Pengertian Busbar

Pengertian Busbar : Jenis dan Cara Memilihnya Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Busbar : Jenis dan Cara Memilihnya Lengkap. Dalam artikel ini, kami membahas pengertian busbar, fungsi, cara kerja, dan konfigurasinya. Selami lebih dalam tentang busbar dan pelajari berbagai aspeknya secara detail!

Ada pepatah lama yang mengatakan, “Listrik adalah pelayan yang baik, tapi tuan yang buruk.” Maksudnya, jika kita mengendalikannya dengan baik, listrik bisa menjadi alat yang sangat berguna. Namun, jika tidak terkendali, bisa berakibat fatal.

Dalam konteks ini, “Busbar” berperan penting dalam sistem distribusi listrik. Tapi, apa sebenarnya busbar itu?

Busbar adalah perangkat dalam sistem distribusi listrik yang digunakan untuk menghubungkan beberapa aliran listrik sekaligus. Busbar biasanya terbuat dari tembaga atau aluminium, karena kedua bahan ini memiliki konduktivitas listrik yang tinggi.

Pengertian Busbar

Busbar adalah konduktor yang dibuat dari plat tembaga atau aluminium. Biasanya, busbar ini berbentuk persegi panjang atau silinder dengan ketebalan yang beragam.

Fungsi utama busbar adalah sebagai konduktor energi listrik dan mengendalikan sistem masuk dan keluar dari panel listrik.

Tidak hanya terkait bahan pembuatnya, penting untuk diketahui bahwa busbar juga berfungsi sebagai konektor untuk semua kabel DC (arus searah).

Ini berlaku ketika busbar digunakan dalam sistem yang lebih kecil yang memiliki banyak peralatan DC. Dengan demikian, peran busbar dalam panel listrik adalah mendistribusikan listrik dari feeder, incomer, dan komponen listrik lainnya.

Kenapa Menggunakan Busbar ?

Busbar digunakan dalam sistem distribusi listrik karena berbagai alasan berikut ini:

  1. Efisiensi Arus
    Busbar dibuat dari tembaga atau aluminium yang memiliki konduktivitas tinggi, memungkinkan mereka untuk membawa arus listrik dengan lebih efisien daripada alternatif lain seperti kabel.
  2. Mudah diubah dan disesuaikan
    Busbar dapat dengan mudah disesuaikan dan diubah sesuai dengan kebutuhan sistem. Ini memberikan fleksibilitas dalam desain sistem dan kemudahan saat melakukan penyesuaian atau perubahan.
  3. Penanganan Panas
    Busbar dirancang untuk mengelola panas dengan baik. Mereka memiliki luas permukaan yang lebih besar daripada kabel, yang membantu dalam pendinginan dan mengurangi risiko panas berlebih.
  4. Mudah Terhubung
    Menggunakan busbar memudahkan untuk menghubungkan dan memutuskan peralatan listrik. Terminal yang tersedia pada busbar biasanya berupa skrup logam, yang memudahkan untuk menghubungkan dan memutuskan.
  5. Kerapatan Arus Tinggi
    Busbar dapat menangani kerapatan arus yang lebih tinggi daripada kabel. Ini membuat mereka ideal untuk digunakan dalam sistem dengan beban arus tinggi.
  6. Hemat Ruang
    Busbar biasanya membutuhkan ruang yang lebih sedikit dibandingkan kabel dengan kapasitas yang sama. Hal ini bisa sangat berguna di dalam panel atau lemari listrik di mana ruang sering kali terbatas.
  7. Keandalan dan Keselamatan
    Busbar sangat andal dan tahan lama. Mereka dirancang untuk bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan dan dapat memberikan jaminan keselamatan yang lebih baik daripada beberapa alternatif lainnya.
  8. Penghematan Biaya
    Meski investasi awal mungkin lebih tinggi, penggunaan busbar bisa lebih ekonomis dalam jangka panjang. Biaya pemeliharaan dan perbaikan biasanya lebih rendah dibandingkan dengan kabel.

Oleh karena itu, busbar sangat bermanfaat dalam berbagai aplikasi listrik, khususnya di mana kebutuhan arus besar dan keandalan adalah prioritas.

Jenis-Jenis Konfigurasi Busbar Pada Gardu

Setelah memahami Pengertian Busbar, selanjutnya pada satu gardu induk, konfigurasi busbar sangat mempengaruhi kekuatan dan kehandalannya. Ada beberapa jenis konfigurasi busbar yang biasa digunakan pada instalasi gardu induk, simak ulasannya dibawah ini :

1. Konfigurasi Single Bus

Konfigurasi ini merupakan bentuk yang paling sederhana dari konfigurasi busbar, di mana semua koneksi terhubung ke satu busbar tunggal.

Walaupun dilengkapi dengan proteksi relay yang baik, konfigurasi jenis ini memiliki daya tahan yang cukup rendah.

Jika terjadi gangguan di antara busbar dan pemutus sirkuit, hal tersebut akan berakibat pada pemadaman total.

Pada sisi lain, biaya untuk menginstal konfigurasi single bus ini relatif lebih murah, serta operasionalnya memiliki tingkat fleksibilitas yang cukup.

Baca Juga :  Pengertian Flip-Flop dan Jenis-Jenisnya : Pembahasan Secara Lengkap

2. Konfigurasi Double Bus-Double Breaker

Konfigurasi double bus-double breaker terdiri dari dua circuit breaker dan dua busbar dalam setiap rangkaiannya.

Jenis konfigurasi ini memiliki tingkat keandalan yang sangat tinggi. Ketika terjadi gangguan pada salah satu busbar, gangguan tersebut dapat diisolasi tanpa mempengaruhi rangkaian atau beban yang lain.

Sebaliknya, jika ada gangguan pada salah satu rangkaian, hal tersebut tidak akan berdampak pada rangkaian lain atau busbar.

Konfigurasi ini menggunakan sistem double, sehingga biaya pemasangannya lebih tinggi dibandingkan dengan konfigurasi single bus. Selain itu, konfigurasi ini juga membutuhkan proteksi relay yang lebih rumit dan area yang lebih besar.

3. Konfigurasi Main And Transfer Bus

Dalam konfigurasi jenis busbar ini, semua rangkaian terhubung antara komponen main bus dan transfer bus. Bagian di antara kedua busbar ini disebut bus tie breaker.

Konfigurasi ini memiliki tingkat keandalan yang rendah, karena pada kondisi normal mirip dengan konfigurasi single bus, di mana semua koneksi hanya terhubung ke satu busbar.

Namun, resikonya adalah jika terjadi gangguan pada bagian main bus, hal tersebut akan menyebabkan pemadaman total.

Biaya instalasi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan konfigurasi single bus. Hal ini disebabkan oleh penambahan transfer bus dan peralatan switching pada konfigurasi ini.

4. Konfigurasi Double Bus-Single Breaker

Konfigurasi ini menghubungkan semua rangkaian pada dua busbar dan di antara keduanya terdapat dua tie breaker.

Saat tie breaker ditutup, busbar yang akan menyediakan pasokan untuk setiap bagian rangkaian tergantung pada peralatan switching yang digunakan. Hal ini memberikan fleksibilitas operasi dan tingkat keandalan yang tinggi.

Biaya yang dibutuhkan dalam konfigurasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan konfigurasi single bus, karena ada penambahan busbar dan peralatan switching. Selain itu, konfigurasi ini juga membutuhkan area yang lebih luas.

5. Konfigurasi Ring Bus

Pada konfigurasi jenis ini, semua circuit breaker saling terhubung membentuk sebuah lingkaran seperti cincin, di mana rangkaian terhubung di antara dua circuit breaker.

Dengan menggunakan proteksi relay yang baik, konfigurasi ini memiliki tingkat keandalan yang tinggi.

Jika terjadi gangguan pada salah satu busbar, hanya rangkaian yang terhubung dengan busbar tersebut yang akan terpengaruh. Selain itu, jika terjadi gangguan pada salah satu rangkaian, tidak akan mempengaruhi rangkaian lainnya.

Biaya konfigurasi jenis ini lebih tinggi dibandingkan dengan konfigurasi lainnya, karena menggunakan dua circuit breaker untuk setiap rangkaian.

6. Konfigurasi Break And A Half

Konfigurasi ini menghubungkan rangkaian di antara dua circuit breaker pada barisan tiga circuit breaker di antara dua busbar.

Dengan demikian, setiap rangkaian menggunakan setengah circuit breaker. Konfigurasi ini memiliki tingkat keandalan yang tinggi dan dilengkapi dengan proteksi relay yang baik, sehingga gangguan yang terjadi pada satu rangkaian tidak akan mempengaruhi rangkaian lainnya.

Cara Menentukan Ukuran Busbar Untuk Panel Industri

Setelah mengetahui Pengertian Busbar, nah untuk menentukan ukuran Busbar memang memerlukan pertimbangan yang matang karena akan berpengaruh besar terhadap performa dan keamanan sistem tenaga listrik, terutama pada panel industri.

Berikut adalah penjelasan lebih detail dari poin-poin yang telah disebutkan:

1. Pertimbangkan Dimensi Busbar Sesuai dengan Kondisi Normal Operasi

Dimensi busbar harus sesuai dengan kondisi normal operasi. Misalnya, panjang, lebar, dan tebal busbar harus cukup untuk menampung arus listrik yang akan mengalir.

Menggunakan busbar dengan dimensi yang tidak sesuai dapat menyebabkan masalah seperti panas berlebih, bahkan bisa menyebabkan busbar meleleh.

2. Pertimbangkan Tegangan Operasional pada Saat Beroperasi

Tegangan operasional harus dipertimbangkan baik antara line dengan line maupun antara line dengan netral.

Misalnya, jika tegangan operasional yang dihasilkan oleh peralatan adalah 400 V, maka busbar yang dipilih harus mampu menampung tegangan tersebut. Tegangan yang lebih tinggi dari kapasitas busbar dapat menyebabkan kerusakan.

3. Pertimbangkan Arus yang Akan Mengalir pada Busbar

Arus yang akan mengalir pada busbar juga perlu dipertimbangkan karena akan menentukan tipe dan luas penampungan busbar.

Misalnya, jika arus yang akan mengalir adalah 200 A, maka busbar yang dipilih harus mampu menampung arus tersebut.

Jika arus yang mengalir lebih besar dari kapasitas busbar, ini bisa menyebabkan kerusakan atau bahkan kebakaran.

4. Pertimbangkan Kemampuan Isolator Tempat Dimana Busbar Akan Dipasang

Baca Juga :  Panduan Lengkap, Memasang Stop Kontak dan Saklar Dengan Kabel 3

Kemampuan isolator juga perlu dipertimbangkan. Isolator adalah komponen yang berfungsi untuk mencegah arus listrik mengalir ke tempat yang tidak seharusnya.

Misalnya, jika busbar akan dipasang pada isolator dengan kapasitas 500 A, maka busbar yang dipilih juga harus memiliki kapasitas yang sama.

Isolator juga harus mampu menahan efek mekanikal, baik yang disebabkan oleh kenaikan suhu busbar atau getaran akibat gangguan hubungan singkat yang bisa merambat dari busbar ke isolator.

Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, Kalian akan dapat memilih ukuran busbar yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi operasional di panel industri Kalian.

Penutup

Dalam artikel ini, empatpilar.com telah membahas pengertian busbar, jenis-jenisnya, serta cara memilih busbar yang tepat.

Busbar memegang peran penting dalam sistem distribusi tenaga listrik, dan pemahaman yang mendalam tentang konsep ini sangat diperlukan untuk memastikan efisiensi dan keamanan dalam penggunaannya.

Setiap jenis busbar memiliki karakteristik dan aplikasi yang unik. Oleh karena itu, pemilihan busbar yang tepat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari setiap sistem.

Semoga informasi mengenai Pengertian Busbar, dalam artikel ini dapat membantu Kalian memahami dan memilih busbar yang tepat sesuai dengan kebutuhan Kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *