Perbedaan Listrik 1 Phase dan 3 Phase

Perbedaan Listrik 1 Phase dan 3 Phase : Pengertian dan Kegunaannya

Posted on

Empat Pilar – Perbedaan Listrik 1 Phase dan 3 Phase : Pengertian dan Kegunaannya. Penasaran dengan perbedaan listrik 1 phase dan 3 phase? Artikel ini akan menjelaskan perbedaan keduanya secara mendalam, termasuk kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Siapa yang tak mengenal listrik? Hampir setiap aspek kehidupan kita bergantung pada listrik.

Dari rumah tangga hingga industri, listrik merupakan elemen penting yang menggerakkan perangkat elektronik dan mesin. Namun, tahukah Anda bahwa ada dua jenis sistem listrik yang umum digunakan, yaitu listrik 1 phase dan 3 phase?

Artikel ini akan mengungkap perbedaan listrik 1 phase dan 3 phase, serta menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perbedaan listrik 1 phase dan 3 phase, ada baiknya kita pahami dulu konsep dasar listrik.

Listrik dihasilkan dari pembangkit listrik dan disalurkan melalui jaringan listrik untuk kemudian digunakan oleh konsumen.

Sistem pengiriman listrik terdiri dari beberapa fase, dan inilah yang membedakan listrik 1 phase dan 3 phase.

Pengertian Listrik 1 Phase

Jaringan listrik 1 fase menggunakan hanya dua kawat penghantar, di mana satu kawat sebagai fase (L) dan yang lainnya sebagai netral (N).

Tegangan yang biasanya digunakan pada jaringan listrik 1 fase adalah antara 220-240 volt, yang banyak digunakan di rumah-rumah.

Jaringan listrik 1 fase umumnya digunakan untuk keperluan listrik rumah tangga.

Di jalan-jalan, PLN menggunakan jaringan listrik 3 fase, namun untuk keperluan di rumah kita hanya menggunakan 1 fase karena tidak membutuhkan daya yang besar.

Selain itu, peralatan di rumah umumnya hanya menggunakan listrik 1 fase dengan tegangan sekitar 220-240 volt.

Setiap rumah dapat terhubung ke satu fase tertentu, misalnya fase R untuk rumah kita, fase S untuk tetangga kita, dan fase T untuk tetangga lainnya.

Kelebihan Listrik 1 Fasa

  • Supply listrik satu fase adalah bentuk catu daya yang paling umum digunakan untuk kebutuhan daya kecil. Hampir semua persediaan listrik rumah tangga menggunakan supply listrik satu fase karena peralatan rumah tangga membutuhkan daya yang relatif kecil, seperti lampu, kipas angin, pendingin, pemanas, pendingin udara kecil, dan sebagainya.
  • Sistem catu daya satu fase mudah didesain dan dioperasikan, sehingga cukup sederhana.
  • Supply satu fase dapat menampung beban hingga 2500 watt, tergantung pada wilayahnya.

Kekurangan Listrik 1 Fasa

  • Motor satu fase berukuran kecil (biasanya kurang dari 1 KW) tidak dapat dinyalakan langsung dengan supply 1 phase karena tidak memiliki torsi awal yang cukup untuk motor. Oleh karena itu, sirkuit tambahan seperti starter motor (seperti kapasitor starter pada kipas dan pompa) diperlukan untuk pengoperasian yang tepat.
  • Beban berat seperti motor industri dan peralatan lainnya tidak dapat dijalankan dengan supply 1 phase.

Pengertian Listrik 3 Phase

Jaringan Listrik 3 Fase menggunakan tiga kawat Phase (R,S,T) dan satu kawat netral (N) atau biasa disebut juga kawat ground.

Konsep Listrik 3 Fase terdiri dari tiga kabel bertegangan listrik dan satu kabel netral.

Umumnya Listrik 3 Fase memiliki tegangan sekitar 380 volt yang banyak digunakan di industri atau pabrik.

Listrik 3 Fase merupakan jenis listrik AC (Alternating Current) yang menggunakan tiga kawat penghantar dengan tegangan yang sama pada setiap phase-nya, tetapi berbeda dalam sudut kurvanya sebesar 120 derajat.

Dalam sistem 3 Fase ini terdapat 2 jenis tegangan listrik, yaitu:

  • Tegangan antar fase (Vpp: voltage phase to phase atau juga disebut voltage line to line)
  • Tegangan phase ke netral (Vpn: Voltage phase to neutral atau Voltage line to neutral).

Kelebihan Listrik 3 fasa

Kelebihan penggunaan catu daya tiga fase antara lain:

Baca Juga :  Pengertian MCCB : Fungsi, Karakteristik dan Cara Kerjanya Secara Lengkap

  • Mampu menangani beban yang lebih besar dengan mudah.
  • Motor tiga fase besar yang digunakan di industri tidak memerlukan starter karena perbedaan fase dalam catu daya tiga fase cukup memberikan torsi awal yang cukup untuk menyalakan motor.
  • Hampir semua pembangkit listrik menghasilkan daya tiga fase, karena lebih ekonomis dan mudah diproduksi daripada daya multi-phase.
  • Efisiensi keseluruhan catu daya tiga fase lebih tinggi daripada catu daya satu fase untuk beban yang sama.

Perbedaan Listrik 1 Phase dan 3 Phase

Mari kita bahas Perbedaan Listrik 1 Phase dan 3 Phase secara jelas buat kalian pahami :

  1. Dalam catu daya satu phase, daya disuplai melalui dua kabel yang disebut Phase dan netral. Sedangkan pada catu daya tiga phase, daya disuplai melalui tiga kabel (empat kabel jika termasuk kabel netral).
  2. Tegangan supply pada catu daya satu phase adalah 230V sedangkan pada catu daya tiga phase adalah 415V.
  3. Untuk jumlah daya yang sama, catu daya tiga phase membutuhkan lebih sedikit kabel dibandingkan catu daya satu phase.
  4. Efisiensi catu daya tiga phase secara signifikan lebih tinggi daripada catu daya satu phase dan kemampuan transfer daya juga lebih besar.
  5. Karena catu daya satu phase hanya menggunakan dua kabel, kompleksitas jaringan secara keseluruhan lebih kecil jika dibandingkan dengan catu daya tiga phase yang menggunakan empat kabel (termasuk netral).

Bagaimana Listrik 1 Fasa dan 3 Fasa Di Hasilkan ?

Listrik satu fasa dihasilkan dari generator satu fasa yang mengeluarkan dua kawat, yaitu fase dan netral.

Sementara itu, listrik tiga fasa dihasilkan dari generator tiga fasa yang mengeluarkan empat kawat, yaitu tiga fase (RST) dan satu netral (N).

Pada jaringan listrik PLN, distribusi listrik menggunakan sistem tiga fasa dengan menggunakan trafo step up untuk menaikkan tegangan dan mengurangi rugi daya selama perjalanan distribusi.

Kemudian, saat sampai di pemukiman, listrik tiga fasa tersebut dimasukkan ke trafo step down untuk menurunkan tegangan sesuai dengan standar.

Pada transformator tersebut, dihasilkan empat kawat keluaran, yaitu R-S-T untuk fasa dan N untuk netral.

Listrik tiga fasa tersebut kemudian dibagi-bagikan ke seluruh pemukiman yang menggunakan layanan PLN.

Misalnya, kompleks A mengambil fasa R dan N, kompleks B mengambil fasa S dan N, dan kompleks C mengambil fasa T dan N.

Dengan demikian, selain dihasilkan dari generator satu fasa, listrik satu fasa juga dapat dihasilkan dari listrik tiga fasa yang dibagi-bagikan.

Apakah Kita memerlukan Catu Daya Tiga Phase?

Perusahaan distribusi listrik akan menyarankan catu daya satu-fasa atau tiga-fasa tergantung pada kebutuhan kita. Untuk rumah dan toko kecil, catu daya satu-fasa sudah cukup.

Namun, jika kita memiliki rumah yang besar dengan tiga hingga empat unit pendingin udara yang dapat berjalan secara bersamaan, pemanas air, pompa submersible besar, mesin cuci, kulkas dua pintu, dan lain sebagainya, maka kita mungkin memerlukan catu daya tiga-fasa untuk mendistribusikan beban pada setiap fasa dengan baik.

Sekarang kita sudah memahami sistem satu-fasa dan tiga-fasa, serta perbedaan dan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Penutup

Demikianlah pembahasan dari empatpilar.com mengenai perbedaan listrik 1 phase dan 3 phase, pengertian, dan kegunaannya.

Kini kita telah memahami bahwa listrik 1 phase lebih sering digunakan untuk keperluan rumah tangga, sedangkan listrik 3 phase lebih cocok untuk kebutuhan industri dan peralatan berdaya tinggi.

Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing yang perlu kita pertimbangkan sebelum memilih sistem listrik yang paling sesuai untuk kebutuhan kita.

Semoga artikel ini membantu Kalian dalam memahami perbedaan antara listrik 1 phase dan 3 phase, serta memberikan wawasan yang berguna dalam menentukan sistem listrik yang tepat sesuai dengan kebutuhan Kalian.

Selamat memilih dan semoga sukses! Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/perbedaan-listrik-1-phase-dan-3-phase/,jelaskan duasistem satu fasa dan tiga fasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *