Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan

Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan : Lengkap

Posted on

Empat Pilar – Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan : Lengkap. Pentingnya pentanahan listrik merupakan aspek krusial dalam memastikan keselamatan dan fungsionalitas dalam sistem listrik apa pun. Pemilihan elektroda pentanahan, atau Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan, memainkan peran vital dalam proses ini. Panduan ini akan memberikan wawasan tentang berbagai jenis elektroda pentanahan, aplikasi mereka, dan tips untuk memilih yang tepat sesuai dengan kebutuhan spesifik kalian.

Elektroda Pentanahan Adalah?

Elektroda adalah suatu komponen dalam dunia elektronik dan elektrokimia yang berfungsi sebagai konduktor untuk bersentuhan dengan bagian atau media non-logam dalam suatu rangkaian listrik. Dalam konteks sel elektrokimia, elektroda dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu anoda dan katoda, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan terkenal, Michael Faraday.

Pada khususnya, elektroda untuk pentanahan adalah konduktor yang dirancang khusus untuk berinteraksi secara langsung dengan tanah. Elektroda pentanahan adalah komponen yang ditanam dalam tanah dengan tujuan untuk menciptakan kontak langsung dengan lapisan tanah di sekitarnya. Kontak langsung ini sangat penting dalam konteks pentanahan karena berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan arus listrik ke dalam tanah jika terjadi gangguan atau lonjakan tegangan dalam sistem listrik.

Dengan cara ini, elektroda pentanahan membantu menjaga sistem listrik atau elektronik agar tetap aman. Ketika terjadi gangguan seperti lonjakan tegangan atau petir, elektroda ini memungkinkan aliran arus listrik yang berlebihan dialirkan ke tanah, yang kemudian tersebar secara merata dalam tanah dan tidak merusak peralatan atau menyebabkan bahaya bagi manusia. Dengan demikian, elektroda pentanahan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kinerja sistem listrik yang terhubung ke tanah.

Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan

Berdasarkan bentuk dan konstruksinya, sistem pentanahan dibagi menjadi beberapa jenis, berikut ini Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan :

1. Sistem Pentanahan Elektroda Batang

Sistem pentanahan elektroda batang adalah metode yang digunakan untuk menciptakan sistem pentanahan yang efektif dengan memanfaatkan elektroda berbentuk batang, pipa, atau profil yang terbuat dari bahan seperti tembaga, besi, aluminium, atau campuran besi-sepul tembaga. Elektroda jenis ini ditanamkan ke dalam tanah pada kedalaman tertentu, dan proses pemasangan biasanya melibatkan pemukulan atau penempaan ujung elektroda dengan menggunakan alat seperti palu hingga mencapai kedalaman yang diinginkan.

Salah satu kelebihan utama dari penggunaan elektroda batang adalah kemampuannya untuk menembus lapisan tanah lebih dalam. Dengan demikian, sistem ini mampu mencapai titik pentanahan yang ideal, yang pada umumnya semakin dalam penanaman elektroda, semakin baik. Keunggulan ini memastikan bahwa pentanahan tersebut efisien dalam mengalirkan arus listrik berlebih ke tanah, menjaga keamanan peralatan listrik, serta melindungi lingkungan sekitarnya.

Selain itu, penggunaan elektroda batang tidak memerlukan lahan yang sangat luas. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk situasi di mana ruang terbatas atau keterbatasan lahan merupakan pertimbangan penting. Sistem pentanahan elektroda batang menjadi solusi yang efisien dalam memastikan keselamatan sistem kelistrikan, baik dalam lingkungan industri, komersial, atau pun rumah tangga.

2. Sistem Pentanahan Elektroda Pelat

Sistem pentanahan elektroda pelat adalah metode pentanahan yang melibatkan penggunaan elektroda berbentuk pelat, biasanya berbentuk segi empat dan terbuat dari bahan seperti pelat timah, tembaga, atau baja dengan ketebalan tertentu. Pemasangan elektroda pelat dapat dilakukan dalam dua cara utama, yaitu secara vertikal atau horizontal.

Dalam pemasangan pelat secara horizontal, diperlukan usaha tambahan, yaitu penggalian tanah dengan kedalaman tertentu dan luas yang sesuai dengan ukuran elektroda pelat. Proses penggalian ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelat elektroda memiliki kontak yang baik dengan tanah di sekitarnya. Penggalian horizontal ini seringkali lebih intensif dibandingkan dengan metode pemasangan vertikal.

Baca Juga :  Pengertian Surge Protector (Pelindung Lonjakan Listrik) dan Cara Kerja Lengkap

Pilihan penggunaan elektroda pelat ini seringkali disesuaikan dengan karakteristik tahanan jenis tanah di daerah tertentu. Karena elektroda pelat dapat menawarkan area kontak yang lebih luas dengan tanah, metode ini cocok untuk digunakan di daerah yang memiliki tahanan jenis tanah yang sedikit lebih tinggi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem pentanahan berfungsi dengan baik dan efisien dalam mengalirkan arus listrik berlebih ke tanah, sehingga melindungi peralatan listrik dan menjaga keselamatan lingkungan sekitarnya.

Dalam situasi di mana tahanan jenis tanah tinggi adalah faktor utama, penggunaan elektroda pelat menjadi solusi yang efektif untuk menciptakan sistem pentanahan yang andal dan aman.

3. Sistem Pentanahan Elektroda Pita

Sistem pentanahan elektroda pita adalah metode pentanahan yang memanfaatkan elektroda yang terbuat dari material berbentuk pita atau berpenampang bulat, atau bahkan dari hantaran yang dililit menjadi tali atau pita. Elektroda pita ini digunakan untuk menghubungkan sistem kelistrikan dengan tanah sebagai bagian dari sistem pentanahan. Pemasangan elektroda pita biasanya dilakukan secara horizontal pada kedalaman yang dangkal, yaitu sekitar 0.5 hingga 1 meter dari permukaan tanah.

Metode ini sangat cocok digunakan di daerah yang memiliki tahanan jenis tanah rendah. Hal ini terutama penting karena tahanan jenis tanah yang rendah memungkinkan aliran arus listrik yang efisien ke dalam tanah. Sistem pentanahan elektroda pita dapat menjadi pilihan yang ideal untuk daerah yang tidak mengalami kekeringan, seperti daerah rawa atau daerah dengan tingkat kelembaban yang tinggi secara konstan.

Penting untuk dicatat bahwa elektroda pita mampu memberikan kontak yang baik antara sistem kelistrikan dan tanah, yang merupakan elemen penting dalam menjaga keamanan peralatan listrik dan melindungi lingkungan sekitarnya. Kelebihan pemasangan elektroda pita pada kedalaman dangkal adalah kemudahan dalam pemasangan, yang seringkali tidak memerlukan penggalian tanah yang dalam. Namun, penggunaan elektroda pita harus selalu sesuai dengan karakteristik tanah di daerah tersebut, dan perhitungan tahanan tanah yang cermat harus dilakukan untuk memastikan sistem pentanahan berfungsi dengan baik.

Pengukuran Tahanan Pentanahan (Earth Tester)

Setelah memahami Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan, selanjutnya tujuan pengukuran ini adalah untuk menguji tahanan elektroda pentanahan. Pengujian ini dilakukan setelah pemasangan elektroda, perbaikan, atau secara berkala setiap satu tahun.

Saat ini, tersedia berbagai jenis alat ukur tahanan pentanahan di pasaran, yang biasa dikenal sebagai Earth Tester atau Ground Tester. Alat-alat ini memiliki beragam fungsi, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks.

Pengukuran tahanan pentanahan, jenis elektroda pentanahan, dan metode pengukurannya menjadi poin penting dalam penggunaan alat ini.

Instruksi pengukuran dibagi menjadi dua metode, yaitu Pengukuran Normal (metode 3 kutub) dan Pengukuran Praktis (metode 2 kutub).

Cara Pengukuran Normal (Metode 3 Kutub):

  1. Mulailah dengan mengatur saklar terminal Earth Tester pada posisi 3a.
  2. Periksa tegangan baterai! (Atur range saklar ke BATT dan aktifkan saklar/ON). Pastikan jarum berada dalam range BATT.
  3. Periksa tegangan pentanahan (Atur range saklar ke -V dan matikan saklar/OFF).
  4. Periksa tahanan pentanahan bantu (Atur range saklar ke C&P dan matikan saklar 0).
  5. Ukur tahanan pentanahan (Atur range saklar dari x1Ω hingga x1000Ω) dengan menekan tombol pengukuran dan memutar selektor. Pastikan jarum pada galvometer mencapai keseimbangan atau menunjukkan angka Nol. Hasil pengukuran adalah angka yang ditunjukkan pada selektor, dikalikan dengan posisi range saklar (x1Ω atau x1000Ω).

Agar lebih jelas, silahkan perhatikan gambar dibawah ini :

Penutup

Dalam artikel ini, empatpilar.com telah membahas Jenis-Jenis Elektroda Pentanahan yang digunakan dalam sistem pentanahan untuk melindungi instalasi listrik dan perangkat elektronik dari potensi bahaya arus berlebih. Setiap jenis elektroda memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda, yang memungkinkan kita untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

Baca Juga :  Perbedaan Listrik 1 Phase dan 3 Phase : Pengertian dan Kegunaannya

Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang jenis-jenis elektroda pentanahan dan membantu kalian dalam memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan kalian. Dengan menggunakan elektroda pentanahan yang tepat, kita dapat menjaga kekalianlan sistem listrik dan melindungi peralatan elektronik dari potensi bahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *