Perbedaan Kontak NO dan NC

Perbedaan Kontak NO dan NC Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Perbedaan Kontak NO dan NC Secara Lengkap. Mungkin ada beberapa di antara kita yang masih belum paham apa itu Perbedaan Kontak NO dan NC Secara Lengkap.

Nah, dalam artikel ini kita akan membahasnya secara mendalam. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang kontak NO (Normally Open) dan NC (Normally Closed) dalam kaitannya dengan sistem kelistrikan dan kontrol.

Artikel ini membahas secara lengkap perbedaan antara kontak NO dan NC dalam sistem kontrol. Pelajari secara mendalam tentang konsep dasar, penggunaan, dan peran masing-masing dalam rangkaian kontrol.

Perbedaan Kontak NO dan NC Secara Lengkap adalah tema pokok yang akan kita bahas dalam artikel ini. Namun, sebelum kita masuk ke dalam detailnya, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu kontak NO dan NC.

A. Pengertian Kontak NO

Kontak NO (Normally Open) atau “kontak a” adalah jenis kontak yang pada posisi awalnya terbuka (open-circuit). Kontak ini akan tetap dalam posisi terbuka selama syarat perubahan tidak terpenuhi.
Untuk mengubah kontak menjadi tertutup (closed-circuit), diperlukan tekanan pada aktuator. Ketika kontak berada dalam posisi tertutup, arus listrik akan mulai mengalir.

Di sisi lain, saklar elektrik membutuhkan pemicu untuk mengubah posisinya. Seperti relay, coil harus diaktifkan untuk mengubah kontak NO menjadi NC.

Sebuah tombol tekan dapat dianggap sebagai kontak NO ketika tidak ditekan, dan kontak NC ketika ditekan.

Kegunaan NO

NO” dalam konteks ini merujuk pada “Normally Open”. Ini adalah istilah yang digunakan dalam dunia elektronika dan otomasi untuk menjelaskan jenis kontak dalam sebuah relay atau saklar. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kegunaannya:

1. Pengendalian Sirkuit

Kontak “Normally Open” (NO) biasanya digunakan dalam sirkuit yang hanya membutuhkan aliran listrik dalam kondisi tertentu. Misalnya, tombol bel rumah yang biasanya dalam kondisi terbuka (open) dan akan menutup (close) saat ditekan, memungkinkan aliran listrik untuk membunyikan bel.

2. Pencegahan Arus Berlebih

Kontak NO dapat mencegah aliran listrik yang berlebihan dalam suatu sirkuit. Sebagai contoh, jika suatu perangkat mengalami peningkatan arus mendadak, maka kontak NO akan memutus aliran listrik untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

3. Aplikasi Otomasi

Kontak NO sering digunakan dalam sistem otomasi. Sebagai contoh, dalam sistem kontrol otomatis, kontak NO bisa digunakan untuk mengaktifkan suatu proses atau mesin hanya pada kondisi tertentu.

4. Perangkat Keamanan

Kontak NO juga digunakan dalam perangkat keamanan seperti sistem alarm. Misalnya, jika sensor gerakan mendeteksi gerakan, kontak NO akan menutup, mengaktifkan alarm.

Secara umum, kontak “Normally Open” atau NO memungkinkan fleksibilitas dalam mengendalikan aliran listrik, memungkinkan sirkuit untuk diaktifkan atau dinonaktifkan berdasarkan kondisi tertentu.

B. Pengertian Kontak NC

Kontak NC (Normally Closed) atau “kontak b” adalah jenis kontak yang pada posisi awalnya tertutup (closed-circuit).

Kontak ini akan tetap dalam posisi tertutup sampai ada tekanan pada aktuator atau ketika syarat perubahan terpenuhi.

Pada posisi awal, arus listrik sudah mengalir. Namun, ketika kontak ditekan, kontak tersebut akan membuka sirkuit (open-circuit) dan arus listrik akan berhenti mengalir. Seperti halnya relay, coil harus diaktifkan untuk mengubah kontak NC menjadi kontak NO.

Kegunaan NC

“NC” dalam konteks ini merujuk pada “Normally Closed”. Ini adalah istilah yang digunakan dalam dunia elektronika dan otomasi untuk menjelaskan jenis kontak dalam sebuah relay atau saklar. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kegunaannya:

1. Pengendalian Sirkuit

Kontak “Normally Closed” (NC) biasanya digunakan dalam sirkuit yang membutuhkan aliran listrik secara konstan dan hanya perlu diputus dalam kondisi tertentu. Misalnya, sistem penerangan darurat yang harus selalu menyala dan hanya akan dimatikan jika ada intervensi manual atau kondisi khusus lainnya.

2. Pencegahan Gangguan

Kontak NC juga dapat berfungsi sebagai alat pencegahan gangguan. Jika suatu perangkat mengalami masalah, kontak NC dapat memutus aliran listrik untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Baca Juga :  Berapa Ukuran MCB untuk AC 1 PK? Ini Penjelasannya

3. Aplikasi Otomasi

Dalam sistem otomasi, kontak NC bisa digunakan untuk mematikan suatu proses atau mesin pada kondisi tertentu. Misalnya, dalam sistem kontrol otomatis, kontak NC bisa digunakan untuk mematikan mesin jika suatu kondisi telah terpenuhi.

4. Perangkat Keamanan

Kontak NC juga digunakan dalam perangkat keamanan, seperti dalam sistem alarm. Misalnya, jika sensor pintu mendeteksi pintu terbuka, kontak NC akan terbuka dan mengaktifkan alarm.

Secara umum, kontak “Normally Closed” atau NC memungkinkan fleksibilitas dalam mengendalikan aliran listrik, memungkinkan sirkuit untuk diaktifkan atau dinonaktifkan berdasarkan kondisi tertentu.

Bagaimana Relay Bekerja

Setelah memahami Perbedaan Kontak NO dan NC, selanjutnya cara kerja relay terletak pada sirkuit elektromagnetik yang digunakan untuk menghasilkan tenaga magnet yang berperan dalam membuka dan menutup saklar listrik di dalamnya. Relay dan kontaktor berbeda, dimana kontaktor memiliki kapasitas arus maksimum yang lebih besar.

Berikut adalah perbedaan antara kontak NO dan NC:

  • Kontak NO (Normally Open) = kontak selalu dalam keadaan terbuka sampai kondisi tertentu dipenuhi.
  • Kontak NC (Normally Closed) = kontak selalu dalam keadaan tertutup sampai kondisi tertentu dipenuhi.
  • Ketika tidak ada lagi arus listrik yang diberikan kepada coil, fluks magnet akan menghilang dan pegas akan menarik kembali armature ke posisi awalnya. Jadi, kontak kembali ke posisi sebelum arus listrik diberikan.

Relay sederhana beroperasi dalam dua operasi dasar:

  1. Normally Closed (NC), dimana posisi awalnya adalah rangkaian tertutup dan akan berubah saat coil diaktifkan.
  2. Normally Open (NO), dimana posisi awalnya adalah rangkaian terbuka dan akan berubah saat coil diaktifkan.

Berikut adalah penjelasan struktur di atas:

  • Inti besi (iron core) yang dililit oleh kawat coil menghasilkan medan magnetik yang digunakan untuk menarik atau melepaskan armature.
  • Coil adalah komponen yang menerima tegangan rendah untuk menghasilkan medan magnet di inti besi.
  • Armature terhubung dengan pegas dan kontak saklar (switch contact). Komponen ini memungkinkan relay berubah dari posisi NO menjadi NC atau sebaliknya.
  • Kontak saklar (switch contact) terhubung ke sirkuit tegangan tinggi dan posisinya antara NO atau NC tergantung pada cara kita mengoperasikannya.

Bagian-Bagian Kontak NO dan NC Pada Relay

Relay adalah perangkat elektronik yang beroperasi berdasarkan prinsip kontak NO dan NC. Berikut ini adalah beberapa komponen utama yang membentuk relay:

1. Pegas

Komponen pertama dalam relay adalah pegas, yang berfungsi untuk menjaga agar armature tidak bersentuhan dengan logam ketika tidak ada arus dalam sirkuit.

2. Shading Coil

Shading coil berfungsi sebagai penahan atau peredam dalam komponen relay.

3. Armature

Armature adalah komponen relay yang berfungsi sebagai penghubung arus bagi kontak NO dan NC.

4. Kontak NO

Kontak NO merupakan kontak yang pada kondisi normalnya terbuka. Jadi, ketika arus mengalir dalam sirkuit, kontak ini akan menutup, sehingga memutus aliran listrik.

5. Kontak NC

Ketika arus listrik mengalir dalam sirkuit, kontak NC akan berfungsi sebagai rangkaian yang tertutup, yang memungkinkan aliran listrik mengalir melaluinya.

6. Kumparan

Kumparan adalah komponen dalam relay yang berfungsi untuk merubah karakteristik logam, yang kemudian memicu terbentuknya medan magnet. Kumparan juga berperan dalam menarik armature, sehingga kontak NC atau NO menjadi aktif.

Kesimpulan

Dengan demikian, Perbedaan Kontak NO dan NC telah kita jelaskan secara lengkap.

NO dan NC memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda dalam sistem kontrol, dan pengetahuan tentang kedua jenis kontak ini penting dalam bidang teknik listrik dan elektronika.

Kontak NO, dalam keadaan normal tanpa ada pengaruh eksternal, akan terbuka dan memutuskan rangkaian.

Sebaliknya, kontak NC akan terhubung dan menutup rangkaian dalam kondisi normal. Akan tetapi, keduanya akan berubah status ketika ada pengaruh eksternal seperti tekanan atau sinyal kontrol.

Memahami perbedaan ini membantu kita merancang dan membangun sistem kontrol yang efisien dan aman.

Baca Juga :  Pengertian Lampu Merkuri : Cara Kerja dan Kegunaannya

Ini juga dapat membantu kita dalam pemecahan masalah dan pemeliharaan perangkat listrik dan elektronik.

Mudah-mudahan, artikel mengenai Perbedaan Kontak NO dan NC ini, telah memberikan anda pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan antara kontak NO dan NC.

Mari kita terus belajar dan berinovasi dalam dunia teknik, karena pemahaman yang baik tentang dasar-dasar ini adalah kunci untuk menciptakan teknologi yang lebih baik dan lebih aman di masa depan.

Itu saja ulasan dari empatpilar.com mengenai Perbedaan Kontak NO dan NC. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *