Apa Itu Blower

√ Apa Itu Blower? Berikut Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Posted on

Empat Pilar – √ Apa Itu Blower? Berikut Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya. Selamat datang di artikel yang membahas “Apa Itu Blower? Berikut Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya.” Dalam dunia industri, blower adalah alat yang memiliki peran penting dalam memindahkan udara atau gas dari satu tempat ke tempat lain.

Blower seringkali digunakan dalam berbagai aplikasi seperti sirkulasi udara dalam sistem ventilasi, pengeringan, pembersihan, dan banyak lagi. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara detail tentang pengertian blower, fungsi utamanya, serta cara kerjanya yang menarik. Dengan pengetahuan yang akurat, Kalian akan dapat menghargai peran blower dalam berbagai sektor dan mengenali kegunaannya secara luas.

Apa Itu Blower?

Blower adalah mesin yang dirancang untuk meningkatkan dan memperbesar tekanan udara atau gas dan mengalirkannya ke ruangan tertentu. Pada keadaan tertentu, blower bisa disebut sebagai Exhauster, terutama saat digunakan untuk mengeluarkan gas dari dalam oven kokas. Di industri kimia, blower memainkan peran penting dalam mensirkulasikan gas atau udara selama proses kimia dan seringkali dikenal dengan sebutan booster atau circulator.

Kompresor, di sisi lain, adalah alat mekanik yang digunakan untuk memampatkan tekanan fluida seperti udara atau gas. Secara sederhana, kompresor berfungsi untuk menyerap udara atmosfer, yang kemudian dicampur dengan berbagai komponen seperti karbon dioksida, nitrogen, uap air, minyak, dan lain-lain. Kompresor banyak dimanfaatkan dalam industri, misalnya untuk mengoperasikan peralatan pneumatik seperti bor, peralatan angkat, alat kontrol, alat penyemprotan, dan pompa dalam berbagai bidang industri.

Jika tekanan kerja kompresor rendah, kompresor biasanya hanya digunakan untuk keperluan seperti ventilasi udara dan kipas angin. Blower biasanya tidak didinginkan dengan air karena akan menambah biaya untuk sistem pendinginan.

Namun, dalam situasi di mana tekanan pada sisi hisap lebih tinggi dari atmosfer, hal ini sering ditemukan di industri kimia yang memerlukan tekanan tinggi untuk mensirkulasikan gas melalui proses-proses tertentu. Adapun blower yang tidak didinginkan biasanya bekerja berdasarkan prinsip adiabatik, meski kadang-kadang pendinginan diterapkan untuk mendukung proses isotermal.

Bagian Bagian Blower dan Fungsinya

Selanjutnya, blower juga memiliki komponen utama yang memainkan peran penting di dalamnya. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua komponen dari blower tersebut.

  1. Penggerak:
    Komponen ini merupakan inti dari blower itu sendiri. Penggerak berfungsi untuk menggerakkan aliran udara atau yang biasa disebut dengan gas mover. Ada beberapa jenis penggerak, seperti sentrifugal, axial blower, dan lain-lain sesuai dengan tipe masing-masing.
  2. Casing:
    Berikutnya adalah casing. Fungsi dari bagian ini adalah memastikan bahwa aliran udara tersebut tidak dapat keluar ke arah lain dan hanya terfokus pada titik yang diinginkan. Selain itu, casing juga menyediakan tempat untuk udara masuk yang disebut inlet dan tempat untuk udara keluar yang disebut outlet.

Fungsi Blower

Setelah memahami Apa Itu Blower? selanjutnya Ada fungsi blower diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Mendukung Sistem Pengaturan Udara

Pengaturan udara sangat penting untuk memenuhi kebutuhan industri maupun non-industri. Sistem ini umumnya didukung oleh perangkat yang disebut unit penanganan udara atau AHU dengan berbagai tujuan, mulai dari penyaringan udara, pemanasan, hingga pendinginan. Dalam sistem ini, seringkali digunakan blower yang membantu mengalirkan udara dari satu area ke area lainnya.

2. Menghilangkan Bau

Dalam proses produksi di pabrik-pabrik, terkadang terbentuk asap, bau, dan hal-hal lain yang dapat mengganggu penciuman. Selain menyebabkan ketidaknyamanan, bau-bauan tersebut juga dapat berbahaya bagi kesehatan pekerja. Untuk mengatasi masalah ini, dapat digunakan sistem filtrasi yang melibatkan blower dan kipas angin sebagai komponennya.

3. Mengatasi Debu

Hampir semua industri, seperti farmasi, makanan, dan pertanian, memerlukan penggunaan blower untuk mengatasi partikel halus di udara yang dapat merusak bahan atau mengganggu proses pengolahan. Meskipun kipas angin dapat digunakan untuk tujuan ini, namun kurang efektif untuk partikel yang lebih berat.

Baca Juga :  Penyebab Freezer Box Beku Sebagian dan Cara Mengatasinya Secara Lengkap

Selain digunakan dalam industri, manfaat blower ini juga dapat diterapkan untuk keperluan rumahan. Masyarakat umumnya menggunakan perangkat ini untuk membersihkan peralatan elektronik seperti komputer, ruangan, dan perabotan tertentu.

4. Menurunkan Kelembaban Udara

Istilah “udara yang tersaturasi” mengacu pada kondisi udara yang sangat lembab dan dapat menyebabkan korosi. Untuk mengatasi situasi ini, blower dapat digunakan. Namun, perlu dipastikan bahwa gas mover ini dirancang dengan ketahanan yang baik terhadap korosi, misalnya dengan menggunakan bahan stainless steel.

5. Memindahkan Material

Selain digunakan untuk menghilangkan debu, ternyata alat ini juga berguna untuk memindahkan material, terutama dalam bentuk granula dan bubuk. Blower diintegrasikan dalam sebuah pipa khusus di mana bahan-bahan bubuk tersebut dilewatkan dengan menggunakan proses pengangkutan pneumatik.

Cara Kerja Blower

Blower adalah alat yang dirancang untuk meningkatkan energi mekanis pada gas, biasanya udara, dan memindahkannya ke lokasi yang diinginkan. Proses kerja blower dapat diuraikan dalam beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Pemutaran Rotor:
    Saat blower diaktifkan, rotor di dalamnya mulai berputar. Rotor ini adalah komponen utama yang menghasilkan aliran udara.
  2. Gerakan Udara:
    Dengan putaran rotor tersebut, udara di sekitar alat akan terdorong. Ini mengakibatkan adanya gerakan udara yang terbentuk dari perputaran rotor tersebut.
  3. Peningkatan Volume Udara:
    Selama proses berlangsung, volume udara akan bertambah secara berkelanjutan. Hal ini terjadi karena udara terus menerus masuk ke dalam blower untuk kemudian didorong keluar.
  4. Pengeluaran Udara:
    Udara yang sudah terdorong oleh rotor kemudian akan dikeluarkan melalui bagian output atau lubang keluaran blower. Udara ini dikeluarkan dengan kecepatan tertentu yang ditentukan oleh kecepatan putaran rotor dan desain blower.
  5. Variasi Tekanan:
    Udara yang keluar dari blower memiliki tekanan yang beragam. Ada yang bersifat bertekanan tinggi, dan ada pula yang bertekanan rendah. Tingkat tekanan ini bergantung pada kebutuhan penggunaan dan jenis blower yang digunakan.

Dengan pemahaman di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa blower bekerja berdasarkan prinsip perputaran rotor yang mampu mendorong udara dan meningkatkan tekanannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Baik itu untuk keperluan ventilasi, penyedotan debu, ataupun kebutuhan industri lainnya.

Jenis-Jenis Blower

Setelah memahami Apa Itu Blower, nah selanjutnya ada beberapa blower udara dapat diklasifikasikan menjadi:

1. Sentrifugal

Tipe sentrifugal didesain dengan sebuah impeller. Tipe ini secara khusus dapat meningkatkan tekanan dan volume gas secara efektif. Penggunaan yang paling umum adalah pada aerasi kolam dan pemberian oksigen untuk paru-paru artifisial.

2. Positive Displacement

Positive displacement adalah varian yang secara khusus didesain untuk meningkatkan tekanan dan kecepatan fluida dengan memberikan tekanan. Tujuan tersebut diwujudkan dengan mendesain inlet yang lebar dan outlet yang sempit.

Rotary root adalah contoh sub varian positive displacement. Pada tipe tersebut, digunakan dua rotor yang berputar pada arah yang berbeda sehingga mampu menghasilkan volume udara yang tinggi.

3. Helical Screw Blower

Tipe helical screw (sering dibandingkan dengan root blower) didesain dengan beberapa buah cuping atau daun kipas di rotor yang jumlahnya 2 buah. Pergerakan diatur sedemikian rupa sehingga kedua rotor dapat bekerja dengan sinkron. Tipe ini sangat hemat digunakan dan bisa bekerja dalam gerakan yang lebih cepat dibandingkan tipe root.

4. High Speed Type

Seperti namanya, tipe high speed memanfaatkan gerakan yang sangat cepat sehingga bisa digunakan untuk beberapa keperluan yang agak berat (heavy duty). Tekanan yang dihasilkan bisa mencapai 25 psi, melebihi tipe-tipe yang lain. Selain itu, kecepatannya juga mencapai 15.000 meter kubik per jam.

Tipe ini cocok untuk aplikasi di mana diperlukan aliran udara yang kuat dan tekanan yang tinggi. Misalnya, digunakan dalam sistem ventilasi besar, proses industri yang membutuhkan udara bertekanan tinggi, atau aplikasi lain di mana pergerakan udara yang cepat sangat krusial.

5. Regeneratif

Tipe regeneratif dapat didesain menggunakan semacam baling-baling yang, bila terus berputar, akan mampu mendorong udara bergerak maju. Udara tersebut kemudian bergerak kembali ke belakang baling-baling. Tipe ini ideal digunakan bila Anda memerlukan keluaran udara dengan volume tinggi dan tekanan rendah.

Penerapan yang umum untuk tipe ini adalah dalam sistem penyedotan, ventilasi pada area yang luas namun dengan tekanan yang tidak terlalu tinggi. Penggunaan tipe regeneratif sering ditemukan pada sistem penyedot debu, sistem ventilasi ruangan besar seperti gudang, dan aplikasi lain di mana aliran udara dengan tekanan rendah namun volume tinggi diperlukan.

Baca Juga :  Fungsi Thermistor : Pengertian dan Prinsip Kerjanya, Pahami Dengan Baik

6. Axial Industrial Blower

Tipe axial akan menciptakan aliran udara dengan volume besar namun tekanan rendah. Penggunaannya sangat beragam, namun umumnya digunakan untuk pendinginan mesin-mesin industri hingga mesin komputer di rumah.

Pada tipe ini, udara dipindahkan secara aksial, sejajar dengan poros baling-baling, sehingga menciptakan aliran udara yang efisien dengan volume yang cukup besar. Meskipun tekanannya tidak sebesar tipe-tipe lain, tipe axial industrial blower sangat berguna dalam situasi di mana pendinginan atau perpindahan udara tanpa tekanan tinggi menjadi prioritas utama.

Penutup

Dalam rangkuman, blower adalah perangkat yang memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi industri dan rumah tangga. Memahami apa itu blower, fungsi, serta cara kerjanya memberikan kita wawasan lebih dalam tentang bagaimana berbagai sistem beroperasi. Teknologi ini, meskipun tampak sederhana, memegang peranan krusial dalam memastikan operasional berjalan dengan efisien dan efektif. Semoga setelah membaca artikel dari empatpilar.com ini, pemahaman Anda tentang blower menjadi lebih jelas dan mendalam. Kata Pencarian TerpopulerBlower

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *