Pengertian Megger Test

Pengertian Megger Test dan Cara Kerjanya Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Megger Test dan Cara Kerjanya Secara Lengkap. Dalam dunia teknik listrik, keandalan sistem merupakan hal yang tidak bisa diremehkan. Salah satu metode yang umum digunakan untuk menguji keandalan sistem listrik adalah Megger Test. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian Megger Test beserta cara kerjanya yang mendasar.

Dalam pengertian sederhana, Megger Test adalah sebuah tes isolasi yang digunakan untuk mengevaluasi keandalan isolasi pada kabel listrik, motor, transformator, dan peralatan listrik lainnya. Tes ini penting karena isolasi yang buruk dapat menyebabkan kebocoran arus, korsleting, bahkan kebakaran.

Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja Megger Test ini? Mari kita telusuri bersama dalam artikel ini, untuk memahami betapa pentingnya peran Megger Test dalam menjaga keandalan sistem listrik yang kita gunakan sehari-hari.

Pengertian Megger Test

Megger, singkatan dari Mega Ohm Meter, adalah sebuah alat uji yang memiliki peran penting dalam memeriksa nilai resistansi isolasi pada instalasi listrik. Fungsi utamanya adalah untuk mengevaluasi keandalan isolasi pada kabel, motor, transformator, dan peralatan listrik lainnya. Tidak hanya itu, Megger juga dapat digunakan untuk memeriksa apakah ada koneksi langsung antara konduktor dalam instalasi.

Saat sebuah instalasi listrik akan dioperasikan, uji isolasi merupakan langkah yang krusial untuk memastikan keamanan dan kinerja sistem. Megger, dengan kegiatan uji yang dikenal sebagai Megger test, menjadi alat utama dalam proses ini.

Pada dasarnya, uji isolasi dilakukan pada fase, ground, dan netral. Tes isolasi fase-ground, misalnya, dilakukan ketika tidak ada hubungan antara konduktor netral dan konduktor ground. Alat Megger memiliki kemampuan untuk memberikan tegangan tinggi arus searah (DC) dalam rentang antara 500 hingga 10 ribu Volt. Besarnya tegangan yang dipilih biasanya didasarkan pada tegangan kerja dari peralatan atau instalasi yang akan diuji.

Pemilihan tegangan pengujian ini memiliki kriteria yang penting, yaitu memiliki nilai minimum penahan isolasi sebesar 1000 kali lipat dari tegangan kerja peralatan yang diuji. Hal ini memastikan bahwa isolasi bekerja dengan baik dan mampu menahan tegangan yang diberikan, menghindari risiko kebocoran arus atau korsleting yang dapat mengakibatkan kerusakan atau bahkan kebakaran.

Dengan demikian, Megger Test bukan hanya sekadar alat, tetapi merupakan sebuah proses penting dalam menjaga keandalan sistem listrik, mengidentifikasi masalah isolasi, dan mencegah potensi risiko yang dapat terjadi pada instalasi listrik.

Alasan Kenapa Megger Test Dilakukan

Setelah mengetahui Pengertian Megger Test, nah selanjutnya Ada beberapa alasan penting mengapa Megger Test perlu dilakukan secara teratur dalam sistem listrik:

1. Penurunan Kualitas Isolasi dari Waktu ke Waktu

Kualitas resistansi isolasi dalam sistem listrik dapat menurun seiring berjalannya waktu. Faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, debu, tegangan, dan dampak mekanik dapat mempengaruhi kualitas isolasi tersebut. Oleh karena itu, pemeriksaan resistansi isolasi perlu dilakukan secara berkala untuk menghindari potensi dampak negatif dari penurunan kualitas tersebut.

2. Mencegah Risiko Kebakaran dan Kerusakan

Ketika terjadi kebakaran atau musibah dengan temperatur tinggi, kabel dan peralatan listrik dapat terkena panas yang tinggi. Sistem isolasi rentan terhadap meleleh, baik di bagian luar maupun dalam. Hal ini dapat menyebabkan hambatan bagi arus listrik dan potensi terjadinya kebakaran sekunder. Megger Test membantu mendeteksi masalah isolasi yang mungkin terjadi sehingga dapat diatasi sebelum menyebabkan kerusakan serius atau kebakaran.

3. Mengidentifikasi Kebocoran Arus dan Kerusakan

Megger Test memberikan informasi tentang kebocoran arus serta kondisi kelembaban, kesalahan, dan kerusakan pada belitan. Dengan demikian, pengujian ini membantu mengidentifikasi potensi masalah dalam sistem listrik sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih serius.

4. Tidak Merusak Alat

Pengujian dengan Megger tidak menyebabkan kerusakan pada alat yang diuji, sehingga merupakan metode yang aman dan layak untuk dilakukan secara berkala tanpa merisaukan kerusakan pada peralatan.

Baca Juga :  Cara Menggunakan Laundry Pods : Secara Lengkap

Prinsip Kerja Megger Test

Biasanya sebelum instalasi listrik dioperasikan, ada tahapan yang harus dipenuhi, yaitu pengujian isolasi. Pada pengujian isolasi inilah MEGA OHM METER atau yang biasa disebut MEGGER digunakan. Pada pengujian isolasi ini dilakukan atas : uji isolasi fasa-fasa, uji isolasi fasa-pembumian(jika penghantar netral tidak dihubungkan ke penghantar pembumian), uji isolasi fasa-netral.

Prinsip kerja Megger Test berbeda antara tipe tangan dan tipe elektronik:

1. Megger Tipe Tangan

Pada Megger tipe tangan, tegangan uji diciptakan oleh alat itu sendiri dan dioperasikan dengan tangan melalui penggunaan engkol. Alat ini biasanya menggunakan baterai sebagai sumber daya. Tegangan yang dihasilkan, biasanya dalam rentang 500 Volt hingga 1000 Volt atau lebih, disesuaikan dengan kebutuhan pengujian pada peralatan kelistrikan dengan berbagai tegangan operasional.

Dalam rangkaian, kumparan arus atau kumparan pembelok dihubungkan secara seri, memungkinkan arus listrik dari sistem yang diuji mengalir. Terdapat pula kumparan kontrol atau kumparan tekanan yang berfungsi melindungi alat dari kerusakan ketika resistansi sirkuit eksternal sangat rendah.

Pada Megger tipe tangan, efek induksi elektromagnetik dimanfaatkan untuk menciptakan tegangan uji atau reaksi jangkar. Tegangan ini diatur agar bergerak dalam medan magnet permanen atau sementara.

2. Megger Tipe Elektronik

Pada Megger tipe elektronik, baterai yang terpasang digunakan untuk menghasilkan tegangan uji. Ketika tegangan meningkat pada sirkuit eksternal, defleksi pointer pada alat juga meningkat atau berkurang sesuai dengan peningkatan arus yang terjadi.

Torsi yang dihasilkan oleh kumparan tegangan berbanding lurus dan berbanding terbalik dengan tegangan dan arus yang dihasilkan. Ketika rangkaian yang diuji terbuka, torsi yang dihasilkan mencapai maksimum, menandakan tidak adanya hambatan dalam rangkaian dan resistansi maksimum. Jika informasi menunjukkan angka ‘0’, itu menandakan tidak ada resistansi dalam rangkaian tersebut.

Dengan pemahaman tentang prinsip kerja dari kedua tipe Megger ini, pengguna dapat memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan pengujian dan mendapatkan informasi yang akurat tentang kondisi isolasi dalam sistem listrik.

Cara Pengukuran Listrik Menggunakan Megger Analog

Kalau kita amati dengan seksama hampir sama dengan multi meter yang dimana kalau kita ingin mengecek ketehanan listrik skala yang dipakai harus lebih besar dengan tegangan yang ingin dicek sebagai contohnya:

Misalkan kita ingin mengecek isolator generator listrik yang mempunyai tegangan kisarah 350 volt maka untuk mengeceknya kita harus menggunakan skala yang lebih besar dari 350 volt. yaitu skala 500 Volt. dan yang perlu diperhatikan lagi adalah pastikan kalau alat atau instalasi yang diukur harus terbebas dari aliran atau daya listrik untuk mendapatkan ukuran yang maksimal.

Sudah memahami Pengertian Megger Test kan? berikutnya adalah langkah-langkah pengukuran listrik menggunakan Megger Analog:

  1. Pastikan untuk menggunakan skala yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur. Misalnya, jika ingin mengecek isolator generator listrik dengan tegangan sekitar 350 volt, gunakan skala 500 Volt.
  2. Pastikan alat atau instalasi yang akan diukur terbebas dari aliran atau daya listrik untuk hasil yang maksimal.
  3. Periksa kondisi baterai terlebih dahulu untuk memastikan dalam kondisi normal.
  4. Pastikan mekanikal zero pada Megger off, dan posisikan jarum penunjuk berimpit dengan garis skala. Jika tidak tepat, atur pointer ke posisi 10 pada alat ukur.
  5. Posisikan alat pada zero check.
  6. Pasang kabel test pada terminal MEGA OHM METER dan sambungkan ujung lainnya.
  7. Pilih saklar pada posisi 500 dan saklar skala pada skala 1.
  8. Nyalakan alat, dan jarum harus menunjukkan tepat ke angka nol. Jika tidak, atur pointer. Jika masih tidak tepat, periksa atau ganti baterai.
  9. Matikan alat dan ulangi pengecekan elektrikal zero.
  10. Kembali pasang kabel test ke peralatan yang diukur.
  11. Posisikan saklar sesuai dengan tegangan kerja alat yang diukur.
  12. Nyalakan kembali alat dan baca tampilan pada skala yang ditunjukkan.
  13. Jika hasilnya pada skala 1, pindahkan ke skala 2. Jika masih sama, pindahkan ke skala 3. Tunggu sampai jarum tidak bergerak lagi selama 0,5 – 1 menit atau waktu pengukuran yang ditentukan.
  14. Catat hasil pengukuran dan kalikan dengan skala alat ukur. Bandingkan hasilnya dengan standar tahanan isolasi. Tahanan isolasi standar terendah adalah 1 MΩ/kV.
  15. Setelah mengukur tahanan isolasi, pastikan untuk melakukan grounding pada generator, motor, atau kabel yang diukur. Ini penting karena kabel masih dapat mempertahankan tegangan listrik.
Baca Juga :  √ Jenis-Jenis Transistor : Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Dengan mematuhi langkah-langkah ini, pengukuran menggunakan Megger Analog dapat dilakukan dengan tepat dan aman.

Penutup

Dengan demikian, dapat disimpulkan oleh empatpilar.com ini bahwa Pengertian Megger Test merupakan metode yang penting dalam pemeliharaan peralatan listrik untuk mengukur resistansi isolasi. Melalui penggunaan perangkat ini, insinyur listrik dapat memastikan keandalan sistem dan mencegah kegagalan yang tidak diinginkan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip dasar dan penerapan praktis Megger Test, perusahaan dapat menjaga keandalan operasi sistem listrik mereka dan menghindari potensi risiko kerusakan yang dapat disebabkan oleh isolasi yang buruk.

Kesadaran akan pentingnya Megger Test dalam pemeliharaan peralatan listrik merupakan langkah awal yang krusial dalam memastikan keberlanjutan dan keamanan infrastruktur listrik di berbagai industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *