing-masing dengan perbedaan tertentu.

Penting untuk dicatat bahwa gording dari baja ringan dapat dihubungkan dengan trekstang untuk memperkuat struktur dan mencegah pergerakan yang tidak diinginkan. Ini menambahkan tingkat kekokohan dan kestabilan pada konstruksi atap, memberikan keamanan tambahan terhadap beban-beban eksternal.

Ukuran Gording

Ukuran gording, baik itu yang terbuat dari kayu maupun baja ringan, memegang peranan krusial dalam stabilitas dan kekuatan konstruksi atap. Menurut ilmutekniksipil.com, berikut adalah ukuran umum purlin kayu dan purlin baja ringan:

1. Purlin Kayu

  • Lebar: 10 cm
  • Tinggi: 12 cm
  • Panjang: 4 cm

Ukuran ini memberikan dimensi yang diperlukan untuk menopang beban atap dengan stabil dan efisien. Pemilihan ukuran ini juga dapat dipengaruhi oleh jenis kayu yang digunakan, mengingat beberapa jenis kayu memiliki kekuatan dan karakteristik yang berbeda. Dengan memahami ukuran ini, Anda dapat memastikan pemasangan gording kayu sesuai dengan pedoman teknis.

2. Purlin Baja Ringan

  • Tebal: 2,5 mm
  • Tinggi: 12 cm
  • Panjang: 12 cm

Ukuran purlin baja ringan menunjukkan ketahanan dan kekuatan bahan yang digunakan. Baja ringan memiliki kelebihan berupa kekuatan yang tinggi dan daya tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Panjang purlin baja ringan yang lebih besar dibandingkan dengan purlin kayu mencerminkan karakteristik material yang berbeda dan penyesuaian pada struktur atap.

Penting untuk diingat bahwa selain jenis bahan, ukuran purlin juga dapat dipengaruhi oleh beban yang harus ditanggung oleh atap, jenis penutup atap yang digunakan, dan tata letak struktur atap secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami pedoman ukuran ini sangat penting dalam memastikan bahwa gording yang dipilih dan dipasang sesuai dengan persyaratan teknis dan kebutuhan struktural rumah kalian.

Keuntungan Menggunakan Gording dalam Konstruksi

Sudah mengetahui Fungsi Gording Dalam Konstruksi kan? selanjutnya dalam menggunakan gording dalam konstruksi memberikan sejumlah keuntungan yang signifikan. Pertama-tama, gording menyediakan struktur atap yang terkoordinasi dengan baik, mampu menahan berbagai beban eksternal seperti beban angin, salju, dan beban cuaca lainnya. Keandalan ini membuat konstruksi atap menjadi lebih kokoh dan tahan lama, menjaga keamanan dan ketahanan bangunan dalam jangka waktu yang panjang.

Kelebihan lainnya adalah kemampuan gording kayu untuk disesuaikan dengan berbagai kebutuhan desain dan spesifikasi. Fleksibilitas ini memungkinkan para kontraktor untuk menyesuaikan struktur atap sesuai dengan tuntutan arsitektur dan keinginan klien. Selain itu, keberadaan gording kayu memberikan sentuhan estetika alami yang mempercantik penampilan konstruksi atap, menciptakan lingkungan yang ramah dan harmonis.

Tidak hanya kayu, penggunaan logam sebagai bahan gording juga memiliki keunggulan tersendiri. Logam, khususnya baja, menawarkan kekuatan yang lebih tinggi dan ketahanan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan serangan serangga. Gording logam menjadi pilihan yang sangat populer dalam konstruksi modern karena daya tahan yang superior dan kemampuannya untuk mengatasi tantangan lingkungan yang keras.

Dengan mempertimbangkan keunggulan gording kayu dan logam, pemilihan bahan ini menjadi kunci utama dalam menciptakan konstruksi atap yang handal, estetis, dan tahan lama. Sehingga, penggunaan gording tidak hanya meningkatkan performa struktural bangunan tetapi juga memberikan nilai tambah dalam segi keindahan dan daya tahan terhadap elemen-elemen lingkungan yang berubah-ubah.

Penutup

Fungsi Gording Dalam Konstruksi sebagai elemen struktural penting, gording memiliki peran yang krusial dalam memastikan kestabilan dan kekuatan suatu konstruksi. Dengan kemampuannya untuk menahan beban atap dan mendistribusikannya secara merata, gording menjadi tulang punggung bagi struktur bangunan.

Baca Juga :  Listrik 450 VA Berapa Watt? Berikut Penjelasannya

Dalam dunia konstruksi, fungsi gording tidak dapat diabaikan. Sebagai elemen struktural penting, gording memiliki peran yang krusial dalam memastikan kestabilan dan kekuatan suatu konstruksi. Dengan kemampuannya untuk menahan beban atap dan mendistribusikannya secara merata, gording menjadi tulang punggung bagi struktur bangunan.

Itu saja pembahasan yang bisa empatpilar.com berikan mengenai Fungsi Gording Dalam Konstruksi. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *