Klaim Asuransi Yang Benar

Cara Klaim Asuransi Yang Benar dan Proses Mudah Diterima

 

Cara Klaim AsuransiTujuan penting dari setiap pelanggan industri asuransi adalah supaya bisa melakukan klaim atas asuransi yang dimilikinya. Lalu, bayangkan bila klaim asuransi tidak bisa dicoba, karena pelanggan asuransi tidak mengerti prosedur yang harus dijalaninya. Agar klaim asuransi bisa mudah, simak cara klaim asuransi yang benar dan cara gampang diterima berikut ini.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Mengajukan Klaim Asuransi

Keseluruhan dokumen yang diperlukan untuk melakukan klaim atas asuransi ialah persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh tiap pelanggan asuransi yang ingin melakukan klaim. Oleh karena itu, yakinkan dokumen yang diperlukan itu tidak kurang satupun. Pasalnya, jika satu dokumen saja kurang, maka klaim yang diajukan berisiko untuk ditolak.

Dokumen yang wajib dilampirkan untuk melaksanakan klaim nanti, akan berbeda sesuai dengan tipe asuransi yang dimiliki. Dokumen buat klaim asuransi kesehatan, hendak berlainan dengan akta yang dibutuhkan buat keinginan klaim asuransi jiwa. Sebagai contoh, berikut adalah dokumen yang diperlukan untuk klaim atas asuransi jiwa pada kasus meninggal dunia.

  • – Formulir klaim yang sudah diisi benar dan lengkap
  • – Fotokopi KTP( Kartu Tanda Penduduk) pemegang polis dan ahli waris
  • – Fotokopi KK( Kartu Keluarga) yang sudah dilegalisir
  • – Sertifikat asuransi ataupun polis asuransi
  • – Surat kuasa penunjukkan ahli waris
  • – Cover halaman depan buku tabungan ahli waris
  • – Fotokopi hasil laboratorium rumah sakit
  • – Surat keterangan kematian dari rumah sakit
  • – Surat penjelasan dari kepolisian apabila meninggal diakibatkan kecelakaan, aksi kriminal, ataupun hal yang tidak wajar
  • – Surat kronologis yang dibuat oleh ahli waris apabila meninggal diakibatkan kecelakaan, aksi kriminal, ataupun hal yang tidak wajar

Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi

Jika seluruh dokumen yang dibutuhkan sudah direncanakan, selanjutnya pahami dengan seksama gimana metode pengajuan klaim atas asuransi itu. Cara pengajuan klaim biasanya memiliki perbedaan antara satu produk asuransi dengan produk asuransi yang lain. Berikut adalah ilustrasi prosedur pengajuan klaim kematian asuransi jiwa yang diberlakukan oleh Generali.

Pelanggan mengajukan klaim dengan melampirkan dokumen atau persyaratan yang diharuskan oleh pihak asuransi, dengan waktu maksimal pengajuan klaim 60 hari sejak tertanggung meninggal dunia. Pihak asuransi akan memproses klaim itu dalam waktu 14 hari kerja, termasuk pembayarannya. Bila klaim yang diajukan itu disetujui, maka pembayaran akan ditransfer langsung ke rekening bank yang dipunyai oleh ahli waris.

Hal yang Bisa Menimbulkan Klaim Asuransi Ditolak

Salah satu metode klaim asuransi yang benar serta proses mudah diperoleh adalah dengan memastikan kalau nasabah lagi tidak dalam kondisi atau situasi yang membuat klaimnya tersebut ditolak. Pasalnya, tidak sedikit pelanggan yang gagal mengajukan klaim, sebab ada beberapa faktor yang tidak dipenuhinya. Berikut merupakan beberapa situasi yang bisa menyebabkan klaim itu ditolak.

1. Polis Asuransi yang Tidak Aktif

Perlu kalian tahu kalau asuransi hanya dapat diklaim jika polis asuransi itu dalam keadaan aktif. Jika misalnya polis asuransi sedang tidak aktif, misalnya karena pelanggan terlambat ataupun telah menunggak pembayaran premi, maka resiko yang berkemungkinan untuk dialami adalah ditolaknya klaim atas asuransi itu.

2. Terlambat Mengajukan Klaim Asuransi

Pihak asuransi memberikan waktu durasi bagi nasabahnya untuk mengajukan klaim atas asuransi yang dimilikinya, sejak insiden yang menyebabkan kerugian itu terjadi. Durasi waktunya ini umumnya berbeda antara tiap produk asuransi. Misalnya saja, untuk waktu durasi klaim asuransi jiwa yang disebabkan karena kematian, Generali memberikan waktu selama 60 hari.

Lalu, gimana jika klaim atas asuransi itu dilakukan lewat dari kurun waktu yang sudah didetetapkan itu? Tentu saja klaim itu akan ditolak. Oleh karena itu, yakinkan kalian betul- betul membaca polis asuransi dengan seksama dan cermat, sehingga bisa mengenali berapa lama jangka waktu untuk mengajukan klaim serta keterlambatan pun jadi bisa dijauhi.

3. Dokumen Persyaratan Pengajuan Klaim yang Tak Lengkap

Jika pelanggan tidak bisa menyertakan semua dokumen yang diharuskan pada saat pengajuan klaim, maka bisa- bisa klaim itu gagal buat diperoleh oleh pihak asuransi. Maka dari itu, teliti dengan benar kelengkapan dokumen sebelum diserahkan pada pihak asuransi. Jika diperlukan dokumen yang asli, fotokopi ataupun juga legalisir, yakinkan semuanya sesuai dengan persyaratan.

 

Penutup

Mengajukan klaim asuransi bisa dibilang susah- susah gampang. Jika tidak cermat, maka bisa- bisa klaim itu tidak diterima oleh pihak asuransi, sehingga pelanggan tidak bisa menikmati keuntungan dari premi teratur yang dibayarkannya sebelumnya. Agar klaim diperoleh, kalian bisa ikuti cara klaim asuransi yang benar serta cara mudah diterima yang dipaparkan di atas. Semoga Bermanfaat