Pengertian Thermal Overload Relay : Fungsi, Prinsip Kerja dan Bagian Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Thermal Overload Relay : Fungsi, Prinsip Kerja dan Bagian Lengkap. Selamat datang di artikel ini yang akan membahas pengertian, fungsi, dan prinsip kerja dari thermal overload relay. Pada dunia industri, perlindungan terhadap mesin dan peralatan menjadi hal yang sangat penting.

Overload atau beban berlebih merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada peralatan. Nah, disinilah thermal overload relay hadir sebagai solusi untuk mencegah kerusakan akibat beban berlebih tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang Pengertian Thermal Overload Relay dasar hingga prinsip kerjanya. Kalian juga akan mempelajari fungsi-fungsi penting dari perangkat ini dalam melindungi peralatan industri. Mari kita mulai!

Pengertian Thermal Overload Relay

Relay Overload Termal adalah komponen aksesoris pelindung yang digunakan dalam kontaktor utama atau sebagai penjaga dalam kondisi arus berlebih yang dapat merusak rangkaian motor listrik.

Apabila aliran arus dalam panel listrik menjadi sangat tinggi, maka Relay Overload Termal (TOR) akan memberikan peringatan dalam bentuk perubahan posisi kontak dari NC-NO, yang selanjutnya akan disampaikan ke rangkaian listrik untuk memutus aliran arus pada beban motor listrik.

Prinsip kerja dari relay overload adalah dengan memanfaatkan bimetal, yaitu dua jenis logam dengan koefisien ekspansi yang sangat berbeda yang dikombinasikan menjadi satu.

Ketika terjadi peningkatan suhu, kedua logam ini akan melengkung. Oleh karena itu, pemuaian logam tersebut dapat digunakan untuk memutus arus listrik yang dialirkan ke motor jika suhunya terlalu tinggi.

Sebelum terhubung ke motor listrik (beban), Relay Overload Termal harus terlebih dahulu terhubung ke kontaktor pada kontak utama. Namun, selain arus berlebih, ada beberapa kondisi lain yang dapat memicu kerja alat ini, seperti:

  • Terjadinya hubungan pendek atau korsleting listrik
  • Motor listrik berhenti tiba-tiba karena arus awal yang tidak terkendali.
  • Salah satu fasa dari tiga fasa motor listrik terbuka secara spontan.
  • Beban mekanik yang terlalu besar, seperti kerusakan atau macet pada bearing motor.

Bagian-Bagian Thermal Overload Relay

Sebagai seorang teknisi pemula, penting bagi Kalian untuk mengetahui bagian-bagian yang menyusun Relay Perlindungan Thermal (TOR). Meskipun terlihat kompleks, sebenarnya tidak sulit jika diperhatikan dengan seksama.

Setelah Pengertian Thermal Overload Relay, ada juga bagian-bagian Thermal Overload Relay Berikut ini adalah gambar dan keterangannya:

  1. Terminal:
    Terdapat 3 terminal yang dapat langsung terhubung dengan kontaktor 3 fasa R, S, dan T.
  2. Test Trip:
    Bagian ini berfungsi untuk menguji fungsi overload.
  3. Tombol Reset:
    Bagian ini berfungsi untuk mengembalikan TOR ke keadaan normal sehingga motor listrik dapat kembali bekerja.
  4. Tombol Stop:
    Komponen TOR ini berguna untuk menghentikan kerja motor listrik atau menguji Auxiliary NC dan NO.
  5. Auxiliary Trip Normally Close (NC):
    Secara default, bagian ini terhubung dan biasanya dihubungkan ke rangkaian kontrol untuk memutuskan rangkaian kontrol setelah MCB kontrol.
  6. Selector:
    Digunakan untuk memilih mode TOR yang akan digunakan, apakah mode H (manual) atau A (otomatis).
  7. Setting Arus:
    Digunakan untuk mengatur besarnya arus yang dapat diterima oleh TOR.
  8. Auxiliary Trip Normally Open (NO):
    Bagian ini berfungsi sebagai indikator saat terjadi overload, secara default terputus.
  9. Terminal Input TOR:
    Terminal ini terdiri dari 3 fasa R, S, dan T.

Demikianlah bagian-bagian yang menyusun Relay Perlindungan Thermal (TOR). Dengan memahami fungsi dan tugas masing-masing bagian, Kalian akan dapat mengoperasikan TOR dengan baik.

Fungsi Thermal Overload Relay

Fungsi utama dari thermal overload relay adalah melindungi motor listrik dari kondisi beban lebih (overload).

Beban lebih dapat terjadi jika motor dijalankan dengan beban yang melebihi kapasitasnya atau jika terjadi kondisi abnormal lainnya yang menyebabkan peningkatan arus yang tiba-tiba.

Thermal overload relay bekerja berdasarkan prinsip bimetal, di mana terdapat dua logam dengan koefisien ekspansi termal yang berbeda.

Ketika terjadi peningkatan arus, suhu dari bimetal ini akan meningkat. Karena perbedaan koefisien ekspansi termal, bimetal akan melengkung yang kemudian akan memicu mekanisme pelepas (trip mechanism) dan memutuskan rangkaian listrik, sehingga melindungi motor dari kerusakan akibat beban lebih.

Baca Juga :  Pengertian Dinamo : Cara Kerja dan Jenisnya Lengkap

Selain itu, thermal overload relay juga memiliki fungsi lain seperti melindungi sistem dari kondisi ketidakseimbangan fasa.

Dalam sebuah sistem tiga fasa, jika satu atau lebih fasa memiliki arus yang jauh berbeda dengan fasa lainnya, ini dapat menyebabkan peningkatan suhu dan potensi kerusakan pada motor.

Dengan menggunakan thermal overload relay di setiap fasa, dapat dipastikan bahwa setiap peningkatan arus tiba-tiba atau ketidakseimbangan fasa akan terdeteksi dan sistem akan diputus sebelum kerusakan terjadi.

Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Setelah pembahasan Pengertian Thermal Overload Relay, nah selanjutnya Thermal Overload Relay (TOR) bekerja berdasarkan prinsip termal. Prinsip kerja thermal overload relay diawali dengan adanya peningkatan arus listrik pada salah satu fasa dari motor listrik.

Peningkatan arus ini akan memanaskan elemen pemanas atau heater yang ada di dalam TOR. Elemen pemanas ini akan memanaskan bimetal yang ada di dalam TOR.

Bimetal adalah komponen yang terbuat dari dua jenis logam dengan koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika dipanaskan, logam dengan koefisien pemuaian lebih besar akan memuai lebih banyak dibandingkan logam lainnya. Ini mengakibatkan bimetal melengkung.

Ketika bimetal melengkung, maka kontak dalam TOR akan terputus. Perubahan kontak ini akan mempengaruhi Auxilary (kontak tambahan) yang ada dalam rangkaian.

Auxilary yang sudah terhubung dengan rangkaian kontrol di panel listrik akan memberikan sinyal yang menyebabkan motor listrik mati.

Ada dua kondisi yang digambarkan dalam prinsip kerja thermal overload relay. Kondisi pertama adalah saat motor listrik berfungsi normal dan TOR belum aktif. Pada kondisi ini, arus listrik berjalan normal dan bimetal belum dipanaskan oleh elemen pemanas.

Kondisi kedua adalah saat TOR dalam kondisi trip atau bekerja. Pada kondisi ini, peningkatan arus telah memanaskan bimetal dan membuatnya melengkung, sehingga kontak dalam TOR terputus dan motor listrik mati.

Namun, ada satu kelemahan dari thermal overload relay. Jika disetting pada posisi Auto, maka apabila logam-logam bimetal masih memiliki suhu tinggi dan belum dingin, motor listrik tidak dapat digunakan meskipun Reset Button telah ditekan.

Kalian harus menunggu bimetal tersebut dingin untuk bisa menggunakan motor listrik kembali. Fungsi ini sebenarnya adalah untuk melindungi motor listrik dari kerusakan yang lebih besar, sehingga thermal overload relay ini sangat penting untuk digunakan dalam sistem motor listrik.

Cara Setting Thermal Overload Relay

Sebelum mengatur Thermal Overload Relay, Anda perlu menyiapkan peralatan yang akan digunakan, seperti obeng plus (+) kecil atau testpen.

Pastikan untuk menyesuaikan putaran potensio pada TOR dengan kapasitas motor yang akan digunakan.

Berikut adalah langkah-langkah pengaturan TOR:

  • Buka penutup yang melindungi pemutar potensio pada TOR.
  • Tentukan batas maksimum dari motor listrik Anda agar dapat berfungsi secara optimal.
  • Gunakan obeng (+) atau testpen yang telah disiapkan untuk memutar potensio sesuai dengan perhitungan yang tepat.
  • Tutup kembali penutup potensio pada TOR.
  • Alat siap digunakan.

Ada dua mode atau cara pengaturan yang tersedia dalam TOR. Kedua mode tersebut adalah Mode Manual (Default) dan Mode Auto.

1. Mode Manual

Mode ini merupakan mode default dari TOR. Untuk mengembalikan posisi kontak overload ke posisi normal setelah terjadi trip, cukup putar tombol Reset ke arah huruf H pada TOR, kemudian tekan tombol biru.

Mode ini umumnya digunakan pada sebagian besar panel motor listrik karena teknisi perlu memeriksa penyebab terjadinya trip pada motor listrik atau overload.

2. Mode Auto

Pada mode auto (A), overload bekerja secara otomatis. Ketika terjadi trip, TOR akan memutus kontak bimetal dan mematikan kontaktor.

Setelah suhu pada bimetal mendingin, kontak bimetal akan kembali ke posisi normal sehingga kontaktor dapat berfungsi kembali.

Penggunaan mode ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik beban serta kapasitas motor listrik yang digunakan.

Kesimpulan

Dalam penutupan, empatpilar.com telah membahas Pengertian Thermal Overload Relay secara mendalam, meliputi pengertian, fungsi, prinsip kerja dan juga bagian-bagiannya.

Baca Juga :  Perbedaan Sensor CCD dengan CMOS Secara Lengkap

Melalui pembahasan ini, diharapkan dapat membantu pemahaman kita seputar peran penting relay dalam sistem kontrol motor listrik.

Thermal Overload Relay merupakan perangkat yang sangat vital dalam menjaga kinerja mesin agar tetap optimal dan aman dari bahaya overheating. Prinsip kerjanya yang unik dan efektif dalam mendeteksi lonjakan arus berlebih menjadi ciri khas utamanya.

Namun, penting untuk selalu mengingat bahwa perawatan dan pemeriksaan rutin juga menjadi faktor penting dalam menjamin kinerja dan umur panjang dari Thermal Overload Relay itu sendiri.

Pemahaman yang baik dan pengetahuan tentang fungsi dan cara kerjanya akan membantu dalam proses pemeliharaan dan penanganan masalah yang mungkin muncul.

Harapan kami, setelah membaca artikel mengenai Pengertian Thermal Overload Relay ini, anda dapat lebih menghargai dan memahami kompleksitas dan kegunaan dari Thermal Overload Relay. Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/pengertian-thermal-overload-relay-fungsi-prinsip-kerja-dan-bagian-lengkap/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *