Ciri Ciri Flyback TV Rusak

7 Ciri Ciri Flyback TV Rusak : Penjelasan Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – 7 Ciri Ciri Flyback TV Rusak : Penjelasan Secara Lengkap. Televisi adalah salah satu perangkat elektronik yang banyak digunakan untuk menghibur dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Namun, seperti halnya perangkat elektronik lainnya, televisi juga rentan mengalami kerusakan. Salah satu masalah yang sering terjadi pada televisi adalah flyback TV rusak.

Flyback adalah komponen penting dalam televisi, yang berfungsi untuk mengubah arus listrik dari AC ke DC dan menstabilkan tegangan. Ketika flyback TV mengalami kerusakan, gambar pada televisi menjadi buram, tidak fokus, atau bahkan tidak muncul sama sekali. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk mengetahui Ciri Ciri Flyback TV Rusak dan solusinya.

Apa itu Flyback ?

Flyback

Flyback adalah sebuah komponen transformator yang digunakan pada TV atau monitor untuk menghasilkan tegangan tinggi yang diperlukan oleh tabung CRT.

Tegangan tersebut nantinya digunakan untuk menembakkan elektron di dalam tabung tersebut. Flyback dipasang pada blok horizontal output dengan tujuan menghasilkan tegangan yang cukup tinggi, berkisar antara 20kV hingga 30kV tergantung pada ukuran TV.

Di dalam flyback, terdapat sebuah dioda internal yang berfungsi untuk menyearahkan tegangan tinggi dari trafo yang masih berbentuk pulsa-pulsa. Selain itu, terdapat juga lilitan dengan jumlah tertentu dan sebuah batang ferit yang sama seperti transformator.

Fungsi Flyback TV

Flyback adalah komponen transformator yang memiliki fungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi pada televisi atau monitor.

Biasanya, komponen ini terpasang pada blok horizontal output. Di dalam flyback, terdapat sebuah dioda internal yang berperan penting dalam menyearahkan tegangan tinggi yang berasal dari trafo. Selain itu, flyback juga memiliki lilitan dan sebuah batang ferit yang serupa dengan transformator.

Dengan adanya komponen ini, televisi atau monitor bisa menghasilkan tegangan yang cukup tinggi untuk menembakkan elektron di dalam tabung CRT.

Gejala Flyback TV Rusak

Selain Ciri Ciri Flyback TV Rusak yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa gejala umum yang sering terjadi apabila flyback pada TV mengalami kerusakan. Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat terjadi akibat kerusakan flyback:

  • Bunyi nyaring yang keluar dari regulator atau power supply.
  • Terbakarnya resistor bagian ABL, dimana pada kerusakan yang parah, bekas terbakar yang berwarna hitam akan terlihat jelas.
  • Transistor horizontal yang menjadi lebih panas dan biasanya tegangan B+ akan menurun. Gejala ini biasanya terjadi apabila flyback hanya mengalami kerusakan sebagian atau tidak sepenuhnya.
  • Kerusakan pada transistor horizontal yang selalu jebol ketika diganti, kecuali jika komponen flyback diganti terlebih dahulu.
  • Munculnya semburan seperti api biru (lidah api) tegangan tinggi yang loncat ke bagian pinggir tabung yang terdapat grounding.
  • Jika terdapat salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pengecekan dan perbaikan pada komponen flyback TV.

Ciri Ciri Flyback TV Rusak

Flyback merupakan komponen yang sangat penting pada TV atau monitor, sehingga perawatan yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kinerjanya. Jika flyback mengalami kerusakan, mencari penggantinya bisa menjadi sulit karena produksinya yang sudah mulai jarang.

Selain itu, kerusakan flyback juga dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lain yang lebih parah jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui Ciri Ciri Flyback TV Rusak agar dapat melakukan perbaikan dengan cepat.

1. Lilitan Flyback TV Short

Ciri Ciri Flyback TV Rusak yang pertama adalah lilitan flyback yang short atau konslet. Apabila lilitan di dalam FTB short, dapat menyebabkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Protek power supply dengan disertai suara ‘ngik-ngik’ terus menerus.
  • Transistor horizontal overheat karena lilitan short yang menyebabkan FTB menyerap arus yang sangat besar. -Pada kasus ini, biasanya terdapat kebocoran pada lilitan flyback.
  • Transistor horizontal jebol terus menerus dengan adanya short pada kolektor dan emitor.
  • Penyebab short pada flyback TV biasanya karena panas yang terus menerus, sehingga menyebabkan kawat mengembang dan badan flyback terlihat mengembung.

Jika terdapat salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera memperbaiki lilitan short pada flyback agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak mempengaruhi komponen lain pada TV atau monitor.

2. Tegangan Naik Turun

Ciri lain dari kerusakan flyback adalah adanya indikasi tegangan yang naik turun. Gejala ini mudah dikenali karena kondisi ini biasanya akan menyebabkan gambar TV kadang-kadang jernih dan kadang-kadang buram saat televisi menyala.

Baca Juga :  Frekuensi Nex Parabola Ku Band Terbaru : UPDATE Semua Satelit

3. Lilitan Flyback TV Terputus

Selain itu, ciri lain dari kerusakan flyback adalah terputusnya lilitan tembaga pada flyback TV itu sendiri. Namun, kerusakan ini cukup jarang terjadi, meskipun beberapa orang pernah mengalaminya.

4. Adanya Kebocoran Tegangan Tinggi

Jika saat TV dinyalakan dengan posisi flyback terpasang, terlihat semburan berwarna biru disertai suara nyaring seperti konsleting listrik, maka ini bisa menjadi ciri kerusakan flyback pada TV.

Pada flyback TV tabung china, terdapat bagian anoda yang jika mengalami degradasi dalam waktu lama, tidak melekat dengan kuat pada tabung dan dapat menyebabkan lidah api/listrik tegangan tinggi meloncat ke pinggir tabung (grounding).

Selain itu, biasanya akan mengeluarkan bunyi ‘pletek-pletek’ atau suara mendesis dan kadang-kadang mengeluarkan bau khas. Apabila terdapat indikasi kebocoran yang hanya sedikit, dapat diperbaiki dengan menambalnya menggunakan lem besi atau lem silikon.

5. Inti Ferit Flyback TV Pecah / Rusak

Ciri kerusakan lainnya pada flyback TV adalah inti ferit yang patah atau rusak. Jika terjadi, inti ferit bisa disambung dengan lem besi se-rapat mungkin, asalkan tidak ada bagian yang patah hilang karena dapat mempengaruhi induksi pada flyback TV.

6. Kerusakan Focus & Screen

Kerusakan pada bagian fokus dan screen dalam flyback hanya berdampak sebagai pembagi tegangan, tetapi jika terjadi kerusakan pada bagian ini, dapat menyebabkan screen tidak memiliki tegangan sehingga gambar tidak fokus atau tidak jernih.

7. Tegangan Tinggi Anoda Konslet

Ciri lainnya adalah tegangan tinggi anoda konslet. Hal ini terjadi karena kebocoran hubungan antara kop dengan tegangan tinggi dan pin Ground (ABL) saat diukur menggunakan multitester dengan skala x10. Terkadang juga terdengar suara bunyi pada flyback dan dapat menyebabkan tegangan B+ menurun.

Tips Memperbaiki Flyback TV Rusak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai Ciri Ciri Flyback TV Rusak, memperbaiki flyback pada TV tergolong sulit dan satu-satunya solusinya adalah mengganti flyback yang rusak. Namun, penggantian flyback tidak dapat dilakukan sembarangan. Berikut beberapa tips untuk mengganti flyback TV rusak dengan benar:

Pastikan mengganti flyback dengan tipe yang persis sama, karena penggunaan tipe yang berbeda dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:

  • Tegangan heater berubah, baik lebih maupun kurang. Meskipun unit CTR dapat menyala normal, penggunaan tipe yang berbeda dapat mengurangi umur CTR itu sendiri.
  • Gambar atau rester menjadi tidak penuh, namun dapat dimodifikasi di bagian rangkaian horizontal pada kapasitor renonan.
  • On Screen Display (OSD) tidak muncul, namun dapat dimodifikasi dengan mengubah nilai resistor yang terhubung ke pin AFC yang menuju ke IC mikrokontroller.
  • Pin Out tegangan lain dari flyback menjadi tidak sesuai.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengganti flyback dengan tipe yang sama persis, agar menghindari terjadinya kerusakan pada komponen TV tabung lainnya.

Uraian Cara Kerja Flyback

Cara kerja utama dari flyback adalah membangkitkan tegangan yang tinggi sebesar 2kV untuk keperluan tabung CRT pada TV. Selain itu, flyback juga berfungsi untuk membangkitkan tegangan dengan skala ampere kecil untuk kebutuhan rangkaian yang memerlukan daya ampere skala kecil.

Cara kerja flyback dimulai dengan mengalirkan arus pada deflection yoke yang bertujuan untuk membelokkan elektron pada tabung gambar TV baik secara horizontal maupun vertikal. Selanjutnya, tegangan yang dihasilkan oleh flyback berfungsi untuk blok vertikal output, heater, dan Automatic Brightness Limited (ABL).

Dengan demikian, flyback memiliki peran yang sangat penting dalam kinerja TV atau monitor. Pemahaman tentang cara kerja flyback sangatlah penting untuk memudahkan dalam melakukan perawatan dan perbaikan jika terjadi kerusakan pada komponen ini.

Skema Flyback

Secara umum trafo FBT (Flyback Transformator) memiliki 10 pin atau kaki pada bagian bawahnya. Setia pin ini juga mempunyai fungsi sendiri-sendiri dan menjadi 2 bagian, yaitu primer atau input dan sekunder atau output.

Kaki flyback pada TV memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. HV (High Voltage), berfungsi untuk menghubungkan ke Kop flyback dan memberikan tegangan tinggi sekitar 26kV menuju atas tabung untuk menghasilkan gambar yang jernih.
  2. Focus, terhubung ke bagian CRT (G3/G4) yang berfungsi untuk mengatur fokus gambar.
  3. Screen, terhubung pada CRT (G2) yang berfungsi untuk mengatur terang gelapnya gambar.
  4. ABL (Automatic Brightness Limiter), terhubung pada IC yang berfungsi membatasi level sinar elektron menuju blok RGB secara otomatis untuk mengatur tingkat kecerahan gambar.
  5. AFC (Automatic Frequency Control), terhubung pada sirkuit AFC/FBP dengan fungsi sebagai pengunci frekuensi osilator horizontal untuk menjaga agar frekuensi osilator tetap stabil.
  6. HOT (Horizontal Output Transistor), terhubung ke transistor output horizontal dengan fungsi menghasilkan tegangan tinggi pada bagian horizontal.
  7. B+, terhubung ke power supply positif dengan tegangan 110-130V. Keberadaannya menjadi fungsi tegangan kerja, sehingga jika tidak ada tegangan yang mengalir ke pin ini maka FBT tidak akan berfungsi.
  8. Ground, berfungsi sebagai negatif dalam sirkuit dan merupakan kaki yang terhubung ke tanah atau ke grounding dalam rangkaian TV.
Baca Juga :  Cara Mengatasi AC Sharp Netes Air Secara Lengkap

Dengan mengetahui fungsi dari masing-masing kaki flyback, kita dapat memperbaiki masalah yang terjadi pada bagian tersebut dengan lebih mudah dan cepat.

 

Artikel terkait :

Penutup

Dalam penjelasan di atas, telah diuraikan secara lengkap mengenai 7 Ciri Ciri Flyback TV Rusak yang perlu Kalian ketahui.

Dari gejala power supply protek disertai dengan suara ‘ngik-ngik’ terus menerus, hingga tegangan anoda konslet dan kerusakan pada focus dan screen, semuanya dapat menjadi indikator kerusakan pada komponen ini.

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara kerja dan fungsi dari flyback, serta tips untuk menggantinya dengan benar.

Dengan demikian, Kalian dapat melakukan perawatan dan perbaikan pada TV atau monitor dengan lebih mudah dan efektif.

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan tKalian-tKalian ciri-ciri flyback TV rusak dan segera melakukan penanganan yang tepat agar kerusakan tidak semakin parah dan menyebar ke komponen lainnya.

Dengan perawatan yang baik, komponen flyback pada TV atau monitor dapat bertahan lama dan menjaga kinerja perangkat elektronik Kalian tetap optimal. Kata Pencarian Terpopulerapa efek jika tegangan playback naik,bangkitkan flyback tv,ciri2 flayback rusak,fungsi sekrin diflesbek tv,https://www empatpilar com/ciri-ciri-flyback-tv-rusak/,membangkitka flyback,Penyebab banyak dioda yang jebol pada tv tabung dan akibatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *