Pengertian Chiller

Pengertian Chiller : Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Secara Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Pengertian Chiller : Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya Secara Lengkap. Selamat datang di artikel kami yang membahas tentang “Pengertian Chiller: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya.” Jika Kalian ingin mengetahui lebih dalam mengenai perangkat yang penting ini, maka Kalian berada di tempat yang tepat.

Chiller merupakan salah satu mesin refrigerasi yang berperan penting dalam menjaga suhu dan mendinginkan cairan atau udara. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang pengertian chiller, bagaimana cara kerjanya, berbagai jenisnya, dan banyak lagi. Mari kita mulai!

Pengertian Chiller

Chiller adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk mengeluarkan panas dari suatu beban proses ke lingkungan sekitarnya. Selain itu, chiller juga dapat berarti mesin pendingin yang digunakan untuk mengatur suhu di fasilitas umum dan industri. Fungsi utama chiller adalah memindahkan energi panas dari satu tempat ke tempat lain. Dengan demikian, chiller dapat menurunkan suhu peralatan, komponen, dan fasilitas di pabrik industri dengan mengeluarkan panas yang terkandung di dalamnya.

Penting untuk diingat bahwa panas tidak hanya menghilang begitu saja, tetapi akan berpindah ke tempat lain. Sesuai dengan Hukum Pertama Termodinamika, energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, hanya dapat berubah bentuk.

Oleh karena itu, panas merupakan salah satu bentuk energi yang tidak dapat menghilang, tetapi dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Jika panas tersebut berpindah ke tempat yang memiliki kelebihan panas, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika komponen penting terpapar panas berlebih, maka dapat berakibat fatal.

Bagian-Bagian pada Chiller

Chiller adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendinginkan air yang selanjutnya akan digunakan untuk proses pendinginan di berbagai aplikasi industri dan komersial. Sistem chiller ini memiliki beberapa komponen yang saling berhubungan dan bekerja secara berurutan untuk mencapai tujuannya, yaitu mendinginkan air. Berikut ini adalah penjelasan singkat dari bagian-bagian pada chiller:

  1. Chiller:
    Ini adalah unit sentral dari sistem di mana refrigeran digunakan untuk mendinginkan air. Air yang telah didinginkan ini selanjutnya akan dikirim ke FCU dan AHU untuk proses pendinginan lebih lanjut.
  2. Chiller water pump (CHWP):
    Pompa ini bertugas mengalirkan air yang telah didinginkan oleh chiller ke FCU dan AHU.
  3. Make up water tank:
    Tangki ini menyimpan air tambahan yang digunakan untuk mengisi sistem apabila ada kekurangan volume air.
  4. Condenser water pump (CWP):
    Pompa ini bertugas untuk mengalirkan air yang telah digunakan untuk mendinginkan refrigeran kembali ke cooling tower.
  5. Cooling tower:
    Di sini, air yang telah mengambil panas dari refrigeran akan didinginkan kembali oleh udara sebelum dikembalikan ke chiller.
  6. Fan Coil Unit (FCU):
    Ini adalah unit yang menerima air dingin dari chiller dan digunakan untuk mendinginkan ruangan atau ruang tertentu.
  7. Air Handling Unit (AHU):
    Seperti FCU, AHU juga menerima air dingin dari chiller. Namun, AHU biasanya memiliki kapasitas yang lebih besar dan digunakan untuk mendinginkan area yang lebih luas.

Semua komponen di atas dikendalikan oleh sebuah sistem yang disebut Building Automation System (BAS). Sistem ini bertugas untuk mengatur kerja dari semua komponen chiller agar bekerja secara efisien.

Fungsi Umum Chiller

Fungsi chiller sendiri terbagi berdasarkan penggunaannya, apakah diaplikasikan di laboratorium ataukah industri. Berikut penjelasan mengenai fungsi chiller lebih detail :

1. Fungsi Chiller untuk Laboratorium

Fungsi chiller dalam laboratorium sangatlah penting. Chiller digunakan untuk mengisi reservoir dengan cairan seperti etilen atau air. Tujuan utama chiller adalah menciptakan media yang bisa disirkulasikan kembali. Media ini berfungsi sebagai alat untuk mentransfer panas dari satu area ke area lain setelah reservoir chiller terhubung ke lokasi masing-masing, dan energi atau daya disuplai ke perangkat tersebut. Untuk mengatur suhu, digunakanlah kontroler.

Beberapa parameter seperti tekanan, aliran, dan suhu bisa dipantau dan diatur sesuai dengan preferensi pengguna. Selain itu, terdapat filter di dalam perangkat chiller yang bertanggung jawab menjaga agar zat asing dan berbahaya tidak masuk ke dalam sistem.

Baca Juga :  Cara Menggunakan Mesin Las LAKONI 450 Watt : Panduan Lengkap

Dengan adanya chiller, laboratorium dapat beroperasi dengan lebih efisien dan aman karena suhu dapat dijaga sesuai kebutuhan eksperimen dan bahaya kontaminasi dapat diminimalisir.

2. Fungsi Chiller untuk Industri

Sebuah chiller memiliki peran penting dalam industri Kalian dengan menyediakan suhu dan tekanan yang konsisten untuk proses. Chiller ini menghilangkan fluktuasi suhu dan tekanan, yang pada gilirannya menyederhanakan pengembangan dan optimalisasi proses industri. Selain itu, chiller juga memastikan produk memiliki kualitas terbaik.

Chiller industri bekerja dengan cara menghilangkan panas, bukan mendinginkan benda. Fungsinya adalah mengeluarkan panas dari air atau udara, lalu mendistribusikannya melalui penukar panas untuk mendinginkan udara atau peralatan di sekitarnya.

Misalnya, dalam situasi saat Kalian sedang memasak di dapur dan ingin mendinginkan makanan, Kalian dapat menempatkannya di dalam lemari es. Konsep serupa diterapkan pada prinsip kerja chiller.

Chiller memiliki beragam aplikasi dalam berbagai sektor, seperti:

  • Di industri percetakan, chiller digunakan untuk mengekstrak panas yang dihasilkan oleh rol pencetakan. Selain itu, chiller juga dapat menurunkan suhu kertas setelah proses cetak selesai.
  • Di perangkat diagnostik canggih seperti PET atau MRI, chiller dapat digunakan untuk menjaga suhu stabil dan optimal dalam prosesnya.
  • Di industri plastik, chiller digunakan untuk menurunkan suhu mesin berat yang digunakan dalam pembuatan plastik. Chiller juga membantu menurunkan suhu produk plastik yang baru diproduksi.

Dengan berbagai aplikasi ini, chiller memainkan peran krusial dalam memastikan proses industri berjalan efisien dan produk berkualitas tinggi.

Cara Kerja Chiller

Chiller adalah perangkat pendingin yang memiliki reservoir berisi cairan, seperti campuran air atau etilen glikol, dan air sirkulasi yang terus-menerus mengalir. Ketika diterapkan pada bangunan, umumnya digunakan untuk mendinginkan balok penanganan atau udara. Saat ini, chiller banyak digunakan untuk mentransfer panas dari udara ke air.

Chiller dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu chiller absorpsi dan chiller kompresi refrigeran, tergantung pada siklus refrigeran yang digunakan dalam operasinya.

Proses pendinginan kedua jenis chiller tersebut juga berbeda. Chiller absorpsi menggunakan panas sebagai sumbernya, baik dari gas alam atau uap, untuk menciptakan efek pendinginan.

Chiller kompresi terdiri dari empat bagian utama:

  • Kompresor
  • Evaporator
  • Kondensor
  • Sistem katup pengukuran

Chiller bekerja dengan menggunakan kompresi mekanik. Prinsip dasar kerja pendingin berjalan melalui proses sebagai berikut:

  1. Pendingin mengumpulkan panas dan menggunakan penukar panas di evaporator untuk menghilangkan kalor atau panas.
  2. Ada dua jenis tempat pendinginan pada chiller, yaitu menggunakan sistem pendinginan udara dan air. Kondensor udara didinginkan dengan udara, sedangkan kondensor air menggunakan sumber air.
  3. Pendinginan air biasanya digunakan untuk mendinginkan gedung dengan memanfaatkan menara pendingin, kolam, atau sungai yang berada di sekitar bangunan.
  4. Meskipun chiller dengan kondensor udara dan air pada dasarnya tidak berbeda banyak, chiller dengan kondensor udara lebih sering digunakan dalam operasi dan dipasang di luar ruangan. Pada jenis chiller ini, panas dibuang ke atmosfer secara mekanis.
  5. Pada proses tersebut, sirkulasi udara luar menggunakan kipas yang mengalirkan udara langsung ke kondensor mesin.
  6. Ada beberapa jenis kondensor yang tidak memerlukan menara pendingin. Berdasarkan teknik kompresi refrigeran pada fase uap, chiller juga dapat dikategorikan menjadi empat kelompok.
  7. Kompresor yang digunakan dapat berupa reciprocating, rotary scroll, sentrifugal, dan rotary screw. Kompresor reciprocating memiliki poros engkol dan piston yang memampatkan gas untuk dipanaskan. Piston ini memiliki katup masuk dan keluar yang dapat dibuka untuk mengatur aliran gas. Contoh kompresor ini bisa ditemukan di kantor atau sekolah dengan kapasitas 20-450 ton.
  8. Sementara itu, kompresor sentrifugal bekerja mirip dengan pompa air sentrifugal karena memiliki impeller yang berfungsi untuk mengalirkan fluida pendingin. Chiller sentrifugal dapat memberikan kapasitas pendinginan yang tinggi dengan cara yang efisien. Alat ini juga mampu menyesuaikan kapasitas secara terus-menerus sesuai fluktuasi beban.

Jenis-Jenis Chiller

Tahukah Kalian apa itu chiller? Sekarang saatnya Kalian memahami berbagai jenis chiller. Pada dasarnya, terdapat dua jenis chiller yang umum digunakan, yaitu chiller berpendingin air dan chiller berpendingin udara. Mari kita kenali keduanya melalui penjelasan berikut:

1. Chiller berpendingin air

Jenis pertama adalah chiller berpendingin air, yang dilengkapi dengan kondensor yang terhubung ke cooling tower atau menara pendingin. Chiller ini umumnya digunakan dalam industri besar yang memiliki akses banyak ke pasokan air. Water-cooled chiller atau chiller berpendingin air mampu memberikan kinerja yang konsisten untuk tujuan komersial. Keunggulan chiller ini adalah tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :  √ Pengertian Conveyor : Fungsi, Spesifikasi dan Macam-Macamnya

2. Chiller berpendingin udara

Nah, chiller jenis ini lebih bergantung pada sirkulasi udara di sekitarnya. Biasanya, chiller berpendingin udara digunakan dalam skala kecil hingga menengah, di ruangan dengan luas terbatas. Salah satu kelebihan chiller ini adalah biaya pemasangan dan pemeliharaannya yang terjangkau karena desainnya yang sederhana.

Penutup

Dalam merangkum pembahasan empatpilar.com, chiller merupakan komponen esensial dalam berbagai sistem pendingin industri dan komersial. Dengan memahami pengertian chiller, kita dapat lebih menghargai peranannya dalam menjaga suhu lingkungan dan proses industri tetap optimal.

Tidak hanya itu, dengan mengenal jenis-jenis dan cara kerjanya, kita dapat memilih dan memanfaatkan chiller dengan lebih efisien sesuai dengan kebutuhan spesifik. Semoga informasi yang telah disampaikan memberikan pencerahan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dunia chiller.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *