Pengertian Listrik 3 Phase

Kenali, Pengertian Listrik 3 Phase : Fungsi, Manfaat dan Aplikasi

Posted on

Empat Pilar – Kenali, Pengertian Listrik 3 Phase : Fungsi, Manfaat dan Aplikasi. Tidak ada yang lebih penting dalam dunia teknologi modern ini daripada listrik. Mulai dari komunikasi hingga produksi industri, semua membutuhkan listrik untuk beroperasi.

Artikel ini berfokus pada Pengertian Listrik 3 Phase : Fungsi dan Aplikasinya. Seiring berjalannya waktu, Kalian akan memahami segala sesuatu tentang sistem listrik 3 phase, fungsi utamanya, dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Pengertian Listrik 3 Phase

Listrik 3 fase adalah sistem kelistrikan yang dibentuk oleh 4 jenis kabel. Istilah ‘sistem kelistrikan 3 fase’ mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan para ahli listrik.

Dalam sistem ini, 3 kabel berperan sebagai konduktor atau penghantar, sementara 1 kabel lainnya berfungsi sebagai titik netral.

Sistem listrik 3 fase biasanya menggunakan tegangan sebesar 380 volt. Selain itu, penggunaannya umumnya ditujukan untuk memasok kebutuhan listrik dalam skala besar.

Misalnya, sistem ini digunakan untuk menyediakan pasokan listrik untuk industri seperti pabrik manufaktur, hotel, kantor, dan tempat lain yang memerlukan tegangan listrik yang besar.

Singkatnya, semakin luas bangunan atau perangkat listrik yang perlu digerakkan, maka kebutuhan daya listriknya akan semakin besar.

Karakteristik Tegangan Listrik 3 Phase

Setelah kita membahas lebih lanjut tentang Pengertian Listrik 3 Phase, selanjutnya mari kita kenali terlebih dahulu ciri khas dari sistem kelistrikan ini. Berikut ini penjelasannya secara lengkap.

  • Listrik tiga fasa umumnya menggunakan tegangan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, sistem ini digunakan dalam instalasi listrik yang membutuhkan tegangan tinggi.
  • Listrik tiga fasa seringkali menggunakan kabel dengan ukuran yang lebih kecil.
  • Pada sistem listrik tiga fasa, tegangan yang digunakan adalah tinggi. Akibatnya, arus yang mengalir dalam rangkaian cenderung lebih rendah.
  • Sistem kelistrikan tiga fasa umumnya tidak memerlukan penggunaan kapasitor. Hal ini disebabkan oleh daya yang digunakan dalam instalasi ini sudah besar, sehingga tidak memerlukan tambahan alat seperti kapasitor.

Rumus Mencari Arus Listrik 3 Phase

Untuk memahami bagaimana menghitung daya listrik 3 fase, Anda harus terlebih dahulu memahami rumus yang digunakan untuk perhitungan tersebut.

Memahami rumus untuk mencari arus listrik 3 fase akan memudahkan Anda saat melakukan perhitungan dengan angka.

Berikut ini adalah rumus daya listrik 3 fase dalam unit VA yang bisa Anda gunakan :

  • P = √3 x V x I x Cos φ

Dimana:

  • P = Daya (Watt)
  • V = Voltase atau tegangan (Volt)
  • I = Intensitas arus (Ampere)
  • Cos φ = Faktor daya (φ )
  • √3 = Konstanta yang digunakan saat menggunakan listrik 3 fase

Kegunaan Listrik 3 Fasa

Setiap jenis instalasi listrik mempunyai tegangan yang spesifik, dan ini berhubungan erat dengan fungsi dan penerapannya. Listrik 1 fase, dengan tegangan antara 220-240 volt, umumnya ditemukan di tempat-tempat seperti rumah, kantor, restoran, dan bangunan skala kecil hingga sedang lainnya.

Namun, listrik 3 fase memiliki tegangan yang lebih besar, yakni 380 volt. Karena memiliki tegangan lebih tinggi, instalasi listrik 3 fase sering dipakai untuk memenuhi kebutuhan pabrik, industri, hotel, jalan raya, dan lain sebagainya.

Sejatinya, kabel PLN yang terpasang di luar bangunan juga memanfaatkan listrik 3 fase karena perlu mendistribusikan listrik ke berbagai lokasi. Meskipun demikian, saat masuk ke area rumah, digunakanlah listrik 1 fase, karena rumah tidak memerlukan daya listrik yang sangat besar.

Instalasi Listrik 3 Phase

Masih dalam pembahasan Pengertian Listrik 3 Phase, nah selanjutnya Proses pemasangan listrik 3 fasa melibatkan penggunaan perangkat khusus yang harus dilakukan oleh ahli kelistrikan. Berbeda dengan listrik satu fasa, instalasi sistem listrik 3 fasa memerlukan penggunaan indikator untuk mengukur kekuatan dan stabilitas daya saat seluruh sistem diaktifkan.

Penjelasan sederhana tentang proses pemasangan listrik 3 fase adalah sebagai berikut:

  1. Dalam sistem pemasangan ini, diperlukan empat jenis kabel di mana tiga kabel digunakan sebagai kabel fasa dan satu kabel sebagai kabel netral. Kabel fasa 1, 2, dan 3 mengalirkan arus listrik ke meteran pengguna, sedangkan kabel netral memiliki tegangan nol. Keempat kabel ini diberi warna yang berbeda untuk membedakannya.
  2. Secara umum, pemasangan sistem ini dilakukan dengan membagi dua jalur, yaitu jalur penerangan dan jalur daya. Jalur penerangan digunakan untuk menyuplai arus ke lampu dan biasanya hanya memerlukan satu panel. Sedangkan jalur daya digunakan untuk menyuplai arus ke beban daya yang lebih besar, dan itulah mengapa pemasangan listrik 3 fase diperlukan.
  3. Dalam pemasangan sistem transmisi daya 3 fase, panel listrik 3 fase digunakan untuk mendistribusikan daya listrik dari sumber ke konsumen. Panel ini terdiri dari berbagai komponen dengan fungsi yang spesifik terkait dengan sistem kelistrikan, termasuk sistem kontrol.
  4. Salah satu komponen penting dalam panel adalah MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker yang berfungsi sebagai pengendali daya. MCCB digunakan untuk memutus dan menghubungkan aliran listrik serta mengontrol batas pemakaian maksimum listrik.
Baca Juga :  Pengertian Energi Listrik : Manfaat dan Contohnya Dalam Sehari-Hari

Dalam beberapa kasus, listrik 3 fase dapat disuplai oleh dinamo listrik 3 fase. Misalnya, perusahaan yang membutuhkan daya listrik besar dapat menggunakan dinamo sebagai sumber daya alternatif ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN.

Cara Menghitung kWh Meter Listrik 3 Phase

Menghitung kWH meter 3 fase dengan CT untuk kebutuhan atau pemakaian sehari-hari sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah.

Caranya adalah dengan menjumlahkan total estimasi daya dari peralatan-peralatan listrik yang ada di tempat tersebut.

Untuk mempermudah penghitungan, kita dapat mencoba untuk menjumlahkan daya total dari peralatan elektronik yang telah kita hitung sebelumnya.

Total konsumsi daya pada sebuah bangunan dalam satu hari adalah sebagai berikut:

Diketahui:

  • Konsumsi daya 10 buah lampu = 45.000 Watt
  • Konsumsi daya kulkas = 600 Watt
  • Konsumsi daya 2 buah AC = 24.000 Watt
  • Konsumsi daya rice cooker = 3000 Watt
  • Konsumsi daya TV = 300 Watt

Konsumsi daya total dalam 1 hari = 45.000+600+24.000+3000+300 = 72.900 Watt atau 72,9 kWh.

Katakanlah bangunan tersebut menggunakan daya listrik golongan 440 VA dengan ketentuan tarif listrik per kWh adalah 1.467,26. Untuk dapat menghitung tarif listrik atau total biaya listrik harian bangunan tersebut, dapat menggunakan rumus berikut.

72,9 kWh x Rp 1.467,26 = 106.963,254

Lalu, apabila dibulatkan dalam sebulan, jumlah tagihan listrik Anda adalah sebagai berikut:

106.963,254 × 30 hari = 3.208.897,56 atau apabila dibulatkan menjadi Rp 3.208.898.

Aplikasi Listrik 3 Phase

Sudah memahami Pengertian Listrik 3 Phase kan? selanjutnya jangkauan konsumsi listrik 3 fase lebih luas daripada listrik 1 fase. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, listrik 3 fase dapat digunakan pada sistem atau peralatan listrik 1 fase, sehingga sistem instalasi ini dapat digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan, termasuk konsumsi rumah tangga.

1. Penerapan dalam Sistem Transmisi Tenaga Listrik

Pemasangan listrik 3 fase digunakan untuk mentransmisikan tenaga listrik dalam skala besar guna memenuhi berbagai kebutuhan dengan jangkauan yang luas.

Aplikasi ini berfungsi untuk menyediakan pasokan listrik secara real-time yang telah dimanfaatkan untuk menghubungkan sistem pembangkit listrik di berbagai daerah.

2. Penerapan dalam Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik

Sistem pembangkit listrik yang saat ini digunakan di seluruh wilayah Indonesia menggunakan sistem 3 fase. Ini termasuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Karena pasokan listrik berasal dari sumber yang besar dan ditujukan untuk banyak konsumen, maka penggunaan hanya satu fase saja tidak mungkin. Dengan tiga fase, daya listrik dapat didistribusikan ke semua pengguna dengan kestabilan yang merata berdasarkan kebutuhan.

3. Penerapan dalam Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Transmisi daya dari sumber listrik utama ke konsumen menggunakan pemasangan 3 fase, termasuk pada gardu listrik dan perumahan.

Apartemen dan hotel juga tentu menggunakan sistem pemasangan ini. Penggunaan sistem 3 fase memungkinkan distribusi daya listrik dilakukan secara merata dan stabil.

Sistem transmisi tenaga listrik yang stabil dan merata diperlukan di gardu pusat yang menyediakan pasokan ke beberapa gardu listrik. Dengan menggunakan sistem 3 fase, pembagian daya tidak akan terlalu berat pada salah satu atau beberapa gardu saja.

Baca Juga :  Pengertian Op-Amp Sebagai Differensiator : Penjelasan Lengkap

Baca juga :

Penutup

Demikianlah pembahasan empatpilar.com mengenai pengertian listrik 3 phase, fungsi, manfaat, dan aplikasinya. Pengetahuan ini sangat penting, terutama bagi kita yang bekerja di bidang teknik, industri, dan konstruksi, yang kerap kali berhadapan dengan sistem listrik 3 phase.

Dengan pemahaman yang baik, kita dapat mengoptimalkan manfaat listrik 3 phase, sekaligus mencegah risiko dan bahaya yang mungkin timbul.

Semoga artikel mengenai Pengertian Listrik 3 Phase ini, bisa membantu anda, serta membuka cakrawala pengetahuan anda mengenai berbagai aspek listrik. Mari kita terus belajar dan berkembang, karena pengetahuan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *