Perbedaan Antara USB 2.0 dan USB 3.0

Kenali, Perbedaan Antara USB 2.0 dan USB 3.0 Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Kenali, Perbedaan Antara USB 2.0 dan USB 3.0 Secara Lengkap. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara USB 2.0 dan USB 3.0, serta menjelaskan bagaimana kedua teknologi ini mempengaruhi kinerja perangkat Kamu.

Ketika berbicara tentang konektivitas antara perangkat elektronik, kita sering mendengar istilah USB.

Namun, apakah Kamu tahu bahwa ada beberapa versi USB yang berbeda di pasaran? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perbedaan antara Perbedaan Antara USB 2.0 dan USB 3.0.

Mulai dari sejarah pengembangan, perbedaan dalam kecepatan transfer data, hingga pertimbangan kompatibilitas dan harga, semua informasi penting ada di sini.

Pengertian USB 2.0

USB 2.0, juga dikenal sebagai “Hi-Speed USB”, adalah standar koneksi USB yang lama yang diperkenalkan pada tahun 2000. USB 2.0 memiliki enam jenis konektor yang berbeda, termasuk Type-A, Type-B, Micro-A, Micro-B, Mini-A, dan Mini-B.

Menurut Partition Wizard, perangkat USB 2.0 cenderung kurang efisien dalam manajemen daya dan memakan waktu lebih lama.

Selain itu, USB 2.0 tidak mampu menangani perangkat yang mengkonsumsi daya yang lebih besar.

Standar antarmuka USB 2.0 saat ini memiliki lebih banyak jumlahnya daripada USB 3.0. Perangkat yang mendukung USB 2.0 cenderung lebih murah seperti flash drive.

USB 2.0 juga dapat digunakan dengan perangkat USB 3.0, tetapi kecepatannya tidak dapat menyamai kecepatan USB 3.0.

Hal ini disebabkan oleh batasan kecepatannya yang maksimal hanya 480 Mbps, lebih rendah dibandingkan kecepatan maksimal USB 3.0.

Kabel USB 2.0 memiliki panjang maksimal hingga 5 meter, yang lebih panjang dibandingkan dengan kabel USB 3.0 yang hanya 3 meter.

USB 2.0 Standar

  • Konektor dan colokan A – Konektor USB Standar-A dipasang ke host USB atau hub dan digunakan untuk mengirim daya dan data.
  • Konektor dan colokan B – Konektor USB Standar-B biasanya digunakan pada perangkat yang lebih besar seperti printer.
  • Konektor dan colokan Micro – USB 2.0 (Micro-A, Micro-B, dan Micro-AB) – Konektor Micro-USB dapat digunakan untuk mengirim daya dan data. Konektor ini juga mendukung USB On-The-Go dan dapat digunakan pada perangkat portabel kecil seperti ponsel cerdas, kamera digital, perangkat GPS, dan lain-lain.

Pengertian USB 3.0

Pada tahun 2008, USB 3.0 diperkenalkan ke dunia sebagai SuperSpeed USB. USB 3.0 lebih cepat daripada USB 2.0 dengan kecepatan transfer maksimal hingga 5120 Mbps.
Perangkat yang mendukung USB 3.0 umumnya lebih baru, lebih canggih, dan lebih mahal. Selain itu, perangkat USB 3.0 biasanya lebih efisien dalam manajemen daya dan mengisi daya lebih cepat daripada USB 2.0.

Port USB 3.0 juga dapat menangani lebih banyak perangkat yang membutuhkan daya lebih. Namun, port USB 3.0 pada perangkat hub atau docking station memiliki kekurangan, yaitu interferensi pada sinyal Wi-Fi pada perangkat.

Di sisi lain, ada lebih sedikit perangkat yang mendukung USB 3.0. Meskipun USB 3.0 secara fisik kompatibel dengan perangkat USB 2.0, namun tidak akan mencapai kecepatan USB 3.0 melainkan kecepatan maksimal USB 2.0.

USB 3.0 juga memiliki setidaknya empat jenis konektor, yaitu Type-A, Type-B, Micro-A, dan Micro-B.

Jika transfer data dan kecepatan pengisian tidak menjadi perhatian utama Kamu, maka kabel USB 2.0 mungkin menjadi pilihan terbaik.

Namun, jika Kamu secara rutin bekerja dengan file yang lebih besar dan perlu memindahkannya dengan cepat, Kamu bisa menanyakan ke Admin di seluruh marketplace favorit untuk USB yang Kamu inginkan. Kamu juga bisa mengunjungi akun Instagram kami untuk mendapatkan informasi seru lainnya dari Vention.

USB 3.0 Standar

  • Konektor standar A – Selain kontak tambahan, konektor ini hampir sama dengan USB 1.1 dan USB 2.0. Banyak kelompok port konektor diberi warna biru dan dapat digunakan dengan kabel USB apa pun.
  • Konektor Seri B – Terdapat dua jenis, yaitu Standar-B dan Mikro-B. Konektor Mikro-B dirancang untuk perangkat seluler, tetapi digunakan oleh hard disk portabel dan desktop USB 3.0.
  • Micro-AB dan Micro-A juga merupakan bagian dari desain USB 3.0, tetapi jarang digunakan.
Baca Juga :  Pengertian Solar Cell (Panel Surya) : Cara Kerja dan Manfaatnya Secara Lengkap

Perbedaan Antara USB 2.0 dan USB 3.0

Kedua tipe USB ini punya bentuk fisik yang sama. Tapi untuk masalah spesifikasi, USB 2.0 dan 3.0 tentu saja berbeda.

Perbedaan yang paling mencolok terlihat dari kecepatan transfer data dan cara kerjanya. Berikut ini pembahasan Perbedaan Antara USB 2.0 dan USB 3.0 :

1. Kecepatan Transfer

Kecepatan transfer data antara USB 2.0 dan USB 3.0 sangat berbeda. Umumnya, USB 2.0 hanya mampu transfer data dengan kecepatan maksimum 480 Mbps. Sedangkan USB 3.0 bisa mencapai kecepatan transfer data maksimum hingga 4.8 Gbps.

Artinya, USB 3.0 ini memiliki kecepatan transfer data 10x lebih cepat dibandingkan dengan USB 2.0.

Oleh karena itu, USB 3.0 sangat cocok digunakan di zaman sekarang yang banyak memiliki data dengan ukuran yang besar.

Lebih lanjut, USB 3.1 yang merupakan penerus dari USB 3.0 bahkan memiliki kecepatan transfer data maksimum hingga 10 Gbps.

2. Warna Fisik USB

Dari segi fisik, terdapat perbedaan yang mudah dikenali antara konektor USB 2.0 dan USB 3.0. Hal ini terlihat dari warna konektor USB tersebut.

Secara umum, konektor USB 2.0 berwarna abu-abu, namun terkadang ada juga yang berwarna hitam. Sedangkan konektor USB 3.0 memiliki warna biru yang khas.

Selain itu, perangkat seperti hard disk yang menggunakan USB juga memiliki logo yang membedakan antara USB 2.0 dan USB 3.0.

USB 3.0 seringkali memiliki logo teks SS (Super Speed), sedangkan logo USB 2.0 biasanya hanya bertuliskan High Speed meskipun beberapa perangkat hanya memiliki logo polos saja.

3. Konektor ke Motherboard

Khusus untuk PC, terdapat perbedaan jumlah pin pada konektor USB antara USB 2.0 dan USB 3.0 yang digunakan untuk menghubungkan front panel ke motherboard.

USB 2.0 hanya memiliki 4 pin pada konektornya, sedangkan USB 3.0 memiliki jumlah pin yang lebih banyak yaitu 9 pin.

Selain itu, pada kabelnya, USB 2.0 memiliki bentuk kabel yang tipis, sedangkan USB 3.0 memiliki bentuk kabel yang bulat dan berwarna biru.

4. Tanggal Rilis

Seperti yang diketahui, USB 3.0 merupakan hasil pengembangan dari USB 2.0. Oleh karena itu, tanggal rilis dari kedua jenis USB tersebut berbeda.

USB 2.0 pertama kali dirilis pada tahun 2000, sedangkan USB 3.0 dirilis pada awal tahun 2008.

Di Indonesia sendiri, penggunaan USB 3.0 mulai populer dan tersedia secara merata pada tahun 2015, terutama pada PC dan laptop.

5. Cara Kerja Transfer Data

Dalam hal transfer data, USB 2.0 menggunakan metode kerja half-duplex, sedangkan USB 3.0 menggunakan metode kerja full-duplex.

Dalam metode kerja half-duplex, transfer data hanya dapat berjalan dalam satu arah. Sedangkan dalam metode kerja full-duplex, transfer data dapat dilakukan dalam dua arah secara bersamaan, baik mengirim maupun menerima data.

6. Penggunaan Daya

USB 2.0 mampu memberikan arus hingga 500 mA, sedangkan USB 3.0 dapat memberikan arus hingga 900 mA.

Meskipun perbedaannya terlihat kecil, untuk beberapa perangkat tertentu seperti hard disk eksternal, perbedaan ini dapat mempengaruhi proses deteksi perangkat.

Pada beberapa kasus, hard disk eksternal yang mendukung USB 3.0 tidak dapat dideteksi oleh USB 2.0.

7. Harga

Dari segi harga, USB 3.0 memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan USB 2.0. Hal ini disebabkan oleh fitur-fiturnya dan kemampuan transfer data yang lebih cepat.

Namun, untuk saat ini kebanyakan komputer dan laptop baru telah dilengkapi dengan USB 3.0, meskipun beberapa masih menggunakan USB 2.0.

Rangkuman Perbedaan USB 2.0 Dan USB 3.0

Dari penjelasan diatas, dapat kita simpulkan Perbedaan Antara USB 2.0 dan USB 3.0 dalam tabel berikut :

KeteranganUSB 2.0USB 3.0
Tanggal RilisTahun 2000Tahun 2008
Istilah KecepatanHigh SpeedSuper Speed
Kecepatan Transfer480 Mbps4.8 Gbps
Tegangan Listrik4.4 V4 V
Cara KerjaMetode Half Duplex (tidak menerima dan mengirim file secara bersamaan)Metode Full Duplex (bisa menerima dan mengirim file secara bersamaan)
WarnaHitam atau abu-abuBiru
Jumlah Pin4 pin9 pin
Support OSWindows Vista, XP, 7, 8 dan 10Windows 7, 8 dan 10
Baca Juga :  √ Pengertian Nozzle : Fungsi, Jenis, Komponen, Cara Kerja dan Contoh

Kesimpulan

Dalam artikel ini, empatpilar.com telah membahas perbedaan antara USB 2.0 dan USB 3.0 secara lengkap, mulai dari kecepatan transfer data, efisiensi daya, kompatibilitas, hingga desain konektor.

Dapat kita simpulkan bahwa USB 3.0 menawarkan peningkatan signifikan dalam hal kecepatan transfer data, efisiensi energi, dan kemampuan untuk menangani lebih banyak perangkat secara bersamaan.

Dalam era teknologi yang terus berkembang pesat, penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut agar dapat memilih perangkat yang tepat sesuai dengan kebutuhan kita.

USB 3.0 telah menjadi stKalianr baru dalam koneksi USB, namun perlu diingat bahwa USB 2.0 masih banyak digunakan dan memiliki kelebihan tersendiri.

Semoga artikel ini membantu Kalian memahami perbedaan antara USB 2.0 dan USB 3.0 secara lengkap, sehingga Kalian dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih perangkat yang cocok untuk kebutuhan Kalian. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *