Cara Cek Dioda Yang Benar

Cara Cek Dioda Yang Benar : Perhatikan Agar Tidak Keliru

Posted on

Empat Pilar – Cara Cek Dioda Yang Benar : Perhatikan Agar Tidak Keliru. Pelajari cara cek dioda yang benar dengan langkah-langkah mudah yang jelas dan praktis.

Tingkatkan pengetahuan elektronik Kalian dan pastikan dioda Kalian bekerja dengan baik.

Mencoba memperbaiki perangkat elektronik atau mengutak-atik rangkaian? Tentu saja, dioda adalah komponen penting yang tak terelakkan.

Nah, jangan khawatir, artikel ini akan mengajari Kalian cara cek dioda yang benar dengan langkah-langkah sederhana dan praktis. Jadi, mari kita mulai perjalanan kita menuju dunia dioda yang menarik ini.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk mengetahui apa itu dioda. Dioda adalah komponen elektronik yang memungkinkan arus listrik mengalir dalam satu arah saja, sehingga berfungsi sebagai penyearah.

Dioda terbuat dari bahan semikonduktor, seperti silikon atau germanium, dan sering digunakan dalam berbagai perangkat elektronik.

Pengertian Dioda

Dioda merupakan komponen aktif dengan dua kutub yang biasanya terbuat dari bahan semikonduktor.

Dioda memungkinkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi mundur), sehingga sering disamakan dengan fungsi katup dalam bidang elektronika.

Namun, dioda tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan memiliki hubungan arus dan tegangan yang kompleks dan tidak linier.

Hal ini sering tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaannya. Beberapa jenis dioda juga memiliki fungsi lain selain untuk penyearahan.

Dalam sejarahnya, dioda pertama kali muncul dalam bentuk peranti kristal Cat’s Whisker dan tabung hampa yang juga dikenal sebagai katup termionik.

Saat ini, dioda yang paling umum digunakan dibuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau germanium.

Fungsi Dioda

Pada pandangan awal, dioda dapat berfungsi sebagai penyearah dan penghambat aliran arus listrik dalam rangkaian elektronika. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, sebenarnya terdapat banyak fungsi lain dari dioda yang perlu diketahui.

Di antara fungsi-fungsi dioda tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dioda berguna dalam pembentukan sensor cahaya.
  2. Dioda digunakan sebagai salah satu alat dalam pembentukan sensor suhu.
  3. Dioda dapat digunakan dalam proses penggandaan tegangan arus listrik.
  4. Dioda berperan sebagai penyearah aliran arus listrik dalam rangkaian elektronika.
  5. Dioda dapat berfungsi sebagai indikator.
  6. Dioda dapat menghambat aliran arus listrik dalam rangkaian elektronika.
  7. Dioda dapat digunakan dalam rangkaian VCO (Voltage Controlled Oscillator).
  8. Dioda membantu dalam stabilisasi tegangan arus listrik.
  9. Dioda dapat berfungsi sebagai komponen pengaman atau saklar.
  10. Dioda dapat digunakan untuk menambahkan arus DC pada arus AC dan lain-lain.

Cara Cek Dioda Yang Benar

Dioda adalah perangkat elektronika semikonduktor yang hanya mengalirkan arus listrik dalam satu arah saja.

Dalam penggunaannya pada rangkaian elektronika, dioda sering digunakan untuk cliping sinyal, rectifier, dan sistem pengganda frekuensi.

Dalam penerapannya, dioda biasanya diberi tegangan bias maju dengan menghubungkan terminal anoda dioda ke kutub positif sumber tegangan.

Sebelum melakukan pengukuran dioda, perlu dipastikan posisi masing-masing terminal pada dioda. Kita harus mengetahui posisi terminal anoda dan katoda dioda.

Terminal katoda dioda biasanya ditemukan pada sisi body dioda yang memiliki pita melingkar.

Untuk memeriksa kondisi dioda, warna pita melingkar pada dioda terkadang berbeda-beda untuk setiap jenis dioda.

Dioda biasa atau dioda penyearah biasanya memiliki pita melingkar berwarna putih, sedangkan dioda zener atau dioda sinyal menggunakan pita melingkar berwarna hitam.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, sebaiknya dioda yang akan diuji dilepas dari pcb jika ingin memeriksa kondisi dioda yang ada pada rangkaian tertentu. Berikut beberapa metode Cara Cek Dioda Yang Benar :

A. Cara Cek Dioda Yang Benar Menggunakan Multimeter Digital

Untuk mengukur dioda menggunakan multimeter digital, terdapat dua mode pengukuran yang berbeda yang dapat digunakan:

  • Mode pengukuran dioda
  • Mode pengukuran Ohm

Pengujian dioda dengan menggunakan mode pengukuran dioda merupakan cara terbaik untuk mengetahui kondisi dioda.

Pada mode ini, instrumen pengukur seperti multimeter akan mengukur tegangan jatuh (breakdown voltage) dioda ketika diberi bias maju.

Dioda yang masih dalam kondisi baik akan berfungsi normal mengalirkan arus listrik pada bias maju dan akan mengalami penurunan tegangan.

Baca Juga :  Pengertian Dioda Varactor (Varicap) : Cara Kerja dan Fungsinya Secara Lengkap

Sementara itu, pengujian dioda pada mode pengukuran Ohm dilakukan dengan mengukur besar hambatan dioda pada saat berada dalam bias maju dan bias balik.

Pada bias maju, besar hambatan dioda yang terukur pada kondisi normal hanya beberapa ratus Ohm saja.

Namun, ketika diberi bias balik, resistensi dioda akan sangat besar hingga tak terhingga. Biasanya pada multimeter digital, hal ini ditunjukkan dengan angka nol.

Berikut ini ditunjukan cara cek dioda menggunakan dua metode yang berbeda tersebut :

1. Mode Pengukuran Dioda

  • Pastikan kalian mengetahui letak masing-masing terminal pada dioda.
  • Atur knob mode multimeter pada mode pengukuran dioda.
  • Hubungkan probe merah multimeter ke terminal anoda dioda dan probe hitam ke katoda dioda. Kondisi ini merupakan bias maju dioda.
  • Lihat hasil pengukuran pada layar monitor multimeter. Jika monitor menunjukkan tegangan sebesar 0,6 – 0,7, berarti dioda dalam keadaan normal. Untuk jenis dioda germanium, angka hasil pengukuran menunjukkan nilai 0,3.
  • Sekarang posisikan probe multimeter di balik. Probe merah dihubungkan dengan terminal katoda, sementara probe hitam dihubungkan ke anoda. Posisi ini adalah bias balik.
  • Lihat hasil pengukuran yang ditampilkan pada layar monitor. Dioda yang masih normal akan menunjukkan angka 0L atau 1.

2. Mode pengukuran Ohm

Cara Cek Dioda Menggunakan Multimeter Digital pada Mode Ohm

Secara prinsip, cara cek dioda menggunakan multimeter digital pada mode Ohm sebenarnya mirip dengan mode pengukuran dioda. Hanya saja pada mode pengukuran Ohm, knop mode pada multimeter digital diatur ke mode pengukuran Ohm:

  • Tentukan lebih dulu letak terminal katoda dan anoda dioda.
  • Atur knop pada mode pengukuran Ohm yang biasanya terdapat pada bagian tengah multimeter.
  • Hubungkan dioda dengan multimeter secara bias maju. Hubungkan probe merah multimeter dengan terminal anoda dioda, dan probe hitam dengan terminal katoda dioda.
  • Lihat hasil yang ditunjukkan pada layar monitor. Pada kondisi bias maju, nilai resistensi dioda sangat rendah hingga mendekati nol.
  • Selanjutnya, hubungkan dioda secara bias balik dengan cara menukar posisi probe multimeter. Probe merah dihubungkan dengan terminal katoda dan probe hitam dengan terminal anoda.
  • Pada posisi bias balik, resistensi dioda sangat tinggi sehingga biasanya ditunjukkan dengan hasil 0L.

B. Cara Cek Dioda Yang Benar Menggunakan Multimeter Analog

Pada jenis multimeter analog, biasanya tidak dilengkapi dengan mode pengukuran dioda. Oleh karena itu, kita hanya dapat mengecek dioda menggunakan mode pengukuran Ohm saja. Metode ini sama seperti ketika kita mengukur dioda dengan multimeter digital:

  1. Atur knop mode ke mode pengukuran Ohm. Anda bisa memilih skala pengukuran Ohm x100 atau 1K.
  2. Hubungkan dioda pada bias maju dengan cara menghubungkan probe merah multimeter dengan terminal anoda dan probe hitam pada katoda dioda.
  3. Perhatikan gerakan jarum pada layar.
  4. Jika jarum bergerak ke kanan menunjukkan nilai resistensi tertentu, berarti kondisi dioda masih normal.
  5. Selanjutnya, balik posisi probe multimeter untuk memberikan bias balik pada dioda.
  6. Lihat pembacaan layar multimeter.
  7. Saat berada pada posisi bias balik, dioda akan bertindak seperti saklar yang terbuka dengan nilai hambatan yang sangat tinggi. Karena itu jarum tidak akan bergerak ke kanan.
  8. Jika jarum tetap bergerak ke kanan saat dioda dalam posisi bias balik, berarti dioda sudah rusak.

C. Cara Mengukur LED

LED termasuk ke dalam kelompok dioda dan tersusun dari dua tipe semikonduktor yang berbeda. Karena itu, metode pengukuran dioda dapat diterapkan pada LED.

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum mengukur LED adalah mengidentifikasi masing-masing terminal yang ada pada LED. Terminal katoda atau positif LED ditandai dengan ukuran kawat terminal yang lebih panjang. Sedangkan terminal anoda adalah kawat yang lebih pendek.

Berikut ini adalah cara mengecek kondisi LED menggunakan multimeter:

  • Tentukan posisi masing-masing terminal LED.
  • Atur knop pada mode pengukuran dioda.
  • Hubungkan probe merah multimeter pada terminal anoda LED.
  • Hubungkan probe hitam pada terminal katoda.
  • Posisi ini adalah pada bias maju. Lihat pembacaan pada layar monitor.
  • Jika LED berada dalam kondisi normal, maka akan menyala. Jika tidak, maka LED sudah rusak.

D. Cara Mengukur Dioda Zener

Meskipun sama-sama dalam jenis dioda, namun dioda zener mempunyai karakteristik yang khusus. Sehingga metode pengukuran dioda biasa tidak dapat diterapkan pada dioda zener.

Dioda zener memiliki karakteristik dapat melewatkan tegangan pada bias balik ketika besar tegangan tersebut melebihi ambang batas titik breakdown dioda zener.

Baca Juga :  Fungsi Dioda 1N4148 dan Pengertian Secara Lengkap

Karena itu, kita membutuhkan tambahan komponen untuk membantu proses pengukuran dioda.

Kita membutuhkan sebuah resistor pembatas arus sebesar 100 Ohm dan sebuah power supply multi voltage untuk menyediakan sumber tegangan dioda.

  1. Atur rangkaian agar dioda zener mendapatkan bias balik tegangan dari power supply.
  2. Hubungkan resistor secara seri dengan dioda.
  3. Setting besar tegangan power supply melebihi tegangan ambang batas dioda zener. Misalnya, jika zener memiliki spesifikasi tegangan ambang batas sebesar 5.6 V, maka kita atur power supply agar mengeluarkan output tegangan 9 V.
  4. Atur multimeter pada pengukuran tegangan (Voltase).
  5. Tempelkan probe merah multimeter pada terminal katoda dioda zener dan probe hitam pada anoda dioda.
  6. Lihat hasil pembacaan tegangan pada layar.
  7. Jika hasil pengukuran terbaca sesuai dengan nilai ambang batas tegangan dioda zener yang diukur, misalnya 5.6 V tadi, maka zener dalam keadaan masih normal.

Penutup

Dalam kesimpulan, memahami cara cek dioda yang benar adalah penting agar tidak keliru dalam proses pengujian dan perbaikan rangkaian elektronik.

Dioda merupakan komponen yang umum digunakan dalam berbagai aplikasi, sehingga menguasai teknik pengujian yang tepat sangat diperlukan.

Jangan lupa untuk selalu perhatikan arah anoda dan katoda, serta gunakan alat yang sesuai seperti multimeter atau tester dioda untuk memastikan hasil yang akurat.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah empatpilar.com bahas dalam artikel ini, Kalian akan dapat mengecek dioda dengan benar dan menghindari kesalahan yang mungkin terjadi.

Selamat mencoba, dan semoga keahlian Kalian dalam bidang elektronika terus berkembang! Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/cara-cek-dioda-yang-benar/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *