Rangkaian Relay Sederhana

Contoh Rangkaian Relay Sederhana Yang Mudah Dipahami

Posted on

Empat Pilar – Contoh Rangkaian Relay Sederhana Yang Mudah Dipahami. Apakah Kalian pernah mengalami kesulitan dalam mengontrol arus listrik untuk proyek elektronik Kalian? Jika ya, maka Contoh Rangkaian Relay Sederhana dapat menjadi solusinya. Relay adalah komponen elektronik yang dapat digunakan untuk mengontrol arus listrik dengan mudah.

Dalam artikel ini, Kalian akan mempelajari Contoh Rangkaian Relay Sederhana dan cara kerjanya. Kami akan memberikan panduan langkah-demi-langkah tentang bagaimana membuat rangkaian relay sederhana dan menggunakannya untuk mengontrol arus listrik.

Apa Itu Relay ?

Relay merupakan saklar yang dapat dioperasikan secara listrik dan terdiri dari dua komponen utama, yaitu elektromagnet dan mekanikal berupa seperangkat kontak saklar atau switch.
Prinsip kerja Relay adalah dengan menggunakan gaya elektromagnetik untuk menggerakkan kontak saklar, sehingga arus listrik yang kecil dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi.

Sebagai contoh, Relay dengan elektromagnet berdaya 5V dan arus 50 mA dapat menggerakkan armatur Relay sebagai saklarnya, sehingga dapat menghantarkan listrik dengan tegangan 220V dan arus 2A.

Fungsi Relay

Relay memiliki beberapa fungsi penting yang perlu diketahui, di antaranya:

1. Fungsi logika (logic function)

Relay dapat menjalankan fungsi logika untuk mengontrol rangkaian dan menghasilkan keluaran yang diinginkan.

Misalnya, relay dapat diatur untuk menghidupkan lampu ketika suhu ruangan melebihi batas tertentu atau untuk mematikan mesin saat terdeteksi kegagalan sistem.

2. Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function)

Beberapa jenis relay dilengkapi dengan fungsi penundaan waktu, yang memungkinkan penggunaan relay pada aplikasi yang memerlukan waktu tertentu sebelum tindakan dilakukan.
Misalnya, relay dapat diatur untuk menunda pengaktifan lampu selama beberapa detik setelah tombol ditekan.

3. Mengendalikan sirkuit tegangan tinggi dengan bantuan sinyal tegangan rendah

Relay memungkinkan pengendalian sirkuit yang memiliki tegangan tinggi dengan bantuan sinyal tegangan rendah.

Ini dapat membantu melindungi peralatan elektronik dari kerusakan akibat tegangan tinggi.

4. Melindungi motor atau komponen lainnya dari kelebihan tegangan atau hubungan singkat

Relay dapat digunakan untuk melindungi motor atau komponen lainnya dari kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan tegangan atau hubungan singkat.

Misalnya, relay dapat diatur untuk memutuskan arus listrik saat terdeteksi hubungan singkat pada sistem.

Contoh Rangkaian Relay Sederhana dan Cara Kerjanya

Berikut adalah Rangkaian Relay Sederhana yang menggunakan satu transistor sebagai driver, yang dapat menggunakan jenis transistor NPN atau PNP dengan menyesuaikan pemberian tegangan biasnya:

  • Saat basis transistor tidak diberikan tegangan bias, transistor dalam keadaan mati.
  • Hambatan kolektor – emitor transistor sangat besar, sehingga transistor berperilaku seperti saklar terbuka.
  • Arus listrik dari sumber tegangan Vcc tidak dapat mengalir melalui kumparan relay.
  • Ketika basis transistor diberi tegangan bias, transistor mulai aktif.
  • Hambatan kolektor – emitor transistor menjadi sangat kecil, sehingga arus listrik dapat mengalir melalui kumparan relay dan kolektor – emitor.
  • Arus listrik dari sumber tegangan Vcc mengalir melalui kumparan relay dan kolektor – emitor.
  • Medan magnet tercipta pada kumparan, menarik tuas saklar.
  • Relay kembali mati jika tegangan bias basis transistor diputuskan.

Tegangan bias yang dibutuhkan oleh basis transistor sangat kecil, sekitar 2V hingga 5V saja. Dengan tegangan bias yang rendah, transistor dapat menggerakkan relay untuk mengalirkan tegangan yang jauh lebih besar.

Jenis transistor yang digunakan dalam rangkaian relay dapat disesuaikan dengan kapasitas relay yang digunakan. Rangkaian di atas dapat digunakan untuk mengontrol lampu atau motor listrik.

Baca Juga :  √ Penyebab Kompresor AC Berisik dan Solusinya

Contoh Rangkaian Pengunci Memakai Relay

Meskipun tidak banyak yang mengenal jenis rangkaian pengunci ini, beberapa jenis pengunci termasuk pengunci pneumatik dan pengunci relay memungkinkan kita untuk membuat rangkaian yang lebih sederhana.

Berikut adalah salah satu contoh skema pengunci dengan relay yang akan menjaga rangkaian tetap menyala dengan tegangan sumber 9 volt DC.

 

Pada gambar skema di atas, relay RL1 berfungsi sebagai saklar elektronik yang memastikan kedua terminal relay terhubung pada rangkaian sehingga kondisi tetap menyala. Relay tersebut bekerja pada rangkaian dengan tegangan sumber 9 volt DC.

Contoh Rangkaian Pengunci Pneumatik

Kami juga memberikan contoh pengunci pneumatik yang menggunakan sistem penguncian untuk memastikan bahwa rangkaian tetap dalam posisi menyala, sehingga memberikan jaminan bahwa rangkaian dapat dikendalikan.

Rangkaian pengunci pneumatik ini lebih kompleks karena digunakan untuk mengunci beban yang lebih besar dan kompleks, sehingga dapat dikembangkan menjadi rangkaian yang berguna dalam berbagai bidang.

Jenis-Jenis Relay

Setelah mengetahui Rangkaian Relay Sederhana, berikutnya ini beberapa jenis relay yang sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari :

1. Relay Elektromagnetik

Relay ini didesain menggunakan energi listrik untuk menggerakkan bagian mekanis dan magnetik.

Salah satu ciri khasnya adalah adanya coil pada kontak mekanis. Ketika coil diaktifkan oleh sistem pasokan listrik, maka kontak mekanis akan terbuka.

2. Relay Induksi

Relay Induksi adalah komponen pelindung pada sistem listrik AC dan DC. Kontak mekanis bergerak karena interaksi fluks elektromagnetik saat konduktor cawan bergeser.

3. Relay Daya Tarik

Jenis relay ini dapat digunakan pada aliran listrik arus searah maupun bolak-balik. Saat coil dialiri arus listrik, bagian besi akan tertarik.

Jika ini terjadi, maka posisi dapat berubah dari off menjadi on. Relay ini tidak memiliki waktu tunda sehingga tidak cocok untuk operasi yang instan.

4. Relay Penahan Magnetik

Jenis relay ini menggunakan magnet permanen dengan remanensi tinggi untuk menjaga arus listrik tetap stabil.

Selain itu, digunakan untuk melindungi rangkaian dari potensi konsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.

5. Relay Hibrida

Relay ini merupakan gabungan dari relay elektromagnetik dengan komponen-komponen lainnya.

Bagian inputnya terdiri dari rangkaian elektronik yang dapat melakukan fungsi kontrol dan perbaikan.

6. Reed Relay

Relay ini terdiri dari sepasang pita magnetik yang tersegel pada tabung kaca. Medan magnet pada coil yang melilit membuatnya bergerak sehingga terjadi perubahan posisi pada kontak mekanis.

7. Relay Thermal

Relay thermal memiliki ciri khas ketika efek panas terjadi pada kontak mekanis maka posisi kontak akan berubah.

Relay thermal berfungsi untuk melindungi bagian-bagian komponen seperti tegangan, daya, dan arus listrik.

8. Solid State Relay

Merupakan jenis relay yang menggunakan komponen utama Solid State. Operasi switching dapat dilakukan tanpa harus memindahkan bagian apa pun.

Selain itu, terdapat juga jenis relay berdasarkan jumlah pole dan throw. Pole adalah jumlah kontak yang dimiliki sebuah relay sedangkan throw adalah jumlah kondisi yang dimiliki sebuah kontak.

Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Single Pole Single Throw: relay ini memiliki empat kaki terminal, dua sebagai kontak point dan dua lainnya untuk coil.
  • Single Pole Double Throw: relay ini memiliki lima kaki terminal, tiga sebagai kontak point, dua sebagai throw, dan satu sebagai pole.
  • Double Pole Double Throw: relay ini memiliki delapan kaki terminal, enam sebagai kontak point dan dua untuk saklar single pole double throw.

Selain jenis-jenis yang telah disebutkan di atas, masih ada banyak jenis relay lainnya yang tidak dapat disebutkan semua dalam artikel ini.

Keuntungan Menggunakan Relay

  • Penggunaan relay dalam sistem listrik atau elektromekanik memberikan banyak keuntungan, antara lain:
  • Memungkinkan penggunaan arus listrik kecil untuk mengontrol arus listrik yang lebih besar.
  • Memungkinkan pengendalian lebih dari satu kontak komponen melalui sinyal kontrol.
  • Memungkinkan pengaktifan atau penghentian peralatan yang sulit.
  • Meningkatkan keamanan dengan mengisolasi bahaya dari tegangan tinggi.
  • Dan masih banyak keuntungan lainnya.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, empatpilar.com telah membahas mengenai contoh rangkaian relay sederhana dan fungsi utamanya dalam dunia elektronika.

Baca Juga :  Kelebihan dan Kekurangan TV Changhong, Ketahui Sebelum Membelinya

Relay merupakan komponen penting dalam pengendalian perangkat listrik, dan dengan menggunakan rangkaian sederhana yang telah dijelaskan di atas, kita dapat mengendalikan berbagai jenis perangkat listrik dengan mudah dan aman.

Namun, perlu diingat bahwa dalam membangun dan menggunakan rangkaian relay, kita harus selalu memperhatikan faktor keamanan dan kelistrikan yang sesuai dengan standar yang berlaku.

Selalu pastikan bahwa perangkat yang diendalikan melalui rangkaian relay telah diuji dan divalidasi sebelum digunakan.

Dengan memahami prinsip kerja dan penggunaan relay, kita dapat mengoptimalkan kinerja perangkat listrik dan memperpanjang masa pakai peralatan elektronik.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang rangkaian relay sederhana. Kata Pencarian TerpopulerRangkaian banyak relay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *