Pengertian Transmitter

√ Pengertian Transmitter, Fungsi dan Contoh : Pembahasan Lengkap

Posted on

Empat Pilar –Pengertian Transmitter, Fungsi dan Contoh : Pembahasan Lengkap. Selamat datang pada panduan lengkap ini mengenai topik Pengertian Transmitter, Fungsi dan Contoh. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi detail mengenai transmitter, fungsi-fungsinya, serta memberikan contoh-contoh nyata untuk meningkatkan pemahaman Kalian.

Baik Kalian seorang pelajar, penggemar elektronik, atau sekadar ingin tahu bagaimana transmitter bekerja, panduan ini dirancang untuk memberikan wawasan berharga.

Mari kita mulai dengan memahami pengertian dari transmitter dan fungsi-fungsinya yang utama. Transmitter, juga dikenal sebagai radio transmitter, adalah perangkat elektronik yang menghasilkan dan memancarkan gelombang radio.

Gelombang radio ini membawa informasi atau sinyal, seperti suara, video, atau data, yang dapat diterima oleh receiver yang kompatibel.

Apa Yang Dimaksud Pengertian Transmitter

Pada dasarnya transmitter ini mempunyai dua definisi atau pengertian yang berbeda sehingga membuat bingung para pencari informasi, yaitu sbb :

1. Pengertian Transmitter Pada Komunikasi

Dalam konteks komunikasi, transmitter adalah perangkat yang bertugas sebagai pemancar sinyal. Sinyal yang dipancarkan bisa berupa gelombang radio atau bentuk komunikasi lainnya. Transmitter memfasilitasi komunikasi antara dua perangkat atau lebih dengan mengirimkan sinyal informasi dari satu titik ke titik lain.

Pada ilustrasi tertentu, kita bisa melihat bagaimana sinyal yang dipancarkan oleh transmitter digunakan sebagai saluran komunikasi antara dua perangkat. Oleh karena itulah, dalam konteks komunikasi, transmitter dikenal sebagai pemancar.

2. Pengertian Transmitter Pada Dunia Sensor

Dalam konteks sistem kontrol dan sensor, transmitter berperan sebagai perangkat yang menstandardisasi sinyal keluaran dari transduser atau sensor agar dapat diterima dan diproses oleh kontroler.

Berikut adalah penjelasan yang lebih mendalam tentang bagaimana transmitter berfungsi:

  1. Dalam diagram sederhana, kita bisa melihat bagaimana transmitter bekerja. Diagram ini menunjukkan empat komponen utama: variabel fisik, sensor / transduser, transmitter, dan kontroler.
  2. Variabel fisik adalah variabel energi seperti panas, tekanan, dan jenis energi lainnya. Sebagai contoh, variabel fisik yang akan diukur bisa berupa tekanan yang diukur dalam satuan psi (pound per inch persegi).
  3. Variabel fisik ini akan diukur oleh sensor atau transduser. Misalnya, tekanan sebesar 100 psi akan diukur oleh sensor.
  4. Sensor kemudian akan mengukur ‘tekanan’ tersebut dan mengeluarkan sinyal output (dalam mV) berdasarkan hasil pengukuran tekanan. Misalnya, ketika tekanan mencapai 100 psi, output sensor bisa berupa 3 mV, dan ketika tekanan turun menjadi 50 psi, output sensor bisa berupa 1,5 mV.
  5. Output dari sensor ini kemudian diterima oleh transmitter dan dikonversi menjadi rentang sinyal yang dapat diterima oleh kontroler, yaitu antara 1 hingga 5 Volt.
  6. Berdasarkan sinyal yang dikeluarkan oleh transmitter (antara 1 hingga 5 Volt), kontroler akan melakukan suatu ‘aksi’, seperti mengaktifkan sistem pneumatik atau fungsi otomasi lainnya.

Dengan demikian, transmitter berperan penting dalam menjembatani sensor dan kontroler, memungkinkan komunikasi dan interaksi antara keduanya.

Fungsi Transmitter

Transmitter memang memiliki banyak fungsi penting yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah beberapa fungsi transmitter yang dapat kita jelaskan lebih lanjut:

1. Pengirim Data atau Sinyal Elektrik

Setelah memahami Pengertian Transmitter, selanjutnya transmitter elektrik berfungsi untuk mengirimkan data atau sinyal elektrik. Data tersebut bisa berupa berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh manusia, mulai dari data komunikasi sampai data ilmiah.

2. Pelengkap Teknologi Informasi

Transmitter juga berperan penting dalam teknologi informasi. Sebagai contoh, banyak komponen teknologi informasi yang berfungsi dengan cara mengirimkan sinyal melalui gelombang radio atau elektromagnetik. Dalam hal ini, transmitter berperan sebagai pengirim sinyal tersebut.

3. Pengirim Data Terkait Kondisi Bumi

Transmitter juga sering digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengirimkan informasi terkait dengan kondisi Bumi.

Baca Juga :  Cara Membuat Rangkaian Seri dengan Baik dan Benar

Misalnya, transmitter dapat digunakan untuk mengirimkan data tentang suhu, tingkat air laut, kelembaban udara, potensi bencana alam, dan sebagainya.

4. Alat Bantu dalam Industri

Dalam dunia industri, transmitter digunakan untuk mengirimkan berbagai data yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Misalnya, dalam industri pengolahan minyak bumi, transmitter dapat digunakan untuk mengirimkan data tentang kepadatan bahan baku. Dalam industri makanan atau minuman, transmitter dapat digunakan untuk menginformasikan data terkait cairan yang digunakan dalam produksi.

5. Pengiriman Sinyal, Data, dan Informasi

Secara umum, fungsi utama transmitter adalah untuk mengirimkan sinyal, data, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain. Transmitter dapat mengirimkan sinyal secara nirkabel melalui udara, atau melalui kabel dalam beberapa aplikasi tertentu.

Dengan kata lain, transmitter merupakan komponen penting dalam berbagai teknologi yang kita gunakan setiap hari.

Tanpa transmitter, komunikasi dan transfer data jarak jauh seperti yang kita kenal sekarang mungkin tidak akan mungkin terjadi.

Jenis-Jenis Transmitter

Masih dalam pembahasan Pengertian Transmitter, nah Berikutnya adalah Jenis Transmitter, dan pembahasannya secara lengkap

A. Berdasarkan Sinyal yang distandarkan oleh Transmitter

Berdasarkan sinyal yang distandarkan oleh Transmitter ini, dapat dibagi menjadi dua kategori:

1. Sinyal Berdasarkan Tekanan (Transmitter Pneumatik)

Ini adalah jenis sinyal yang dihasilkan oleh tekanan dan diukur dalam satuan tekanan (psi). Transmitter pneumatik menghasilkan “sinyal standar” dengan menggunakan satuan tekanan psi.

2. Sinyal Berdasarkan Listrik (Transmitter Elektrik)

Ini adalah jenis sinyal yang dihasilkan oleh arus (ampere) dan tegangan (volt) dalam bentuk sinyal listrik. Pada gambar terlihat bahwa transmitter elektrik menghasilkan “sinyal standar” dalam bentuk sinyal listrik, yang dapat berupa tegangan (volt) atau arus (ampere).

B. Berdasarkan Sinyal Sensor Yang Diterima Transmitter

Berdasarkan sinyal yang diterima, transmitter ini memiliki berbagai jenis, antara lain:

1. Pressure Transmitter

Transmitter Tekanan adalah jenis transmitter yang digunakan untuk mengonversi sinyal keluaran dari sensor tekanan menjadi sinyal standar yang dapat diterima oleh kontroler.

Pada gambar di atas terlihat bahwa sinyal yang dihasilkan oleh sensor tekanan akan disesuaikan oleh transmitter agar dapat diterima oleh kontroler. Rentang sinyal yang dapat diterima oleh kontroler adalah sebagai berikut:

3 – 15 psi untuk keluaran tekanan (PSI)
4 – 20 mA untuk keluaran arus (Ampere)
1 – 5V untuk keluaran tegangan (Volt)

2. Level Transmitter

Transmitter Level adalah jenis transmitter yang digunakan untuk mengonversi nilai sinyal yang dihasilkan oleh sensor level menjadi sinyal standar yang dapat diterima oleh kontroler.

Pada gambar di atas terlihat bahwa transmitter dan sensor level merupakan satu kesatuan yang memudahkan penggunaan alat. Setelah sensor level mengukur ketinggian air dalam tangki, sinyal tersebut akan diubah menjadi sinyal standar oleh transmitter agar dapat diterima oleh kontroler.

3. Transmitter Aliran

Transmitter Aliran adalah jenis transmitter yang digunakan untuk mengonversi nilai sinyal yang dihasilkan oleh sensor aliran menjadi sinyal standar yang dapat diterima oleh kontroler.

Pada gambar di atas terlihat bahwa sensor aliran dan transmitter aliran sudah terintegrasi sehingga lebih efisien dan tidak memakan tempat. Sensor aliran akan mengukur kecepatan aliran, dan kemudian sinyal tersebut akan diubah menjadi sinyal standar oleh transmitter aliran agar dapat diterima oleh kontroler.

4. Transmitter Suhu

Transmitter Suhu adalah jenis transmitter yang digunakan untuk mengonversi nilai sinyal yang dihasilkan oleh sensor suhu menjadi sinyal standar yang dapat diterima oleh kontroler.

5. Transmitter Posisi

Transmitter Posisi adalah jenis transmitter yang digunakan untuk mengonversi nilai sinyal yang dihasilkan oleh sensor posisi menjadi sinyal standar yang dapat diterima oleh kontroler.

6. Transmitter Kecepatan

Transmitter Kecepatan adalah jenis transmitter yang digunakan untuk mengonversi nilai sinyal yang dihasilkan oleh sensor kecepatan menjadi sinyal standar yang dapat diterima oleh kontroler.

7. Transmitter pH dan Konduktivitas

Transmitter pH dan Konduktivitas adalah jenis transmitter yang digunakan untuk mengonversi nilai sinyal yang dihasilkan oleh sensor pH dan konduktivitas menjadi sinyal standar yang dapat diterima oleh kontroler.

Alat Pemrosesan Dari Transmitter

Berikut ini adalah beberapa contoh alat yang digunakan dalam pemrosesan sebuah transmitter:

1. Mikrofon

Mikrofon adalah perangkat yang umum digunakan untuk meningkatkan volume suara agar terdengar lebih jelas. Mikrofon bekerja dengan mengubah suara menjadi sinyal elektronik.

Ketika digunakan untuk menangkap suara, seperti saat berbicara atau bernyanyi, getaran suara tersebut melewati udara dan menghasilkan suatu sinyal. Sinyal tersebut kemudian ditransmisikan ke pemancar dan menghasilkan respons yang sesuai.

Baca Juga :  Persamaan IC TDA 2030 Secara Lengkap : Perlu Diketahui

2. Amplifier

Amplifier digunakan untuk meningkatkan sinyal yang masih lemah menjadi lebih kuat sehingga dapat digunakan dengan baik.

Amplifier memiliki berbagai jenis tergantung pada kebutuhan masing-masing. Selain itu, alat ini sering dilengkapi dengan tuner, filter audio, dan equalizer.

3. Antena

Antena digunakan untuk menangkap sinyal pada perangkat seperti radio dan televisi agar siaran menjadi jelas. Terdapat berbagai jenis antena yang digunakan sesuai dengan perangkat elektronik yang akan digunakan.

Kesimpulan

Sebagai penutup, Pengertian Transmitter atau pemancar merupakan perangkat penting dalam proses komunikasi, baik itu pada skala besar seperti stasiun televisi dan radio, ataupun pada skala kecil seperti remote control.

Fungsi utamanya adalah untuk mengubah dan mengirimkan informasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dari satu tempat ke tempat lain.

Melalui pembahasan dari empatpilar.com ini, kita telah memahami berbagai contoh penggunaan transmitter dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari stasiun radio yang mengirimkan siaran musik dan berita, hingga pengendali jarak jauh yang membantu kita mengontrol perangkat elektronik di rumah.

Diharapkan pengetahuan ini bisa menjadi pijakan untuk lebih memahami dunia teknologi dan elektronik yang semakin berkembang. Tanpa kita sadari, transmitter memainkan peran penting dalam memfasilitasi berbagai bentuk komunikasi dan interaksi di kehidupan modern.

Karena itu, semakin kita memahami cara kerja dan fungsi transmitter, semakin kita bisa mengapresiasi betapa pentingnya peran teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *