Cara Merubah Arah Putaran Motor Listrik Satu Phase

Tips Mudah, Cara Merubah Arah Putaran Motor Listrik Satu Phase

Posted on

Empat Pilar – Tips Mudah, Cara Merubah Arah Putaran Motor Listrik Satu Phase. Dalam dunia modern saat ini, motor listrik memiliki peran penting dalam memberdayakan berbagai peralatan dan mesin. Motor listrik satu fase, khususnya, banyak digunakan di rumah, kantor, dan industri. Namun, mungkin ada saat-saat di mana Kalian perlu mengubah arah putaran motor ini sesuai dengan kebutuhan Kalian.

Baik Kalian seorang teknisi berpengalaman maupun penggemar DIY yang ingin tahu lebih banyak, memahami cara memodifikasi arah putaran motor listrik satu fase bisa sangat membantu. Panduan ini akan membimbing Kalian melalui prosesnya, memberikan langkah-langkah yang jelas dan wawasan berharga.

Motor Listrik 1 Fasa

Dalam pengelompokan motor induksi berdasarkan fasa, terdapat dua jenis motor induksi: motor induksi satu fasa dan motor induksi tiga fasa. Motor induksi satu fasa umumnya digunakan pada peralatan dengan kebutuhan daya listrik yang lebih rendah, seperti kipas, blower, mesin cuci, pompa air rumah, dan lain sebagainya. Jenis motor ini sering diaplikasikan pada peralatan rumah tangga karena harganya yang lebih ekonomis dan kemudahan pengoperasian di lingkungan rumah. Motor satu fasa juga banyak digunakan pada mesin portabel.

Motor induksi satu fasa bekerja dengan menggunakan sumber listrik satu fasa (umumnya 220Vac) sebagai pasokan energinya. Cara paling mudah untuk membedakan motor induksi satu fasa dari motor induksi tiga fasa adalah jumlah kabel yang terhubung. Motor satu fasa hanya memiliki dua kabel, yaitu kabel fase dan kabel ground (disebut juga kabel positif dan netral).

Prinsip Kerja Motor Satu Fasa

Motor induksi satu fasa bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik antara stator dan rotor. Stator adalah bagian diam dari motor, terdiri dari kumparan-kumparan yang ditempatkan secara merata di sekitar lingkaran dalam motor. Kumparan-kumparan ini dihubungkan ke sumber tegangan satu fasa, menciptakan medan magnet yang tetap pada stator.

Rotor, di sisi lain, merupakan bagian yang dapat bergerak dan terletak di dalam stator. Rotor memiliki konstruksi yang berbeda-beda, tergantung pada jenis motor dan aplikasinya. Dalam motor satu fasa, rotor dapat berupa rotor kooil tertutup atau rotor kooil terbuka. Rotor ini ditempatkan di tengah-tengah stator dan memiliki kemampuan untuk berputar.

Ketika tegangan diberikan ke stator, medan magnet dibangkitkan. Namun, dalam motor satu fasa, medan magnet yang dihasilkan tidak berputar secara sendiri, seperti yang terjadi pada motor tiga fasa. Ini karena medan magnet dari sumber satu fasa bersifat statis. Oleh karena itu, motor satu fasa memerlukan bantuan untuk memulai putaran.

Salah satu metode yang digunakan untuk memulai putaran pada motor satu fasa adalah dengan menggunakan belitan tambahan yang disebut belitan awal (starting winding) dan belitan kerja (running winding). Belitan awal memiliki impedansi yang lebih tinggi daripada belitan kerja dan ditempatkan pada sudut tertentu terhadap belitan kerja. Ketika tegangan diberikan, belitan awal menciptakan medan magnet yang berbeda dengan belitan kerja, menciptakan momen putar awal pada rotor.

Setelah rotor bergerak dan mendekati kecepatan sinkron, belitan awal secara otomatis dikeluarkan dari sirkuit oleh saklar sentrifugal atau perangkat lainnya. Pada saat ini, motor akan berlanjut dengan belitan kerja saja untuk menjaga putaran yang berkelanjutan.

Meskipun motor satu fasa memerlukan bantuan untuk memulai putaran, mereka tetap sangat umum digunakan dalam berbagai aplikasi rumah tangga dan industri ringan. Keunggulan mereka dalam hal kesederhanaan dan biaya produksi membuat mereka pilihan yang populer untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan daya yang lebih rendah.

Baca Juga :  Pengertian Instalasi Listrik : Fungsi, Syarat dan Jenis-Jenisnya

Cara Merubah Arah Putaran Motor Listrik Satu Phase

Cara Merubah Arah Putaran Motor Listrik Satu Phase diperlukan saat kita ingin menggunakannya untuk tujuan khusus yang mengharuskan perubahan arah putaran. Sebelumnya, mari kita bahas sedikit tentang motor listrik satu phase.

Secara sederhana, motor listrik satu phase adalah jenis motor yang diaktifkan menggunakan tegangan listrik satu phase dengan nilai 220V. Motor ini umumnya menggunakan kapasitor dalam operasinya dan dikenal sebagai motor kapasitor. Motor ini banyak digunakan dalam berbagai perangkat seperti pompa air, kipas angin, mesin cuci, dan AC. Motor kapasitor memiliki dua lilitan, yaitu lilitan utama dan lilitan bantu.

Lilitan utama berfungsi sebagai penggerak utama saat rotor berputar, sementara lilitan bantu membantu rotor berputar dengan daya rendah. Kapasitor digunakan untuk meningkatkan torsi atau putaran awal saat motor dihidupkan, serta mengurangi konsumsi arus saat starting. Lilitan bantu juga berperan dalam memperkuat pergeseran fasa antara lilitan utama dan lilitan bantu hingga mencapai hampir 90 derajat. Oleh karena itu, motor kapasitor sering disebut sebagai motor listrik fasa belah.

Konstruksi motor listrik satu phase beserta bagian-bagiannya diperlihatkan pada gambar di bawah :

Apabila sebuah motor listrik satu phase disusun sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar di atas, maka motor listrik akan berputar dalam satu arah. Sebagai contoh pada gambar tersebut, motor listrik berputar ke arah kanan. Jika kita ingin mengubah arah putaran motor listrik satu phase ini, kita perlu memodifikasi rangkaian yang ditampilkan di atas. Saya sendiri pernah melakukan hal ini pada saat memodifikasi pompa air bekas untuk digunakan sebagai alat parut atau kukur kelapa.

Pada pompa air, terdapat dua kabel yang keluar dan terhubung dengan sumber listrik. Untuk mengubah arah putaran motor pompa air ini, langkah pertama adalah membongkar beberapa bagian hingga kita menemukan sambungan antara kabel pompa air dengan ujung lilitan motor. Ujung lilitan ini memiliki empat kawat, yakni dua kawat dengan diameter kecil dan dua kawat dengan diameter lebih besar. Kawat berdiameter kecil merupakan lilitan bantu, sedangkan yang berdiameter besar merupakan lilitan utama. Salah satu ujung kawat berdiameter kecil dan kawat berdiameter besar dihubungkan bersama, dan ujung lain dari kawat berdiameter kecil dan kawat berdiameter besar dihubungkan ke kapasitor. Kabel dari sumber tegangan PLN dihubungkan ke dua ujung lilitan utama tersebut (perhatikan gambar di atas).

Bagaimana caranya mengubah arah putaran motor listrik satu phase, khususnya pada motor pompa air? Kita dapat mengubah hubungan pada salah satu dari kedua lilitan, baik itu lilitan utama maupun lilitan bantu. Jika kita membalik hubungan pada lilitan utama dan mempertahankan hubungan pada lilitan bantu, hasilnya arah putaran motor listrik akan berubah menjadi sebaliknya. Perhatikan gambar di bawah :

Jika lilitan utama tetap dan lilitan bantu dibalik, maka arah putaran motor listrik akan terbalik. Perhatikan gambar di bawah.


Jika lilitan utama dan lilitan bantu dibalik semua, maka arah putaran motor listrik akan tetap. Perhatikan gambar di bawah.

Penutup

Semoga artikel dari empatpilar.com ini dapat membantu Kalian memahami langkah-langkah Cara Merubah Arah Putaran Motor Listrik Satu Phase. Perlu diingat bahwa selalu penting untuk mematuhi semua protokol keselamatan saat bekerja dengan perangkat listrik. Selalu konsultasikan dengan ahli atau profesional jika Kalian merasa tidak yakin atau membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi lebih efisien dalam penggunaan peralatan kita tetapi juga memperluas batas apa yang bisa kita capai dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat.

Baca Juga :  Ketahui, Perbedaan Motor Listrik dan Generator Listrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *