Perbedaan PLC Modular dan Compact

Ketahui, Perbedaan PLC Modular dan Compact Secara Jelas

Posted on

Empat Pilar – Ketahui, Perbedaan PLC Modular dan Compact Secara Jelas. Pelajari perbedaan antara PLC modular dan compact, dua sistem kontrol otomatis yang digunakan di berbagai industri, dan temukan mana yang paling sesuai untuk aplikasi Kalian.

Dalam dunia industri, PLC (Programmable Logic Controller) menjadi salah satu komponen penting dalam mengendalikan sistem otomatisasi.

Terdapat dua jenis PLC yang umum digunakan, yaitu PLC Modular dan Compact. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda, serta pilihan yang tepat untuk aplikasi yang berbeda pula.

Artikel ini akan membahas perbedaan PLC Modular dan Compact secara mendalam dan membantu Kalian menentukan mana yang paling cocok untuk kebutuhan Kalian.

Apa Itu PLC?

Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah mikroprosesor yang dapat diprogram dan digunakan untuk mengotomatisasi proses industri seperti pengawasan dan pengendalian mesin.

PLC memiliki perangkat input dan output yang digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat luar seperti sensor dan relay, dan menggunakan bahasa pemrograman Ladder.

Dengan PLC, proses industri dapat berjalan secara otomatis dan efisien tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung. Hal ini memungkinkan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keamanan pada industri.

Pengertian PLC Compact

PLC tipe compact terdiri dari Power supply, CPU, Input, dan Output yang terintegrasi menjadi satu. PLC ini memiliki jumlah Input dan Output yang terbatas, dan umumnya memiliki perbandingan input dan output sebesar 60%:40%.

Jika ingin menambah jumlah input dan output, dapat menggunakan ekspansi unit. Memori penyimpanan data pada PLC tipe ini juga terbatas.

Oleh karena itu, PLC jenis ini cocok digunakan pada sistem kendali sederhana dan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tipe Modular.

Beberapa contoh PLC tipe compact antara lain adalah seri CP1E, CP1L, dan CP1H.

Pengertian PLC Modular

PLC tipe modular terdiri dari Power supply, CPU, Input, dan Output yang terpisah dan memiliki modul-modulnya tersendiri.

PLC jenis ini juga dikenal dengan nama PLC Rack Mounted Unit. Kelebihan dari PLC tipe modular adalah dapat menambahkan input dan output sesuai kebutuhan pengguna.

PLC ini juga dapat dipasangi dengan memori yang lebih besar, sesuai dengan kebutuhan sistem.

PLC tipe modular cocok digunakan di industri yang membutuhkan sistem kendali yang kompleks atau besar.

Ukuran dari PLC tipe modular lebih besar dibandingkan dengan ukuran PLC tipe compact, dan memiliki harga yang lebih mahal. Beberapa contoh PLC tipe modular antara lain adalah seri CJ1M dan CJ2M.

Perbedaan PLC Modular dan Compact

Di bawah ini adalah table Perbedaan PLC Modular dan Compact :

NoKontenPLC CompactPLC Modular
1NamaPLC Compact juga dikenal sebagai Fixed PLC.PLC Modular juga dikenal sebagai Rack-Mounted PLC.
2I/ODalam PLC Compact, jumlah input dan output sudah ditetapkan.Di PLC Modular, jumlah input dan output tidak tetap.
Karena kapabilitas I / O ditentukan oleh pabrikan bukan oleh pengguna.Input dan output dapat ditambahkan ke sistem PLC modular oleh pengguna.
3ModulIni memiliki input dan output modular yang dilengkapi dengan CPU.Pada PLC ini, beberapa komponen dipasang pada chassis atau rak atau bus dengan slot yang berbeda.
4PerbaikanPLC compact tidak mudah diperbaiki.PLC modular mudah dirawat dan diperbaiki dibandingkan dengan PLC compact.
5MemoriIni memiliki kemampuan memori yang lebih sedikit untuk menyimpan data / informasi.Ini memiliki lebih banyak memori dan kemampuan untuk menyimpan lebih banyak data.
6PenggunaanIni berguna untuk aplikasi yang lebih kecil dan paling cocok untuk keperluan rumah tangga.Ini digunakan untuk keperluan industri dan juga untuk ekspansi dan pertumbuhan industri di masa depan.
7UkuranUkurannya lebih kecil.Berlaku dalam ukuran besar dengan konektivitas i / o, catu daya, kemampuan komputasi, dll.
8BiayaIni adalah model ekonomis.Ini lebih mahal dari PLC Compact.
Baca Juga :  Contoh Alat-Alat Laboratorium Biologi dan Fungsinya

Konstruksi PLC

Sudah memahami Perbedaan PLC Modular dan Compact ? Selanjutnya PLC kategori kompak disarankan untuk aplikasi otomatisasi dengan ukuran kecil yang dipasang secara lokal, sedangkan PLC ukuran sedang atau besar mengikuti filosofi konstruksi modular.

Pada PLC jenis modular, terdiri dari sub-unit modular independen yang dipasang pada satu basis umum.

Basis modular memiliki dimensi tertentu dan oleh karena itu memerlukan ruang khusus untuk peralatan seperti modul catu daya, unit mikroprosesor, dan berbagai modul I/O.

Basis modular memiliki bus antarmuka listrik dengan konektor plug-in yang sesuai untuk unit modular, sehingga mencapai kerjasama fungsional dari semua komponen PLC.

PLC modular dibagi menjadi PLC kecil, sedang, dan besar tergantung pada ukuran dan program I/O. PLC kecil umumnya digunakan di samping peralatan dalam aplikasi kecil.

Kemampuan input/output pada PLC yang ringkas ditetapkan oleh pabrikan dan tidak dapat diperpanjang atau dikurangi sesuai kebutuhan pengguna.

Namun pada PLC modular, kemampuan input/output dapat ditingkatkan atau dikurangi oleh pengguna sesuai kebutuhan.

Apa Saja Komponen PLC?

Setelah memahami Perbedaan PLC Modular dan Compact, kalian juga harus mengetahui komponen PLC. PLC terbangun atas berbagai komponen, diantaranya CPU, memory, power supply, programmer, dan input serta output.

1. Programmable

Programmable dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyimpan program dalam memori.

Unit Pemrosesan Pusat (CPU) berfungsi untuk memeriksa status input, menjalankan program, dan memperbarui output.

Selain CPU, PLC juga memiliki memori yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan program dan data.

Selain itu, ada juga Power Supply yang berfungsi untuk menyediakan sumber daya listrik yang dibutuhkan oleh PLC.

2. Logic

Logic memiliki kemampuan untuk memproses input secara aritmatika dan logika, seperti melakukan operasi membandingkan, mengalikan, membagi, menjumlahkan, negasi, mengurangi, AND, OR, serta berbagai fungsi matematika lainnya.

Selain itu, PLC juga memiliki kemampuan untuk memonitor perubahan status dari perangkat input yang tersambung ke PLC sebagai bagian dari fungsi Input.

3. Controller

Controller merupakan kemampuan untuk mengontrol dan mengatur proses agar menghasilkan output yang diinginkan.

Bagian Output berfungsi untuk menghasilkan sinyal yang akan dikirim ke perangkat output, sedangkan Programming Devices digunakan untuk memasukkan dan memonitor program yang dibuat oleh pengguna.

Ketiga komponen tersebut bekerja secara bersama-sama dan tidak dapat dipisahkan sebagai bagian dari PLC.

Fungsi PLC

Jenis-jenis PLC tidak hanya dibedakan berdasarkan pabrikan yang memproduksinya, tetapi juga berbeda dalam spesifikasi yang terdapat di dalamnya.

Perbedaan spesifikasi ini sangat mempengaruhi fungsi dan pertimbangan pengguna dalam memilih merk PLC yang sesuai.

Secara umum, fungsi utama PLC adalah memproses input berupa sinyal biner untuk menghasilkan output.

Selain itu, PLC juga berfungsi sebagai sistem monitoring dan memiliki elemen yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan terhadap kerusakan yang terjadi.

Selain fungsi utama tersebut, PLC juga memiliki fungsi khusus sebagai pemberi input pada computerized numerical control (CNC).

CNC adalah elemen yang dapat memproses kerja PLC secara lebih detail dan biasanya digunakan dalam proses finishing.

Prinsip Kerja PLC

Setelah mengetahui Perbedaan PLC Modular dan Compact, kalian juga harus memahami prinsip kerja PLC. Prinsip kerja PLC sebagai berikut:

  • Unit CPU menjalankan program langkah demi langkah dari daftar program hingga perintah END. Berdasarkan hasilnya, CPU menyimpan data 1 atau 0 di memori I/O yang sesuai.
  • Setelah menjalankan perintah END, Unit CPU melakukan I/O refreshing untuk memperbarui data antara unit input/output dan memori I/O unit CPU.
  • Perangkat output akan diaktifkan atau dinonaktifkan tergantung pada data tersebut dan CPU akan menerima data input yang baru.
  • Unit CPU akan menjalankan program dari daftar pertama dalam program sesuai dengan status input yang diperbarui.
  • Unit CPU akan terus melakukan tindakan ini secara berulang dengan kecepatan yang sangat cepat.

Penutup

Dalam penutupan artikel ini, kita telah membahas Perbedaan PLC Modular dan Compact secara jelas.

Baca Juga :  Pengertian Sensor Proximity Kapasitif Secara Lengkap

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada kebutuhan aplikasi dan skala proyek.

PLC modular menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dan dapat diperluas dengan mudah, sementara PLC compact lebih ekonomis dan lebih cocok untuk aplikasi sederhana dan terbatas.

Dalam memilih sistem otomasi yang tepat, penting untuk menimbang faktor-faktor seperti kebutuhan spesifik, anggaran, dan ruang yang tersedia.

Dengan memahami Perbedaan PLC Modular dan Compact, kita dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam mengembangkan solusi kontrol yang optimal untuk setiap proyek.

Semoga informasi dari empatpilar.com mengenai Perbedaan PLC Modular dan Compact ini, bermanfaat dan membantu Kalian dalam menentukan pilihan terbaik sesuai dengan kebutuhan Kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *