Perbedaan Multimeter Analog dan Digital

Tabel Perbedaan Multimeter Analog dan Digital Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Tabel Perbedaan Multimeter Analog dan Digital Secara Lengkap. Pelajari perbedaan utama antara multimeter analog dan digital serta keunggulan dan kekurangan masing-masing dalam pengukuran listrik. Perbedaan Multimeter Analog dan Digital.

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat pengukur listrik juga mengalami perubahan. Salah satunya adalah multimeter yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu multimeter analog dan multimeter digital.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam Perbedaan Multimeter Analog dan Digital serta memberikan panduan untuk memilih alat yang tepat sesuai kebutuhan Kalian.

Mengenal Multimeter

Definisi umum multimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan resistansi.

Namun, dalam pengembangannya, multimeter dapat digunakan untuk berbagai fungsi lain seperti pengukuran suhu, induktansi, frekuensi, dan lain sebagainya.
Beberapa orang juga menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, yang merupakan singkatan dari A (ampere), V (volt), dan O (ohm).

Berikut adalah beberapa fungsi multimeter:

  • Mengukur tegangan DC
  • Mengukur tegangan AC
  • Mengukur arus DC
  • Mengukur nilai resistansi sebuah resistor
  • Mengecek koneksi atau hubung singkat
  • Mengecek transistor
  • Mengecek kapasitor elektrolit
  • Mengecek dioda, LED, dan dioda Zener
  • Mengecek induktor
  • Mengukur HFE transistor (type tertentu)
  • Mengukur suhu (type tertentu)

Pengertian Multimeter Analog

Multimeter yang menggunakan skala jarum untuk mengukur kuantitas listrik seperti tegangan, arus, dan resistansi dikenal sebagai multimeter analog.

Ketika kuantitas listrik diukur dengan multimeter analog, hasilnya ditampilkan dalam bentuk analog dengan menggunakan pointer jarum untuk menunjukkan nilai pada skala. Pembacaan pada skala merefleksikan kuantitas yang diukur.

Multimeter analog terdiri dari inti berbentuk drum atau silinder yang ditempatkan antara sepasang magnet permanen dan dikelilingi oleh gulungan kawat atau koil.
Jarum penunjuk diikat pada koil tersebut. Prinsip dasar operasinya adalah defleksi jarum yang terjadi karena adanya gaya yang diberikan padanya.

Ketika arus mengalir melalui koil, terjadi induksi medan magnet yang menggerakkan jarum untuk menunjukkan nilai tertentu pada skala multimeter analog.

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan multimeter analog:

  1. Pastikan bahwa jarum pada skala multimeter menunjukkan angka nol ketika kedua penjolok disambungkan. Jika jarum belum tepat pada angka nol, putar penala mekanik untuk menyesuaikan posisinya.
  2. Putar saklar pemilih ke arah besaran yang akan diukur. Misalnya, ke arah DC mA untuk mengukur arus DC, ke arah AC V untuk mengukur tegangan AC, dan ke arah DC V untuk mengukur tegangan DC.
  3. Jika akan mengukur tahanan (resistor), arahkan saklar pemilih ke skala ohm dan nolkan dahulu dengan menggabungkan probe positif dan negatif.
  4. Jika jarum masih belum menunjukkan angka nol, cocokkan dengan memutar ADJ Ohm hingga jarum tepat pada angka nol. Kemudian, sambungkan probe merah ke positif dan probe hitam ke negatif.
  5. Saat melakukan pengukuran besaran DC, pastikan untuk tidak terbalik antara kutub positif dan negatif karena hal ini dapat merusak alat ukur.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pengguna dapat menggunakan multimeter analog dengan benar dan memperoleh hasil pengukuran yang akurat.

Multimeter Digital

Multimeter Digital (DMM) merupakan kombinasi dari beberapa komponen seperti Analog to Digital Converter (ADC), Tampilan Digital (LCD), Komparator, Encoder, dan pengontrol logika, dan lain-lain.

Kelebihan DMM adalah memiliki beberapa fitur khusus untuk mengukur berbagai jenis listrik seperti arus listrik, tegangan, resistansi, kapasitansi, induktansi, impedansi, dan lain-lain.

Salah satu fitur yang membedakan DMM dengan Multimeter Analog (AMM) adalah kemampuannya untuk menguji dan memeriksa berbagai komponen dan perangkat elektronik dan menentukan apakah masih baik atau perlu diganti.

Contohnya, dengan DMM kita dapat memeriksa kapasitor, menguji berbagai jenis transistor, dioda, relai, melakukan uji kontinuitas, menemukan nilai resistor yang terbakar, dan lain-lain.

Selain itu, DMM juga lebih akurat dan mudah digunakan dibandingkan dengan AMM. Oleh karena itu, Multimeter Digital lebih cocok daripada Multimeter Analog dasar.

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan multimeter digital:

  1. Putar saklar pemilih pada posisi skala yang sesuai dengan jenis pengukuran yang ingin dilakukan. Pastikan juga bahwa alat ukur sudah siap digunakan dan baterai masih cukup daya.
  2. Hubungkan probe merah dan hitam pada komponen yang akan diukur. Probe merah biasanya digunakan untuk mengukur tegangan dan resistansi, sedangkan probe hitam biasanya digunakan sebagai ground atau titik nol.
  3. Pastikan probe terhubung dengan benar pada titik pengukuran. Jika terdapat kesalahan dalam penyambungan, maka hasil pengukuran tidak akurat.
  4. Baca angka yang tertera pada layar multimeter digital. Pastikan untuk membaca angka dengan teliti dan mengambil nilai yang sesuai dengan satuan pengukuran yang dipilih.
  5. Setelah selesai digunakan, matikan alat ukur dan lepaskan probe dari komponen yang diukur.
Baca Juga :  4 Cara Aktivasi Office 2016 Yang Wajib Anda Tahu

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pengguna dapat menggunakan multimeter digital dengan benar dan memperoleh hasil pengukuran yang akurat.

Perbedaan Multimeter Analog dan Digital

Ada perbedaan Multimeter Analog dan Digital yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini sebagai perbandingan dan bahan evaluasi kalian secara lengkap :

KarakteristikMultimeter AnalogMultimeter Digital
DefinisiMultimeter Analog adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah listrik yang terbatas seperti Arus, Tegangan dan Resistansi dll.Multimeter Digital adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur beberapa jumlah listrik seperti Arus, Tegangan, Tahanan, Kapasitansi, nilai-nilai Diode, Transistor dll. Ini juga dapat digunakan untuk memeriksa berbagai perangkat elektronik seperti kapasitor, transistor dan dioda dll.
KonstruksiMultimeter Analog adalah magnet permanen dengan coil yang bergerak Galvanometer. Galvanometer adalah kombinasi dari resistor dan pemangkas yang digunakan untuk mengukur arus.Digital Multimeter adalah kombinasi dari komponen elektronik yang kompleks seperti tampilan digital seperti LCD, Analog to Digital Converter (ADC), Pembanding, Encoder, komponen Logika dll.
Prinsip KerjaAnalog Multimeter (AMM atau AVO Meter) terutama mengukur arus menggunakan Galvanometer.Digital Multimeter (DMM Meter) mengukur tegangan menggunakan Analog to Digital Converter (ADC).
FungsiUntuk Mengukur Arus dalam ampere (A), Tegangan dalam Volt (V) dan Resistansi dalam Ohm (c).Untuk mengukur jumlah listrik dasar serta menguji berbagai komponen elektronik seperti dioda, transistor dan kapasitor dll.
Kemampuan MengukurBiasanya, AVO meter mengukur kualitas listrik dasar seperti arus, tegangan dan hambatan.Sebagian besar, Digital multimeter dapat mengukur jumlah listrik dasar dan advance seperti arus, resistansi, tegangan, kapasitansi, induktansi dll. Dapat juga digunakan untuk memeriksa dioda dan transistor dll apakah baik atau rusak.
PembacaanAnalog Multimeter menunjukkan nilai pada skala nilai tertera terhadap pointer bergerak.Digital Multimeter menunjukkan pembacaan pada layar digital (LCD) dalam bentuk nilai numerik.
KalibrasiMultimeter Analog harus dikalibrasi secara manual.Digital Multimeter menyediakan kalibrasi otomatis.
AkurasiMultimeter analog kurang akurat karena salah membaca pointer dan kesalahan paralaks (melihat pointer multimeter analog dari sudut lain dan salah mengartikan pengukuran).Digital Multimeter paling akurat dibandingkan dengan multimeter analog.
ResolusiResolusi dan akurasi yang unggul (± 5% atau lebih).Resolusi dan akurasi inferior (± 3% in common).
RangeDalam Multimeter Analog, kisaran harus ditetapkan secara manual untuk jumlah pengukuran yang berbeda dengan memutar kenop.Multimeter Digital modern memiliki fitur rentang otomatis.
Ω RangeSebagai faktor pengali, Ohm berkisar hingga R x 10.000 ohm.Setiap rentang adalah maksimum yang hingga 20MΩ (mega Ohm).
Frequency RangeRentang pengukuran frekuensi untuk Multimeter Analog hingga 2 kHZ.Rentang frekuensi tertinggi dapat diukur dengan Digital Multimeter dibandingkan dengan Multimeter analog.
Resistansi InputResistansi input tidak konstan dalam multimeter analog. yaitu dengan merubah rangeResistansi input multimeter digital konstan untuk semua rentang yang akan diukur. (10-22MΩ).
Sinyal InputMultimeter Analog hanya menerima satu sinyal input per operasi.Multimeter Digital memiliki kemampuan untuk menerima beberapa sinyal input dan pengguna dapat memilih yang diinginkan dengan tampilan yang dapat disesuaikan.
Zero Ω AdjustmentPenyesuaian zero Ohm berubah dengan setiap rentang dalam Analog Multimeter.Tidak diperlukan penyesuaian zero ohm dalam multimeter digital.
Reverse PolarityPointer Multimeter Analog mencoba membelok ke kiri jika polaritas terbalik.Digital Multimeter menunjukkan kuantitas negatif (-) ketika polaritasnya terbalik.
Power SupplyTidak diperlukan dalam hal pengukuran arus dan tegangan. Catu daya hanya diperlukan jika pengukuran resistansi.Power supply diperlukan untuk menggunakan Digital Multimeter untuk pengukuran.
SizeSecara relatif lebih besar.Kecil sebagai alat praktis.
Cost / BiayaAVO meter lebih murah karena fitur pengukuran kuantitas terbatas.DMM mahal dibandingkan dengan AMM karena mereka memiliki lebih banyak parameter yang dapat diukur dan fitur.
AplikasiMultimeter Analog digunakan untuk mengukur: Arus, Tegangan, Resistensi dllDigital Multimeter digunakan untuk menguji dan mengukur: Arus, Tegangan, Resistansi, Induktansi, Impedansi, Kapasitansi, Pengujian Dioda, Pengujian Transistor, Pengujian, Kapasitor dan bahkan lebih banyak fitur lainnya.
Baca Juga :  Pengertian Semikonduktor : Jenis, Fungsi, Kegunaan dan Contoh

Kesimpulan

Dalam rangkuman artikel ini, empatpilar.com telah membahas mengenai Tabel Perbedaan Multimeter Analog dan Digital Secara Lengkap.

Kedua alat ini memiliki fungsi utama yang sama, yakni mengukur besaran listrik seperti tegangan, arus, dan resistansi. Namun, keduanya menawarkan keunggulan dan kekurangan yang berbeda.

Multimeter analog lebih cocok bagi mereka yang menghargai ketahanan alat, kemampuan untuk membaca perubahan nilai yang cepat, dan harga yang relatif lebih murah.

Sedangkan multimeter digital lebih sesuai untuk pengguna yang membutuhkan akurasi yang lebih tinggi, kemudahan pembacaan, serta fitur tambahan yang mungkin tidak tersedia pada multimeter analog.

Dalam memilih multimeter yang tepat, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pribadi.

Terlepas dari pilihan yang dibuat, memiliki pemahaman yang baik tentang perbedaan antara multimeter analog dan digital akan membantu pengguna dalam mengoptimalkan penggunaan alat ukur listrik ini.

Selamat mencoba, dan semoga informasi ini bermanfaat bagi Kalian dalam memahami perbedaan multimeter analog dan digital secara lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *