Pengertian Site Manager

Pengertian Site Manager : Tugas dan Tanggung Jawabnya Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Site Manager : Tugas dan Tanggung Jawabnya Secara Lengkap. Site Manager memiliki peran penting dalam industri konstruksi, mengawasi dan mengelola berbagai aspek dari proyek konstruksi. Mereka bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dan mengawasi kegiatan di lokasi proyek, memastikan bahwa proyek diselesaikan dengan efisien, sesuai anggaran, dan mematuhi standar keselamatan. Dalam artikel ini, kita akan menggali Pengertian Site Manager, menjelajahi tugas-tugas dan tanggung jawab mereka, serta keterampilan penting yang dimiliki untuk berhasil dalam profesinya.

Pengertian Site Manager

Pengertian Site Manager adalah individu yang membantu project manager dalam memeriksa setiap pekerjaan di lapangan dengan teliti. Tugas utama Site Manager adalah merencanakan secara teknis dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

Dalam tanggung jawabnya, Site Manager juga mengurus aspek biaya, waktu, dan mutu pekerjaan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa konstruksi dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selain itu, Site Manager juga memiliki peran penting dalam memberikan arahan dan instruksi kepada para subcontractor sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun. Terkadang, seorang supervisor juga terlibat untuk membantu mengatur para pekerja agar melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur dan tujuan yang telah ditetapkan.

Tugas Site Manager

Tidak hanya Project Control atau Project Manager, Site Manager juga memiliki peran krusial dalam menjalankan proyek. Lantas, apa sajakah tanggung jawab dari Site Manager? Berikut ulasannya:

  1. Memberikan arahan dan petunjuk kepada tim agar pekerjaan teknis dapat dikerjakan dengan lebih optimal.
  2. Menyiapkan bahan dan materi yang diperlukan untuk merancang proyek sesuai standar kualitas yang ditentukan.
  3. Mengatur rincian materi yang akan dijadikan dasar dalam perhitungan biaya proyek.
  4. Menyusun jadwal pelaksanaan proyek secara bulanan dan mingguan.
  5. Membuat rencana mengenai kebutuhan sumber daya manusia atau SDM.
  6. Merencanakan pemakaian bahan atau material yang akan digunakan dalam proyek.
  7. Menyusun strategi kerja yang akan dijalankan bersama seluruh divisi yang terkait.
  8. Menyarankan upaya pengembangan karyawan melalui program pelatihan dan pendidikan bagi staf.
  9. Menyiapkan rekomendasi secara rinci dengan tujuan meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  10. Mempertahankan kerja sama yang harmonis dengan semua pihak yang terlibat dalam proyek.
  11. Menyusun kerangka, rencana kerja, serta tahapan-tahapan pekerjaan yang perlu dijalankan.
  12. Menentukan prioritas atau bobot dari setiap rencana kerja.
  13. Membentuk tim lapangan yang efisien untuk mengawasi kegiatan kontraktor.
  14. Memberi dukungan dan arahan kepada tim di lapangan dalam menyelesaikan berbagai masalah yang muncul.
  15. Mengkoordinasi semua pekerja yang terlibat dalam proyek.
  16. Memeriksa laporan hasil pengujian serta analisis yang dilakukan.
  17. Bertanggung jawab atas semua pengujian dan penyelidikan di lokasi proyek.
  18. Melaporkan kemajuan pekerjaan secara rinci.

Tanggung Jawab Site Manager

Berikut ini beberapa tanggung jawab utama yang diemban oleh seorang Site Manager:

  1. Menyajikan informasi terkini yang dibutuhkan oleh pemilik proyek mengenai perkembangan pekerjaan yang sedang berlangsung.
  2. Mengadakan diskusi dengan pemilik proyek terkait pemilihan dan ketentuan penggunaan material yang sesuai untuk proyek.
  3. Menyampaikan permintaan kepada pemilik proyek mengenai perluasan waktu pelaksanaan jika terdapat keterlambatan karena alasan-alasan tertentu.
  4. Memastikan memiliki izin bangunan dan jaminan pelaksanaan sebelum memulai pekerjaan proyek.
  5. Berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar serta otoritas terkait terhadap pelaksanaan proyek, baik melalui komunikasi tertulis maupun lisan.
  6. Membuat keputusan mengenai pelaksanaan perubahan dalam pekerjaan tertentu dan menyampaikannya kepada pemilik proyek sesuai kebutuhan.
  7. Site Manager memainkan peran penting dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan sebuah proyek konstruksi.

Soft dan Hard Skill yang Dibutuhkan Site Manager

Setelah memahami Pengertian Site Manager, selanjutnya yuk mari kita jelaskan lebih mendalam tentang soft dan hard skills yang diperlukan oleh seorang site manager berdasarkan poin-poin yang Anda berikan:

Baca Juga :  Ketahui Cara Setting 2 Monitor di 1 Komputer PC

1. Komunikasi

  • Mengapa Penting: Seorang site manager harus bisa menyampaikan ide, instruksi, dan kebutuhan proyek dengan jelas kepada tim, klien, dan pihak-pihak terkait lainnya. Tanpa komunikasi yang baik, bisa terjadi kesalahpahaman yang berakibat pada kesalahan dalam pengerjaan proyek.
  • Contoh Penerapan: Saat menghadapi masalah di lapangan, site manager harus dapat menjelaskan situasi tersebut kepada atasan dan memberikan solusi yang tepat tanpa menimbulkan kepanikan.

2. Manajemen

  • Mengapa Penting: Kemampuan untuk mengatur sumber daya, waktu, dan anggota tim adalah kunci keberhasilan proyek. Site manager harus bisa memastikan bahwa semua aspek proyek berjalan sesuai rencana dan efisien.
  • Contoh Penerapan: Mengatur jadwal kerja tim, memonitor progres pekerjaan, dan mengevaluasi hasil kerja adalah bagian dari tanggung jawab manajemen seorang site manager.

3. Olah Data

  • Mengapa Penting: Data adalah salah satu informasi penting dalam sebuah proyek. Menganalisis data dengan benar membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat.
  • Contoh Penerapan: Site manager mungkin perlu membuat perbandingan biaya antara bahan A dan B menggunakan excel, atau menyajikan progress proyek dalam bentuk grafik menggunakan powerpoint.

4. Membuat Laporan

  • Mengapa Penting: Laporan adalah bukti tertulis dari apa yang telah dilakukan di lapangan. Melalui laporan, kinerja sebuah proyek bisa dievaluasi dan diketahui apakah sudah sesuai dengan standar yang diharapkan atau belum.
  • Contoh Penerapan: Setelah inspeksi lapangan, site manager harus membuat laporan yang menjelaskan kondisi lapangan, apa yang sudah dilakukan, hambatan yang dihadapi, dan solusi yang diterapkan.

Perbedaan Site Manager dan Project Manager

Manajer Situs adalah individu yang bertanggung jawab atas eksekusi suatu tugas di lapangan.

Posisinya jelas berbeda dengan Manajer Proyek, khususnya dalam hal fungsi. Seorang Manajer Proyek memiliki tugas pokok untuk memastikan semua divisi berfungsi dengan benar sesuai tugasnya.

Tidak hanya itu, Manajer Proyek juga bertanggung jawab atas kelancaran proyek, baik dari sisi pelaksanaan maupun aspek administratif.

Di sisi lain, Manajer Situs berfokus pada kelancaran pelaksanaan proyek di lapangan dan terus memberikan petunjuk kepada tim pelaksana.

Dari penjelasan di atas, sudah jelas bahwa Manajer Situs dan Manajer Proyek mempunyai peran yang berbeda. Beberapa poin perbedaan kunci antara keduanya adalah:

1. Penjadwalan Pelaksanaan Proyek

Tugas Project Manager adalah memulai proyek dengan menyusun jadwalnya mulai dari awal hingga selesai.

Sebaliknya, Site Manager bertanggung jawab memberikan arahan kepada seluruh tim setelah kontrak proyek ditandatangani.

2. Pengendalian atau Kontrol

Perbedaan selanjutnya terletak pada pengendalian. Project Manager bertanggung jawab mengontrol kinerja setiap anggota tim, termasuk Site Manager, hingga mencapai tujuan sesuai rencana.

Sementara itu, Site Manager bertugas memberikan arahan lebih lanjut dan detail kepada tim pelaksana pekerjaan di lapangan mengenai proyek tersebut.

3. Kerjasama Tim

Sebagai Project Manager, upaya dilakukan untuk menjalin hubungan kerja yang kooperatif dengan semua pihak terkait.

Namun, tugas Site Manager lebih berfokus pada menjalin hubungan dengan tim yang bekerja di lapangan.

Jika terdapat permasalahan di lapangan, Site Manager akan membantu menemukan solusi, baik yang berkaitan dengan masalah teknis maupun kontrak kerja di lapangan.

4. Peran dan Tugas

Project Manager biasanya berperan sebagai pemimpin utama yang bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan proyek.

Sementara itu, tugas utama Site Manager adalah memantau kebutuhan material yang diperlukan selama pelaksanaan proyek di lapangan.

Kehadiran Site Manager sangat krusial saat menjalankan pekerjaan di lapangan. Penting bagi Project Manager dan Site Manager untuk berkoordinasi dan terus berkomunikasi.

Standar Gaji Site Manager di Indonesia

Sudah memahami Pengertian Site Manager kan? nah berdasarkan informasi dari sebuah situs lowongan pekerjaan populer di Indonesia, gaji rata-rata seorang manajer situs di tanah air adalah sekitar Rp6.703.619 setiap bulannya.

Namun, angka pastinya bisa bervariasi tergantung pada UMR di tiap kota. Berikut adalah beberapa kota di Indonesia yang menawarkan gaji tertinggi untuk posisi manajer situs:

KotaGaji Pokok per Bulan
JakartaRp7,200,000
BekasiRp8,500,000
BogorRp5,600,000
SurabayaRp7,100,000
BandungRp5,500,000
TangerangRp5,600,000
DepokRp4,800,000
Baca Juga :  Cara Menyuburkan Tanah di Depan Rumah : Tips Mudah Pemula

Penutup

Sebagai kesimpulan dari empatpilar.com, Pengertian Site Manager memegang peranan penting dalam pengelolaan dan supervisi proyek konstruksi. Dari memastikan semua aspek pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan, hingga memonitor kemajuan dan menjamin keamanan di lokasi kerja.

Pengertian Site Manager bukanlah sekadar gelar, melainkan representasi dari sejumlah tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan ketat dan profesional. Kesuksesan sebuah proyek konstruksi seringkali bergantung pada keefektifan seorang Site Manager dalam menjalankan perannya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan tantangan industri, peran ini diharapkan terus berkembang dan menyesuaikan diri agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kesuksesan setiap proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *