Cara Menghitung Kebutuhan Atap Multiroof

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Multiroof : Tips Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Cara Menghitung Kebutuhan Atap Multiroof : Tips Lengkap. Selamat datang di panduan ahli kami tentang Cara Menghitung Kebutuhan Atap Multiroof. Baik kalian seorang pemilik rumah atau seorang profesional konstruksi, memahami kebutuhan untuk Multiroof adalah kunci kesuksesan proyek.

Dalam artikel ini, kami akan membawa kalian melalui proses langkah demi langkah untuk menghitung bahan dan dimensi yang diperlukan untuk Multiroof kalian. Mari kita mulai!

Apa Itu Atap Multiroof?

Atap merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah bangunan. Fungsi utama atap adalah melindungi area dalam bangunan dari sinar matahari, perubahan cuaca, angin, dan menjaga agar debu tidak masuk.

Di Indonesia, terdapat beragam jenis atap yang bisa digunakan untuk bangunan. Salah satunya adalah atap multiroof.

Atap multiroof adalah jenis genteng berbentuk lembaran yang terbuat dari bahan logam ringan dan dirancang agar mirip dengan tampilan genteng tanah liat atau genteng beton. Anda juga dapat menemukan variasi warna yang tersedia untuk produk ini di pasaran.

Dalam hal komposisi pembuatannya, genteng metal ini terbuat dari beberapa jenis logam, seperti baja dengan lapisan zinc dan aluminium. Meskipun terbuat dari logam, genteng ini dijamin tahan terhadap karat dan cukup kuat untuk bertahan dalam perubahan cuaca yang ekstrem.

Keberhasilan dan ketenaran nama multiroof di pasaran sebagian besar berkat perusahaan PT Tatalogam Lestari. Perusahaan ini bertanggung jawab memproduksi dan memasarkan genteng metal dengan merek dagang multiroof di pasar.

Pasar pun merespons produk ini dengan positif. Hal ini mendorong banyak produsen lain untuk mencoba memproduksi dan memasarkan genteng serupa. Akibatnya, sekarang ini banyak orang yang mengidentifikasi semua jenis genteng metal dengan istilah atap multiroof.

Ukuran Standar Atap Multiroof

Ketika Anda ingin mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan atap multiroof, maka penting untuk mengetahui berbagai ukuran standarnya yang tersedia. Di pasar Indonesia saat ini, atap multiroof tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran yang beragam, termasuk tipe color, stone, hingga yang lebih trendy.

Atap multiroof memiliki berbagai ukuran standar, seperti 1 x 4, 1 x 5, 2 x 4, hingga 2 x 5. Ukuran-ukuran ini mengacu pada jumlah susunan dan jumlah daun atap multiroof yang ada. Sebagai contoh, 1 x 4 artinya ada 1 susun dengan 4 daun atap, begitu pula dengan yang lainnya. Dengan demikian, ukuran standar atap multiroof sebenarnya dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pemilik rumah.

Meskipun ada berbagai pilihan ukuran, umumnya banyak orang memilih atap multiroof dengan ukuran 2 x 5. Spesifikasi standar untuk ukuran ini adalah panjang efektif sekitar 77 cm, lebar 100 cm, dan ketebalan sekitar 0,40 cm. Dengan ukuran ini, untuk menutup bidang pekerjaan dengan luas satu meter persegi, Anda akan memerlukan sekitar 1.3 lembar atap multiroof.

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Multiroof

Setelah mengetahui ukuran standar atap multiroof, langkah selanjutnya adalah memahami cara menghitungnya. Untuk informasi tambahan, metode perhitungan total kebutuhan atap multiroof sebenarnya hampir sama dengan menghitung kebutuhan atap spandek.

Ini tidaklah tanpa alasannya, karena pada akhirnya kalian perlu menentukan total luas area pekerjaan atap rumah terlebih dahulu. Daripada penasaran, mari kita perhatikan dengan seksama cara menghitung kebutuhan atap multiroof untuk semua jenis dan ukuran di bawah ini :

1. Menghitung Volume Pekerjaan Atap

Cara pertama ketika ingin menghitung kebutuhan atap multiroof adalah dengan mencari tahu luas atau volume bidang pekerjaannya. Misalnya, jika kalian ingin memasang atap multiroof dengan ukuran 2 x 5 pada atap rumah model pelana yang memiliki panjang 12 meter, lebar 8 meter, overstek 1.5 meter, dan tingkat kemiringan sebesar 10 derajat, berikut adalah tata cara menghitung luas bidang pekerjaannya:

Baca Juga :  √ Apa Itu Sloof? Pengertian, Fungsi dan Cara Menghitung

Diketahui:

Panjang atap: 12 meter.
Lebar atap: 8 meter.
Overstek atap: 1.5 meter.
Tingkat kemiringan atap: cos 10 derajat atau 0.984.

Langkah perhitungan:

  • Hitung volume atap dengan rumus:
    Volume atap = ((Panjang + Overstek) x (Lebar + Overstek)) ÷ Cos kemiringan atap.
  • Substitusi nilai yang telah diketahui:
    Volume atap = (12 m + 1.5 m) x (8 m + 1.5 m) ÷ 0.984.
  • Lakukan perhitungan:
    Volume atap = (13.5 m x 9.5 m) ÷ 0.984.
  • Hasilkan volume atap:
    Volume atap = 128.5 m2 ÷ 0.984 = 130.55 m2 (dibulatkan menjadi 131 m2).

Dari hasil perhitungan di atas, total luas atau volume bidang atap rumah model pelana sepanjang 12 meter dan lebar 8 meter adalah sekitar 131 meter persegi. Jadi, kalian akan memerlukan sekitar 131 meter persegi atap multiroof untuk pekerjaan ini.

2. Menghitung Kebutuhan Multiroof

Setelah kita mengetahui luas bidang pekerjaan atap rumah model pelana yang mencapai 131 meter persegi, langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan atap multiroof dengan ukuran 2 x 5. Berikut ini adalah cara menghitung kebutuhannya:

Diketahui:

Volume atap rumah: 131 m2.
Luas 1 lembar multiroof: 0.77 m2 (dalam satuan meter persegi).

Langkah perhitungan:

Hitung kebutuhan material atap multiroof dengan rumus:
Kebutuhan material = Volume atap ÷ Luas 1 lembar multiroof.

Substitusi nilai yang telah diketahui:
Kebutuhan material = 131 m2 ÷ 0.77 m2 = 170.129 lembar (dibulatkan menjadi 171 lembar).

Jadi, total kebutuhan material atap multiroof ukuran 2 x 5 untuk rumah model pelana berukuran 12 m x 8 m adalah sekitar 171 lembar.

3. Menghitung Biaya Pembelian Multiroof

Setelah mengetahui jumlah lembar atap multiroof yang dibutuhkan, selanjutnya kita perlu menghitung biaya pembelian atap multiroof. Misalkan kita asumsikan harga atap multiroof ukuran 2 x 5 di pasaran Indonesia saat ini adalah Rp 90.000 per lembar. Maka, anggaran biaya pembelian dapat dihitung sebagai berikut:

  • Biaya pembelian = Harga per lembar x Jumlah lembar
  • Biaya pembelian = Rp 90.000 x 171 lembar = Rp 15.390.000

Jadi, kalian perlu mempersiapkan anggaran biaya sekitar Rp 15.390.000 untuk pembelian atap multiroof. Perlu diingat bahwa anggaran ini hanya mencakup biaya pembelian bahan material atap multiroof saja dan belum termasuk biaya pemasangan. Jika kalian ingin menghemat lebih banyak, kalian bisa mempertimbangkan menggunakan jasa pemasangan borongan, karena seringkali lebih ekonomis daripada sistem pembayaran harian.

Penutup

Dalam rangka memastikan bahwa atap Multiroof kalian dipasang dengan benar sesuai dengan kebutuhan, menghitung kebutuhan atap menjadi langkah yang sangat penting. Dengan memahami cara menghitung kebutuhan atap Multiroof, kalian dapat menghemat waktu dan biaya dalam proyek kalian.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kalian dapat dengan mudah menghitung kebutuhan atap Multiroof untuk proyek kalian. Ingatlah bahwa setiap proyek mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, jadi pastikan untuk merencanakan dengan cermat dan berkonsultasi dengan ahli jika diperlukan.

Itu saja uraian secara jelas yang bisa empatpilar.com jabarkan untuk kalian mengenai Cara Menghitung Kebutuhan Atap Multiroof. Semoga proyek pemasangan atap Multiroof kalian berjalan dengan lancar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *