Cara Merakit Ampli

Cara Merakit Ampli : Panduan Untuk Pemula (150 Watt, 300 Watt)

Posted on

Empat Pilar – 3 Cara Merakit Ampli : Panduan Untuk Pemula (150 Watt, 300 Watt). Ampli adalah komponen penting dalam sistem audio. Fungsi ampli adalah memperkuat sinyal audio agar terdengar lebih jelas dan kuat. Namun, membeli ampli yang sudah jadi terkadang mahal dan kurang sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin mencoba cara merakit ampli sendiri.

Tentu saja, merakit ampli sendiri tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, dengan panduan yang tepat, kita bisa merakit ampli dengan mudah. Berikut adalah panduan lengkap untuk merakit ampli untuk pemula.

Pengertian Amplifier

Pengertian Amplifier

Amplifier ialah sebuah perangkat elektronik yang terdiri dari beberapa komponen. Fungsinya adalah untuk memperkuat sinyal output pada suara. Amplifier akan memproses gelombang suara dari perangkat seperti HP atau DVD, lalu mengeluarkan suara dengan tekanan yang lebih besar. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan watt dari amplifier itu sendiri.

Semua amplifier memiliki karakteristik dan besar watt yang berbeda tergantung kelas dan jenisnya. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian untuk mendapatkan kinerja yang diinginkan dari amplifier.

-Amplifier bisa mengubah sinyal audio rambatan kecil yang berbentuk analog sebagai input menjadi lebih besar untuk output.
-Untuk bisa mendapatkan inputnya, maka akan dibutuhkan alat transduser seperti mikrofon yang bisa mengkonversikan suara menjadi listrik.
-Jenis sinyal listrik tipe AC atau bolak-balik akan diperkuat lagi tegangannya, sehingga bisa menjadi output lebih besar. Pada umumnya besaran penguatannya disebut dengan gain dan akan diberikan potensiometer untuk mengaturnya.

Dengan demikian, jadi bisa dikatakan bahwa speaker akan mengkonversikan suara menjadi lebih besar. Misalnya, apabila Anda melihat pada sebuah speaker, megaphone dan lain-lain.

Cara Merakit Ampli Yang Baik & Benar

Terdapat beberapa jenis amplifier dengan daya yang berbeda-beda, mulai dari 150 watt, 200 watt, 400 watt, 500 watt, 1000 watt, hingga 2000 watt. Setiap jenis amplifier menggunakan komponen yang berbeda-beda pada saat perakitan.

Proses perakitan amplifier sebenarnya tidak terlalu sulit seperti yang dibayangkan atau dapat dikatakan cukup mudah. Kini, kita tidak perlu membuat rancangan dari awal seperti membuat skema, sablon PCB, atau merakit komponen dasar. Sebab, kini telah tersedia Kit susunan amplifier yang sudah siap pakai di pasaran.

Yang perlu dilakukan hanyalah merakitnya menjadi satu kesatuan saja tanpa perlu membuat rangkaian dari awal, lebih mudah dan praktis. Biaya yang dibutuhkan untuk merakit sebuah power amplifier yang hanya dengan merakit menjadi satu kesatuan dibandingkan dengan yang membuat dari awal tidaklah jauh berbeda.

Komponen & Bahan Yang Diperlukan

Berikut alat serta bahan bahan yang diperlukan untuk melakukan proses perakitan sebuah amplifier :

1. Kit Power Amplifier

Komponen penguat suara berfungsi sebagai penguat gelombang suara menjadi lebih besar. Komponen ini merupakan modul penting yang harus dimiliki untuk merakit sebuah amplifier.
Kit power amplifier ini tersedia di toko elektronik, baik secara online maupun offline, dengan harga bervariasi tergantung kualitas dari komponen.

Semakin mahal harganya, maka semakin bagus kualitas dari Kit power amplifier.

Kualitas Kit power amplifier dipengaruhi oleh kualitas masing-masing komponen, konstruksi rangkaian elektronika, dan kualitas PCB. Terdapat beberapa jenis Kit amplifier berdasarkan konstruksinya.

Ada yang dengan konstruksi skematik sederhana, ada yang menggunakan rangkaian yang lebih kompleks seperti menggunakan IC pada penguat depan (preamp), dan ada yang menggunakan tiga hingga empat transistor pada preamp.

2. Kit Catu Daya

Pada umumnya, catu daya power amplifier tidak memerlukan rangkaian regulator tegangan yang kompleks, namun harus didukung dengan nilai elco yang tinggi dan dioda berkualitas.
Selain menggunakan kit catu daya atau power supply konvensional, dapat juga menggunakan jenis power supply switching saat merakit amplifier.

Keuntungan menggunakan power supply switching adalah lebih ringan dan memiliki tingkat ripple tegangan yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis konvensional.

3. Kit Speaker Protektor

Amplifier dengan daya tinggi membutuhkan arus tegangan yang besar dari power supply. Saat pertama kali amplifier atau saklar On / Off dinyalakan, terdapat tegangan DC yang keluar melalui jalur loudspeaker.

Baca Juga :  Komponen Mesin Cuci 2 Tabung : Kenali dan Pahami dengan Baik

Jika hal ini dibiarkan, maka dapat berdampak buruk pada loudspeaker, karena idealnya arus yang mengalir pada loudspeaker adalah sinyal AC audio.

Oleh karena itu, diperlukan kit proteksi speaker untuk melindunginya. Komponen ini akan menahan beberapa detik saat power amplifier pertama kali dinyalakan, sehingga arus DC tidak melewati loudspeaker.

4. Trafo

Fungsi dari komponen ini yaitu untuk mengubah tegangan listrik rumahan 220 volt AC menjadi 1-12 volt AC, atau ukuran lainnya sesuai dengan kapasitas Trafo.

5. Box Power Amplifier

Banyak terdapat variasi bentuk serta ukuran Box yang bisa dipakai pilihlah sesuai seelera anda. Yang harus diperhatikan adalah ukurannya sesuai dengan ukuran dari power amplifier nantinya termasuk trafo dan dresing kabelnya.

6. Sirip Pendingin (heatsink)

Saat power amplifier bekerja pada titik maksimum, terjadi disipasi daya yang menghasilkan panas dengan suhu yang tinggi. Saat transistor driver dan transistor power tidak mampu menahan suhu yang tinggi, atau dengan kata lain, saat transistor mencapai suhu maksimum, transistor dapat mengalami kerusakan. Oleh karena itu, diperlukan sirip pendingin untuk menahan panas dari transistor agar tidak mencapai suhu maksimum.

7. Kipas Pendingin

Fungsi dari komponen ini yaitu untuk sirkulasi udara, sehingga udara panas didalam box bisa dikeluarkan sekaligus menggantinya dengan udara baru. Jadi suhu udara didalam box bisa terjaga atau lebih dingin.

8. Diode Brigde (Kiprok)

Kiprok merupakan alat modern pengganti diode brigde, yang mana dulu digunakan sebagai penyearah. Fungsinya yaitu untuk merubah tegangan AC menjadi DC.

9. Elco (Kapasitor Elektrolit)

Elco jenis elektrolit merupakan komponen yang bisa menyetabilkan listrik DC serta menyimpan muatan listrik. Sehingga pada saat power listrik dicabut atau secara tiba tiba mati listrik, power masih mempunyai daya yang disimpan.

Alat yang Dibutuhkan Dalam Proses Perakitan Ampli

Berikut alat alat yang dipakai dalam pengerjaan merakit sebuah Ampli :

1. Obeng

Untuk proses pemasangan rangkaian ke dalam box, pemasangan transistor akhir di sirip pendingin, dan lain-lain, diperlukan obeng.

2. Tang Potong dan Tang Lancip

Sedangkan untuk mengupas kabel, memotong kabel, pemasangan baut, dan lain-lain, tang potong dan tang lancip dapat digunakan.

3. Multimeter

Untuk pengukuran jalur-jalur pengawatan rangkaian, pengukuran tegangan, dan lain-lain, multimeter adalah alat yang diperlukan.

4. Gunting Atau Pisau Kater

Terakhir, untuk memudahkan pemotongan kabel atau benda lainnya, gunting atau pisau kater dapat digunakan.

Langkah Langkah Proses Perakitan Ampli

Setelah semua peralatan dan bahan-bahan untuk proses perakitan telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah proses pengerjaannya. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk merakit sebuah amplifier:

1.Buatlah power suplay DC 25 volt.

Langkah pertama dalam merakit amplifier adalah membuat power supply DC 25 volt. Sobat harus membuat tegangan utama suplaynya dengan menggabungkan trafo, dioda, dan elco. Untuk memudahkan, saya telah menyiapkan skema rangkaian agar sobat tidak kesulitan dalam mempraktikkannya. Pastikan untuk memperhatikan gambar dengan seksama.

2. Gabungkan kit power dan tone controlnya

Setelah membuat tegangan suplaynya, langkah selanjutnya adalah menggabungkan kit power dan tone control. Umumnya, tipe kit power dan tone control sudah ditandai agar mudah dalam menyambungkan tegangan input DC, audio input/output, dan speaker. Lihat gambar di bawah ini untuk panduan lebih lanjut.

3. Gabungkan Semua Komponen di Atas yaitu Langkah 1 dan 2

Langkah selanjutnya adalah menggabungkan semua komponen yang telah disiapkan pada tahap 1 dan 2. Karena beberapa komponen telah digabungkan sebelumnya, sobat hanya perlu menyambungkan tahap 1 dan 2. Setelah itu, power amplifier sudah dapat mengeluarkan suara dan tinggal ditempatkan pada casing/box yang telah disediakan sebelumnya.

Meskipun power amplifier sudah dapat berbunyi, kualitas audio yang dihasilkan masih terbilang standar. Untuk meningkatkan kualitas audio, sobat dapat menambahkan beberapa komponen lagi, tergantung pada apa yang ingin ditingkatkan, misalnya:

  • Untuk meningkatkan bass, sobat dapat menggunakan kit filter subwoofer.
  • Untuk meningkatkan bass dan treble, sobat dapat menggunakan turbo bass.
  • Untuk meningkatkan volume audio, sobat dapat menambahkan master volume atau komponen lainnya.

Fungsi Amplifier

Saat menghadiri acara musik atau konser, seringkali kita mendengar suara penyanyi atau pembawa acara melalui pengeras suara. Suara tersebut terdengar lebih jelas, keras, dan jernih, meskipun lingkungan sekitar sangat bising. Amplifier adalah salah satu alat yang membuat hal tersebut menjadi mungkin. Alat ini dapat menangkap suara dari satu sumber, kemudian mengubahnya menjadi output yang lebih jernih, jelas, dan nyaman didengar.

Namun, apa saja fungsi dan kegunaan dari alat tersebut?

Baca Juga :  Cara Cek Kapasitor Mesin Cuci : Langkah Mudah Untuk Pemula

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas masing-masing fungsi amplifier di atas.

1. Menyesuaikan Karakteristik Suara

Fungsi pertama dari amplifier adalah untuk menyesuaikan karakteristik suara. Dengan menggunakan alat tersebut, pengguna dapat melakukan penyesuaian terhadap karakteristik suara yang akan dihasilkan.

Penyesuaian dilakukan dengan cara mengatur komposisi dari bass, volume, balance, treble, midle, dan gain. Dengan penyesuaian tersebut, pengguna dapat mengatur komposisi sinyal suara yang dihasilkan agar sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.

2. Menyesuaikan Keluaran

Pada amplifier, pengguna juga dapat menyesuaikan keluaran yang dihasilkan oleh alat tersebut.

Dengan adanya komponen pre-amp di dalamnya, alat ini akan memproses sinyal suara yang masuk. Kemudian gelombang suara tersebut diubah menjadi keluaran yang sama dengan sinyal aslinya, namun dengan kualitas dan karakter yang lebih kuat.

3. Penguat Suara

Selain itu, amplifier juga dapat digunakan sebagai penguat suara. Sinyal suara yang ditangkap oleh alat tersebut akan dikonversikan menjadi sinyal listrik agar tegangannya meningkat.

Ketika tegangan sinyal listrik sudah meningkat, maka suara yang dihasilkan akan menjadi lebih kuat, jernih, dan jelas.

 

Artikel terkait:

Penutup

Demikianlah 3 cara merakit ampli dengan panduan untuk pemula (150 watt, 300 watt). Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami dan merakit amplifier dengan mudah.

Dengan memahami cara kerja dan pengaturan karakteristik suara, output, serta penguat suara pada amplifier, diharapkan dapat menghasilkan suara yang lebih jernih, jelas, dan nyaman didengar.

Selalu pastikan untuk mengikuti panduan dan aturan keamanan saat merakit amplifier agar terhindar dari risiko kecelakaan. Semoga sukses dalam merakit amplifier Anda sendiri! Kata Pencarian Terpopulerbikin power amplifier dari boster tv,cara merakit pawer 300 wat stereo,cara merakitpower ocl 300 watt stereo,Komponen yang akan dipersiapkan untuk merakit power amplifier 300watt,merakit ampli 150 watt stereo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *