Apa Itu Bekisting

Apa Itu Bekisting? Simak Pengertian dan Jenisnya Dalam Bangunan

Posted on

Empat Pilar – Apa Itu Bekisting? Simak Pengertian dan Jenisnya Dalam Bangunan. Dalam dunia konstruksi bangunan, istilah “bekisting” merupakan salah satu elemen yang memiliki peran krusial. Bekisting merupakan tahapan awal dalam proses pembangunan suatu struktur, yang membantu menciptakan bentuk dan struktur yang diinginkan sebelum bahan bangunan utama seperti beton dicurahkan.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas secara mendalam tentang apa itu bekisting, mengapa penting dalam pembangunan, jenis-jenisnya, serta tantangan yang sering muncul dalam penggunaannya. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang bekisting, kalian akan meraih wawasan yang kuat mengenai fondasi konstruksi bangunan yang kokoh dan aman.

Apa Itu Bekisting?

Dengan kata sederhana, bekisting dapat diartikan sebagai cetakan yang memiliki peran sentral dalam pembangunan. Cetakan ini umumnya digunakan dalam proses pembuatan pondasi suatu struktur. Misalnya, saat menciptakan pondasi yang menyatu dengan tanah, cetakan ini diterapkan untuk mempertahankan bentuk yang diinginkan. Ini memungkinkan pondasi terbentuk dengan tampilan yang teratur.

Contoh lainnya bisa dijumpai pada tiang-tiang bangunan seperti masjid. Di bagian depan, beberapa tiang penyangga sering terlihat. Tiang-tiang ini dihasilkan melalui pemanfaatan cetakan agar bisa membentuk bentuk yang dikehendaki. Inilah mengapa cetakan menjadi unsur penting dalam rangkaian pembuatan pondasi suatu bangunan.

Oleh sebab itu, penggunaan bekisting dapat disebut sebagai langkah akhir dalam pembuatan pondasi. Setelah rangka bangunan yang terdiri dari kawat besi rampung dipasang, langkah berikutnya adalah pemasangan cetakan. Setelah semua persiapan terpenuhi, proses pengecoran menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil sesuai komposisi dapat dimulai. Setelah beberapa waktu, campuran cor akan mengering, cetakan dapat dilepas, dan pondasi pun terselesaikan dengan baik.

Fungsi Bekisting

Bekisting, atau cetakan, memiliki peran penting yang melampaui sekadar memberikan bentuk fisik pada konstruksi beton. Fungsi-fungsinya sangat vital dalam memastikan kesuksesan dan kualitas keseluruhan proses pembangunan. Setelah memahami Apa Itu Bekisting, selanjutnya Mari kita jelajahi lebih dalam tentang tiga fungsi utama bekisting:

1. Memberi Pola Bentuk pada Konstruksi Beton

Salah satu peran utama bekisting adalah memberikan konstruksi beton pola dan bentuk yang diinginkan. Tanpa bekisting, sulit untuk menciptakan elemen struktural yang berbeda, seperti dinding, lantai, atau balok, dengan akurasi yang diperlukan. Bekisting mengontrol aliran dan distribusi beton cair sehingga konstruksi dapat membentuk siluet yang tepat, dengan sudut dan dimensi yang sesuai rencana.

2. Mendapatkan Struktur Permukaan yang Sesuai Harapan

Bekisting juga berperan dalam menentukan tekstur dan tampilan permukaan beton setelah pengeringan. Permukaan beton yang dipoles, kasar, atau halus bisa dicapai melalui pengaturan bekisting yang tepat. Ini penting terutama ketika konstruksi beton akan terlihat dan diapresiasi, seperti pada dinding fasad bangunan. Bekisting yang dipilih dengan bijak akan memastikan hasil akhir yang sesuai dengan harapan estetika.

3. Menopang Beton untuk Kekuatan Struktural yang Optimal

Bekisting memiliki peran krusial dalam menopang beton selama proses pengecoran. Ketika beton dicurahkan, bekisting bertindak sebagai penyangga sementara yang mendukung beton cair dan memberikan stabilitas struktural. Ini memungkinkan beton untuk mengering dengan benar dan mengembangkan kekuatan yang diperlukan agar mampu menopang beban sendiri serta beban yang diberikan setelahnya. Tanpa bekisting yang solid, risiko keretakan atau deformasi struktural akan meningkat.

Jenis-Jenis Bekisting

Terdapat beberapa jenis-jenis bekisting yang umum digunakan dalam pembuatan fondasi bangunan, salah satunya bekisting kayu. Apa itu bekisting kayu. Berikut ini jenis-jenis bekisting yang dapat dilihat berdasarkan materialnya.

1. Bekisting Kayu

Bekisting kayu, juga dikenal sebagai bekisting tradisional, menggunakan kayu sebagai bahan cetakannya. Meskipun begitu, penggunaan bekisting kayu umum terjadi baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Alasan utamanya adalah ketersediaan mudah untuk mendapatkan balok kayu atau papan yang dapat digunakan sebagai cetakan.

Jenis bekisting ini cocok untuk proyek konstruksi bangunan dalam skala kecil, seperti rumah, penutup saluran air, atau struktur beton berukuran kecil. Namun, pemasangan dan pembongkarannya memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga tidak praktis digunakan dalam proyek konstruksi yang besar.

Baca Juga :  Kura-Kura Berkembang Biak dengan Cara ? Berikut Ulasannya

Selain ketersediaan bahan yang mudah, harga bekisting kayu yang terjangkau juga menjadi faktor penting yang membuat banyak orang memilihnya. Namun, penting untuk diingat bahwa bekisting kayu hanya dapat digunakan sekali. Setelah kayu digunakan sebagai cetakan, tidak dapat digunakan lagi untuk membuat cetakan baru.

2. Bekisting Besi Baja

Tipe bekisting ini juga dikenal sebagai “knock-down,” yang mengindikasikan kemudahan dalam proses perakitan dan pembongkaran. Bekisting yang terbuat dari baja mampu menghasilkan struktur beton dengan ketelitian yang lebih tinggi. Prinsip dasar dari bekisting baja adalah kemampuannya untuk digunakan berulang kali.

Jika dibandingkan dengan bekisting kayu, jenis bekisting baja menawarkan ketahanan yang lebih lama dan masa pakai yang lebih panjang, serta memberikan kemudahan kepada pekerja untuk meningkatkan efisiensi dalam proses konstruksi. Keawetan bekisting baja bahkan memungkinkannya untuk digunakan hingga 10 tahun ke depan.

3. Bekisting Fiberglass

Bekisting berbahan fiberglass merupakan inovasi terbaru di bidang konstruksi. Bekisting yang menggunakan material fiberglass memiliki ketahanan terhadap air, tahan dari proses pembentukan karat, bersifat ramah lingkungan, mudah dalam pemasangan dan pelepasan, serta mudah dalam hal pemeliharaan kebersihannya. Jenis bekisting ini sangat ideal digunakan dalam proyek konstruksi di area bawah tanah. Tambahan lagi, bekisting ini dapat digunakan secara berulang, sehingga dapat membantu dalam mengendalikan pengeluaran Anda.

4. Bekisting Aluminium

Pada prinsipnya, bekisting aluminium mengadopsi cara kerja yang serupa dengan bekisting baja. Namun, yang membedakannya adalah penggunaan lembaran aluminium sebagai bahan utama. Hasil cetakan dari bekisting aluminium menunjukkan kualitas yang baik dan permukaan yang halus. Ini dikarenakan aluminium cenderung memiliki tekstur yang lebih halus jika dibandingkan dengan baja.

Namun sayangnya, penggunaan bekisting aluminium masih terbatas dalam proyek-proyek konstruksi di Indonesia. Padahal, secara harga, bekisting ini masih dalam kisaran terjangkau. Selain itu, pemanfaatan bekisting aluminium mampu mengurangi durasi pengerjaan proyek berkat kemudahan dalam proses perakitan dan pembongkarannya.

Syarat Membuat Bekisting yang Baik

Agar bekisting dapat berfungsi secara efektif, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dan diperhatikan saat melaksanakan proyek konstruksi beton. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Kemampuan untuk Menahan Tekanan Beton.
  2. Mampu Menanggung Beban Berat Pekerja dan Peralatan Tanpa Mengancam Keselamatan.
  3. Ketidaksesuaian atau Perubahan Bentuk pada Balok Dalam Tidak Boleh Melebihi 0,3% dari Dimensi Permukaan Beton.
  4. Pemeliharaan diperlukan untuk Memastikan Lendutan Kumulatif dari Cetakan Beton Lebih Kecil dari Toleransi Struktur Beton.
  5. Desain Sederhana dengan Pertimbangan Ukuran Komponen dan Pemilihan Bahan yang Disesuaikan dengan Anggaran.
  6. Dapat Diperkuat dan Dibongkar Tanpa Merusak Beton.
  7. Pemahaman Mengenai Metode Pemasangan, Pembongkaran, dan Pemindahan Bekisting, Terutama dalam Hal Pemasangan dan Penyesuaian Ketinggian.
  8. Bahan Baku yang Efisien dan Sesuai dengan Rencana Anggaran.
  9. Penggunaan Lapisan Pelumas Khusus untuk Memudahkan Pembukaan Cetakan.
  10. Tahan Air dan Bebas Kelebihan Air.
  11. Ketelitian dalam Penggunaan Bahan Selama Proses Pembuatan.

Dengan mematuhi persyaratan ini, bekisting akan mampu berfungsi dengan baik dan memberikan kontribusi positif pada keseluruhan proyek konstruksi beton.

Cara Merawat Bekisting

Merawat bekisting adalah langkah penting untuk memastikan bahwa kualitas struktur beton yang dihasilkan tetap optimal. Terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam merawat bekisting agar hasilnya maksimal:

  • Persiapan Awal
    Sebelum bekisting digunakan, pastikan untuk membersihkannya dari kotoran dan debu. Ini akan membantu mencegah partikel-partikel yang tidak diinginkan menempel pada beton. Setelah membersihkan bekisting, pastikan bahwa semua elemen terpasang dengan baik dan kuat.
  • Pilihan Bahan Perawatan
    Pilihan bahan perawatan adalah faktor penting dalam merawat bekisting. Beberapa bahan yang dapat digunakan meliputi oli sika, oli bekas, atau solar. Pastikan untuk memilih bahan yang sesuai dengan jenis bekisting yang digunakan. Bahan-bahan ini akan membantu melindungi permukaan bekisting, mencegah kelembaban meresap, dan memudahkan pelepasan setelah beton mengeras.
  • Perawatan Sebelum Pemakaian
    Sebelum bekisting digunakan, oleskan lapisan tipis bahan perawatan pada seluruh permukaan bekisting. Ini akan membantu mencegah lengketnya beton pada bekisting dan mempermudah proses pelepasan nantinya.
  • Perawatan Setelah Pemakaian
    Setelah bekisting digunakan dan beton telah dicor, perawatan tetap diperlukan. Bekisting sebaiknya tidak langsung dibongkar setelah pekerjaan selesai. Umumnya, bekisting bisa dibuka setelah beton mencapai kekuatan yang cukup, biasanya sekitar 3 sampai 4 hari setelah pencoran. Setelah bekisting dibuka, langkah perawatan berikutnya adalah melumuri permukaan bekisting dengan bahan perawatan. Hal ini membantu menghindari kerusakan pada bekisting dan memperpanjang umur pakainya.
  • Pemantauan Kualitas
    Selama proses perawatan, penting untuk terus memantau kualitas bekisting. Periksa apakah ada tanda-tanda kerusakan, retak, atau keausan yang perlu diperbaiki. Jika ditemukan masalah, segera lakukan perbaikan atau penggantian komponen yang rusak.
  • Pemeliharaan Berkala
    Jangan lupakan untuk melakukan pemeliharaan berkala pada bekisting, terutama jika bekisting digunakan berulang kali. Setelah digunakan dalam beberapa proyek, pastikan untuk membersihkan bekisting secara menyeluruh, menghilangkan sisa-sisa beton yang mungkin menempel. Setelah membersihkan, lakukan langkah perawatan seperti yang dijelaskan sebelumnya.
  • Penyimpanan yang Tepat
    Jika bekisting tidak akan digunakan dalam jangka waktu yang lama, pastikan untuk menyimpannya dengan benar. Simpan bekisting di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung. Hindari tempat yang lembap karena kelembapan berlebih dapat merusak bekisting.
Baca Juga :  Apa Itu Homestay? Ketahui Pengertian, Fasilitas dan Aturan Lainnya

Penutup

Dalam perjalanan memahami dunia konstruksi, istilah “bekisting” mungkin menjadi salah satu yang cukup menonjol. Sebagai elemen kunci dalam proses pembentukan struktur beton, bekisting memainkan peran penting dalam menentukan kualitas dan estetika bangunan.

Memahami apa itu bekisting tidak hanya membantu profesional dalam industri, tetapi juga masyarakat luas untuk menghargai setiap detail kerja keras yang ditanamkan dalam setiap struktur yang kita lihat setiap hari. Semakin kita memahami tentang hal-hal seperti ini, semakin kita dapat menghargai keajaiban teknik dan arsitektur di sekeliling kita.

Itu saja uraian secara lengkap yang bisa empatpilar.com sampaikan mengenai Apa Itu Bekisting? Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *