Pengertian Surge Arrester

√ Pengertian Surge Arrester : Fungsi dan Prinsip Kerja Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar –Pengertian Surge Arrester : Fungsi dan Prinsip Kerja Secara Lengkap. Pahami Pengertian Surge Arrester: Fungsi dan Prinsip Kerja dan bagaimana komponen ini melindungi perangkat listrik Kalian dari lonjakan tegangan. Mampu memahami prinsip kerja arrester dan pengetahuan lainnya.

Gempa listrik, atau ‘surges’, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja dalam sistem listrik. Tidak hanya merusak perangkat, tetapi juga bisa berbahaya bagi manusia.

Inilah alasan utama mengapa kita membutuhkan Surge Arrester. Jadi, apa sebenarnya Pengertian Surge Arrester, Fungsi, dan Prinsip Kerjanya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Pengertian Surge Arrester

Surge arrester merupakan sebuah perangkat yang diperuntukkan untuk melindungi sistem instalasi listrik dan idealnya digunakan dalam setiap sistem tersebut. Perangkat ini berfungsi sebagai pelindung dan biasanya dipasang dalam sistem instalasi listrik.

Surge arrester dapat melindungi sistem saat terjadi peningkatan mendadak dalam tegangan listrik yang melampaui batas yang telah ditetapkan. Biasanya, peningkatan ini dapat disebabkan oleh hal-hal seperti sambaran petir.

Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan lonjakan tegangan secara mendadak, seperti masalah di pembangkit listrik, korsleting, lonjakan ketika melakukan peralihan (switching), dan sebagainya.

Lonjakan tegangan ini dapat berakibat sangat berbahaya. Jika tegangan yang mengalir melebihi batas normal, dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai perangkat elektronik yang terhubung dalam jaringan listrik tersebut.

Perangkat elektronik cenderung sangat sensitif terhadap lonjakan tegangan listrik, sehingga perangkat tersebut dapat mudah mengalami kerusakan saat terjadi lonjakan tegangan.

Struktur yang Ada Pada Surge Arrester

Surge arrester adalah perangkat penting yang dirancang untuk melindungi sistem dan perangkat elektronik dari lonjakan tegangan atau surge. Strukturnya mencakup beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk memastikan fungsi ini.

Komponen utama dari struktur surge arrester adalah dua lempeng logam. Lempeng ini diposisikan cukup dekat satu sama lain, dan dalam beberapa kasus, mereka dipisahkan oleh material yang disebut elektrikum.

Elektrikum adalah bahan yang tidak menghantarkan listrik dan digunakan untuk mengisolasi lempeng-lempeng logam tersebut.

  1. Lempeng logam pertama dari surge arrester ini berfungsi untuk menerima tegangan dari jalur kabel yang akan dilindungi. Dengan kata lain, ia bertindak sebagai titik masuk untuk lonjakan tegangan yang berpotensi merusak.
  2. Lempeng logam kedua diarahkan ke sistem grounding atau tanah. Fungsi dari lempeng logam kedua ini adalah sebagai tempat pelepasan atau pengeluaran untuk tegangan lebih yang dihasilkan oleh lonjakan tersebut. Dengan begitu, alih-alih merusak perangkat atau sistem yang diamankan, lonjakan tegangan tersebut dialihkan dan dilepaskan ke tanah.

Selain lempeng-lempeng logam, struktur surge arrester juga mungkin mencakup komponen lain seperti resistor dan varistor.

Resistor digunakan untuk mengatur aliran listrik, sementara varistor dapat merespons lonjakan tegangan dengan cepat dan mengubah resistansinya untuk melindungi perangkat dari kerusakan.

Secara keseluruhan, struktur yang ada pada surge arrester ini memainkan peran penting dalam menjaga keamanan perangkat dan sistem listrik dari kerusakan yang disebabkan oleh lonjakan tegangan.

Fungsi Surge Arrester

Setelah mengenal Pengertian Surge Arrester, selanjutnya surge arrester adalah perangkat perlindungan penting dalam sistem listrik yang berfungsi melindungi perangkat dan sistem dari lonjakan tegangan atau ‘surge’. Fungsinya sangat vital dalam menjaga keandalan dan usia hidup perangkat dan sistem listrik.

Fungsi utama dari surge arrester adalah untuk membelokkan atau mengalirkan tegangan yang berlebih atau melebihi kapasitas maksimum pada jaringan listrik.

Lonjakan tegangan ini biasanya terjadi karena berbagai faktor seperti kilat, gangguan pada jaringan, atau peralatan berdaya tinggi yang dihidupkan atau dimatikan.

Jika lonjakan tegangan ini dibiarkan, bisa menimbulkan kerusakan pada perangkat dan komponen listrik, mengurangi usia hidupnya, dan dalam beberapa kasus, bisa mengakibatkan kebakaran atau bahaya lainnya.

Dengan adanya surge arrester, lonjakan tegangan ini dapat dengan aman dialihkan dan dilarikan ke tanah atau proses yang sering disebut sebagai grounding.

Selain itu, surge arrester juga berfungsi sebagai sistem pencegahan kerusakan yang bisa disebabkan oleh overvoltage. Overvoltage adalah kondisi di mana tegangan dalam suatu jaringan listrik melebihi nilai normal atau nilai yang diterima oleh perangkat.

Dengan demikian, surge arrester membantu memastikan bahwa perangkat listrik menerima tegangan dalam kisaran yang aman dan sesuai dengan kapasitas mereka.

Baca Juga :  Pengertian Low Pass Filter (LPF) : Fungsi dan Jenisnya Secara Lengkap

Jadi, secara keseluruhan, surge arrester berfungsi sebagai penjaga atau pelindung yang memastikan kestabilan dan keamanan sistem listrik dengan membatasi dan mengalihkan lonjakan tegangan yang berpotensi merusak. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan operasi dan keamanan sistem dan perangkat listrik.

Karakteristik Surge Arrester

Tipe surge arrester yang paling sering dijumpai adalah arrester berbahan resistor oksida logam non-linier, yang biasanya ditemukan dalam wadah porselen atau karet silikon. Kedua tipe ini dipasang secara paralel, dilindungi, dan dihubungkan dengan sistem grounding. Ada juga tipe lain yang dibuat dari resistor silikon karbida (SiC), yang dikenal sebagai arrester tipe katup.

Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari surge arrester:

  1. Kebanyakan surge arrester bersifat non-linier dan memiliki nilai arus hubung pendek.
  2. Tegangan operasional surge arrester biasanya meningkat dan beroperasi pada frekuensi sekitar 50-60 Hz.
  3. Nilai arus pelepasan minimum surge arrester biasanya berada di titik 5k Amps, 10k Amps, dan 20k Amps.
  4. Surge arrester dapat dilengkapi dengan penghitung operasi pelepasan jika tegangan melebihi 52 kV.
  5. Surge arrester dihubungkan antara konduktor dan sistem grounding.
  6. Arrester berbahan oksida logam memiliki aksesibilitas sistem dan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan arrester silikon karbida.

Cara kerja surge arrester

Setelah informasi mengenai Pengertian Surge Arrester, selanjutnya informasi penting lainnya yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana cara kerja surge arrester.

Surge arrester bekerja dengan cara melepaskan lonjakan tegangan yang terjadi pada suatu jaringan kabel. Ketika lonjakan tegangan terjadi, kutub anoda arrester akan melepaskan lonjakan tersebut menuju kutub katoda atau menuju grounding.

Besar tegangan yang dapat mulai dialihkan sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti jarak antara kutub anoda, jenis material yang berada di antara mereka, dan panjang penghubung ke kutub katoda.

Semakin panjang penghubung menuju kutub katoda, maka ambang batas tegangan yang dapat dialihkan juga akan semakin besar, dan begitu pula sebaliknya.

Material dielektrik atau material pengisi juga sangat mempengaruhi cara kerja dari surge arrester ini. Beberapa material yang umum digunakan adalah udara bebas, metal oxide varistor, dan keramik. Tentunya, karakteristik dari masing-masing material ini berbeda-beda.

Diagram Pemasangan Surge Arrester

Terkait instalasi, penempatan surge arrester biasanya disesuaikan berdasarkan kondisi di lokasi. Berikut adalah contoh diagram pemasangan surge arrester.


Berdasarkan diagram yang ditampilkan, bagi pelanggan listrik PLN prabayar, diagram pertama atau bagian atas tidak dapat diaplikasikan. Alasannya adalah meter PLN akan menunjukkan kesalahan atau ‘error’ jika ada penambahan grounding atau pembumian pada kabel netral.

Cara Pemasangan Surge Arrester

Sudah memahami Pengertian Surge Arrester kan? Nah selanjutnya terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan saat akan melakukan pemasangan surge arrester.

  • Pertama, harus diperhatikan tempat di mana tegangan berlebih akan dilepaskan. Tempat ini biasanya dikenal sebagai grounding atau pembumian. Pastikan bahwa nilai resistansi dari pembumian ini kurang dari 5 Ohm. Nilai ini penting untuk memastikan bahwa lonjakan tegangan dapat dengan efektif dialirkan ke tanah, sehingga mencegah kerusakan pada perangkat listrik.
  • Kedua, letakkan surge arrester di lokasi yang dekat dengan meter listrik. Ini bertujuan agar surge arrester dapat segera merespons lonjakan tegangan yang mungkin terjadi pada sistem. Alternatif lainnya, surge arrester bisa juga ditempatkan di dalam panel listrik utama. Namun, sebelum melakukan ini, perlu diperhatikan bagaimana sistem proteksi yang digunakan.
  • Ada dua jenis sistem proteksi yang biasa digunakan dalam pemasangan surge arrester, yaitu sistem jalur tunggal dan sistem jalur gKalian.
  • Pada sistem pengamanan jalur tunggal, hanya ada satu kutub phase (+). Artinya, surge arrester hanya terhubung ke satu jalur atau fase. Ini seringkali digunakan pada sistem listrik rumahan atau sistem yang tidak memiliki beban yang terlalu tinggi.
  • Sedangkan pada pengamanan jalur gKalian, terdapat dua kutub, yaitu kutub neutral ground dan kutub phase ground. Pada sistem ini, surge arrester terhubung ke dua jalur atau fase. Sistem ini biasanya digunakan pada sistem listrik industri atau sistem dengan beban yang tinggi.

Mengetahui dan memahami jenis sistem proteksi yang digunakan sangat penting dalam menentukan cara pemasangan surge arrester yang tepat dan efektif.

Dengan memperhatikan hal-hal ini, Kalian dapat memastikan bahwa surge arrester dapat bekerja secara optimal dalam melindungi perangkat dan sistem listrik dari lonjakan tegangan.

Bisakah Surge Arrester Diganti Sekring?

Pertanyaan ini sering kali diajukan oleh banyak orang. Surge arrester sebenarnya tidak bisa digantikan dengan sekring.

Baca Juga :  Ukuran Kabel Instalasi Listrik Rumah Standar PLN : Pahami dengan Baik

Mengapa demikian? Hal ini karena sekring hanya berfungsi sebagai pembatas arus listrik. Sekring tidak memiliki fungsi yang sama dengan surge arrester.

Sekring tidak dapat digunakan untuk melindungi jaringan listrik dari lonjakan tegangan arus listrik. Jadi, sebaiknya jangan menggunakan sekring sebagai pengganti surge arrester karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Surge arrester adalah alat yang memiliki peranan sangat penting terutama ketika terjadi lonjakan tegangan arus listrik yang tiba-tiba.

Oleh karena itu, sebaiknya tempat-tempat penting memasang alat ini untuk melindungi semua perangkat elektronik yang digunakan.

Beberapa tempat yang disarankan untuk memasang surge arrester ini adalah rumah sakit, bandara, terminal, stasiun, sekolah, kantor pemerintahan, hotel, ruko, gudang, pabrik, tempat tinggal, kantor, area tambang, dan gedung bertingkat.

Penutup

Pemahaman mendalam tentang surge arrester, baik pengertiannya, fungsi, maupun prinsip kerjanya, sangat penting, terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang kelistrikan.

Selain itu, pengetahuan ini juga berguna bagi semua orang, untuk melindungi peralatan listrik di rumah atau tempat kerja dari potensi kerusakan akibat lonjakan listrik.

Dengan demikian, surge arrester memegang peran vital dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan sistem listrik, menjadikan dunia kita lebih aman dan berkelanjutan.

Semoga dengan artikel dari empatpilar.com ini, kita semua dapat menghargai lebih tinggi nilai dan peran surge arrester dalam kehidupan sehari-hari kita.

Itu saja ulasan dari kami mengenai Pengertian Surge Arrester secara lengkap dan mendalam. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *