Rangkaian Dioda

Gambar 3 Contoh Rangkaian Dioda yang Mudah Dipahami

Posted on

Empat Pilar – Gambar 3 Contoh Rangkaian Dioda yang Mudah Dipahami. Dapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Gambar Rangkaian Dioda yang Mudah Dipahami melalui artikel ini yang penuh dengan penjelasan sederhana, visual, dan gaya bahasa santai.

Kenalan Yuk dengan Gambar Rangkaian Dioda yang Mudah Dipahami, Hallo sobat elektronika! Apakah kamu pernah merasa pusing melihat gambar rangkaian dioda yang tampak begitu rumit? Tenang, kamu nggak sendirian kok.

Kita akan mengenal lebih jauh tentang Gambar Rangkaian Dioda yang Mudah Dipahami dengan penjelasan yang sederhana dan mudah diikuti.

Pengertian Dioda

Dioda adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai penyearah dan penghambat arus listrik yang terdiri dari bahan semikonduktor seperti silikon, germanium, dan sejenisnya.

Komponen ini memiliki dua kutub yang berlawanan, yaitu anoda yang bermuatan positif dan katoda yang bermuatan negatif.

Dikarenakan struktur kutubnya yang berlawanan, dioda dapat berfungsi ganda. Pada satu sisi dapat digunakan sebagai penyearah arus, sedangkan pada sisi lainnya dapat digunakan sebagai penghambat arus listrik.

Simbol Dioda

Untuk memahami dioda secara lebih mendalam, penting untuk mengenali simbol dioda dalam dunia elektronika. Simbol dioda biasanya digambarkan seperti berikut:

Dari gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa simbol positif (+) mewakili elektroda yang bermuatan positif atau yang dikenal sebagai terminal anoda. Sementara itu, simbol negatif (-) mewakili elektroda yang bermuatan negatif atau yang dikenal sebagai terminal katoda.

Fungsi Dioda

Pada pandangan pertama, dioda umumnya diketahui sebagai komponen yang dapat berfungsi sebagai penyearah dan penghambat arus listrik dalam sebuah rangkaian elektronika.

Namun, jika dipelajari lebih dalam, dioda memiliki banyak fungsi lainnya yang harus diketahui.

Beberapa fungsi dari dioda antara lain:

  • Dioda digunakan sebagai komponen dalam pembuatan sensor cahaya.
  • Dioda berperan penting dalam pembentukan sensor suhu atau panas.
  • Dioda dapat digunakan untuk memperbesar tegangan arus listrik.
  • Dioda berfungsi sebagai penyearah arus listrik dalam rangkaian elektronika.
  • Dioda dapat berfungsi sebagai indikator.
  • Dioda juga berfungsi sebagai penghambat arus listrik dalam rangkaian elektronika.
  • Dioda dapat dimanfaatkan dalam rangkaian Voltage Controlled Oscillator (VCO).
  • Dioda membantu menjaga stabilitas tegangan arus listrik.
  • Dioda juga dapat berperan sebagai komponen pengaman atau saklar.
  • Dioda dapat digunakan untuk mengubah arus DC menjadi arus AC atau sebaliknya.

Cara Kerja Dioda

Dalam rangkaian elektronika, dioda merupakan komponen tambahan yang sangat penting untuk membantu komponen utama seperti transistor atau IC agar dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan desain yang telah dibuat.

Prinsip kerja dioda sangat sederhana dan berkaitan dengan arus listrik. Komponen ini dapat bekerja dalam keadaan bias maju (forward biased) dan bias balik (reverse biased).

Dioda akan memungkinkan arus listrik untuk melewati bila diberikan bias maju, sedangkan bila diberikan bias balik, dioda akan menahan arus listrik.

Komponen ini memiliki ambang batas tegangan yang mampu menembusnya, yang disebut sebagai Breakdown Voltage. Dalam keadaan bias maju, dioda dapat melewatkan tegangan jika melebihi ambang batas tegangan dioda tersebut.

Ambang batas tegangan dioda adalah sebesar 0.6V. Oleh karena itu, peran dioda sangat penting dalam memastikan rangkaian elektronika dapat berjalan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.

Contoh Rangkaian Dioda

Dioda bisa diaplikasikan ke dalam berbagai desain sirkuit elektronika, baik berfungsi secara mandiri atau pun sebagai komponen pendukung.

Berikut ini beberapa contoh rangkaian dioda yang biasa kita lihat pada bermacam modul perangkat elektronika :

Baca Juga :  Cara Cek Dioda Yang Benar : Perhatikan Agar Tidak Keliru

1. Rangkaian Dioda Penyearah

Dioda banyak digunakan dalam rangkaian penyearah untuk mengubah arus listrik AC menjadi DC.

Model rangkaian ini sering ditemukan dalam berbagai modul rangkaian dan perangkat elektronika.

Ada beberapa variasi rangkaian penyearah yang menggunakan dioda sebagai komponen utamanya, yaitu sistem penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh, dan penyearah jembatan.

Tiap sistem penyearah tegangan AC memiliki karakteristik dan kelebihannya masing-masing.

Untuk rangkaian sederhana, umumnya menggunakan sistem penyearah setengah gelombang. Namun, pada jenis rangkaian yang membutuhkan kestabilan output DC yang baik, umumnya menggunakan sistem penyearah jembatan untuk menyearahkan tegangan AC.

Contoh gambar rangkaian dioda penyearah gelombang penuh dapat dilihat di bawah ini.

2. Rangkaian Dioda Zener

Dioda zener merupakan jenis dioda yang memiliki karakteristik khusus. Pemberian bias pada dioda zener dilakukan secara terbalik (reverse bias).

Komponen ini akan melewatkan arus listrik ketika tegangannya melebihi ambang batas tegangan yang dimiliki oleh dioda zener.

Ambang batas tegangan yang dimiliki oleh dioda zener beragam, mulai dari 2,2V hingga 48V.

Ketika dioda zener diberi bias tegangan terbalik (reverse bias) di bawah ambang batas tegangan, maka komponen ini akan memblokir tegangan tersebut sehingga tidak dapat melewatinya.

Namun, ketika tegangan tersebut meningkat melebihi ambang batas tegangan dioda zener (Breakdown Voltage), lapisan deplesi pada dioda zener akan tembus. Sehingga arus listrik dapat melewatinya.

3. Rangkaian Dioda Proteksi

Sifat dioda yang berfungsi seperti katup satu arah, yaitu hanya dapat melewatkan arus listrik searah saja, memungkinkan komponen ini digunakan sebagai sirkuit proteksi tegangan.

Dalam sirkuit proteksi tegangan, dioda dipasang pada input utama sumber tegangan secara bias maju.

Hal ini bertujuan untuk mencegah kesalahan pemberian tegangan dengan polaritas terbalik. Dioda akan memblokir tegangan jika polaritasnya tidak sesuai, sehingga dapat mencegah kerusakan pada rangkaian.

4. Rangkaian Dioda Pengaman Tegangan

Dioda sering digunakan dalam sirkuit relay atau induktor dengan cara dipasang secara paralel dengan kumparan relay.

Ketika arus listrik dialirkan ke kumparan relay, medan magnet akan terbentuk di sekitar kumparan dan menarik tuas saklar relay.

Ketika arus listrik dihentikan, medan magnet akan hilang dan melepaskan tuas saklar.

Namun, ketika arus listrik secara tiba-tiba diputuskan dari kumparan relay, hal ini dapat menimbulkan lonjakan tegangan pada kumparan karena efek induksi diri pada kumparan.

Lonjakan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan ini dapat merusak komponen lain yang terhubung secara langsung dengan kumparan.

Oleh karena itu, dioda pengaman perlu dipasang untuk meredam lonjakan tegangan kejut tersebut.

Gambar di atas menunjukkan rangkaian dioda pada relay yang berfungsi untuk mengatasi lonjakan tegangan kejut tersebut.

Mengenal Jenis – jenis Dioda

Meskipun memiliki bentuk sederhana, penggunaan dioda sangat populer dalam berbagai rangkaian elektronika. Ada banyak jenis dioda yang tersedia di pasaran dengan aneka model, ukuran, dan bentuknya.

Namun, jika dilihat dari segi karakteristik dan fungsinya, jenis dioda umumnya dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Dioda biasa.
  • Dioda bridge.
  • Light Emitting Diode (LED).
  • Dioda Zener.
  • Dioda Varactor.
  • Photo Diode (PD).
  • Dioda Tunnel.

Penutup

Sebagai penutup, telah empatpilar.com bahas tiga contoh rangkaian dioda yang mudah dipahami, yakni rangkaian penyearah setengah gelombang, rangkaian penyearah gelombang penuh, dan rangkaian dioda kliping.

Melalui pembahasan ini, diharapkan Kalian dapat memahami konsep dasar penggunaan dioda dalam rangkaian elektronik serta mengaplikasikannya dalam berbagai keperluan.

Dengan semakin banyak berlatih dan eksperimen, Kalian akan semakin terampil dalam merancang rangkaian dioda yang efisien dan efektif.

Semoga artikel ini membantu Kalian memperkaya pengetahuan tentang dioda dan rangkaian elektronik. Selamat mencoba dan teruslah belajar! Kata Pencarian Terpopulermemperbesar nilai dioda

Baca Juga :  Pengertian Photodiode (Dioda Foto) : Fungsi dan Prinsip Kerja Secara Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *