Pengertian Multiplexer (Multiplekser)

Pengertian Multiplexer (Multiplekser) : Fungsi, Cara Kerja dan Contoh Perhitungannya

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Multiplexer (Multiplekser) : Fungsi, Cara Kerja dan Contoh Perhitungannya. Dalam artikel ini, kita akan melihat pengertian multiplexer (multiplekser) dalam detail yang mendalam, menjelajahi berbagai aspek teknis dan pentingnya dalam dunia elektronik dan komunikasi.

Teknologi! Siapa yang bisa hidup tanpa ini, kan? Jika kita lihat, dari sarapan kita pagi hari hingga malam ketika kita tidur, teknologi selalu ada disana. Jadi, mari kita bercerita tentang salah satu bagian penting dari teknologi ini, ya?

Tetapi sebelum kita membahas, ada pertanyaan sederhana untukmu. Apakah kamu tahu apa itu multiplexer atau dalam bahasa Indonesia, multiplekser?

Multiplekser adalah perangkat yang dapat menggabungkan beberapa sinyal input menjadi satu output. Membingungkan? Nah, coba bayangkan ini sebagai pintu tol di jalan raya.

Dari banyak jalur, semua mobil akhirnya melewati satu pintu tol, bukan? Itulah multiplekser dalam kerangka paling sederhana.

Pengertian Multiplexer (Multiplekser)

Multiplexer adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang secara khusus dirancang untuk mengarahkan salah satu dari beberapa jalur INPUT (masukan) ke satu jalur OUTPUT (keluaran).

Jalur Input yang terpilih menentukan masukan mana yang akan tersambung ke output. Multiplexer, yang juga dikenal sebagai MUX atau MPX, pada dasarnya merupakan rangkaian digital yang terdiri dari gerbang logika berkecepatan tinggi.

Ia digunakan untuk mengalihkan data digital atau biner, atau dalam beberapa kasus, dapat berfungsi sebagai tipe analog yang menggunakan transistor, MOSFET, atau relay untuk mengalihkan salah satu masukan ke output.

Rangkaian Logika Kombinasional, yang sering disebut sebagai Multiplekser dalam bahasa Indonesia, biasanya dikemas dalam suatu perangkat komponen elektronika yang disebut IC Multiplexer.
Contohnya adalah IC seri 7400 (seperti 74157, 74158, 74153, dan lain-lain). Multiplexer juga sering disebut sebagai Perangkat Pemilih Data (Data Selector).

Meskipun merupakan perangkat padat yang terbuat dari semikonduktor, Multiplexer beroperasi seperti sakelar rotary (Rotary Switch) yang terhubung secara seri dengan sebuah sakelar SPST (Single-Pole, Single-Throw), seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Fungsi Multiplexer (Multiplekser)

Setelah memahami Pengertian Multiplexer (Multiplekser), selanjutnya teknik multiplexing telah diterapkan dalam berbagai perangkat elektronik dan sering dikombinasikan dengan teknik lainnya. Oleh karena itu, sering disebutkan bersama-sama dengan multiplexer dan demultiplexer.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dan pengaplikasian dari MUX:

1. Jaringan telepon

Dalam jaringan telepon, multiplexer digunakan untuk menggabungkan beberapa saluran suara ke dalam satu saluran fisik yang sama. Ini memungkinkan transmisi suara yang efisien melalui jaringan telekomunikasi.

2. Sistem komunikasi

Multiplexer digunakan dalam sistem komunikasi untuk menggabungkan dan mengirimkan berbagai jenis sinyal data, seperti suara, video, dan data digital, melalui saluran komunikasi yang terbatas. Hal ini memungkinkan penggunaan yang lebih efisien dari kapasitas saluran yang tersedia.

3. Jaringan komputer

Dalam jaringan komputer, multiplexer digunakan untuk menggabungkan data dari beberapa sumber ke dalam satu saluran komunikasi yang sama.

Ini memungkinkan transmisi data yang efisien antara perangkat-perangkat yang terhubung dalam jaringan.

4. Hard drive komputer

Pada hard drive komputer, multiplexer digunakan untuk mengarahkan data dari berbagai sektor penyimpanan ke jalur keluaran yang sesuai. Ini memungkinkan akses cepat dan efisien terhadap data yang disimpan dalam hard drive.

5. Transmisi sistem komunikasi satelit

Dalam sistem komunikasi satelit, multiplexer digunakan untuk menggabungkan berbagai sinyal komunikasi ke dalam satu saluran transmisi yang terbatas.

Ini memungkinkan transmisi data yang efisien antara stasiun pengirim dan penerima melalui satelit.

Cara Kerja Multiplexer (Multiplekser)

Masih dalam pembahasan Pengertian Multiplexer (Multiplekser), Nah untuk memahami cara kerja Multiplexer secara lebih jelas, kita dapat menggunakan contoh Sakelar Rotari atau Sakelar Single-Pole Multi-Position seperti yang ditunjukkan dalam gambar di atas.

Baca Juga :  Apa Saja Perbedaan Sensor dan Aktuator ? : Ulasan Lengkap

Sakelar Rotari ini memiliki 4 Input, yaitu D0, D1, D2, dan D3, tetapi hanya memiliki 1 Output. Dengan menggunakan Kenop Pengendali pada Sakelar, kita dapat memilih salah satu Input dari keempat Input tersebut dan menghubungkannya ke jalur Output.

Dengan demikian, pengguna dapat memilih sinyal yang diinginkan dengan satu per satu. Ini adalah contoh penggunaan Multiplexer secara mekanis.

Namun, dalam rangkaian elektronik yang memerlukan perpindahan data dengan kecepatan tinggi, kita perlu dapat memilih Input yang diinginkan secara cepat dengan menggunakan rangkaian digital.

Sinyal Pengendali (S1 dan S0) memiliki fungsi yang hampir sama, yaitu memilih salah satu Input dari beberapa Input yang tersedia berdasarkan sinyal yang diberikan kepada mereka.

Dengan demikian, terdapat tiga syarat minimum yang harus ada dalam sebuah Multiplexer, yaitu Terminal Input, Terminal Output, dan Terminal Sinyal Pengendali.

Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang ketiga terminal tersebut:

  1. Terminal Input
    Terminal Input atau jalur Input adalah jalur sinyal yang tersedia yang harus dipilih (biasanya lebih dari satu Input). Sinyal-sinyal ini dapat berupa sinyal digital atau sinyal analog.
  2. Terminal Output
    Sebuah Multiplexer hanya memiliki satu jalur output. Sinyal input yang dipilih akan dihubungkan ke jalur output.
  3. Terminal Pengendali atau Terminal Pemilih
    Terminal Pengendali digunakan untuk memilih jalur Input. Jumlah terminal pengendali pada Multiplexer tergantung pada jumlah jalur Input yang dimiliki. Sebagai contoh, jika Multiplexer memiliki 4 Input, maka akan memiliki 2 terminal pengendali, sedangkan Multiplexer dengan 2 Input hanya memiliki 1 terminal pengendali.

Dengan adanya terminal input, terminal output, dan terminal pengendali ini, Multiplexer memungkinkan pemilihan sinyal Input yang diperlukan dan pengalihan data secara efisien dalam rangkaian elektronik yang kompleks.

Tabel Kebenaran Multiplexer

Tabel kebenaran merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memahami cara kerja Multiplexer dengan lebih mudah. Tabel ini menunjukkan output yang mungkin muncul sebagai hasil dari berbagai kombinasi input.

Tabel kebenaran tersebut dapat dilihat di bawah ini :


Dalam konsep Multiplexer atau MUX, perangkat ini digunakan untuk memilih salah satu input dan mengirimkannya ke proses selanjutnya.

Secara umum, Multiplexer akan mengarahkan input yang dipilih ke Demultiplexer atau Demux, yang kemudian memecahnya kembali menjadi berbagai data.

Dengan menggunakan tabel kebenaran dan pemahaman tentang prinsip kerja Multiplexer, kita dapat mengelola pemilihan dan pengalihan data secara efisien dalam rangkaian elektronik yang kompleks.

Contoh Perhitungan Multiplexer (Multiplekser)

Setelah mengetahui dan memahami Pengertian Multiplexer (Multiplekser), nah berikutnya adalah contoh perhitungan untuk input 1 (I0), input 2 (I1), dan sinyal pengendali (A) agar mendapatkan output (Q). Hasil perhitungan ini akan sama dengan hasil yang terdapat dalam tabel kebenaran di atas.

Diketahui:

A = 1
I1 = 1
I0 = 0

Penyelesaian:

Q = A.I1 + A.I0
Q = 1 x 1 + 1 x 0
Q = 1 + 0
Q = 1

Jadi, hasil perhitungan tersebut adalah Q = 1, yang sesuai dengan tabel kebenaran di atas.

Ekspresi Boolean

Dalam 2-input multiplexer, terdapat ekspresi boolean sebagai berikut:

Q = A.I0.I1 + A.I0.I1 + A.I0.I1 + A.I0.I1

Ekspresi boolean di atas dapat disederhanakan menjadi pernyataan berikut:

Q = A.I1 + A.I0

Kesimpulan

Demikianlah artikel dari empatpilar.com ini mengurai Pengertian Multiplexer (Multiplekser) dalam teknologi informasi.

Sebagai komponen penting dalam sistem komunikasi digital, Multiplexer mampu memadukan berbagai sinyal informasi menjadi satu saluran transmisi, memberikan efisiensi dalam penyebaran data.

Kemajuan teknologi akan terus meningkatkan kapabilitas dan fungsi dari alat seperti Multiplexer, memperluas ruang lingkup penggunaannya dan membuka peluang baru dalam penelitian dan aplikasi teknologi.

Terlepas dari perannya yang sangat teknis, pemahaman tentang Multiplexer sangat penting, karena memberikan wawasan tentang bagaimana data dan informasi dapat diproses dan disampaikan dengan cepat dan efisien.

Ini bukan hanya tentang memahami bagian dari teknologi yang ada, tetapi juga tentang melihat bagaimana teknologi ini dapat berkontribusi pada perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga :  Apa Itu Transduser Aktif ? : Pengertian, Jenis dan Cara Kerjanya

Pada akhirnya, pengetahuan tentang Pengertian Multiplexer (Multiplekser) adalah jembatan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dunia digital dan komunikasi, dan cara kerja berbagai teknologi yang kita gunakan setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *