Pengertian Qasidah

Pengertian Qasidah : Ciri-Ciri dan Contohnya Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Qasidah : Ciri-Ciri dan Contohnya Lengkap. Dalam keragaman budaya Indonesia yang kaya, Qasidah memiliki tempat istimewa. Ini lebih dari sekadar musik; ini adalah ungkapan seni dan iman yang mendalam. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi Pengertian Qasidah : Ciri-Ciri dan Contohnya. Dari definisinya hingga fitur-fitur pentingnya, dan bahkan beberapa contoh terkenal, Anda akan mendapatkan wawasan menyeluruh tentang bentuk seni yang memukau ini.

Pengertian Qasidah

Qasidah, berasal dari bahasa Arab yang berarti “nyanyian,” mengacu pada jenis musik yang memiliki ciri khasnya sendiri. Qasidah adalah jenis lagu yang berisi syair-syair dengan tema agama Islam atau dakwah Islam. Seni Qasidah juga melibatkan alat musik tradisional, terutama rebana, kecrek, dan sejenisnya. Biasanya, Qasidah dimainkan oleh kelompok musisi terdiri dari lima atau enam orang yang menggunakan berbagai jenis alat musik, mulai dari yang kecil hingga rebana yang besar. Selain itu, Qasidah juga dapat menggabungkan alat musik lain sesuai dengan keterampilan seniman yang terlibat.

Seni Qasidah memiliki akar yang kuat seiring dengan perkembangan Islam. Pada awalnya, Qasidah diperkenalkan oleh kelompok Anshar ketika mereka melakukan hijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah). Saat itu, sebagian Anshar menyambut kedatangan Nabi dengan menyanyikan lagu-lagu pujian sambil mengiringinya dengan musik rebana. Lagu-lagu pujian tersebut telah menjadi legenda dan masih dapat dinikmati hingga saat ini sebagai bagian dari warisan musik klasik Islam.

Ciri Khas Qasidah

Setelah mengetahui Pengertian Qasidah, selanjutnya ciri khas qasidah adalah jenis musik yang sangat terkait dengan tema keagamaan, terutama dalam bentuk pujian-pujian terhadap Allah Swt. dan rasul-rasul-Nya, salawat, serta syair-syair Arab. Selain itu, qasidah juga dapat dihasilkan dengan lirik dalam bahasa Indonesia, menjadikannya lebih dapat diakses oleh masyarakat luas. Sebagai bukti sejarah, lagu qasidah yang sangat terkenal adalah “Perdamaian” dari grup Nasida Ria. Pada dekade 1970-an, beberapa grup musik terkenal seperti Bimbo, Koes Plus, dan AKA juga mengeluarkan album-album kasidah modern.

Penggunaan qasidah biasanya diperuntukkan dalam perayaan hari besar agama Islam. Berbeda dengan jenis musik Indonesia lainnya, qasidah lebih dihargai oleh kalangan ulama dan pesantren, dan karenanya berkembang pesat di komunitas-komunitas dengan latar belakang budaya Islam yang kuat.

Beberapa tahun yang lalu, Indonesia melihat munculnya grup qasidah modern yang cukup populer, seperti Rofiqoh Dartowahab dan Nasida Ria. Uniknya, isi dan syair lagu-lagu qasidah selalu tunduk pada batasan yang ditetapkan oleh para ulama. Lagu-lagu qasidah harus selalu mencerminkan iman kepada Allah Swt., ketaatan dalam beribadah, perbuatan baik, dan nilai-nilai positif lainnya.

Qasidah terus mengikuti perkembangan zaman, baik dalam hal alat musik yang digunakan (yang kadang-kadang dicampur dengan alat musik modern) maupun dalam tata tampilan panggung. Meskipun demikian, masih ada grup qasidah yang berusaha mempertahankan nuansa keasliannya, menjadikannya bagian penting dari warisan budaya dan seni musik Islam di Indonesia.

Fungsi Qasidah

Qasidah adalah salah satu bentuk seni dan ekspresi dalam budaya Islam yang memiliki beragam fungsi dan makna yang mendalam. Meskipun sering digunakan sebagai sarana hiburan, qasidah juga memiliki peran yang lebih dalam dalam masyarakat Islam, terutama di Indonesia.

1. Pujian dan Penghormatan Terhadap Nabi Muhammad SAW

Salah satu fungsi utama qasidah adalah sebagai sarana untuk memuji dan menghormati Nabi Muhammad SAW. Syair-syair dalam qasidah seringkali berbicara tentang kehidupan, akhlak, dan ajaran Nabi, sehingga membangkitkan rasa cinta dan penghormatan terhadap beliau. Qasidah ini juga mengingatkan umat Islam tentang pentingnya mengikuti teladan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Dakwah Islam

Qasidah juga berfungsi sebagai alat dakwah Islam. Melalui lirik-liriknya, qasidah dapat menyampaikan pesan-pesan agama dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat. Pesan-pesan dakwah ini bisa berupa ajakan kepada kebaikan, kepatuhan terhadap ajaran Islam, atau peringatan terhadap perbuatan yang dilarang dalam Islam. Dengan demikian, qasidah menjadi salah satu cara untuk mendekatkan masyarakat pada ajaran agama Islam.

Baca Juga :  Pengertian Hukum Lenz : Sejarah, Rumus dan Contoh Soalnya

3. Penguatan Identitas Keislaman

Qasidah juga berperan dalam memperkuat identitas keislaman individu dan masyarakat. Syair-syair qasidah yang mencerminkan kebanggaan terhadap agama Islam dan budaya Islam menjadi semacam ikatan emosional yang menguatkan rasa identitas keislaman. Ini membantu dalam mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai Islam dalam masyarakat.

4. Sejarah dan Budaya Lokal

Qasidah seringkali mengandung unsur-unsur sejarah dan budaya lokal, terutama di Indonesia. Ini memungkinkan qasidah menjadi alat untuk merawat dan melestarikan warisan budaya dan sejarah Islam dalam konteks lokal. Qasidah bisa menceritakan kisah-kisah penting dalam sejarah Islam di Indonesia dan merayakan tradisi-tradisi budaya yang berkaitan dengan agama Islam.

5. Kesenian dan Hiburan

Tentu saja, qasidah juga memiliki fungsi sebagai hiburan. Penampilan qasidah yang meriah dengan musik dan tari-tarian dapat menjadi sarana menghibur masyarakat dalam berbagai acara, seperti pernikahan, perayaan agama, atau acara-acara keagamaan lainnya. Dalam konteks ini, qasidah menjadi wadah untuk bersatu, berbagi sukacita, dan merayakan momen-momen penting dalam kehidupan.

Batasan Dalam Membuat Syair Qasidah

Sudah memahami Pengertian Qasidah kan? nah selanjutnya batasan dalam membuat syair qasidah adalah pedoman yang diakui oleh para ulama Indonesia untuk memastikan bahwa lirik qasidah tetap sesuai dengan ajaran Islam dan dapat memberikan manfaat positif kepada masyarakat.

Berikut adalah poin-poin yang harus diperhatikan dalam pembuatan syair qasidah:

  1. Menambah Keimanan kepada Allah dan Hari Akhirat
    Syair qasidah harus menguatkan keimanan umat kepada Allah dan keyakinan akan Hari Akhirat. Ini dapat dicapai dengan mengungkapkan kebesaran Allah, rahmat-Nya, dan pentingnya persiapan untuk akhirat.
  2. Mendorong Ibadah dan Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
    Lirik qasidah seharusnya memotivasi orang untuk melaksanakan ibadah dengan penuh kesungguhan dan taat kepada ajaran Allah serta petunjuk Rasul-Nya.
  3. Mendorong Perbuatan Kebaikan dan Menjauhi Perbuatan Jahat
    Syair qasidah harus memberikan dorongan kepada orang untuk berbuat kebaikan, seperti bersedekah, berbuat baik kepada sesama, dan menjauhi perbuatan jahat serta dosa.
  4. Mendorong Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar
    Syair qasidah sebaiknya memotivasi orang untuk memerintahkan yang baik (amar ma’ruf) dan mencegah yang buruk (nahi munkar), sesuai dengan ajaran Islam.
  5. Mendorong Etos Kerja Tinggi dan Semangat Patriotisme
    Lirik qasidah dapat menginspirasi orang agar memiliki etos kerja yang tinggi, berusaha untuk maju, dan memiliki rasa cinta tanah air serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
  6. Mendorong Menjauhi Gaya Hidup Mewah dan Riya
    Qasidah harus mengingatkan agar orang menjauhi gaya hidup mewah yang berlebihan dan berbuat riya dalam beribadah atau perbuatan baik.
  7. Tidak Memuat Pornografi atau Syahwat
    Lirik qasidah harus benar-benar bersih dari konten yang berhubungan dengan pornografi atau merangsang syahwat. Ini untuk menjaga kesucian dan moralitas umat.
  8. Tidak Menampilkan Syair yang Cengeng
    Syair qasidah sebaiknya tidak terlalu cengeng atau melulu mengenai kesedihan, karena hal ini dapat membuat orang malas bekerja dan kehilangan semangat dalam menjalani kehidupan.

Contoh dari Lagu Qasidah

Lagu qasidah umumnya berkisar tentang Islam dan mengajarkan kita untuk senantiasa mengenang Allah SWT.

Berikut ini adalah contoh-contoh lirik lagu pujian dalam qasidah:

  1. Ya Nabi, keselamatan untukmu.
  2. Ya Rasul, keselamatan untukmu.
  3. Ya Kekasih, keselamatan untukmu.
  4. Engkaulah matahari, engkaulah rembulan.
  5. Engkau cahaya di atas cahaya.
  6. Engkau penyejuk di tengah kegelapan.
  7. Engkau pelita yang menerangi hati kita.

Penutup

Dalam budaya Islam, qasidah memiliki peran penting dalam memperkuat identitas keagamaan dan budaya umat Islam. Karya-karya qasidah terkenal sering kali menjadi simbol kebanggaan dan kecintaan terhadap tradisi dan nilai-nilai Islam. Seni ini juga menggambarkan kedalaman ekspresi emosi dan spiritualitas yang mendalam.

Dengan demikian, qasidah bukan hanya sebuah bentuk seni musikal, tetapi juga sebuah jendela ke dalam keindahan budaya dan spiritualitas Islam. Ia mengingatkan kita akan kekuatan kata-kata dalam menyampaikan pesan dan makna yang mendalam, sambil menggugah perasaan dan pikiran kita. Sebagai warisan budaya yang berharga, qasidah tetap memukau dan menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.

Baca Juga :  Ketahui, Perbedaan Kertas HVS dan Kertas Folio

Itu saja pembahasan dari empatpilar.com mengenai Pengertian Qasidah. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *