Pengertian Thyristor

Pengertian Thyristor : Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Thyristor : Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Secara Lengkap. Dapatkan penjelasan lengkap tentang pengertian thyristor, fungsi, jenis, dan cara kerjanya secara lengkap untuk meningkatkan pengetahuanmu di bidang elektronik.

Bagi kamu yang tertarik dengan dunia elektronik, tentunya pernah mendengar tentang komponen bernama thyristor. Namun, apa sebenarnya pengertian thyristor? Fungsi, jenis, dan cara kerjanya secara lengkap akan kita bahas dalam artikel ini. So, stay tuned!

Thyristor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang biasa digunakan dalam rangkaian elektronik. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian thyristor, fungsi, jenis, dan cara kerjanya secara lengkap. Yuk, kita mulai!

Pengertian Thyristor

Thyristor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan berfungsi sebagai saklar atau pengendali.

Thyristor yang berfungsi sebagai saklar biasanya memiliki dua hingga empat terminal. Meskipun terbuat dari semikonduktor, Thyristor tidak digunakan sebagai penguat sinyal seperti Transistor. Nama “Thyristor” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “Pintu”.

Prinsip kerja Thyristor dengan tiga terminal adalah menggunakan arus atau tegangan rendah yang diberikan pada satu terminal untuk mengendalikan aliran arus atau tegangan tinggi yang melewati dua terminal lainnya.

Sementara itu, Thyristor dengan dua terminal yang tidak memiliki terminal kendali (GATE) akan diaktifkan saat tegangan pada kedua terminal mencapai level tertentu yang disebut sebagai Breakdown Voltage atau Breakover Voltage.

Ketika tegangan di bawah tegangan breakdown, kedua terminal tidak akan mengalirkan arus listrik atau berada dalam posisi mati (OFF).

Dalam konteks saklar elektronik, kita juga dapat menggunakan Transistor. Namun, jika dibandingkan dengan Transistor, Thyristor yang dirancang khusus sebagai komponen saklar memiliki performa yang lebih baik.

Transistor memerlukan tegangan atau arus yang tepat untuk berfungsi sebagai saklar, dan jika tegangan atau arus yang diberikan tidak sesuai dengan spesifikasi, Transistor dapat berada di antara keadaan ON dan OFF.

Saklar yang berada di antara kedua keadaan tersebut bukanlah saklar yang ideal. Berbeda dengan Transistor, Thyristor dirancang untuk hanya berada dalam dua keadaan, yaitu ON atau OFF.

Thyristor banyak digunakan dalam berbagai aplikasi elektronika, seperti pengendali daya, timer, osilator, peredam cahaya, pengendali kecepatan motor listrik, dan lain-lain.

Fungsi Thyristor

Setelah memahami Pengertian Thyristor, selanjutnya thyristor adalah komponen elektronika yang berperan sebagai saklar dalam sebuah rangkaian. Fungsinya adalah untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik.

Thyristor menggunakan terminal gate sebagai pemicu untuk mengalirkan atau memutuskan arus listrik.

Thyristor sering digunakan dalam berbagai komponen elektronik, terutama pada perangkat yang bekerja dengan pemicu otomatis.

Thyristor juga dapat digunakan dalam berbagai jenis peralatan listrik, baik yang menggunakan arus kecil maupun arus besar.

Beberapa fungsi thyristor antara lain:

  • Sebagai penyearah.
  • Untuk mengubah daya.
  • Digunakan dalam pengendalian robot.
  • Mengontrol frekuensi dan kecepatan.
  • Digunakan untuk mengontrol suhu atau temperatur.
  • Digunakan dalam pengendalian cahaya, dan masih banyak lagi.

Simbol Thyristor

Simbol thyristor dapat dilihat pada gambar di atas. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, thyristor memiliki tiga terminal, yaitu anoda, katoda, dan gate.

Simbolnya hampir mirip dengan dioda biasa, tetapi perbedaan utamanya adalah adanya terminal gate yang digunakan untuk memicu rangkaian.

Jenis-Jenis Thyristor

Setelah memahami Pengertian Thyristor, selanjutnya ada beberapa komponen elektronika yang tergolong dalam kelompok Thyristor diantaranya seperti dibawah ini :

1. SCR (Silicon Controlled Rectifier)

SCR merupakan jenis Thyristor yang memiliki tiga terminal, yaitu GATE, ANODA, dan KATODA. Secara struktur, SCR terdiri dari empat lapisan semikonduktor yaitu PNPN, dengan terminal pengendali terletak pada lapisan P (Positif).

Baca Juga :  Perbedaan PLC dan DCS, Kenali dengan Baik

Cara kerja SCR adalah sebagai berikut:

Ketika tidak ada arus listrik yang mengalirinya, SCR akan berada dalam keadaan mati (OFF). Namun, saat arus rendah mengalir melalui terminal GATE, SCR akan menjadi aktif (ON) dan menghantarkan arus listrik dari ANODA ke KATODA.

Meskipun arus pada terminal GATE dihentikan, SCR akan tetap dalam keadaan aktif (ON) hingga arus yang mengalir dari ANODA ke KATODA dihentikan atau mencapai 0V.

2. SCS (Silicon Controlled Switch)

SCS adalah jenis Thyristor yang memiliki 4 terminal, yaitu GATE, ANODE GATE, ANODE, dan CATHODE. Sama seperti SCR, SCS (Silicon Controlled Switch) berfungsi sebagai saklar.

Cara Kerja SCS:

Cara kerja SCS hampir sama dengan SCR, namun SCS dapat dimatikan (OFF) dengan memberikan tegangan khusus pada terminal Anode Gate.

Perangkat ini juga dapat dipicu dengan memberikan tegangan negatif ke Anode Gate, sehingga arus listrik hanya mengalir satu arah dari Anode (A) ke Cathode (K).

3. TRIAC (Triode from Alternating Current)

TRIAC adalah jenis Thyristor yang memiliki tiga terminal, yaitu GATE, MT1, dan MT2. Setelah dipicu (trigger) menjadi ON, TRIAC mampu menghantarkan arus listrik dari kedua arah. Oleh karena itu, TRIAC juga sering disebut sebagai Bidirectional Triode Thyristor.

Cara Kerja TRIAC :

Cara kerja TRIAC hampir sama dengan SCR. Namun, TRIAC memiliki kemampuan untuk mengendalikan arus listrik dari dua arah, baik dari MT1 ke MT2 maupun dari MT2 ke MT1.

Hal ini membuat TRIAC dapat digunakan sebagai saklar untuk mengendalikan arus listrik baik DC maupun AC.

TRIAC akan berada dalam kondisi ON dan menghantarkan arus listrik ketika terminal GATE-nya menerima arus listrik. Jika arus listrik pada GATE dihentikan, maka TRIAC akan kembali ke kondisi OFF.

4. DIAC (Diode Alternating Current)

DIAC adalah jenis Thyristor yang memiliki hanya dua terminal dan mampu menghantarkan arus listrik dari kedua arah ketika tegangan melampaui ambang batasnya (tegangan breakover). DIAC juga sering disebut sebagai Bidirectional Thyristor.

Cara Kerja DIAC :

Cara kerja DIAC – DIAC akan berada dalam kondisi mati (OFF) jika tegangan yang diberikan masih di bawah ambang batas breakover-nya.

Namun, ketika tegangan mencapai atau melewati ambang batas breakover, DIAC akan beralih menjadi kondisi aktif (ON) dan menghantarkan arus listrik. Setelah DIAC dipicu menjadi ON, DIAC akan tetap menghantarkan arus listrik (dalam kondisi ON) meskipun tegangan yang diberikan turun di bawah tegangan breakover.

DIAC akan berhenti menghantarkan arus listrik atau kembali ke kondisi mati (OFF) hanya ketika tegangan yang diberikan mencapai “0” atau dengan kata lain, arus listrik terputus.

Bagaimana Cara Kerja Thyristor ?

Karena sering disebut sebagai saklar, prinsip kerja thyristor sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan saklar biasa.

Dalam perangkat tersebut, arus listrik harus mengalir ke terminal gerbang terlebih dahulu agar thyristor dapat aktif.

Jadi, agar thyristor dapat beroperasi, arus listrik harus mengalir ke terminal gerbang terlebih dahulu.

Setelah mendapatkan sinyal dari gerbang, thyristor akan berada dalam kondisi ON. Setelah berada dalam kondisi ON, ketika kontrol pada terminal gerbang hilang, tegangan induksi akan terkendali secara internal.

Jadi, meskipun arus listrik pada terminal gerbang diputuskan, thyristor tetap akan berada dalam kondisi ON atau aktif.

Namun, ketika arus listrik ingin dibawa kembali ke posisi mati, tegangan harus dialirkan ke titik 0 terlebih dahulu.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Thyristor: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Secara Lengkap yang telah kita ulas dalam artikel ini.

Diharapkan dengan penjelasan yang telah disampaikan, Kalian dapat lebih memahami peranan penting thyristor dalam dunia elektronik dan mampu membedakan berbagai jenis thyristor yang ada.

Thyristor merupakan komponen yang sangat penting dalam berbagai aplikasi, terutama dalam sistem kontrol dan konversi energi.

Selalu pastikan untuk memilih thyristor yang tepat untuk kebutuhan Kalian, serta memahami cara kerja dan prinsip dasar dari thyristor agar dapat mengoptimalkan kinerja perangkat elektronik yang Kalian gunakan.

Baca Juga :  Pengertian Sekring : Fungsi, Cara Kerja dan Cara Mengganti Sekring

Semoga artikel dari empatpilar.com mengenai Pengertian Thyristor ini, bisa bermanfaat dan menambah wawasan Kalian mengenai dunia elektronik, khususnya mengenai thyristor. Selamat belajar dan teruslah eksplorasi dunia teknologi! Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/pengertian-thyristor/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *