Pengertian Busi Motor

√ Pengertian Busi Motor : Fungsi, Cara Kerja dan Jenis-Jenisnya

Posted on

Empat Pilar –Pengertian Busi Motor : Fungsi, Cara Kerja dan Jenis-Jenisnya. Ketika datang untuk menjaga mesin sepeda motor kalian tetap berjalan dengan baik, memahami peran dari busi motor sangat penting. Busi motor mungkin terlihat seperti komponen kecil, tetapi mereka memainkan peran penting dalam proses pembakaran, memastikan pembakaran bahan bakar yang efisien dan kinerja mesin yang optimal.

Dalam artikel ini, kita akan membahas Pengertian Busi Motor, fungsi-fungsi, berbagai jenisnya, dan praktik perawatan penting. Baik kalian seorang pengendara berpengalaman atau penggemar baru, panduan ini akan membekali kalian dengan pengetahuan yang kalian perlukan untuk menjaga sepeda motor kalian tetap berjalan lancar di jalan.

Pengertian Busi Motor

Busi motor ialah elemen elektrikal yang dipakai untuk mengawali proses pembakaran bahan bakar pada mesin sepeda motor Anda.

Secara singkat, busi yakni elemen yang diperlukan untuk mengubah energi yang dihasilkan oleh bahan bakar menjadi energi kinetik yang mendorong komponen-komponen mesin motor, memungkinkan Anda mengendarai motor dengan lancar.

Sebagai ilustrasi, peran busi motor adalah mengubah tegangan listrik yang dikirimkan oleh koil menjadi percikan api, yang nantinya membakar gabungan bahan bakar dan udara dalam ruang mesin yang terkompresi, lalu menggerakkan mesin.

Fungsi busi motor dapat dijelaskan dengan sederhana, yakni memicu percikan antara bahan bakar dan udara. Busi bertanggung jawab memastikan pembakaran berjalan dengan lancar.

Fungsi Busi Motor

Setelah mengetahui Pengertian Busi Motor, selanjutnya busi merupakan komponen penting dalam mesin pembakaran internal kendaraan seperti motor. Fungsi utama busi adalah sebagai berikut :

1. Menimbulkan percikan api

Busi bertugas menimbulkan percikan api yang diperlukan guna menyulut campuran udara dan bensin di dalam ruang pembakaran mesin. Ini dilaksanakan dengan mengirimkan tegangan tinggi ke elektroda busi, yang menciptakan percikan dan memulai proses pembakaran. Proses ini dikenal sebagai proses pengapian atau percikan.

2. Mengalirkan panas

Busi juga memiliki peran sebagai pengalir panas dari ruang pembakaran ke sistem pendingin mesin. Fungsi ini sangat penting guna mencegah mesin dari kepanasan berlebihan, yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen mesin.

3. Mengukur kondisi mesin

Dengan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi busi (contohnya, jika elektroda busi telah aus atau terbentuk endapan karbon pada busi), mekanik dapat menilai keadaan mesin. Jika busi menunjukkan tanda-tanda kerusakan, ini bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada mesin.

Pemilihan busi yang sesuai memiliki peranan yang sangat penting terhadap kinerja mesin. Faktor-faktor seperti jenis material busi, besarnya celah pada busi, dan kemampuannya dalam mengalirkan panas, semuanya berpengaruh terhadap operasional mesin. Apabila busi tidak cocok atau mengalami kerusakan, mesin mungkin tidak berjalan secara optimal atau bahkan mungkin tidak berfungsi sama sekali.

Bagian – Bagian Busi

Dalam sebuah busi, terdapat bagian-bagian yang ada bekerja sama untuk menghasilkan percikan api. Tentu bagian-bagian tersebut bekerja sama pentingnya, berikut ini adalah bagian-bagian yang ada dalam sebuah busi.

1. Busi Terminal

Busi terminal berperan sebagai penghubung antara busi dan koil pengapian. Umumnya, busi terminal memiliki konektor berbentuk plug, tetapi ada juga yang menggunakan konektor dengan model terminal kabel.

2. Ribs

Apa itu “ribs”? Ribs merupakan lipatan-lipatan yang terdapat pada bagian isolator. Fungsinya adalah sebagai penanda jarak antara inti elektroda dengan tanah. Semakin besar jarak antara inti besi dan tanah, semakin sulit tegangan untuk melompat dari inti besi ke tanah di sekitar busi.

3. Isolator

Isolator adalah bagian dari busi yang berfungsi memberikan dukungan mekanis bagi inti elektroda yang terletak di tengahnya, sekaligus berperan sebagai isolator listrik untuk menghadapi tegangan tinggi yang akan mengalir di inti elektroda. Biasanya, bahan pembuat isolator adalah keramik atau porselen.

4. Ujung Isolator

Ujung isolator terletak pada bagian ujung busi. Bagian ini akan mengalami pembakaran di dalam ruang bakar, sehingga bahan ujung isolator umumnya terbuat dari material yang tahan panas. Secara umum, ujung isolator akan tetap kuat menahan panas dari proses pembakaran hingga suhu 600 derajat Celsius, serta mampu menanggung beban hingga 60.000 Volt.

5. Seal

Seperti namanya, fungsi penyegel adalah untuk menjaga agar tekanan dalam ruang bakar tidak bocor keluar.

Baca Juga :  UPDATE, Daftar Harga Ban Motor Vario 150 Saat Ini

6. Metal case

Selain dikenal sebagai casing logam, bagian ini juga disebut jaket. Fungsi pokok casing logam adalah sebagai pengikat busi pada kepala silinder. Selain itu, casing logam juga berperan dalam menghantarkan panas dari busi ke tempat lain, dan juga sebagai penghantar grounding pada busi.

7. Centre Electrode

Biasanya, elektroda tengah terbuat dari campuran nikel, tembaga, dan kromnium. Inti dari elektroda tengah terhubung dengan bagian kepala busi melalui penghubung internal yang dilapisi oleh isolator keramik.

8. Ground

Bagian ini merupakan ujung paling bawah busi yang bersentuhan langsung dengan bodi. Elektron biasanya melompat dari inti elektroda ke ground terdekat melalui bagian ini. Biasanya, bagian ini terbuat dari bahan yang memiliki konduktivitas yang baik.

Cara Kerja Busi

Cara kerja busi dimulai ketika arus listrik dihidupkan oleh koil pengapian. Koil pengapian memiliki kemampuan untuk menghasilkan sumber listrik dengan tingkat kekuatan yang cukup tinggi. Arus listrik yang dihasilkan oleh koil ini kemudian mengalir melalui berbagai komponen, termasuk distributor, kabel tegangan tinggi, dan tentu saja, busi.

Ketika arus listrik mencapai busi, proses penting mulai terjadi. Arus listrik ini tidak hanya merupakan sekadar aliran, tetapi juga membawa energi potensial yang besar. Di saat arus listrik berada di dalam busi, fenomena menarik terjadi. Arus tersebut secara spontan melompat dari elektroda tengah menuju elektroda negatif, juga dikenal sebagai massa. Proses lompatan ini melepaskan energi yang sangat intens dalam bentuk percikan bunga api.

Inilah momen di mana keajaiban pembakaran terjadi. Percikan bunga api yang muncul merupakan hasil dari pelepasan energi yang tiba-tiba, dan api inilah yang bertugas melakukan tugas krusial: membakar kabut bahan bakar. Saat bahan bakar yang ada dalam ruang bakar terkena panas dan api dari percikan tersebut, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan dorongan kuat untuk memulai gerakan piston. Inilah inti dari proses pembakaran dalam mesin.

Keberhasilan proses pembakaran ini adalah apa yang akhirnya memungkinkan mesin motor untuk hidup dan berfungsi sebagaimana mestinya. Bukan hanya memulai mesin, tetapi juga memberikan daya untuk menjalankan seluruh siklus kerja mesin, dari langkah awal hingga keluaran akhir.

Jenis-Jenis Busi Motor

Nah sudah memahami Pengertian Busi Motor kan? nggak cuma bagiannya aja yang bervariasi, ternyata busi motor pun juga terbagi menjadi beberapa jenis yang berbeda-beda. Penasaran kan kamu, apa saja jenis-jenis busi motor yang tersedia dan seperti apa ciri masing-masing busi motor? Simak dulu yuk penjelasannya di bawah ini!

1. Busi Standar

Sesuai namanya, busi standar merupakan jenis busi motor yang dipasang oleh pabrik. Ini adalah tipe busi yang ada dalam sepeda motor saat pertama kali kamu membelinya. Tentu saja, kamu juga dapat dengan mudah mendapatkannya di toko suku cadang.

Lalu, apa saja ciri khas dari busi standar? Pertama, ukuran diameter elektroda pusatnya rata-rata sekitar 2,5 mm. Usia pakai busi standar diperkirakan antara 10 ribu hingga 20 ribu kilometer jika digunakan dalam kondisi pembakaran normal.

2. Busi Resistor

Selanjutnya, terdapat busi resistor yang berfungsi untuk melindungi perangkat elektronik digital pada sepeda motormu seperti speedometer. Ciri utama busi resistor adalah adanya huruf “R” pada bodinya.

3. Busi Platinum

Masih ada lagi, salah satu jenis busi motor yang perlu kamu ketahui adalah busi platinum. Inti elektroda pada busi ini terbuat dari platinum dan diameternya berkisar antara 0,5 mm hingga 0,8 mm.

Keuntungan menggunakan busi platinum adalah umur pakainya yang lebih panjang, mencapai 30.000 kilometer. Cocok sekali bagi para kalian yang gemar melakukan perjalanan touring!

4. Busi Iridium

Busi iridium ialah jenis busi motor yang memiliki inti elektroda terbuat dari iridium. Nah, usianya mampu mencapai jarak tempuh 40 ribu kilometer. Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa usianya dapat mencapai 50 ribu hingga 70 ribu kilometer. Diameter inti elektroda berkisar antara 0,6 hingga 0,8 mm.

5. Busi Racing

Busi racing dirancang agar mampu bertahan pada suhu mesin dan tekanan kompresi yang tinggi. Meskipun usianya relatif singkat, yakni antara 20 ribu hingga 30 ribu kilometer, busi ini umumnya ditujukan untuk motor dengan mesin berkapasitas besar, seperti motor balap. Harganya pun cenderung cukup mahal.

6. Busi Tembaga

Busi tembaga merupakan jenis busi motor yang inti elektrodanya terbuat dari tembaga. Dengan menggunakan busi tembaga, proses pembakaran pada motor dapat berlangsung lebih sempurna dan penggunaan bahan bakar pun menjadi lebih efisien. Cocok digunakan untuk motor sehari-hari.

7. Busi Perak

Terdapat pula busi perak yang inti elektrodanya terbuat dari perak. Dengan menggunakan jenis busi ini, performa motor kamu dapat mengalami peningkatan yang signifikan, sementara penggunaan bahan bakar juga menjadi lebih efisien!

Baca Juga :  Penyebab Gas Mobil Kosong : Cara Mudah Mengatasinya

Kapan Harus Mengganti Busi Motor?

Setelah memahami peran pokok busi, penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti busi pada motor. Sebagai salah satu bagian yang krusial dalam motor, disarankan untuk memeriksa kondisi busi setiap 4.000 kilometer.

Saat melakukan pemeriksaan, jangan lupa untuk membersihkan busi serta memeriksa jarak elektroda pada busi motor. Biasanya, setiap jenis motor memiliki jarak elektroda yang bervariasi, maka penting untuk menyesuaikannya dengan tipe motor yang kamu miliki.

Secara fisik, jika busi terlihat berwarna hitam dan kotor, sebaiknya segera diganti agar tidak berdampak negatif pada kinerja motor. Tanda lain bahwa busi perlu diganti adalah ketika motor sulit dinyalakan. Selain itu, penting juga untuk memeriksa busi ketika motor telah menempuh jarak 80.000 kilometer.

Penutup

Sebagai komponen vital dalam mesin kendaraan, pengertian busi motor perlu dipahami oleh setiap pengendara atau mekanik. Busi bertanggung jawab dalam menghasilkan percikan api yang diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Kinerja mesin, konsumsi bahan bakar, serta emisi gas buang, semuanya berhubungan langsung dengan kondisi dan jenis busi yang digunakan. Maka dari itu, memilih busi yang tepat dan merawatnya dengan baik bukan hanya akan memperpanjang umur mesin, tetapi juga akan berdampak positif pada efisiensi bahan bakar dan performa berkendara.

Dengan memahami pengertian busi motor dan fungsinya, kita dapat lebih bijak dalam melakukan perawatan dan pemilihan jenis busi yang sesuai. Ingat, busi yang sehat berarti mesin yang sehat, dan tentunya perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Itu saja yang bisa empatpilar.com bahas mengenai Pengertian Busi Motor. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *