Membuat Rangkaian Power Supply

Membuat Rangkaian Power Supply dan Prinsip Kerjanya

Posted on

Empat Pilar – Membuat Rangkaian Power Supply dan Prinsip Kerjanya. Temukan cara terbaik untuk Membuat Rangkaian Power Supply dengan panduan lengkap ini, yang mencakup berbagai jenis power supply, komponen, dan langkah-langkah praktis dalam membuat rangkaian Kalian.

Membuat rangkaian power supply sendiri bisa menjadi solusi hemat biaya dan efisien untuk memenuhi kebutuhan listrik perangkat elektronik Kalian.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis rangkaian power supply, komponen yang diperlukan, dan langkah-langkah mudah untuk membuat rangkaian Kalian sendiri.

Pengertian Power Supply

Dalam kata-kata yang lebih mudah dipahami, power supply (catu daya) adalah suatu komponen yang memberikan pasokan daya ke satu atau lebih beban listrik.

Fungsinya adalah mengubah berbagai bentuk energi, mulai dari matahari, energi mekanik, kimia, hingga listrik, menjadi energi yang diperlukan oleh perangkat yang digunakan.

Power supply sangat penting bagi perangkat komputer dan elektronik lainnya karena tanpa adanya power supply, perangkat tersebut tidak dapat berfungsi dengan benar.
Untuk mengakses power supply, kamu bisa melihat kabel yang digunakan untuk mengalirkan energi ke perangkat tersebut.

Biasanya, ketika kabel tersebut dibuka, kamu akan menemukan kotak logam yang berisi kipas dan beberapa kabel yang terhubung ke perangkat.

Power supply untuk komputer terbagi menjadi beberapa jenis, seperti power supply AT, power supply ATX, dan power supply BTX. Setiap jenis power supply memiliki cara kerja dan spesifikasi yang berbeda-beda.

Komponen Power Supply

Untuk memastikan tegangan listrik yang disediakan sesuai dengan kebutuhan sebuah perangkat, dibutuhkan beberapa komponen pendukung pada power supply. Beberapa komponen power supply yang umum digunakan antara lain:

Transformator: Komponen ini digunakan untuk memindahkan tenaga daya listrik pada beberapa rangkaian listrik melalui induksi elektromagnetik.

Dioda: Gabungan dari dua kata elektroda (anoda dan katoda) yang berfungsi untuk memindahkan daya pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik.

Resistor: Komponen yang digunakan untuk menurunkan, membagi, dan membatasi arus listrik yang masuk pada perangkat.

Kapasitor: Elemen yang berfungsi untuk mengubah tegangan arus AC ke DC.

IC Regulator: Komponen ini berfungsi untuk mengatur tegangan elektronik dengan tujuan untuk menjaga kestabilan suatu perangkat.

Dengan adanya komponen-komponen tersebut, power supply dapat berfungsi dengan baik dalam menyediakan tegangan listrik yang stabil dan sesuai dengan kebutuhan perangkat elektronik.

Fungsi Power Supply

Sebelum memahami Membuat Rangkaian Power Supply, untuk lebih memahami konsep power supply, penting untuk mengetahui fungsi-fungsi utamanya.

Secara umum, power supply berfungsi untuk mengubah tegangan, mengatur daya, dan mengatur tegangan output. Berikut ini adalah beberapa fungsi power supply yang lebih detail:

1. Mengubah tegangan listrik

Power supply berfungsi untuk mengubah tegangan listrik agar tidak melebihi batas maksimal pada perangkat.

Hal ini dilakukan dengan mengubah tegangan AC (Alternating Current) menjadi tegangan DC (Direct Current) yang lebih rendah.

2. Membuat daya cadangan

Beberapa power supply dilengkapi dengan baterai cadangan, seperti pada UPS (Uninterruptible Power Supply).

Fungsi ini berguna sebagai antisipasi jika terjadi pemadaman listrik mendadak, sehingga perangkat masih dapat berjalan dan data tidak hilang.

3. Mengubah arus dengan tegangan tinggi menjadi tegangan rendah

Power supply juga dapat mengubah arus listrik dengan tegangan tinggi menjadi arus listrik dengan tegangan rendah.

Hal ini biasanya dilakukan pada perangkat elektronik seperti komputer dan telepon seluler, yang membutuhkan arus listrik DC dengan tegangan rendah.

Dengan adanya fungsi-fungsi ini, power supply menjadi komponen penting dalam perangkat elektronik dan komputer modern, yang memungkinkan perangkat tersebut untuk berfungsi dengan optimal dan efisien.

Macam Macam Rangkaian Power Supply

Membuat Rangkaian Power Supply, berikut uraian secara lengkap mengenai Macam macam rangkaian power supply yang perlu kalian ketahui :

1. Power Supply Simetris

Power supply simetris menghasilkan tegangan output yang simetris dengan titik ground atau nol.

Baca Juga :  Apa Saja Perbedaan Sensor dan Aktuator ? : Ulasan Lengkap

Jenis power supply ini sering digunakan pada rangkaian tone control atau equalizer yang membutuhkan sumber tegangan simetris.

Untuk mencapai hal tersebut, power supply simetris menggunakan sistem penyearah arus AC berupa penyearah jembatan atau bridge.

Selain itu, power supply ini juga menggunakan jenis trafo CT yang memiliki titik sambungan tengah.

Contoh rangkaian power supply simetris di atas menggunakan pasangan IC regulator 7812 dan 7912 untuk menstabilkan tegangan output.

Setiap polaritas arus listrik DC yang dihasilkan oleh penyearah akan distabilkan oleh IC regulator, sehingga menghasilkan dua polaritas arus DC yang stabil dan simetris.

2. Power Supply Asimetris

Power supply jenis asimetris atau non-simetris merupakan bentuk lain dari power supply simetris.

Pada jenis power supply ini, hanya satu jenis polaritas tegangan yang dihasilkan, yaitu positif dan ground atau nol.

Jenis power supply ini banyak digunakan pada berbagai macam rangkaian dan perangkat elektronika karena memiliki bentuk yang lebih sederhana dan memerlukan sedikit komponen dibandingkan dengan power supply simetris.

3. Power Supply Variable

Power supply variable merupakan jenis rangkaian power supply yang berbeda dengan jenis sebelumnya yang hanya menghasilkan tegangan DC tetap.

Pada power supply variable, besar tegangan output dapat diatur sesuai kebutuhan, sehingga jenis power supply ini cocok digunakan pada berbagai rangkaian yang membutuhkan tegangan yang berbeda-beda.

Pada contoh rangkaian di atas, digunakan sebuah komponen IC LM317 yang berfungsi untuk mengatur dan menstabilkan tegangan output.

Besar tegangan output dapat diatur dengan menggunakan potensiometer 4.7K. Untuk nilai komponen lainnya, sama dengan jenis rangkaian power supply sebelumnya.

4. Power Supply Tanpa Trafo

Power supply tanpa trafo adalah jenis power supply yang jarang digunakan pada rangkaian elektronika.

Pada jenis power supply ini, arus tegangan AC langsung terhubung ke dioda penyearah untuk diubah menjadi tegangan DC.

Dalam power supply tanpa trafo, sinyal listrik tidak melalui tahap transformasi tegangan seperti pada power supply yang menggunakan trafo.

Oleh karena itu, jenis power supply ini memiliki keunggulan dalam hal ukuran yang lebih kecil dan lebih hemat biaya produksi.

Namun, jenis arus ini kurang memiliki kestabilan tegangan output yang cukup, karena tidak adanya tahap transformasi yang memadai.

Jika dibandingkan dengan jenis power supply yang menggunakan trafo, power supply tanpa trafo memiliki kekurangan pada sisi stabilitas tegangan outputnya.

Karena itu, jenis power supply ini jarang digunakan pada rangkaian elektronika yang memerlukan stabilitas tegangan output yang tinggi dan konsisten.

Namun, power supply tanpa trafo masih dapat digunakan pada aplikasi tertentu yang membutuhkan ukuran yang lebih kecil dan biaya produksi yang lebih rendah.

Prinsip Kerja Rangkaian Power Supply

Setelah memahami Membuat Rangkaian Power Supply, selanjutnya blok sirkuit power supply bertugas untuk menyediakan tegangan DC yang dibutuhkan oleh rangkaian elektronik. Sumber tegangan input power supply biasanya berasal dari tegangan listrik AC 220 V.

Untuk dapat menjalankan tugasnya, power supply dibantu oleh beberapa komponen, seperti trafo yang berfungsi menurunkan tegangan AC dan dioda yang digunakan untuk mengubah arus AC menjadi DC.

Kedua komponen tersebut merupakan komponen inti pada sebuah rangkaian adaptor penurun tegangan.

Selain itu, beberapa komponen lain juga ditambahkan untuk meningkatkan kinerja dan menghasilkan tegangan DC yang baik.

Cara kerja rangkaian power supply dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai berikut:

  • Arus listrik AC dimasukkan ke trafo step down untuk menurunkan tegangan sesuai dengan kebutuhan.
  • Tegangan listrik yang keluar dari trafo masih berupa arus AC, namun dengan tegangan yang lebih rendah.
  • Arus AC tersebut kemudian disearahkan oleh dioda penyearah sehingga menghasilkan tegangan DC.
  • Tegangan DC yang dihasilkan oleh sistem penyearah masih terlalu kasar, sehingga perlu dihaluskan dan distabilkan dengan menggunakan elko filter dan sistem stabilizer tegangan.

Dengan demikian, melalui serangkaian tahap tersebut, rangkaian power supply dapat mengubah arus listrik AC menjadi tegangan DC yang halus dan stabil, yang dibutuhkan oleh rangkaian elektronik.

Baca Juga :  Panduan Lengkap, Cara Memasang Otomatis Pompa Air Shimizu

Penutup

Sebagai penutup, Membuat Rangkaian Power Supply dengan Mudah menjadi sebuah solusi praktis dan efisien bagi para penghobi elektronika maupun profesional di bidangnya.

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana, kita dapat merakit rangkaian power supply yang stabil dan handal sesuai kebutuhan kita.

Tak hanya itu, dengan memahami konsep dasar serta komponen yang terlibat, kita juga bisa mengembangkan kemampuan dalam merancang berbagai variasi rangkaian power supply yang lebih kompleks dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.

Mari tingkatkan kreativitas dan keahlian kita dalam dunia elektronika dengan mencoba membuat rangkaian power supply sendiri.

Itu saja yang bisa empatpilar.com bahas mengenai Membuat Rangkaian Power Supply. Selamat mencoba, dan semoga sukses! Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/membuat-rangkaian-power-supply/,Rangkaianpowersuplayhp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *