Apa Itu Tower Crane

Apa Itu Tower Crane? Pengertian, Cara Kerja dan Jenisnya

Posted on

Empat Pilar – Apa Itu Tower Crane? Pengertian, Cara Kerja dan Jenisnya. Ingin tahu lebih banyak tentang mengenal tower crane? Artikel ini memberikan panduan lengkap mengenai mesin pengangkat konstruksi ini, mulai dari definisi, jenis, cara kerja, hingga manfaatnya. Baca selengkapnya!

Dalam dunia konstruksi, mesin pengangkat seperti tower crane memiliki peran penting dalam mempermudah proses pembangunan gedung tinggi. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai semua aspek yang perlu kalian ketahui tentang mengenal tower crane. Baik kalian seorang profesional konstruksi, mahasiswa teknik sipil, atau hanya penasaran, baca terus untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang mesin ini.

Tower crane adalah mesin pengangkat yang umum digunakan dalam proyek konstruksi. Mesin ini biasanya memiliki struktur menara tinggi dan lengan horizontal yang dapat diatur. Tower crane mampu mengangkat dan memindahkan bahan konstruksi berat, seperti balok, beton, dan material lainnya, dengan akurasi tinggi. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya mengangkat material ke ketinggian yang sulit diakses oleh mesin pengangkat lainnya.

Apa Itu Tower Crane?

Walaupun banyak orang telah sering melihat crane, mungkin belum semua orang tahu definisi serta pengertian dari alat tersebut. Khususnya bagi mereka yang tidak terlibat dalam dunia proyek konstruksi dan teknik sipil.

Tower Crane merupakan sebuah mesin pengangkat beban yang digunakan untuk mempermudah proses konstruksi terutama pada bangunan-bangunan tinggi. Salah satu ciri utama dari crane ini adalah ukurannya yang besar dan tinggi. Bahkan, ketinggian dari crane bisa mencapai 100 meter di atas permukaan tanah.

Dimensi yang tinggi ini membuat crane sangat sering digunakan dalam pembangunan berbagai jenis struktur, seperti apartemen, gedung bertingkat, kantor perusahaan, dan lain sebagainya.

Crane masuk dalam kategori alat berat, sehingga pengoperasiannya perlu dilakukan dengan hati-hati. Alat bantu konstruksi ini umumnya terbuat dari bahan baja berkualitas tinggi, yang memberikan kekuatan, kestabilan, dan ketahanan jangka panjang.

Biasanya, crane memiliki kapasitas angkat yang ditentukan sesuai dengan spesifikasinya sendiri. Oleh karena itu, pemilihan crane selalu mempertimbangkan situasi proyek dan bentuk struktur bangunan yang sedang dibangun.

Bagian – Bagian Pada Tower Crane

Tower crane adalah alat berat yang terdiri dari berbagai komponen dengan fungsi spesifik. Berikut adalah deskripsi dari komponen-komponen utama pada tower crane:

  1. Stasiun Dasar (Base Station) – Ini adalah fondasi tower crane yang terdiri dari empat kaki penyangga yang ditanam ke dalam tanah dan diperkuat dengan pengecoran semen. Kedalaman dan kekuatan fondasi disesuaikan untuk menjamin kestabilan crane.
  2. Seksi Tiang (Mast Section) – Setelah pembuatan fondasi yang kuat, langkah selanjutnya adalah memasang seksi-seksi yang membentuk tiang utama tower crane. Ini memberi ketinggian pada crane dan menopang bagian atasnya.
  3. Mekanisme Slewing – Terletak di atas bagian tiang, mekanisme ini memungkinkan bagian atas tower crane untuk berputar hingga 360 derajat. Pengendali untuk slewing biasanya berada di kabin kontrol.
  4. Counter Jib – Komponen ini berfungsi sebagai penyeimbang untuk jib (noom). Dengan adanya counter jib, tower crane bisa beroperasi dengan seimbang saat mengangkat beban.
  5. Jib (Noom) – Merupakan lengan panjang tower crane yang digunakan untuk mengangkat beban. Pada jib inilah motor trolley dan hoist ditempatkan.
  6. Puncak Tower (Tower top) – Pada bagian puncak tower, terdapat kabin kontrol tempat operator bekerja. Kabin ini dilengkapi dengan berbagai kontrol, seperti kursi, tombol, dan dua handle dengan fungsi spesifik, seperti mengendalikan slewing, menggerakkan trolley, serta mengangkat dan menurunkan beban dengan hoist.

Dengan koordinasi antar komponen-komponen ini, tower crane dapat berfungsi dengan efisien dan aman dalam proyek konstruksi.

Fungsi Tower Crane

Tower crane merupakan salah satu alat berat yang sangat vital dalam proyek konstruksi, terutama bangunan bertingkat. Fungsinya sangat beragam, mulai dari pengangkatan hingga pemindahan material konstruksi. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari tower crane:

  1. Pengangkatan Material
    Seperti yang telah disebutkan, tower crane mampu mengangkat berbagai jenis material konstruksi, seperti besi beton, multiplex, serta material lain yang diperlukan dalam konstruksi.
  2. Pengecoran
    Tower crane juga berfungsi sebagai alat pengecoran dalam pembuatan struktur bangunan seperti balok, kolam, dan pelat lantai. Dengan presisi yang tinggi, tower crane memastikan adonan beton dicor dengan tepat pada tempat yang ditargetkan.
  3. Penjadwalan Pemindahan
    Dalam proses konstruksi, koordinasi dan jadwal yang baik sangat penting. Tower crane beroperasi sesuai dengan jadwal pemindahan material yang telah dirancang oleh project manager. Hal ini memastikan efisiensi dalam pemindahan serta penggunaan material.
  4. Operasi yang Presisi
    Operator tower crane memiliki peran penting dalam menjalankan alat ini. Mereka harus mengikuti instruksi dengan tepat, mulai dari proses slewing (memutar crane), travelling (memindahkan crane), trolleying (menggeser muatan), hingga lifting (mengangkat muatan).
  5. Keamanan dan Kapasitas Muatan
    Penting untuk selalu memperhatikan kapasitas maksimal beban yang bisa diangkat oleh tower crane. Setiap crane memiliki batasan beban maksimal yang tergantung pada beberapa faktor, termasuk desain dan kondisi teknis alat tersebut. Pembebanan yang berlebihan dapat mengakibatkan risiko kecelakaan, seperti jungkir balik.
Baca Juga :  √ Pengertian Manometer : Fungsi,Jenis dan Cara Kerja Lengkap

Dengan demikian, tower crane memiliki fungsi yang sangat penting dalam konstruksi bangunan bertingkat. Operasionalnya memerlukan koordinasi yang baik, keahlian operator yang berpengalaman, serta pemeliharaan dan pemeriksaan rutin untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dalam penggunaannya.

Cara Kerja Tower Crane

Tower crane adalah instrumen penting dalam konstruksi bangunan tinggi. Fungsinya tidak hanya terbatas pada pengangkatan, tetapi juga pemindahan material konstruksi dengan presisi tinggi. Berikut penjelasan lebih mendalam mengenai cara kerja tower crane:

1. Fungsi Utama

Tower crane dirancang khusus untuk mengangkat dan memindahkan material konstruksi, terutama pada proyek-proyek pembangunan gedung bertingkat. Alat ini memastikan material dapat ditempatkan dengan tepat, baik di bagian bawah maupun atas bangunan.

2. Proses Pemasangan

Sebelum tower crane dapat beroperasi, ada beberapa tahap pemasangan yang harus dilakukan:

  • Penanaman Base Station:
    Ini adalah langkah awal di mana fondasi crane dibuat. Base station ditanam dengan stabil dan kemudian dicor untuk memberikan kekuatan dan kestabilan.
  • Pemasangan Section Mast:
    Setelah fondasi siap, section mast dirangkai satu per satu sesuai dengan ketinggian yang diinginkan. Section mast ini yang nantinya akan menjadi ‘tulang punggung’ dari tower crane.
  • Pemasangan Komponen Lainnya:
    Setelah section mast terpasang dengan benar, komponen lain seperti kabin kontrol, counter jib, slewing, dan trolley dipasang sesuai dengan petunjuk teknis.

3. Mekanisme Kerja

Tower crane memiliki beberapa mekanisme utama yang memungkinkan alat ini bekerja dengan efisien:

  • Trolleying:
    Ini adalah gerakan menggeser trolley ke kanan atau kiri di sepanjang jib (noom). Fungsi ini memungkinkan material dapat dipindahkan secara horizontal di sepanjang lengan crane.
  • Slewing:
    Mekanisme ini memungkinkan seluruh bagian atas crane berputar. Dengan gerakan rotasi ini, crane dapat mengangkat dan memindahkan material ke berbagai arah dengan radius yang luas.
  • Lifting:
    Seperti namanya, ini adalah proses pengangkatan beban. Dengan motor khusus, crane dapat mengangkat material dari lantai dasar ke tingkat yang lebih tinggi dengan presisi.

Dengan ketiga mekanisme di atas, tower crane mampu beroperasi dengan maksimal dan membantu pekerjaan konstruksi berjalan lebih efisien dan efektif. Namun, penting untuk selalu memastikan keselamatan saat mengoperasikan alat berat ini.

Jenis-Jenis Tower Crane

Terdapat tiga jenis crane yang umumnya digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Ketiga jenis crane tersebut memiliki peran dan karakteristik yang berbeda-beda, yang memungkinkan mereka digunakan dalam situasi yang beragam.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ketiga jenis crane tersebut:

1. Free Standing Tower Crane (Crane Menara Tegak)

Seperti namanya, crane jenis ini menggunakan pondasi yang ditanam dalam tanah, memungkinkan crane untuk berdiri tegak dan kokoh. Jenis crane ini banyak digunakan dalam proyek konstruksi gedung bertingkat. Ketinggian crane ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek, memungkinkan pengangkatan dan pemindahan material ke berbagai lantai konstruksi. Keuntungan utama dari crane menara tegak adalah stabilitasnya yang tinggi, memungkinkan pengangkatan material yang lebih berat dan penempatan yang lebih akurat.

2. Rail Mounted Tower Crane (Crane Menara Berjalan di Rel)

Pada jenis crane ini, bagian bawah crane tidak ditanam, tetapi dipasangkan pada rel. Ini memungkinkan crane untuk bergerak bebas di sepanjang rel dengan bantuan mesin yang terpasang. Crane ini sering digunakan dalam proyek-proyek yang membutuhkan mobilitas lebih tinggi, seperti pembangunan jembatan atau proyek konstruksi besar di area terbuka. Meskipun memiliki mobilitas, crane ini tetap memiliki kemampuan pengangkatan yang kuat dan akurat.

Baca Juga :  √ Pengertian Sound Level Meter : Cara Menggunakan dan Fungsinya

3. Tied-in Tower Crane (Crane Menara Terkait)

Jenis crane ini biasanya digunakan khusus untuk bangunan dengan ketinggian hingga 200 meter. Crane ini memiliki ciri khas, yaitu bagian mast section-nya akan diikatkan pada struktur gedung yang sedang dibangun. Hal ini membantu mengurangi potensi membengkoknya tiang crane akibat tekanan beban konstruksi atau tekanan angin. Crane ini umumnya digunakan dalam proyek-proyek yang memerlukan ketepatan posisi dan keamanan tinggi, terutama saat bekerja pada ketinggian yang signifikan.

Ketiga jenis crane ini masing-masing memiliki peran yang penting dalam industri konstruksi. Pemilihan jenis crane yang tepat bergantung pada karakteristik proyek, ketinggian bangunan, dan kebutuhan mobilitas. Dengan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis crane ini, tim konstruksi dapat memastikan bahwa proyek berjalan dengan lancar dan aman.

Penutup

Dalam dunia konstruksi, tower crane memegang peranan penting dalam menunjang kelancaran pekerjaan, terutama dalam proyek-proyek berskala besar. Setelah memahami apa itu tower crane, cara kerjanya, dan berbagai jenisnya, kita dapat lebih menghargai setiap struktur megah yang berdiri di sekitar kita.

Ingatlah bahwa di balik setiap gedung pencakar langit dan infrastruktur besar lainnya, ada sebuah mesin raksasa yang bekerja dengan cermat dan efisien. Semoga pengetahuan ini memberi kita perspektif yang lebih mendalam tentang keajaiban di balik bangunan-bangunan megah yang kita lihat setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *