Perbedaan Relay dan Kontaktor

Tabel Perbedaan Relay dan Kontaktor : Pahami dengan Baik

Posted on

Empat Pilar – Tabel Perbedaan Relay dan Kontaktor : Pahami dengan Baik. Ikuti artikel mendalam ini untuk menemukan perbedaan antara relay dan kontaktor, dua komponen penting dalam dunia peralatan listrik.

Ketika berbicara tentang dunia peralatan listrik, seringkali kita mendengar istilah relay dan kontaktor. Namun, apakah kita benar-benar tahu perbedaan antara keduanya? Artikel ini akan membahas secara rinci Perbedaan Relay dan Kontaktor serta menjelaskan berbagai aspek penting yang perlu Kalian ketahui.

Pengertian Relay

Sebelum memahami Perbedaan Relay dan Kontaktor, ada baiknya kalian pahami dulu pengertian relay. Relay adalah sebuah saklar atau switch yang beroperasi dengan menggunakan daya listrik dan termasuk dalam kategori komponen elektromekanik.

Relay terdiri dari dua bagian utama, yaitu elektromagnet dan mekanikal yang terdiri dari sekumpulan kontak saklar atau switch.

Prinsip kerja dari Relay adalah dengan menggunakan gaya elektromagnetik untuk menggerakkan kontak saklar sehingga arus listrik dengan daya rendah bisa digunakan untuk menghantarkan listrik dengan tegangan yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, jika kita menggunakan Relay dengan elektromagnet yang berdaya 5 volt dan 50 mA, maka Relay tersebut dapat menggerakkan armature relay atau saklarnya untuk menghantarkan listrik dengan tegangan 220 volt dan arus 2A.
Dengan demikian, Relay sangat berguna dalam rangkaian elektronik yang membutuhkan saklar dengan daya listrik rendah untuk mengendalikan sirkuit dengan daya listrik yang lebih besar.

Prinsip Kerja Relay

Relay terdiri dari empat komponen dasar, yaitu Elektromagnet (Coil), Armature, Switch Contact Point (Saklar), dan Spring. Struktur dasar Relay dapat dilihat pada gambar yang disediakan.

Contact Point Relay terdiri dari dua jenis, yakni Normally Close (NC) dan Normally Open (NO).

Pada kondisi awal sebelum diaktifkan, NC akan berada di posisi CLOSE (tertutup), sedangkan NO akan berada di posisi OPEN (terbuka).

Pada dasarnya, Relay bekerja dengan menggunakan sebuah besi (Iron Core) yang dililit oleh kumparan Coil.

Kumparan Coil ini berfungsi untuk mengendalikan besi tersebut. Ketika kumparan Coil dialiri arus listrik, maka akan terjadi gaya elektromagnetik yang menarik Armature untuk berpindah dari posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO).
Sehingga, menjadi saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi baru (NO), sedangkan posisi sebelumnya (NC) akan menjadi terbuka atau tidak terhubung.

Ketika arus listrik tidak dialirkan, Armature akan kembali ke posisi awal (NC). Untuk menarik Contact Point ke posisi Close, Coil yang digunakan pada Relay hanya memerlukan arus listrik yang relatif kecil.

Pengertian Kontaktor

Kontaktor adalah sebuah perangkat listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.

Di dalam kontaktor magnet terdapat sebuah belitan yang akan menimbulkan medan magnet pada inti besinya saat dialiri arus listrik.

Medan magnet ini akan menarik kontak-kontak pada kontaktor, baik kontak utama maupun kontak bantu.

Kontak bantu NO (Normally Open) akan tertutup, sedangkan kontak bantu NC (Normally Close) akan terbuka.

Kontak pada kontaktor terdiri dari kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama digunakan untuk rangkaian energi, sementara kontak bantu digunakan untuk rangkaian kontrol.

Kumparan utama pada inti besi kontaktor berfungsi sebagai peredam getaran saat kedua inti besi saling inheren.

Saat kumparan utama dialiri arus, akan menimbulkan medan magnet pada inti besi tersebut sehingga menarik inti besi dari kumparan hubung singkat yang terhubung dengan kontak utama dan kontak bantu.

Akibatnya, kontak utama dan kontak bantu akan bergerak dari posisi normal dimana kontak NO akan tertutup, sedangkan NC akan terbuka.

Selama kumparan utama masih dialiri arus, kontak-kontak pada kontaktor akan tetap pada posisi operasinya.

Namun, jika tegangan pada kumparan kontaktor terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan berkurangnya umur atau kerusakan pada kumparan tersebut.

Di sisi lain, jika tegangan terlalu rendah, dapat menimbulkan bunga api pada permukaan kontak-kontak dan merusak kontak-kontak tersebut.

Baca Juga :  Apa itu Pompa Air Satelit? : Fungsi dan Cara Kerja Secara Lengkap

Besar toleransi tegangan untuk kumparan kontaktor adalah sekitar 85 Persen -110 Persen dari tegangan kerjanya.

Prinsip Kerja Kontaktor

Cara kerja kontaktor sebenarnya cukup sederhana, baik itu kontaktor tiga fasa maupun satu fasa.

Prinsip kerjanya hampir sama seperti relay yang bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik.

Kontaktor magnet akan bekerja ketika bagian-bagian kontaktor berfungsi dan dialiri energi listrik.

Ketika energi listrik mengalir ke lilitan gulungan relay magnetik, saklar secara otomatis akan tertarik dan menyebabkan katup tertutup.

Fungsi kontak utama pada kontaktor adalah ketika saklar tertutup, maka katup akan mengalirkan arus listrik dalam rangkaian.

Sebaliknya, jika saklar dalam posisi terbuka, maka arus listrik akan terputus di dalam katup tersebut.

Untuk mengetahui kontak NO (Normally Open) dan NC (Normally Close) pada kontaktor, dapat dilihat dari waktu yang dibutuhkan alat tersebut untuk berubah dari NO menjadi NC atau sebaliknya.

Biasanya, untuk berubah menjadi NO, kontaktor membutuhkan waktu sekitar 4-9 ms, sedangkan untuk berubah menjadi NC, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 12-22 ms.

Jika arus atau medan magnet hilang atau tidak masuk ke kumparan, maka arus yang masuk ke dalam kontaktor akan berhenti dan alat tersebut akan kembali ke posisi semula.

Tabel Perbandingan Relay dan Kontaktor

Sebelum kalian memahami Perbedaan Relay dan Kontaktor, sebaiknya kalian ketahui dulu Tabel Perbandingan Relay dan Kontaktor, di bawah ini :

Dasar PerbandinganRelayKontaktor
FungsiSakelar tegangan rendahSakelar tegangan tinggi
Ukuran perangkatKecilRelatif besar
hargaMurahMahal
Konsumsi dayaKecilRelatif lebih besar
Kesesuaian rangkaianRangkaian kontrolRangkaian utama (sirkuit kontrol dan daya)
Kapasitas ArusTidak lebih dari 10ALebih dari 10A
TeganganHingga 250VHingga lebih dari 250V
Kecepatan SakelarCepatRelatif Lambat
Koneksi MultiTidak diijinkanDiijinkan
Tingkat KeamananKurangAman
Jumlah beban yang dapat dikontrol2 – 34 atau lebih
Jenis KontakNO / NCTidak
Penggantian Kumparan / CoilTidakMemungkinkan
PenggunaanKontrol motor, pompa listrik, dllTransformer, motor induksi, kapasitor bank, starter magnetis, dll.

Perbedaan Relay dan Kontaktor

Berikut adalah perbedaan Relay dan Kontaktor yang perlu diketahui:

  1. Faktor kunci perbedaan antara relai dan kontaktor terletak pada tujuan penggunaannya. Relay umumnya digunakan untuk aplikasi switching tegangan rendah, sedangkan kontaktor digunakan untuk aplikasi switching tegangan tinggi.
  2. Ukuran keseluruhan relay lebih kecil dibandingkan dengan kontaktor.
  3. Elektromagnet yang digunakan dalam relay berukuran lebih kecil daripada yang digunakan pada kontaktor sehingga relay mengkonsumsi daya yang lebih sedikit.
  4. Harga kontaktor lebih mahal daripada harga relay.
  5. Relay cocok digunakan di rangkaian kontrol untuk beban satu phase, sedangkan kontaktor ada di rangkaian utama untuk aplikasi kontrol dan daya, untuk beban tiga phase.
  6. Beban pada relay dirancang untuk menangani arus sekitar 10 A atau kurang, sementara beban pada kontaktor dapat menangani arus lebih dari 10 A hingga 30, 40, atau 50 A.
  7. Voltage rating yang ditawarkan oleh relay hingga 250 V, sedangkan kontaktor sekitar 1000 V.
  8. Relay menawarkan kecepatan switching yang lebih cepat daripada kontaktor untuk aplikasi yang sama.
  9. Relay dirancang untuk mengontrol 2 atau 3 beban, sedangkan kontaktor umumnya mengontrol 4 beban atau lebih, bahkan bisa menangani hingga 6, 8, atau bahkan 12 beban.
  10. Dikatakan bahwa kontaktor menawarkan keamanan yang lebih baik daripada relay selama operasi karena komponen keselamatan seperti sistem penekan arc (arc suppression) dan kontak pegas (spring contact) ada di dalam kontaktor namun tidak ada di dalam relay.
  11. Untuk relay tidak disediakan koneksi untuk menangani kelebihan beban (overload), berbeda dengan kontaktor.
  12. Dalam relay, tidak ada peluang untuk mengubah koil di dalamnya setiap kali diperlukan, sementara sebagian besar kontaktor mendukung penggantian koil jika diperlukan.
  13. Relay mendukung kontak normally open atau normally closed tergantung pada kondisi, sedangkan kontaktor umumnya dirancang untuk beroperasi di bawah kontak normally open.

Penutup

Dalam rangkuman, perbedaan relay dan kontaktor sangat penting untuk dipahami dengan baik agar kita dapat mengaplikasikan keduanya secara tepat dan efisien dalam berbagai sistem kontrol dan otomasi.

Baca Juga :  Pengertian Konektor BNC : Pembahasan Secara Lengkap

Relay lebih cocok untuk beban listrik yang lebih kecil, sementara kontaktor dirancang untuk menangani beban yang lebih besar.

Keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keKalianlan dan efisiensi sistem listrik yang ada.

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat mengoptimalkan penggunaan relay dan kontaktor dalam sistem listrik kita, meningkatkan keamanan, dan mengurangi risiko kerusakan pada peralatan.

Selalu pastikan untuk menggunakan komponen yang tepat sesuai dengan kebutuhan aplikasi Kalian dan berkonsultasilah dengan ahli jika diperlukan untuk memastikan keberhasilan proyek Kalian.

Itu saja yang bisa empatpilar.com berikan kepada kalian mengenai Perbedaan Relay dan Kontaktor. Terima kasih Kata Pencarian Terpopulerhttps://www empatpilar com/perbedaan-relay-dan-kontaktor/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *