Mengenal Setrika Listrik

Mengenal Setrika Listrik : Cara Kerja, Jenis dan Bagian-Bagiannya

Posted on

Empat Pilar – Mengenal Setrika Listrik : Cara Kerja, Jenis dan Bagian-Bagiannya. Setrika listrik adalah salah satu perangkat rumah tangga yang sangat umum digunakan untuk menjaga pakaian tetap rapi dan terlihat kembali seperti baru. Dalam artikel ini, kita akan membahas segala hal yang perlu kalian ketahui tentang mengenal setrika listrik, mulai dari cara kerjanya, jenis-jenisnya, hingga tips penggunaan dan perawatan yang tepat.

Setrika listrik adalah alat yang digunakan untuk menghaluskan kembali pakaian dengan mengaplikasikan panas pada serat-serat kain. Dengan bantuan panas, serat-serat kain akan melunak dan memungkinkan kalian untuk merapikannya kembali. Setrika listrik modern biasanya memiliki pengatur suhu yang dapat disesuaikan sesuai dengan jenis kain yang akan di setrika.

Mengenal Setrika Listrik

Seterika listrik merupakan perangkat yang dipanaskan dan digunakan untuk meratakan serta memuluskan pakaian agar terlihat lebih rapi saat dikenakan. Umumnya, seterika digunakan setelah pakaian dicuci dan dikeringkan. Terkadang, lipatan pada pakaian sulit dihilangkan, sehingga diperlukan sedikit air untuk melembabkan lipatan tersebut, terutama pada pakaian yang terbuat dari bahan wol. Saat ini, terdapat berbagai jenis seterika yang tersedia, mulai dari yang digunakan di rumah tangga hingga yang digunakan dalam industri seperti hotel, rumah sakit, dan lainnya.

Pada masa lampau, bagian pemanas pada seterika terbuat dari besi, yang mengakibatkan masalah dengan kebersihan akibat karat. Namun, saat ini, bagian pemanas pada seterika umumnya terbuat dari alumunium atau stainless steel untuk menghindari masalah tersebut. Suhu pada seterika modern dikontrol oleh termostat, yang berfungsi menjaga suhu relatif konstan sesuai dengan jenis kain dan tingkat kehalusan yang dibutuhkan pada pakaian yang akan diseterika.

Bagian-Bagian Setrika Listrik

Setelah mengetahui cara kerja setrika listrik tidak salahnya jika mengetahui bagian-bagian di setrika listrik. Perlu Anda tahu jika bagian-bagian pada setrika listrik berbeda-beda dari jenis ataupun merk setrika tersebut.

Namun secara umum hampir semua setrika listrik memiliki bagian-bagian seperti dibawah ini:

1. Kabel Daya

Kabel tenaga memiliki peranan yang sangat penting dalam setrika listrik, terutama pada setrika yang menggunakan arus bolak-balik atau AC.

Di dalam setrika, kabel tenaga berfungsi sebagai penghantar yang dilapisi dengan bahan isolasi kain untuk melindunginya. Fungsinya adalah untuk memudahkan pergerakan setrika listrik serta menjaga agar kabel listrik tetap tahan lama meskipun sering bergerak secara elastis.

2. Elemen Pemanas

Pemanas, yang juga dikenal sebagai elemen pemanas atau “Heather” dalam konteks industri, memiliki peran penting dalam mengubah energi listrik menjadi energi panas sehingga setrika listrik dapat menghasilkan suhu panas yang dibutuhkan.
Elemen pemanas terletak di antara pelat dasar setrika dan besi pemberat di dalamnya. Ini adalah bagian yang menghasilkan panas saat energi listrik mengalir melaluinya.

3. Selector Switch

Komponen lain yang umum ditemukan dalam setrika listrik adalah saklar pemilihan, juga dikenal sebagai “selector switch”. Saklar ini berfungsi sebagai pengatur untuk menghidupkan atau mematikan pemanas, yang pada gilirannya mengendalikan suhu setrika.
Untuk mencapai suhu yang lebih tinggi, saklar pemilihan akan ditekan ke posisi bawah. Ini akan meningkatkan aliran arus listrik melalui pemanas sehingga suhu pemanas menjadi lebih tinggi.

4. Indikator Lampu

Indikator lampu merupakan komponen lain dalam setrika listrik. Fungsinya adalah memberikan tanda saat setrika sedang memanaskan elemen pemanas. Apabila lampu indikator ini padam, itu menunjukkan bahwa suhu panas sudah sesuai dengan yang Anda atur menggunakan saklar pemilihan sebelumnya.

5. Pelat Setrika

Pelat setrika adalah komponen penting lainnya pada setrika listrik. Komponen ini memiliki kontak langsung dengan kain yang sedang disetrika. Pelat setrika berperan dalam meratakan panas dari elemen pemanas ke kain, sehingga menghasilkan hasil yang halus pada kain yang disetrika.

Bahan yang umum digunakan untuk pelat setrika adalah aluminium dan stainless steel. Bahan ini tidak hanya tahan terhadap karat, tetapi juga memiliki sifat anti lengket, memudahkan pergerakan pelat pada kain, serta mencegah kain menjadi kotor.

6. Beban Setrika

Beban setrika adalah salah satu komponen dalam setrika listrik yang berfungsi untuk memberikan bobot pada setrika, mempermudah penggunaan setrika secara efektif. Biasanya, beban setrika terbuat dari besi.

7. Tutup Setrika

Tutup setrika berfungsi sebagai lapisan luar setrika dan juga berperan sebagai pegangan. Tutup setrika terbuat dari bahan isolasi seperti plastik. Selain melindungi tangan dari kontak listrik, tutup setrika juga didesain untuk tahan terhadap panas.

Baca Juga :  AC Mati Sendiri Setiap 30 Menit : Penyebab dan Solusi

8. Pengendali Suhu

Bagian pengendali suhu pada setrika listrik berfungsi untuk mengatur suhu pemanasan. Ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan suhu setrika sesuai dengan jenis kain yang akan disetrika. Umumnya, pengendali suhu menggunakan prinsip bimetal.

9. Reservoir Air

Reservoir air biasanya hanya ada di setrika uap dan digunakan sebagai penghasil uap. Reservoir air bisa diisi air dan tidak.

Tergantung ada sistem uangnya atau tidak, jika tidak maka bisa mengosongkan reservoir air tersebut. Setelah selesai pemakaian, reservoir air diwajibkan harus dalam kondisi kering agar terhindar dari korosi.

Cara Kerja Setrika Listrik

Cara kerja setrika listrik dimulai saat setrika dihubungkan ke sumber tegangan listrik dan dihidupkan. Ketika tombol daya diaktifkan (ON), arus listrik mulai mengalir melalui elemen pemanas di dalam setrika. Elemen pemanas ini terbuat dari bahan yang memiliki resistansi tinggi, yang berarti mereka menghambat aliran arus listrik dan mengubah energi listrik menjadi energi panas.

Dengan aliran arus listrik yang mengalir melalui elemen pemanas, mereka mulai memanas. Proses ini menghasilkan energi panas yang kemudian ditransfer ke permukaan dasar seterika yang akan digunakan untuk melicinkan pakaian. Panas tersebut disalurkan melalui konduksi, yaitu perpindahan panas dari daerah yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin. Oleh karena itu, bagian dasar seterika menjadi panas dan siap digunakan untuk merapikan pakaian.

Selama setrika digunakan, panas yang dihasilkan akan terus meningkat seiring dengan aliran arus listrik yang terus berlangsung. Tanpa adanya pengatur suhu, seterika dapat menjadi terlalu panas dan berpotensi merusak atau membakar pakaian yang dikenai. Oleh karena itu, jika pengaturan suhu tidak ada, pengguna harus secara manual memutuskan seterika dari sumber listrik untuk mendinginkannya saat panas terlalu tinggi, lalu menghubungkannya kembali saat panas sudah berkurang.

Namun, pada seterika yang telah dilengkapi dengan pengatur suhu, proses tersebut menjadi lebih otomatis. Seterika dengan pengatur suhu akan memiliki sensor yang mengukur suhu pada permukaan seterika. Ketika suhu mencapai batas maksimal yang telah ditentukan, pengatur suhu akan secara otomatis memutuskan aliran arus listrik untuk mencegah seterika dari pemanasan berlebihan. Begitu juga sebaliknya, jika suhu turun sampai batas tertentu, seterika akan secara otomatis menghubungkan aliran arus listrik kembali untuk menjaga suhu agar tetap sesuai.

Dengan demikian, siklus kerja setrika listrik yang otomatis terjadi melibatkan pengaturan suhu yang cerdas untuk menjaga suhu permukaan seterika tetap dalam rentang yang aman dan optimal. Hal ini memudahkan pengguna dalam melicinkan pakaian tanpa harus terlalu sering mematikan dan menghidupkan setrika secara manual.

Jenis-Jenis Setrika Listrik

Di pasaran, terdapat dua jenis setrika listrik yang umumnya dikenal, yaitu setrika manual dan setrika otomatis. Kedua jenis ini memiliki fitur dan fungsi yang berbeda, memenuhi kebutuhan beragam pengguna dalam menjaga pakaian tetap rapi dan terlihat menarik. Namun, secara umum, setrika otomatis telah menjadi pilihan yang lebih populer di kalangan konsumen saat ini. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang kedua jenis setrika listrik ini:

1. Setrika Listrik Manual

Setrika listrik manual adalah jenis setrika yang dioperasikan secara lebih tradisional. Pengguna harus mengontrol suhu dan waktu penggunaan secara manual. Beberapa karakteristik dari setrika listrik manual meliputi:

  • Pengaturan Suhu Manual:
    Setrika manual umumnya dilengkapi dengan tombol atau dial yang memungkinkan pengguna untuk mengatur suhu sesuai dengan jenis kain yang akan dilicinkan. Pengguna harus memantau suhu dengan cermat agar pakaian tidak rusak akibat pemanasan berlebihan.
  • Kontrol Waktu:
    Pengguna juga harus mengontrol berapa lama seterika harus diletakkan pada pakaian. Ini memerlukan perhatian ekstra agar pakaian tidak terbakar atau rusak.
  • Pengalaman yang Lebih Terlibat:
    Menggunakan setrika listrik manual memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang jenis kain, suhu yang tepat, dan waktu yang diperlukan. Pengalaman dan ketelitian diperlukan untuk mencapai hasil yang memuaskan.

2. Setrika Listrik Otomatis

Setrika listrik otomatis adalah jenis setrika yang dirancang dengan berbagai fitur otomatis yang membuat proses melicinkan pakaian lebih mudah dan efisien. Berikut adalah beberapa ciri dari setrika otomatis:

  • Pengaturan Suhu Cerdas:
    Setrika otomatis memiliki sensor suhu yang dapat mendeteksi jenis kain dan mengatur suhu secara otomatis sesuai dengan kebutuhan. Hal ini menghindarkan risiko pemanasan berlebihan dan merusak pakaian.
  • Pengaturan Uap Otomatis:
    Beberapa setrika otomatis dilengkapi dengan sistem pembuatan uap yang otomatis. Ini membantu melembutkan serat kain dan membuat proses melicinkan lebih efektif.
  • Perlindungan Terhadap Pakaian:
    Fitur-fitur seperti “anti-drip” mencegah setetika mengeluarkan tetesan air yang dapat meninggalkan noda pada pakaian. Selain itu, ada juga perlindungan “auto-off” yang mematikan seterika jika tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu, menjaga keamanan.
  • Kemudahan Penggunaan:
    Setrika otomatis lebih mudah digunakan karena banyak fungsi yang diatur secara otomatis. Ini membuatnya cocok untuk pengguna yang tidak memiliki pengalaman yang mendalam dalam menyetrika pakaian.
Baca Juga :  4 Cara Setting HDMI Laptop ke TV Windows 10 : Semua Merk !!

Pilihan antara setrika listrik manual dan otomatis tergantung pada preferensi pribadi, tingkat pengalaman, dan kebutuhan setiap individu. Setrika otomatis telah menjadi pilihan yang lebih populer karena kemudahan penggunaan dan fitur-fitur cerdas yang mempermudah proses melicinkan pakaian.

Penutup

Setelah memahami berbagai aspek dari setrika listrik, mulai dari sejarah, jenis-jenis, hingga tips penggunaannya, kita semakin menyadari betapa pentingnya perangkat ini dalam kehidupan sehari-hari. Memang, setrika listrik telah melalui banyak evolusi sejak ditemukan. Dari model yang sederhana hingga yang canggih dengan berbagai fitur, setrika listrik terus membuktikan keberadaannya sebagai salah satu perangkat domestik yang tak tergantikan.

Tidak hanya mempermudah proses menyetrika, setrika listrik juga membantu kita dalam mengefisienkan waktu dan tenaga. Namun, perlu diingat bahwa meskipun praktis, penggunaan setrika listrik juga harus disertai dengan kehati-hatian dan pengetahuan yang memadai untuk meminimalisir risiko kecelakaan atau kerusakan.

Maka dari itu, “Mengenal Setrika Listrik” bukan hanya sekadar memahami sebuah alat, tetapi juga mengapresiasi bagaimana teknologi ini telah memudahkan kehidupan kita. Selamat menyetrika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *