Perbedaan Angket dan Kuesioner

Perbedaan Angket dan Kuesioner Secara Mendasar Perlu Kalian Ketahui

Posted on

Empat Pilar – Perbedaan Angket dan Kuesioner Secara Mendasar Perlu Kalian Ketahui. Dalam artikel ini kami akan memberikan pemahaman mendalam tentang kedua metode pengumpulan data ini dan bagaimana mereka berbeda dalam prakteknya.

Ketika kita berbicara tentang penelitian, dua kata sering muncul: angket dan kuesioner. Namun, apakah kita benar-benar memahami perbedaan mendasar antara keduanya? Mari kita telusuri!

Mengingat kedua alat ini sering digunakan dalam konteks yang sama, mungkin mudah untuk berasumsi bahwa mereka sama. Namun, ada beberapa Perbedaan Angket dan Kuesioner yang perlu kalian pahami.

A. Pengertian Angket

Angket merupakan metode pengumpulan data yang melibatkan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis oleh responden.

Angket berisi serangkaian pertanyaan tertulis yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari responden tentang diri mereka sendiri atau hal-hal yang mereka ketahui.

Tujuan dari penggunaan angket adalah untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang suatu masalah, tanpa khawatir bahwa responden akan memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Selain itu, angket juga memungkinkan responden untuk mengetahui informasi spesifik yang diminta dalam pertanyaan.

Jenis-Jenis Angket Penelitian

Berikut ini merupakan beberapa jenis angket penelitian:

  1. Angket Terbuka
    Dalam jenis angket ini, responden memiliki kebebasan untuk menjawab pertanyaan tanpa adanya batasan jawaban yang disediakan.
  2. Angket Tertutup
    Berbeda dengan angket terbuka, dalam jenis angket tertutup, responden diberikan opsi jawaban yang sudah disediakan, seperti pilihan ya dan tidak, atau pilihan objektif lainnya.
  3. Kombinasi Tertutup dan Terbuka
    Pada jenis angket ini, terdapat kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup yang digunakan dalam satu angket.
  4. Angket Langsung
    Jenis angket ini mencakup pertanyaan yang terkait dengan pribadi responden yang relevan dengan tujuan penelitian.
  5. Angket Tidak Langsung
    Angket jenis ini mengandung pertanyaan tentang orang lain yang dijawab oleh responden.

B. Pengertian Kuesioner

Pernahkah Kamu melihat seseorang membagikan kuesioner dan meminta orang lain untuk mengisinya? Hal tersebut umumnya sering terjadi, baik dalam penelitian maupun kegiatan bisnis. Namun, tahukah Kamu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kuesioner?

Secara sederhana, kuesioner adalah sebuah teknik untuk mengumpulkan data dari sejumlah orang atau responden melalui serangkaian pertanyaan yang harus dijawab. Dengan menyediakan daftar pertanyaan tersebut, jawaban yang diberikan kemudian dikumpulkan sebagai data. Data tersebut nantinya akan diolah dan digunakan sebagai hasil dari penelitian.

Secara umum, tujuan dan manfaat kuesioner adalah untuk mendapatkan data atau informasi yang relevan dengan topik penelitian. Metode ini umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang ada.

Jenis-Jenis Kuesioner

Setidaknya, ada tiga jenis kuesioner yang umum digunakan, yaitu kuesioner terbuka, kuesioner tertutup, dan kuesioner campuran. Berikut ini ulasan lengkapnya:

  1. Kuesioner Terbuka
    Kuesioner terbuka adalah jenis kuesioner yang menggunakan pertanyaan uraian. Responden diminta untuk memberikan jawaban dalam bentuk pendapat atau penjelasan yang ditulis pada kolom kosong yang disediakan. Kuesioner terbuka biasanya digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam.
  2. Kuesioner Tertutup
    Pada kuesioner tertutup, pertanyaan yang diajukan berbentuk pilihan ganda atau checklist. Responden hanya dapat memilih jawaban dari pilihan yang disediakan. Hasil kuesioner tertutup lebih mudah diolah dan tidak memakan banyak waktu.
  3. Kuesioner Campuran
    Kuesioner campuran merupakan kombinasi dari kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi yang mendalam serta mengumpulkan data dalam bentuk angka. Dengan demikian, kuesioner campuran menggabungkan keuntungan kedua jenis kuesioner tersebut.

C. Perbedaan Angket dan Kuesioner Secara Mendasar

Jika Kamu membaca pengertian tentang angket dan kuesioner di atas, mungkin Kamu sudah sedikit memahami perbedaan antara keduanya.

Baca Juga :  Berapa Suhu AC Ideal di Dalam Ruangan? : Ketahui Secara Lengkap

Bagi yang belum memahami perbedaan antara angket dan kuesioner, berikut ini beberapa Perbedaan Angket dan Kuesioner yang dapat Kamu pelajari:

1. Perbedaan Berdasarkan Bentuk

  • Angket dan kuesioner merupakan dua instrumen penelitian yang seringkali dianggap sama, tetapi sebenarnya berbeda dalam bentuk. Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang harus diisi oleh responden, baik secara langsung maupun tidak langsung. Biasanya, kuesioner berisi berbagai jenis pertanyaan, mulai dari pertanyaan terbuka, tertutup, hingga pertanyaan pilihan gKamu.
  • Di sisi lain, angket biasanya lebih spesifik dalam bentuknya. Angket adalah serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dari responden secara langsung. Dalam angket, responden biasanya diminta untuk memberikan jawaban langsung pada pertanyaan yang ditanyakan, tanpa adanya pilihan jawaban. Bentuk angket biasanya lebih terstruktur dibandingkan dengan kuesioner.

2. Perbedaan Berdasarkan Tujuan

  • Tujuan dari penggunaan angket dan kuesioner juga berbeda. Kuesioner biasanya digunakan untuk mengeksplorasi lebih banyak aspek dari subjek penelitian, seperti mengetahui kualitas diri individu atau memahami tujuan penelitian secara lebih mendalam. Kuesioner memungkinkan peneliti untuk menggali berbagai informasi dari responden melalui berbagai jenis pertanyaan.
  • Angket, di sisi lain, biasanya digunakan untuk mengumpulkan tanggapan yang lebih spesifik dan langsung dari responden. Angket biasanya digunakan ketika peneliti ingin mengumpulkan jawaban atas pertanyaan yang sudah disediakan, dengan opsi jawaban yang telah ditentukan. Dengan demikian, angket biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk diisi dibandingkan dengan kuesioner, karena pertanyaannya lebih langsung dan terbatas.

3. Perbedaan Berdasarkan Fungsi

  • Fungsi kuesioner dan angket juga berbeda. Kuesioner memiliki fungsi untuk mengumpulkan data primer sebagai catatan permanen dalam penelitian. Data ini kemudian dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Kuesioner juga memiliki fungsi untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh, karena setiap responden diminta untuk menjawab pertanyaan yang sama dalam kondisi yang sama.
  • Angket, di sisi lain, biasanya digunakan untuk mengevaluasi program atau kegiatan yang telah dilaksanakan. Angket juga dapat digunakan untuk pengambilan sampel dari populasi penelitian. Ini berarti angket digunakan untuk mengumpulkan informasi atau tanggapan dari sekelompok orang yang dipilih secara acak dari populasi yang lebih besar. Angket biasanya lebih fokus pada pengumpulan data kualitatif, seperti tanggapan atau pendapat subjektif dari responden.

4. Perbedaan Berdasarkan Jenis Pertanyaan

  • Kuesioner biasanya memiliki jenis pertanyaan yang lebih beragam dibandingkan dengan angket. Dalam kuesioner, pertanyaan dapat diberikan dalam bentuk skala, seperti skala Likert, yang memungkinkan responden untuk mengekspresikan sejauh mana mereka setuju atau tidak setuju dengan pernyataan tertentu. Skala ini dapat digunakan untuk mengukur atribut atau karakteristik tertentu dari responden, seperti sikap, pendapat, atau perilaku.
  • Angket, di sisi lain, biasanya berisi pertanyaan yang lebih langsung dan terbatas. Angket dapat berisi pertanyaan terbuka, di mana responden diminta untuk memberikan jawaban dalam bentuk kalimat atau paragraf, atau pertanyaan tertutup, di mana responden hanya perlu memilih jawaban dari opsi yang sudah disediakan. Angket biasanya tidak menggunakan skala, dan lebih fokus pada pengumpulan data langsung dari responden.

Penutup

Sebagai penutup, kita dapat memahami bahwa baik angket maupun kuesioner memang memiliki fungsi dan tujuan yang serupa, yaitu untuk mengumpulkan data dan informasi. Namun secara mendasar, memiliki Perbedaan Angket dan Kuesioner.

Angket biasanya lebih luas cakupannya, seringkali digunakan dalam konteks penelitian dan mengandung pertanyaan yang lebih detail dan kompleks.

Sementara itu, kuesioner biasanya lebih singkat dan spesifik, dan sering digunakan dalam situasi seperti jajak pendapat atau survei pasar.

Dalam memilih antara angket atau kuesioner, yang terpenting adalah mempertimbangkan tujuan pengumpulan data tersebut dan pemahaman yang baik akan karakteristik dari masing-masing instrumen ini.

Selalu ingat bahwa informasi yang baik berasal dari data yang baik, dan alat pengumpulan data yang tepat akan membantu kita mencapai tujuan tersebut.

Baca Juga :  Daftar Frekuensi LNB Palapa D Terlengkap

Mungkin itu saja uraian dari empatpilar.com mengenai Perbedaan Angket dan Kuesioner. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *