Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red)

Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red) dan Cara Kerjanya Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red) dan Cara Kerjanya Secara Lengkap. Kembangkan diri Kalian dalam dunia yang menarik dari sensor teknologi, dengan fokus khusus pada pengertian dan aplikasi sensor PIR (Passive Infra Red).

Teknologi modern telah merangkul konsep otomatisasi dan mendefinisikannya dengan cara yang paling unik dan inovatif.

Salah satu elemen penting dari otomatisasi ini adalah sensor, dan kali ini, kita akan memusatkan perhatian pada Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red). Sensor ini, yang memanfaatkan energi panas dan infra merah, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari teknologi kita sehari-hari.

Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah jenis sensor yang memanfaatkan gelombang infra merah yang dipancarkan oleh objek panas, seperti manusia, untuk mendeteksi gerakan dalam jangkauan tertentu. Terimakasih kepada penemuan luar biasa ini, dunia keamanan dan otomatisasi rumah telah ditingkatkan secara signifikan.

Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red)

Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengindera sinar infra merah yang dipancarkan oleh objek.

Sensor PIR bekerja secara pasif, artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari luar.

Sensor PIR umumnya digunakan dalam perancangan detektor gerakan berbasis PIR. Karena semua objek memancarkan energi radiasi, gerakan akan terdeteksi ketika sebuah objek dengan suhu infra merah tertentu (seperti manusia) melewati objek infra merah dengan suhu yang berbeda (misalnya dinding).
Sensor akan membandingkan jumlah sinar infra merah yang diterima dalam interval waktu tertentu, dan jika terjadi perubahan, sensor akan mengindikasikan adanya gerakan.

Sensor PIR didesain khusus untuk mendeteksi pancaran infra merah dengan panjang gelombang antara 8-14 mikrometer.

Di luar rentang panjang gelombang ini, sensor tidak akan mendeteksi sinar infra merah. Manusia memiliki suhu tubuh yang memancarkan sinar infra merah dengan panjang gelombang sekitar 9-10 mikrometer (dengan nilai standar sekitar 9,4 mikrometer), sehingga sensor PIR dapat mendeteksi keberadaan manusia.

Secara umum, sensor PIR memiliki jangkauan efektif hingga 5 meter, dan sensor ini sangat efektif dalam mendeteksi kehadiran manusia.

Bagian-Bagian Sensor PIR

Gambar berikut menunjukkan bagian-bagian dari sensor PIR yang perlu untuk diketahui :

  1. Pengatur Waktu Jeda
    Bagian ini digunakan untuk mengatur lamanya pulsa sinyal tinggi (high) setelah terdeteksi adanya gerakan, serta setelah gerakan telah berakhir. Pengaturan ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol jangka waktu respons dari sensor PIR.
  2. Pengatur Sensitivitas
    Bagian ini berfungsi sebagai pengatur tingkat sensitivitas sensor PIR. Dengan menggunakan pengatur sensitivitas, pengguna dapat mengatur seberapa responsifnya sensor terhadap perubahan suhu dan gerakan. Pengaturan sensitivitas yang tepat memungkinkan sensor untuk mendeteksi gerakan yang diinginkan dan mengurangi kemungkinan adanya deteksi palsu.
  3. Regulator 3VDC
    Bagian ini bertanggung jawab dalam menstabilkan tegangan input menjadi 3V DC. Regulator ini penting untuk memastikan bahwa sensor PIR menerima tegangan yang sesuai untuk operasinya.
  4. Dioda Pengaman
    Dioda pengaman digunakan untuk melindungi sensor PIR jika terjadi kesalahan dalam pengkabelan antara sumber tegangan (VCC) dan ground (GND). Dioda ini membantu mengalirkan arus yang tidak diinginkan dan melindungi komponen sensor.
  5. DC Power
    Bagian ini merupakan input tegangan untuk sensor PIR. Rentang tegangan yang dapat diterima oleh sensor biasanya berkisar antara 3 hingga 12 VDC, tetapi direkomendasikan menggunakan input tegangan sebesar 5VDC.
  6. Output Digital
    Bagian ini merupakan output digital dari sensor PIR. Ketika gerakan terdeteksi, output ini akan memberikan sinyal digital yang dapat digunakan untuk mengaktifkan respons atau tindakan yang diperlukan.
  7. Ground
    Bagian ini harus dihubungkan dengan ground (GND) untuk membentuk jalur kembali arus listrik dan menciptakan keseimbangan dalam sistem.
  8. BISS0001
    BISS0001 adalah IC (Integrated Circuit) yang merupakan inti dari sensor PIR. IC ini bertanggung jawab untuk mendeteksi perubahan suhu dan gerakan menggunakan prinsip inframerah pasif.
  9. Pengatur Jumper
    Bagian ini digunakan untuk mengatur output dari pin digital pada sensor. Dengan mengatur jumper, pengguna dapat memilih konfigurasi output yang diinginkan, seperti output logika tinggi (high) atau logika rendah (low).

Dengan memahami fungsi dari setiap bagian ini, pengguna dapat mengoptimalkan penggunaan sensor PIR sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga :  Apa Saja Penyebab Mesin Cuci Nyetrum? Berikut Solusinya

Karakteristik Sensor PIR

Setelah memahami Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red), selanjutnya sensor PIR (Passive Infrared) memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Tegangan Operasi

Sensor PIR dapat beroperasi pada tegangan antara 4,7 hingga 5 Volt. Rentang tegangan ini penting untuk memastikan sensor bekerja dengan baik dan dapat diintegrasikan dengan sistem elektronik yang ada.

2. Arus Standby

Sensor PIR memiliki konsumsi daya yang rendah saat berada dalam kondisi standby, tanpa beban. Arus standby sensor PIR biasanya sekitar 300 μA (microampere), yang memungkinkan penggunaan sensor dalam waktu yang lama tanpa terlalu banyak menguras daya.

3. Suhu Kerja

Rentang suhu kerja sensor PIR berkisar antara -20°C hingga 50°C. Sensor ini dapat bekerja dengan baik dalam berbagai kondisi suhu, mulai dari lingkungan yang sangat dingin hingga yang cukup panas.

4. Jangkauan Deteksi

Sensor PIR memiliki jangkauan deteksi sejauh 5 meter. Artinya, sensor ini mampu mendeteksi pergerakan atau perubahan suhu dalam radius 5 meter dari lokasi pemasangannya. Jarak deteksi ini memungkinkan sensor untuk digunakan dalam berbagai aplikasi keamanan dan pengawasan.

5. Kecepatan Deteksi

Sensor PIR memiliki kecepatan deteksi yang cukup cepat, yaitu sekitar 0,5 detik. Ini berarti sensor dapat mendeteksi pergerakan atau perubahan suhu dalam waktu singkat setelah terjadi. Kecepatan deteksi yang tinggi ini penting dalam mengaktifkan respons atau tindakan yang sesuai dengan deteksi yang dilakukan oleh sensor PIR.

Dengan karakteristik ini, sensor PIR menjadi pilihan yang populer dalam berbagai aplikasi, termasuk sistem keamanan, otomatisasi, penghematan energi, dan lainnya.

Cara Kerja Sensor PIR (Passive Infra Red)

Sensor PIR bekerja dengan cara menangkap pancaran infra merah, yang kemudian masuk melalui lensa Fresnel dan mengenai sensor pyroelektrik.

Pancaran infra merah mengandung energi panas yang membuat sensor pyroelektrik menghasilkan arus listrik.

Arus listrik ini menghasilkan tegangan yang kemudian dibaca oleh sensor secara analog. Selanjutnya, komparator membandingkan sinyal yang diterima dengan tegangan referensi tertentu, menghasilkan keluaran sinyal 1-bit. Sensor PIR hanya mengeluarkan logika 0 dan 1.

Nilai 0 menunjukkan bahwa sensor tidak mendeteksi perubahan pancaran infra merah, sedangkan nilai 1 menunjukkan bahwa sensor mendeteksi infra merah.

Sensor PIR hanya dapat mendeteksi pancaran infra merah dengan panjang gelombang antara 8-14 mikrometer.

Manusia memiliki suhu tubuh yang menghasilkan pancaran infra merah dengan panjang gelombang antara 9-10 mikrometer, sehingga sensor PIR sangat efektif digunakan sebagai detektor manusia.

Sensor PIR hanya akan mendeteksi objek jika bergerak atau, secara teknis, saat terjadi perubahan pancaran infra merah.

Penggunaan / Aplikasi Sensor PIR

Nah sudah memahami Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red) kan? Lalu selanjutnya sensor PIR memiliki berbagai aplikasi yang sangat berguna dalam berbagai proyek yang membutuhkan deteksi kehadiran manusia atau gerakan.

Beberapa penggunaan umum dari sensor PIR meliputi:

1. Keamanan Rumah

Sensor PIR digunakan secara luas dalam sistem keamanan rumah untuk mendeteksi kehadiran orang asing di sekitar rumah.

Sensor ini dapat mengaktifkan sistem alarm atau lampu penerangan ketika ada gerakan yang terdeteksi di area yang diawasi.

Dengan demikian, sensor PIR membantu meningkatkan keamanan rumah dengan memberikan peringatan dini tentang aktivitas yang mencurigakan.

2. Pencahayaan Otomatis

Sensor PIR sering digunakan dalam sistem pencahayaan otomatis di area yang jarang digunakan atau saat malam hari.

Ketika sensor mendeteksi gerakan, sistem pencahayaan akan secara otomatis menyala, memberikan pencahayaan yang cukup saat diperlukan.

Hal ini membantu menghemat energi dengan memastikan bahwa pencahayaan hanya aktif ketika ada kehadiran manusia.

3. Penghematan Energi

Sensor PIR dapat digunakan dalam aplikasi penghematan energi seperti pengaturan lampu otomatis di ruangan atau gedung.

Sensor ini akan mendeteksi kehadiran orang di ruangan dan mengaktifkan atau mematikan pencahayaan secara otomatis sesuai kebutuhan. Dengan demikian, energi yang seharusnya terbuang percuma pada pencahayaan yang tidak diperlukan dapat dihemat.

4. Otomatisasi Bangunan

Sensor PIR digunakan dalam berbagai sistem otomatisasi bangunan. Misalnya, sensor PIR dapat digunakan dalam sistem pintu otomatis yang membuka pintu secara otomatis saat seseorang mendekat.
Sensor ini juga dapat digunakan dalam sistem pengendalian suhu otomatis untuk mengaktifkan atau mematikan pemanas atau pendingin ruangan berdasarkan kehadiran manusia.

5. Toko dan Ruang Publik

Sensor PIR sering digunakan dalam toko dan ruang publik untuk mendeteksi kehadiran pelanggan atau pengunjung.

Baca Juga :  Persamaan Flyback JF0501 : Uraian Lengkap

Sensor ini dapat digunakan untuk mengaktifkan pengumuman otomatis, mengontrol pencahayaan, atau mengumpulkan data lalu lintas pengunjung.

Meskipun sensor PIR memiliki berbagai aplikasi yang berguna, perlu dicatat bahwa sensor ini tidak dapat membedakan jumlah orang yang terdeteksi atau jaraknya dengan presisi.

Selain itu, sensor PIR juga dapat dipengaruhi oleh gerakan binatang peliharaan, seperti kucing atau anjing. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dalam penggunaan sensor PIR agar hasil deteksinya sesuai dengan kebutuhan dan menghindari adanya gangguan yang tidak diinginkan.

Kesimpulan

Dalam penutupan, telah kita telusuri secara detail mengenai pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red) dan bagaimana cara kerjanya.

Sensor ini, dengan kemampuannya mendeteksi perubahan panas yang tidak terlihat oleh mata manusia, telah menjadi komponen penting dalam berbagai aplikasi teknologi.

Mulai dari sistem keamanan rumah hingga otomasi gedung, teknologi PIR telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan memahami cara kerjanya, kita dapat lebih baik memanfaatkan teknologi ini dan mendorong inovasi lebih lanjut.

Tentu saja, ada banyak hal yang dapat dipelajari tentang teknologi canggih ini. Namun, semoga artikel ini telah memberikan gambaran yang baik dan pemahaman yang lebih dalam tentang pengertian dan cara kerja Sensor PIR.

Kemajuan teknologi ini akan terus mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekeliling kita, dan kita semua memiliki peran untuk berpartisipasi dalam perubahan tersebut.

Itu saja uraian dari empatpilar.com mengenai Pengertian Sensor PIR (Passive Infra Red). Terima kasih telah membaca dan semoga informasi yang disampaikan bermanfaat untuk Kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *