Fungsi Kapasitor Elektrolit

Fungsi Kapasitor Elektrolit : Pengertian, Cara Membaca & Kelebihannya

Posted on

Empat Pilar – Fungsi Kapasitor Elektrolit : Pengertian, Cara Membaca & Kelebihannya. Temukan rahasia di balik fungsi kapasitor elektrolit dalam dunia elektronik dan bagaimana mereka membantu meningkatkan kinerja perangkat Kalian.

Fungsi kapasitor elektrolit adalah topik menarik yang kerap menjadi tanya jawab dalam dunia elektronik. Komponen kecil ini ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam kinerja perangkat elektronik kita.

Mari kita bahas lebih dalam tentang kapasitor elektrolit dan bagaimana mereka bekerja untuk memastikan semua berjalan lancar di dunia elektronik.

Pengertian Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit termasuk ke dalam kategori komponen elektronik pasif dan sering disebut juga dengan istilah elco (electrolit condensator).

Nama kapasitor elektrolit ini berasal dari penggunaan bahan dielektrik cairan ionik yang bersifat konduktif.

Umumnya, kapasitor elektrolit dibuat dengan konstruksi berupa tabung yang berisi lapisan elektrolit.
Konstruksi tersebut juga meliputi dua kaki terminal logam yang berfungsi sebagai elektroda dan terdapat lapisan elektrolit teroksidasi yang berfungsi sebagai isolator yang memisahkan kedua elektroda tersebut.

Gambar Simbol Kapasitor Elektrolit

Gambar Simbol Kapasitor Elektrolit

Simbol kapasitor elektrolit pada gambar di atas menunjukkan adanya dua kutub yang berbeda pada kaki terminal. Sehingga, kapasitor ini termasuk dalam golongan kapasitor polar karena memiliki polarisasi.

Kedua elektroda pada alat tersebut memiliki polaritas yang berbeda, yaitu kutub negatif (-) dan kutub positif (+). Oleh karena itu, pemasangan kapasitor elektrolit harus dilakukan dengan benar dan sesuai polaritasnya.

Jika kapasitor elektrolit dipasang terbalik, maka dapat menyebabkan kerusakan pada alat atau bahkan ledakan dengan skala tertentu. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan polaritas saat memasang kapasitor elektrolit.

Fungsi Kapasitor Elektrolit

Fungsi kapasitor elektrolit sama seperti jenis kapasitor lainnya, yaitu untuk menyimpan arus listrik untuk sementara waktu.

Namun, karena kapasitor elektrolit umumnya memiliki nilai kapasitansi yang lebih besar, maka kemampuannya dalam menyimpan energi listrik juga lebih besar. Oleh karena itu, kapasitor elektrolit sering digunakan pada rangkaian yang terkait dengan power supply.

Kapasitor elektrolit memiliki dua parameter yang harus diperhatikan, yaitu kapasitansi dan tegangan. Oleh karena itu, kita perlu memilih kapasitor yang sesuai dengan kebutuhan dan tegangan kerja proyek elektronika kita.

Kita tidak boleh memilih kapasitor elektrolit yang memiliki nilai tegangan maksimum di bawah tegangan kerja proyek rangkaian elektronika, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen kapasitor.

Misalnya, jika proyek rangkaian elektronika kita memiliki tegangan kerja sebesar 12 volt, maka kita perlu memilih kapasitor elektrolit dengan parameter tegangan maksimum 16 Volt.

Karakteristik Kapasitor Elektrolit

Berikut adalah Karakteristik Kapasitor Elektrolit:

  • Bahan dielektrik: cairan elektrolit
  • Rentang nilai kapasitansi yang tersedia: 0,01uF hingga 10000uF
  • Rentang nilai tegangan kerja maksimal: 16 V sampai 450 V
  • Suhu maksimum: 105° C
  • Jenis: kapasitor polar

Hubungan Seri dan Paralel Kapasitor Elektrolit

Setelah memahami Fungsi Kapasitor Elektrolit, selanjutnya dalam penggunaannya, nilai kapasitansi sebuah kapasitor elektrolit tidak selalu harus persis sama dengan yang tertera pada papan sirkuit.

Nilai kapasitansi yang lebih tinggi tidak akan berpengaruh buruk pada kinerja rangkaian.

Bahkan pada jenis rangkaian tertentu, nilai kapasitansi yang lebih tinggi dapat menghasilkan kinerja rangkaian yang lebih baik, seperti pada rangkaian regulator atau power supply.

Kapasitor berfungsi sebagai peredam riak gelombang AC pada arus listrik, sehingga semakin besar nilai kapasitansi yang digunakan, maka semakin baik kinerja rangkaian tersebut.

Kita juga dapat menghubungkan dua atau beberapa kapasitor elektrolit untuk mendapatkan nilai kapasitansi dan tegangan yang berbeda. Penghubungan beberapa kapasitor dapat dilakukan secara seri dan paralel.

Baca Juga :  Fungsi Kapasitor Milar : Pengertian, Datasheet dan Contoh Penggunaannya

1. Hubungan Kapasitor Elektrolit Seri

Jika kita menghubungkan beberapa kapasitor secara seri, maka nilai total kapasitansinya akan dihasilkan secara terbalik, sementara tegangan totalnya adalah jumlah tegangan maksimum masing-masing kapasitor.

Sebagai contoh, jika kita menghubungkan dua kapasitor elektrolit dengan nilai 10uF/16V secara seri, maka nilai total kapasitansinya adalah: 1/10 + 1/10 = 2/10 = 5uF.

Sementara itu, tegangan totalnya adalah: 16 + 16 = 32 Volt.

2. Hubungan Kapasitor Elektrolit Paralel

Selain bisa dihubungkan secara seri, kapasitor elektrolit juga bisa dirangkai secara paralel. Nilai total kapasitansi kapasitor yang terhubung secara paralel adalah jumlah dari masing-masing nilai kapasitansi secara individu, sementara total tegangan maksimumnya tetap.

Sebagai contoh, jika kita merangkai dua kapasitor elektrolit dengan nilai 10uF/16V secara paralel, maka kita akan mendapatkan nilai kapasitansi total sebesar: 10 + 10 = 20uF. Sementara tegangan maksimumnya tetap 16 Volt.

Namun, perlu diperhatikan saat merangkai beberapa kapasitor elektrolit baik secara seri maupun paralel, agar menggunakan jenis kapasitor yang memiliki tegangan kerja maksimum yang sama.

Contoh Kapasitor Elektrolit yang Ada di Pasaran

Berikut adalah Contoh kapasitor elektrolit yang ada di pasaran yang bisa kalian perhatikan :

0.1uF/16V0.1uF/25V0.1uF/50V0.1uF/63V
0.22uF/16V0.22uF/25V0.22uF/50V0.22uF/63V
0.33uF/16V0.33uF/25V0.33uF/50V0.33uF/63V
0.47uF/16V0.47uF/25V0.47uF/50V0.47uF/63V
1uF/16V1uF/25V1uF/50V1uF/63V1uF/450V
2.2uF/16V2.2uF/25V2.2uF/50V2.2uF/63V
3.3uF/16V3.3uF/25V3.3uF/50V3.3uF/63V
4.7uF/16V4.7uF/25V4.7uF/50V4.7uF/63V
10uF/16V10uF/25V10uF/50V10uF/63V10uF/450V
22uF/16V22uF/25V22uF/50V22uF/63V
33uF/16V33uF/25V33uF/50V33uF/63V
47uF/16V47uF/25V47uF/50V47uF/63V
100uF/16V100uF/25V100uF/50V100uF/63V
220uF/16V220uF/25V220uF/50V220uF/63V
330uF/16V330uF/25V330uF/50V330uF/63V
470uF/16V470uF/25V470uF/50V470uF/63V
1000uF/16V1000uF/25V1000uF/50V1000uF/63V
2200uF/25V2200uF/50V
3300uF/25V3300uF/50V
4700uF/16V4700uF/50V
10000uF/50V
47000uF/50V

Contoh Penggunaan Kapasitor Elektrolit

Berikut adalah contoh penggunaan kapasitor elektrolit dalam kehidupan sehari-hari:

  • Sebagai filter frekuensi rendah dan tinggi
  • Menghilangkan kebisingan (noise)
  • Menghaluskan riak gelombang AC pada regulator tegangan
  • Mem-dimer LED
  • Rangkaian resonansi

Cara Membaca Kapasitor Elektrolit

Membaca kapasitor elektrolit sangatlah mudah, karena nilai kapasitansi dan tegangan maksimum yang dimilikinya sudah jelas tertulis pada permukaan isolatornya.

Seperti pada gambar di atas, kita dapat melihat bahwa pada kapasitor terdapat tulisan 100 uF/25 volt. Artinya, nilai kapasitansi dari kapasitor tersebut adalah 100 uF dan tegangan maksimum yang dapat ditahan oleh kapasitor tersebut adalah 25 volt.

Kelebihan dan Keuntungan Kapasitor Elektrolit

Setelah memahami Fungsi Kapasitor Elektrolit sebagai komponen elektronika, kapasitor elektrolit memiliki beberapa kelebihan yang membedakannya dari alat sejenisnya.

Kelebihan kapasitor elektrolit antara lain:

  • Memiliki volume dan nilai kapasitansi yang tinggi.
  • Dapat tahan terhadap getaran mekanis.
  • Dapat digunakan dalam rangkaian elektronik yang membutuhkan kapasitansi besar.

Namun, selain kelebihan tersebut, kapasitor elektrolit juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Merupakan kapasitor polar, sehingga harus dipasang dengan benar dan tidak bisa dipasang terbalik.
  • Kurang tahan terhadap tegangan tinggi.
  • Lapisan isolasi pada kapasitor sangat sensitif terhadap arus dengan tegangan tinggi.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Kapasitor Elektrolit: Pengertian, Cara Membaca & Kelebihannya.

Melalui artikel ini, empatpilar.com telah memahami pengertian kapasitor elektrolit sebagai salah satu jenis komponen elektronik yang memiliki kemampuan menyimpan energi listrik dalam bentuk medan elektromagnetik.

Kita juga telah mengetahui cara membaca nilai kapasitas dan toleransi pada kapasitor elektrolit serta kelebihannya, seperti penanganan tegangan yang lebih tinggi, kapasitansi yang besar, dan stabilitas yang baik.

Semoga informasi mengenai Fungsi Kapasitor Elektrolit yang telah disampaikan dalam artikel ini bermanfaat bagi Kalian, baik untuk menambah pengetahuan atau untuk keperluan praktis dalam dunia elektronik.

Kapasitor elektrolit merupakan komponen penting yang banyak digunakan dalam berbagai rangkaian elektronik, dan pemahaman yang baik tentang cara kerja, cara membaca, dan kelebihannya akan membantu Kalian dalam merancang dan memperbaiki perangkat elektronik dengan lebih efisien dan efektif.

Baca Juga :  Fungsi Kapasitor Kipas Angin : Pengertian dan Cara Kerjanya

Selamat mencoba dan teruslah belajar mengenai komponen-komponen elektronik lainnya!

 

Baca Juga :

Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/fungsi-kapasitor-elektrolit/,penjelasan elco vol dan uf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *